Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 92: Makin Panas


__ADS_3

"Manusia jaman sekarang sombong ya?" Orang berjubah hitam itu mengomentari bagaimana kepercayaan diri dari seorang pria besar berambut putih yang dipenuhi oleh bulu halus yang juga putih di sekitaran mulutnya.


"...." Joseph merasakan sesuatu yang berbeda di sini, matanya bergulir melihat bagaimana keadaan Housen yang terlihat diam saja di area lapang sekolah.


Ia melihat Housen sudah bangkit setelah terkena hempasan yang cukup kuat dari orang ini, namun jika dilihat lebih teliti lagi, sepertinya kondisinya tidak terlalu bagus.


Housen hanya bisa menatap rekannya dari kejauhan, tidak menduga akan jadi seperti ini.


'Maaf Housen, aku tidak menolongmu tepat waktu....' Joseph mengatakan hal ini dalam hatinya, ia tidak bisa berbuat apa-apa ketika rekannya ini ada di dalam area lapang. Namun kini setelah orang tak dikenal ini keluar, ia mulai bisa beraksi.


Tapi ya memang Joseph juga ragu Housen akan menerima bantuan di saat seperti ini. Sifatnya yang begitu tegas dan dingin sudah pasti tidak akan berpikir sampai sana.


Dan memang sudah menjadi kode etik bagi setiap ahli sihir harus menyelesaikan pertarungan dengan lawan yang sama, dan memang Housen sudah melakukan bagiannya.


Tapi untuk apa begitu peduli dengan kode etik jika memang sekarang ada seorang yang berbahaya di tengah-tengah mereka ini? Bukankah bukan saatnya untuk mementingkan ego sendiri?


Joseph memang tidak punya waktu untuk memikirkan cara bertarung yang benar sekarang, yang ada dan yang harus dilakukannya adalah menghentikan perbuatan semena-mena orang asing dihadapannya.


Joseph mulai mencoba menganalisis apa yang sebenarnya terjadi tadi, ia tahu benar bagaimana kemampuan Housen, rekannya itu, dengan kekuatan sihir yang hebat yang dimilikinya harusnya  dia bisa memberikan perlawanan lebih.


Namun di kenyataan sekarang ini, orang berjubah hitam ini berpenampilan biasa saja, memang bisa dimaklumi jika memang jubahnya tidak terlihat kotor karena berwarna hitam, namun jubahnya ini masih terlihat sempurna seperti tidak ada yang berubah.


Aneh memang, mengingat bagaimana penampilan luar Housen yang sudah berubah drastis, pakaiannya penuh debu dan robek di beberapa bagian.


Dan tidak ketinggalan juga luka yang cukup terlihat dari bagian pakaiannya yang robek, lukanya luarnya tidak terlalu besar dan tidak membuatnya benar-benar kesulitan sekarang.


'Apa mungkin jubahnya lebih dari sekedar jubah biasa?' Joseph mulai memikirkan kemungkinan yang bisa menjelaskan hal ini.

__ADS_1


Memang tidak bisa dipungkiri aura kekuatan dari orang ini berbeda dari siapapun yang pernah ditemuinya sebelumnya. Sungguh aura yang misterius dan tidak bisa diperkirakan.


'Jangan-jangan... jubahnya itu memancarkan energi sihir?' Dugaan kuat langsung terpikir olehnya, alasan lain apa yang bisa membuat serangan rekannya itu tidak berdampak sama sekali?


Meski banyak kemungkinan yang bisa terjadi, Joseph tetap harus mencari tahu sendiri jawabannya.


Tidak peduli seaneh apa hawa kekuatanya, di saat ada orang asing dan berbahaya datang ke akademi maka disitulah perannya dimulai.


HUSH!


Tanpa bisa diduga siapapun Joseph melancarkan tinjuan dengan kepalan tangan yang besarnya ini. Dan seketika itu juga hempasan angin yang kuat tercipta saat itu juga.


SHHHHH!


Bahkan Feronica tidak bisa menahan tubuhnya yang sedang lemas itu, yang ada ia terlempar cukup jauh ke belakang menjauhi kedua orang yang memulai urusan mereka ini.


