Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 31: Rencana Baru


__ADS_3

-Di malam yang sama, di suatu tempat yang sepi-


Di sebuah hutan yang gelap. Di mana banyak pepohonan dan semak yang tinggi. Terlihat sekelebat bayangan manusia di tengah kegelapan itu.


Ia hanya berdiri saja di kegelapan yang pekat ini hanya berdiri dan tak melakukan apapun, sorot matanya yang terang melihat ke area sekitarnya.


Seorang pemuda ia memakai pakaian rapi serba hitam, ia menghela nafasnya dan kembali tidak melakukan apapun.


"Mengapa gadis sepertinya yang bisa melepaskan segel yang mengikatku ini?" Ia mulai bertanya pada dirinya sendiri dengan nada yang heran.


Pemuda yang berpakaian hitam rapi di tengah kegelapan malam ini tak lain tak bukan adalah Stephen sendiri.


Ia sudah menghabiskan waktu seharian untuk mengamati desa yang berada di dekatnya itu. Tepat di luar area pekuburan Wolfden.


"Mengapa aku bisa terlepas?" Berbagai macam pertanyaan kini muncul dari benak Stephen, mengingat ia seharusnya tidak bisa terlepas dari segel sihir yang mengikatnya begitu kuat ini selama belasan tahun terakhir.


Stephen bahkan tidak menyangka akan tiba saatnya bahwa hari kemarin malam lah yang mengawali hari di mana ia bebas seperti dahulu kala.


Kebebasan memanglah diinginkannya, namun untuk saat ini ia sepertinya belum siap untuk menghadapi dunia nyata.


Ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi? Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya. Stephen memang memiliki masalah dengan jati dirinya sendiri, maka dari itu ketika ia harus memutuskan sesuatu maka ia seharusnya sudah tahu akan konsekuensinya.


Stephen yang kerap kali tidak bisa melihat akibat dari perbuatannya inilah yang membuatnya kurang siap untuk melihat kembali dunia luar.


Tapi apakah itu berarti lebih baik baginya untuk terus terkurung dan tersegel di peti mati yang besar itu? Stephen kembali tidak yakin dengan pemikiran seperti ini.

__ADS_1


Jadi apa yang sebenarnya diinginkan oleh pemuda ini?mengapa di satu sisi ia penasaran dan ingin kembali merasakan dunia bebas dan di sisi lain masalah yang dulu ada padanya masih tetap ada sampai saat ini.


Stephen merenung memikirkan apa yang sebaiknya ia lakukan, pada akhirnya kebebasan yang kini datang padanya ini bisa saja adalah kesempatan baru yang datang padanya.


Kesempatan di mana ia bisa memperbaiki apa yang telah dibuatnya dahulu. Stephen akhirnya terpikirkan hal ini juga.


Kini pada akhirnya ia harus menghadapi rasa takutnya dan menemukan jati diri yang sebenarnya, dan perjalanan yang baru kini telah dimulai.


Stephen mulai kembali melangkahkan kaki masuk ke desa Wolfden setelah sebelumnya ia mengawasi keadaan dari luar. Dan dari hasil pengawasannya itu ia yakin tidak ada hal atau apapun yang bisa menghalangi jalannya di sini.


Stephen hanya ingin hidup tenang dan damai, maka dari itu berkaca dari kejadian sebelumnya, ia harus tetap waspada dan hati-hati terhadap apapun yang terjadi di sekitarnya.


"Tidak ada orang berbahaya ataupun seorang yang mengetahui identitasku di desa ini...."


"Dan terlebih lagi aku ingin bertemu dengan gadis yang telah membebaskanku dari segel yang mengikatku selama ini."


Langkah demi langkah dilalui oleh Stephen, dan pada akhirnya ia sampai di sekitaran Desa Wolfden, suasana begitu sepi bahkan tidak terlihat orang di sekitar perumahan yang sedang dilaluinya ini.


Stephen berusaha untuk tetap tenang, di tengah keadaan yang sepi seperti ini pun ia harus tetap waspada dan tetap mengamati sekitar pula.


