
Keputusan sudah dibuat dan kini Feronica sudah lebih percaya diri menghadapi kemustahilan yang kini ada dihadapannya.
Jika dilihat dengan akal sehat, tentunya tidak mungkin bagi Feronica menghadapi Fredirica dan Rossa sekaligus, mengingat sebelumnya ia sudah dikalahkan dengan mudah oleh salah satu dari mereka.
Jika dahulu hasilnya sudah begitu maka apa bedanya dengan sekarang? Begitulah yang seharusnya Feronica pikirkan bukan? Memang sempat beberapa saat lalu Feronica memiliki pikiran yang seperti ini namun beberapa saat yang lalu ia tiba-tiba memperoleh kepercayaan diri yang luar biasa besar.
Mengapa begitu? Apa sebenarnya maksudnya? Entahlah, hanya Feronica yang bisa menjawab mengapa ia tiba-tiba merasakan hatinya lebih kuat dan berujung pada kepercayaan diri yang meningkat pula.
"Hah! Ini pasti mudah sekali!" Fredirica melesat cepat hendak melancarkan serangan awalnya pada Feronica.
HUSH! HUSH!
Serangan beruntun tinjuan dan pukulan dilancarkan saat itu juga, pola seranganya tidak jauh berbeda dengan apa yang pernah ia lihat sebelumnya. Dan karena itulah setiap serangan yang dilancarkan padanya Feronica mampu mengelak dengan baik.
Kecepatan serangan yang sungguh luar biasa, Feronica bisa merasakan dengan jelas bagaimana hebatnya kekuatan sihir Fredirica. Perasaan yang sama ketika ia menghadapinya waktu kemarin.
Kekuatan aura sihir yang meluap-luap dan hempasan energi yang dipancarkannya tetap sama dan malahan terasa lebih kuat dari sebelumnya. Feronica tahu dan menyadarinya, namun di saat yang bersamaan ia tidak merasa terdesak sama sekali.
Bahkan setelah beberapa waktu berlalu pun Feronica tidak merasakan lelah seperti yang pernah ia rasakan sebelumnya, Feronica mampu menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh Fredirica dengan mudah.
Gelombang kejut yang menyulitkannya dulu kini tak lagi jadi masalah, Feronica bisa menghindarinya dengan gesit.
"Boleh juga!" Fredirica melompat ke belakang setelah tahu strategi dulu miliknya tak berhasil, ia mempersiapkan diri untuk melanjutkan serangannya.
SINGGGG....
"Apa?" Feronica merasakan sesuatu yang berbeda, atmosfer suasana di sekitarannya berubah mendadak, ia melihat ke arah Rossa masih menatapnya di sana seolah sedang memperhatikannya.
'Ada sesuatu yang aneh....' Batin Feronica mulai berbicara tanpa disadarinya, Feronica bisa merasakan hawa bahaya yang kini semakin menguat dan membuatnya tidak nyaman.
Padahal Feronica tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya, namun entah mengapa kali ini ia bisa merasakan hal seperti ini.
__ADS_1
'Rossa... dia sedang merencanakan sesuatu' Feronica segera bersiaga, ia mengrahkan tangannya ke bawah bersiap untuk melakukan apa yang diperintahkan instingnya itu.
'Ini dia!' Feronica segera menguatkan tangannya dan mengerahkan seluruh kemampuannya demi mengatasi apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Sihir Tanah: Tembok Tanah Kokoh!"
"Sihir Api: Panah Api!"
DUM!
Pada saat yang bersamaan Feronica dan Rossa melepaskan sihirnya dengan cepat, panah api milik Rossa beradu dengan pertahanan tembok Feronica dan membuat ledakan yang hebat di sana.
SHHHHHHH!
"HA! Rasakan itu Feronica!" Fredirica sedikit menutupi area wajahnya demi melindungi pandangannya karena memang disamping hempasan yang begitu kuat itu, asap dan debu tanah beterbangan dengan kencang disertai batu kecil dan juga besar tentunya, bisa berbahaya bagi siapapun yang sedang berada di area itu.
Hempasan gelombang yang kuat tercipta saat itu juga, membuat Fredirica sedikit terseret ke belakang berusaha bertahan akan gelombang kekuatan angin yang begitu dahsyat di sana.
Fredirica sebelumnya memang telah tahu soal tanda yang ada pada Feronica, tanpa perlu waktu lama ia percaya dan merencanakan hal ini bersama kakaknya dengan tujuan memberi pelajaran agar Feronica mengatakan hal yang sebenarnya.