Hempasan angin yang kuat ini bahkan sampai ke seluruh area akademi, membuat kaca ruangan kelas bergoyang dan bangku-bangku dan meja pun tidak lagi pada tempatnya yang semula.


"Seranganmu lebih baik ketimbang pria tadi...."


"Hmmm...." Joseph mengerang kecil tanda memang ia cukup terkejut sekarang, pasalnya area di sekitarnya sudah terkena efek dari serangan fisiknya yang kuat, kecuali orang berjubah hitam ini.


Bahkan tanpa perlu repot-repot menangkis sekalipun, serangannya bak diredam oleh tubuh orang itu, sama sekali tidak berpengaruh apapun.


Orang berjubah hitam itu terdiam, sedang Joseph masih tetap di posisinya yang semula, yang biasanya orang lain akan terkejut dan mundur secepat mungkin untuk menyusun strategi berikutnya.


Tapi tidak dengan Joseph, ia memang terkejut namun tidak terlalu terlihat dari luar. Sebelumnya ia memang melihat hal yang serupa terjadi juga, yaitu tepat ketika sihir rekannya sama sekali tidak begitu mempan melawan orang ini.

__ADS_1


'Dia ini kebal terhadap serangan fisik dan sihir ya....' Joseph akhirnya tahu bahkan kekuatan fisiknya pun benar-benar di atas rata-rata, yang di mana membuat rekannya tak berkutik sedikitpun.


Hanya dengan kekuatan fisiknya saja dia mampu menumbangkan rekannya dan tak memberinya kesempatan untuk mengeluarkan beragam teknik yang ada pada rekannya itu.


Ini tentunya bukanlah perkara yang mudah untuk ditangani, Joseph sadar akan hal ini, orang asing ini akan tetap berbuat seenaknya jika tidak dihentikan segera.


Dan sekarang pertanyaan baru pun muncul... jika memang dia punya kekuatan fisik yang hebat dan pula sihir yang kuat, dengan cara apa dia bisa dihentikan?


Joseph sedikit menutup matanya, tidak ada niatan baginya untuk melonggarkan kewaspadaannya, namun ini adalah caranya agar bisa mengumpulkan energi kekuatan lebih banyak lagi.


"Hmph...." Tanpa bisa disangka siapapun, orang berjubah hitam itu tidak tinggal diam, ia memegang tangan pria besar ini dan hendak melepaskan tangannya dari wajahnya.


Krt....


Jemari seorang berjubah hitam itu sedikit berubah, tangannya terlihat ia seperti sedang meremas sesuatu dengan keras, dan yang sedang diremasnya ini memang adalah lengan dari Joseph sendiri.


"... Menarik...." Orang berjubah hitam itu belum berhasil melepaskan tangan Joseph yang memang masih berpose seperti meninjunya ini, orang berjubah hitam itu tidak menyangka akan hal ini, padahal biasanya hanya dengan sedikit remasan tangannya ia bisa menghancurkan objek apapun dengan mudah.


Namun kini tidak terjadi seperti perkiraannya, bahkan dengan remasan kuat yang telah dilancarkannnya, masih belum mampu pula menyingkirkan tangan besar yang mengganggu pemandangannya ini.


Joseph akhirnya perlahan membuka matanya kembali, ia kini sudah mengumpulkan kekuatan yang lumayan untuk menghadapi orang yang ada di hadapannya ini.


Perlahan namun pasti aura kekuatan Joseph mulai meningkat drastis, tidak hanya dari dalam saja, melainkan juga aura kemerahan mulai terlihat dari sekujur badannya.


"Hei lihat! Guru kita memancarkan cahaya!" Salah satu siwa berkomentar dari jauh, terlihat penasaran akan apa penyebabnya.


"Kekuatannya hebat!" Dan murid lain pun saling bersahutan satu sama lain, mengomentari apa yang sedang terjadi sekarang.

__ADS_1


Dan kembali ke Joseph, ia kini sudah memancarkan cahaya merah muda yang begitu terang, saking kuatnya energi yang ada padanya, kini terpancar juga dari luar tubuhnya yang membuat siapapun yang melihatnya jadi tertarik.


"Hoh... Kekuatanmu belum sampai di sini?" Orang berjubah hitam itu terdengar makin tertarik dengan seorang pria besar yang ada di hadapannya ini.


__ADS_2