Tak lama berselang Stephen melihat rumah yang begitu besar dengan halaman yang luas, tanpa di duganya di luar gerbang halaman terlihat ada dua orang gadis yang tengah mengobrol satu sama lain.


"Kak malam ini bintang-bintang sangat jelas terlihat, untung saja kita menghabiskan waktu di tempat khusus kita!" kata gadis yang berambut pirang pendek pada gadis yang satunya yang juga penampilannya tidak jauh dari gadis berambut pirang itu. Dengan kata lain penampilan mereka kurang lebih sama.


Stephen mengamati kedua gadis itu dengan seksama dan dari jauh agar keberadaannya tidak disadari oleh kedua gadis yang tengah mengobrol itu.

__ADS_1


"Benar, lain kali kita harus mengajak yang lain ke sana Fredirica! Sebagai hitung-hitung acara karena kita berhasil lulus Tes Kemampuan Sihir!" sahut gadis yang lainnya.


"Kak, sepertinya hawa malam ini agak berbeda ya?" Gadis yang satunya memegang pundaknya sendiri. Stephen kini mulai bisa menduga gadis berambut pirang itu bisa merasakan hawa kehadirannya.


"Hmmm...." Gadis yang satunya, yang disebut kakak itu melihat ke sekeliling area rumah itu yang cukup gelap, namun Stephen sudah bisa mengantisipasi hal ini dan berpindah tempat ke area yang lebih jauh.


Pada akhirnya sang kakak pun berhenti mengamati dan mengajak adiknya untuk masuk ke dalam gerbang.


Dari sini Stephen tahu kedua gadis yang ada di depan rumah mewah itu adalah bersaudara, dan untuk selanjutnya kedua gadis itu masuk ke gerbang rumah yang besar dan masuk terus ke area halaman dan pada akhirnya hilang dari pengawasan Stephen.


"Hawa ini.... aku memang harus waspada sekarang." Stephen merasakan aura sihir yang cukup kentara di sini, dalam arti kekuatan sihir yang terpancar dari kedua gadis tadi memanglah mampu untuk membuatnya ingat akan apa yang telah terjadi sebelumnya.


"Hawa para ahli sihir, sial ternyata di tempat ini pun aku tidak bisa benar-benar beristirahat.... tapi jika aku meninggalkan desa ini, apakah itu pilihan terbaik?"


"Tunggu, aku masih punya urusan yang belum selesai di sini...." Stephen yang merasa terganggu dengan aura sihir yang terpancar dari kedua gadis berambut pirang pendek ini berpikir untuk meninggalkan area desa ini saja lagi dan mencari tempat lain yang lebih aman.


Namun pada saat yang bersamaan Stephen ingat, bahwa memang ia punya tujuan untuk bertemu kembali dengan gadis berambut hitam panjang yang telah membebaskannya itu.


Stephen kini sadar, penampilan kedua gadis tadi memanglah secara kasar tidak terlalu mirip dengan gadis yang telah membebaskannnya. Namun entah mengapa Stephen bisa merasakan adanya kesamaan ketika melihat kedua gadis itu dan gadis yang telah menyelamatkannya itu.


Lantas jika penampilan fisik tidak menunjukkan kesamaan maka apa yang bisa disamakan? Stephen bisa merasakan aura sihir yang hebat memanglah ada di kedua gadis yang dilihatnya tadi. Dan Stephen yang pertama kali terbebas dan bertemu dengan gadis berambut panjang untuk pertama kali, ia merasakan karakteristik aura sihir yang mirip, hanya saja gadis yang membebaskannya itu memiliki aura sihir yang lebih hangat dan lembut.


Terlepas dari semua itu Stephen memang tidak tahu apa-apa mengenai kedua gadis yang tadi dilihatnya dan pula gadis yang telah menyelamatkannya.


Stephen akhirnya kembali berkeliling desa dan sesekali tinggal di tempat yang sepi menikmati malam yang kini berjalan semakin cepat....

__ADS_1


__ADS_2