Dimuali dari keanehan ketika Feronica melawan perintah mereka dengan keras untuk pertama kali dan kini tanda aneh yang ada pada dia. Rossa dan Fredirica akan melakukan cara apapun agar bisa mendapat apa yang mereka inginkan.
Hal ini dibuktikan dengan rencana mereka saat ini, mereka telah mengambil langkah lanjut demi membuat Feronica bicara.
DDRRRRTTT....
Tembok pertahanan tanah Feronica bergetar hebat ketika menahan serangan Rossa, namun kali ini temboknya tidak sampai hancur karena serangan yang begitu kuat itu.
Feronica bisa merasakan serangan api yang begitu kuat itu mengguncang pertahanannya, mehanan kekuatan seperti ini tidak asing baginya, rasanya seperti dahulu melawan Fredirica.
Hawa panas mulai terasa mengalir ke seluruh tubuh, namun Feronica merasa lebih tenang di tengah gempuran serangan yang lebih intens dan kuat ketimbang sebelumnya.
__ADS_1
Unttuk beberapa saat serangan api itu berlangsung membuat partikel debu tebal menaungi area lapang, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang sekarang terjadi di sana.
Shhhh....
Kepulan asap dan debu tebal mengelilingi sebagian besar area lapang dan membuat jarak pandang jadi terbatas, Rossa dengan cepat mengacungkan tangannya ke atas. "Sihir Angin: Gelombang Angin!"
Seketika itu juga muncullah gelombang angin besar yang menyapu debu dan asap tebal di sekitar area itu.
"Apa?!" Fredirica tidak percaya ketika melhat tembok pertahanan tanah itu masih berdiri kokoh dan hanya tergores sedikit, bagaimana mungkin serangan yang begitu hebat tadi mampu dihentikaa semudah itu?
Rossa sendiri terdiam, secara garisa besar memang ia belum juga mengerti mengapa serangannya itu tidak mampu menghancurkan tembok pertahanan sihir milik Feronica.
Padahal dalam pertarungan sebelumnya, dengan kekuatan sihir yang lebih rendah, tembok pertahanan Feronica dengan mudah hancur bahkan sekaligus membuatnya tumbang.
Rossa berusaha untuk tetap tenang meskipun ia tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya akan kenyataan yang ada sebenarnya.
Rossa tidak diam dan berhenti di situ, melainkan ia juga menganalisis bagaimana gerak-gerik Feronica yang memang terlihat berbeda itu. Rossa tahu sesaat sebelum dirinya mengeluarkan sihir, Feronica sudah menggunakan itu lebih dahulu darinya.
Bagaimana bisa bergitu? Bukankah seharusnya Feronica tidak sadar atau setidaknya lebih lambat merespon serangannya itu? Memang hal itulah yang seharusnya wajar terjadi.
Namun yang terjad malahan lain, Feronica bisa mengantisipasi dengan cepat seolah dia sudah tahu rencananya dari awal, itu berarti memang ada sesuatu yang kurang wajar di sini.
"Bagaimana mungkin dia bisa menahan serangan kakak?!" Fredirica tidak percaya meskipun telah melihat dengan mata kepalanya sendiri. Padahal sebelumnya ia yakin Feronica tidak mampu menahan serangan saudarinya itu.
"Kekuatan sihir kakak seharusnya di atasku, tapi mengapa Feronica mampu bertahan?" Fredirica masih penuh pertanyaan di sana, kekuatan sihirnya tidak lebih tinggi dari kakaknya dan ia mampu mengalahkan Feronica dengan muda namun mengapa hasilnya berbeda kali ini?
Semua dugaannya mengarah pada satu hal yang kian jelas, Rossa tahu ini bukan hanya sekedar kebetulan, soal kemampuan Feronica yang kini berubah drastis dari sejak pertarungannya kemarin.
Bagaimana mungkin dia bisa memperoleh kekuatan besar secepat itu? Apakah Feronica sengaja menyembunyikan kekuatannya? Atau mungkin saja memang ada hal lain dibalik pertanyaan yang muncul ini?
"Aku pasti akan membuatmu mengatakan yang sebenarnya." Rossa memasang pose bertarung sekali lagi, sorot matanya tajam dan aura kekuatan sihir berkumpul cepat ke arahnya.
__ADS_1