Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bba 101 - Gerbang Keenam - Pembersihan Diri


__ADS_3

Putonia yang melihat hal tersebut juga sangat senang, kini semuanya tergantung bagaimana proses latihan mereka katanya dalam hati.


Setelah cukup lama berada digerbang kelima, kini mereka berangkat menuju gerbang kedua, disana mereka hanya akan belajar dan mengikuti pembimbing mereka.


Pagi itu mereka semua bersemangat, tak banyak kata yang mereka bicarakan, Deni dan Asep telah menjadi pribadi yang berbeda, kata - kata mereka selalu langsung pada intinya.


Ada yang senang namun, tapi ada yang merasa aneh, melihat mereka menjadi sosok yang berbeda membuat mereka yang telah mengenal Deni dan Asep agak canggung memulai pembicaraan.


Sebelum berangkat Ni Sumbaga membuatkan secangkir kopi khusus untuk Deni, ini ia pelajari dari Mayang dan mulai membiasakan diri melakukannya, sikapnya pada Deni juga sangat lembut, hal ini membuat Deni merasa bersyukur.


Setelah menghabiskan sarapan dan menikmati secangkir kopi, Deni dan Asep bergegas menuju gerbang keenam, sebelum mereka berangkat Dewi Ninda memberkan beberapa masukan.


*****


Orang - orang yang kalian akan temui adalah mereka yang telah berada ditingkat karomah, mereka sudah benar - benar meninggalkan kesenangan duniawi dan terkadang cara berpikir mereka jauh dari jangkauan pikiran manusia.


Jadi berhati - hatilah saat berbicara dengan mereka, mereka bisa bercanda namun bisa langsung mengusir kalian tambahnya.


"Apa sama seperti nabi Khidir yang bertemu nabi Musa?"


Lebih kurang seperti itu, Musa yang kalian sebut nabi itu masih memiliki empati yang tinggi, namun masih sering berpikir dari satu sisi saja, sehingga Khidir yang kalian sebut nabi memutuskan berpisah dengannya, kami biasa menyebut orang - orang itu dengan sebutan Wali Allah atau orang yang memiliki karomah.


Semua yang mereka lakukan terkadang jaih dari jangkauan otak manusia, jadi berpikirlah dari banyak sisi jika diminta mengambil keputusan, pertimbangkam baik - baik semua sisi baik buruknya, karena para Wali Allah adalah orang - orang istimewa yang langsung mendapatkan perintah dari sang pencipta.


Mereka hanya berdzikir bahkan dalam riwayat agama kalian, tarikan nafas dan dzikirnya masih lebih banyak dzikirnya, jadi sudah terbayangkan? Dari sisi itu saja sudah di luar nalar kalian sebagai manusia.


*****


Deni dan Asep terdiam dan merenung, mereka tidak menyangka akan menerima bimbingan langsung dari para Wali Allah.


Satu lagi saat disana semua senjata dan kekuatan kalian tidak akan berfungsi, bahkan kalian tidak akan bisa keluar masuk ruang dimensi sebebas seperti digerbang pertama hingga kelima, kalian benar - benar menjadi manusia biasa, jadi biasakan diri kalian tanpa kekuatan haib atau apapun itu.


Deni dan Asep saling memandang, dan menarik nafas panjang, jadi kita kembali sepeti awal dulu ki, Asep hanya mengangguk.


Akhirnya mereka berdua mantab menuju gerbang keenam


*****


Ketika masuk kedalam gerbang, mereka melihat seseorang dengan pakaian sederhana, ia sedang memandangi langit dan memandangi hamparan tanah hijau yang luas.


Permisi, Assalammualaikum kata Deni yang membuat orang itu terkejut.


"Iya ada apa ya, kalian tersesat atau aku mengganggu kalian, katanya dengan lembut".


Tidak tuan, kami datang ketempat ini untuk belajar mendekatkan diri dengan sang pencipta, seseorang di liar gerbang mengatakan kami bisa belajar dengan orang yang didalam sini, kata Deni.


Mereka cukup takjub melihat lelaki dihadapannya, penampilannya sangat sederhana, tapi wajahnya putih nersinar dan menyejukan hati.


"Belajar mendekatkan diri dengan sang pencipta?"


Benar tuan, sebelumnya perkenalkan saya Deni dan ini sahabat saya Asep.


Lelaki itu hanya tersenyum, dan menatap lekat mereka.

__ADS_1


"Apakah kalian sudah mengenal diri kalian?"


Maksudnya tuan? Maaf kami kurang paham, tambahnya?


"Jika kalian tidak mengenal siapa kalian sebenarnya, bagaimana kalian bisa mengenal sang pencipta, ia adalah sosok yang agung dan sangat mulia, kami semua selalu memujinya, tapi syarat untuk mengenal sang pencipta adalah kenali dulu diri kalian."


'Bagaimana caranya tuan, bisakah tuan membimbing kami, kata Asep yang mulai tertarik dengan pembicaraan lelaki tersebut'.


Lelaki itu hanya menggeleng,


"Siapa guru kalian, belajar sesuatu itu harus ada gurunya, karena jika tidak maka setanlah yang akan menjadi guru kalian".


Maka dari itu kami sedang mencari pembimbing yang tepat tuan, mohon petunjuknya, kata Deni sambil membungkuk hormat.


"Mohonlah petunjuk hanya kepada Allah, lepaskanlah kesombongan dan ambisi kalian, karena sejatinya kesombongan hanya akan membawa kehancuran".


'Lalu apa yang harus kami lakukan tuan?'


"Dzikir, pujilah sang pencipta karena ialahh sebaik - baiknya tempat kita meminta petunjuk, tambahnya".


Bolehkah kami tau siapa nama tuan?


"Aku hanyalah seorang hamba dari sang pencipta, tidak ada yang istimewa dariku, mintalah petunjuk pada sang pencipta".


Lelaki itu membawa Deni dan Asep kesebuah telaga dimana disana airnya sangat jernih.


"Sebelum memohon pada sang pencipta bersihkanlah diri kalian di telaga ini, bersihkan hati, pikiran, dan jiwa kalian.


Setelah kalian merasa benar - benar bersih, aku akan membawa kalian ketempat tuan Yasa, dialah yang akan membimbing kalian".


*****


Tidak ada hal aneh saat mereka berada didalam air telaga itu, hanya rasa tenang yang didapat, airnya dingin dan sangat menenangkan, namun keanehan terjadi saat mereka mulai menenggelamkan kepala mereka.


Selurih tubuh mereka terasa disayat - sayat oleh pisau yang sangat tajam, air telaga yang jernih mulai berubah warna, perlahan air tersebut mulai keruh dan berwarna hitam, mereka berteriak sejadi - jadinya. Kyaaaaaakkk, aaaaaaaaakkkk, sakiiittt


Mereka bukan tidak berusaha untuk keluar, namun semakin mereka berusaha keluar dari dalam telaga, kaki mereka seperti terkunci dan menempel pada dasar telaga.


Semakin lama air telaga semakin hitam, bahkan air jernih itu berubah menjadi hitam pekat, tak ada lagi kejernihan yang mereka lihat, tak lama hujan mulai turun membasahi tempat itu.


Lelaki itu berteduh di pondok kecil dekat telaga, ia bahkan seperti acuh dengan apa yang terjadi pada mereka, hujan semakin deras, bahkan saking derasnya titik - titik hujan terasa sakit saat menyentuh kulit.


Hampir sehari mereka berendam didalam telaga itu, perlahan air hitam pekat mulai terlihat keruh, semakin lama air telaga itu kembali menjadi jernih, tubuh mereka sangat lemas, mereka sangat menggigil karena dinginnya air telaga ditambah air hujan membuat tubuh mereka seakan ikut membeku.


Ketika air telaga telah kembali sangat jernih, dan hujan mulai berhenti, lelaki itu mendekati mereka, ia membawakan handuk dan masuk kedalam telaga, ia menuntun tangan keduanya keluar dari dalam telaga.


*****


Maaf tuan, kenapa tadi tuan tidak membantu kami, kami hampir mati didalam telaga itu, tanya Deni


"Lelaki itu hanya terseyum, yang bisa membantu diri kalian hanyalah Allah dan diri kalian sendiri, sementara aku hanya diberi tugas mengawasi kalian".


Mereka saling memandang, sambil menerima handuk yang diberikan lelaki tersebut.

__ADS_1


"Keringkan diri kalian, lalu pakailah pakaian yang ada dipondok itu, pakaian kalian akan disimpan untuk sementara waktu".


Mereka semakin bingung, tapi mereka mengingat pesan Dewi Ninda bahwa orang - orang yang ada disini adalah mereka yang telah sampai ditahap Karomah, dan terkadang perbuatan mereka diluar nalar dan pemikiran manusia.


Mereka berdua hanya mengangguk dan langsung memakai pakaian yang diberikan lelaki itu, sebuah kain ihrom berwarna putih yang biasa dipakai untuk menunaikan ibadah haji atau umroh.


Mereka memakai pakaian itu dan langsung menemui lelaki itu.


"Masih ada kotoran yang melekat, sisanya kalian bersihkan sendiri, tambahnya singkat".


Mereka tak banyak bertanya dan hanya mengangguk.


Lelaki itu meminta mereka untuk menunaikan sholat, dan berdzikir kepada Allah, hingga nanti aku pertemukan kalian dengan tuan Yasa, Keduanya hanya mengangguk dan langsung mengerjakan perintah lelaki itu, tak ada pertanyaan atau perkataan apapun dari mereka berdua.


Mereka larut dalam dzikirnya, entah berapa lama mereka berdzikir, rasa lapar dan haus tidak mereka rasakan, hati dan pikiran mereka semakin tenang, mereka mulai berusaha melepaskan kesombongan dan ambisi mereka.


Hingga akhirnya lelaki itu mendekati mereka dan meminta mereka membuka matanya.


*****


Mari kita ketempat tuan Yasa.


Lelaki itu tetap meminta Deni dan Asep untuk terus berdzikir, ia mengajak mereka berjalan meninggalkan telaga itu, hampir setengah hari mereka berjalan hingga akhirnya mereka melihat sebuah bangunan megah yang terbuat dari emas.


Tempat itu di huni oleh para lelaki dan wanita muda, tidak ada emosi dan dsri mulut mereka juga selalu berdzikir.


Lelaki itu membawa mereka masuk kedalam, dsn meminta mereka menunggu di aula utama, bangunannya sangat megah, bahkan terdapat kursi yang bertahtakan batu permata.


Tak lama lelaki itu kembali namun dengan penampilan yang sedikit berbeda, ia mengenakan jubah berwarna putih dengan surban dikepalanya.


*****


"Bagaimana apa kalian sudah mulai merasa tenang?"


Sudah tuan, lalu dimana tuan Yasa apakah dia sedang tidak bisa ditemui?


Lelaki itu hanya tersenyum, lalu berkata


"Orang yang kalian cari ada dihadapan kalian, tambahnya singkat".


Mereka berdua merasa heran dan saling memandang.


'Maaf tuan, apakah tuan yang bernama tuan Yasa, tanya Asep dengan lembut'.


"Benar akulah yang kalian cari, lalu apakah kalian sudah merasa tenang?"


Tapi kenapa tuan tidak langsung mengatakan dari awal? Lalu kejadian ditelaga?


"Semua sudah digariskan, aku sudah lama menanti kalian disini, pahamilah semua yang kalian lihat hanyalah titipan, anugrah ini bisa saja hilang, semoga kalian bisa paham".


Sebaiknya kalian istirahat dulu, peleburan dosa ditelaga suci pasti sangat menguras tenaga, dan aku harap kalian mulai menjaga sikap, jangan kotori diri kalian dengan kebencian dan kedengkian.


Lalu Yasa meminta beberapa pemuda mengantarkan mereka kekamarnya.

__ADS_1


Bersambung....


Selamat malam para pembaca sembilan pusaka nusantara, semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan selalu bahagia, malam ini SPN kembali update, jangan lupa Vote, like, komen dan bagikan ceritanya ya agar semakin banyak orang yang terhibur, terima kasih.


__ADS_2