Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 41 - Latihan Deni dan Asep 4


__ADS_3

"Apa kau ingin membunuh mereka Komandan Singa, kata Dewi Durga penuh amarah dan menatap Komandan Singa."


'Ampun yang mulia, hamba tidak berani, tapi hamba benar - benar terdesak, disaat Deni menggunakan teknik ilusi air suci, hamba merasa situasinya akan menyulitkan hamba, seperti yang mulia tau, hanya Lidah Api Neraka yang bisa menandingi teknik ilusi itu, mungkin jika Waru dan Sono yang menjadi lawan hamba, hamba akan benar - benar mati, jujur saja menghadapi salah satu dari merek sudah sangat sulit, kini hamba harus menghadapi keduanya, hamba mohon maaf yang mulia.


Belum sempat hamba berpikir, seluruh arena menjadi sangat berat, hamba sampai susah payah mengontrol tenaga hamba, ketika jurus mereka melemah, seketika teknik Lidah Api Neraka sudah menyerang mereka, hamba sudah mencoba membatalkan jurusnya, tapi terlambat. Komandan singa berlutut memohon ampun pada Dewi Durga.


Maha Patih Umbara sangat penasaran dengan penjelasan komandan Singa, begitu juga dengan June, ia tau betul butuh waktu lama bagi Sono dan Waru untuk menaklukan pusaka - pusaka tersebut.


"Tapi yang mulia, ada hal lain yang belum hamba laporkan, mereka telah menguasai proses penyembuhan kita, biarpun proses penyembuhan masih memakam waktu, lebih kurang satu jam, tapi sejauh yang hamba tau, hamba sendiri butuh waktu hampir tiga tahun untuk sampai ditahap mereka."


Apa jadi mereka saat ini baik - baik saja, kata Maha Patih Umbara.


"Benar maha patih utama, mereka baik - baik saja, yang agak membuatku bingung, efek penyembuhan luka dalamnya terlalu cepat, tapi luka luar mereka masih agak lambat, jujur inilah yang aku takutkan, tambah Maha Patih Giyana."


Sebenarnya siapa anak - anak itu, kata Maha Patih Umbara?


Sepertinya mereka memang anak - anak dalam ramalan, kata June sambil menggeleng, biarpun mereka masih belum bisa menjaga sikap, tapi aku cukup kagum, baiklah tiga hari lagi kami akan melihat sendiri pertarungan kalian, kami akan datang berkunjung kata Dewi Durga yang melemparkan pil penguat Jiwa pada Komandan Singa, minumlah pil itu, aku sangat paham pada efek jurus bumi menarik jiwa, tapi jika kau sampai berbohong, kau akan tau akibatnya, saat pertarungan nanti aku izinkan kau menggunakan kekuatan penuh, tapi jika mereka tidak bisa menahan kekuatanmu, kalian berdua akan menanggung akibatnya, tambah Dewi Durga.


*****


Kembali kesisi Deni dan Asep.


Deni dan Asep kembali mengalami penyiksaan, kini jeda waktunya dipersingkat, biasanya mereka diberikan waktu beristirahat selama lima belas menit, tapi sekarang, hanya lima menit, alasan Maha Patih Giyana, karena waktu mereka dipotong untuk sholat.


"Sue tu cewek demit makin sadis aja, kata Asep."


'Sudah Cep, setidaknya kita bisa sholat.'


"Iya juga sih bos, tapi kyaaaa... Byuuurrr"


Gua bilang juga aaaaaaaakkkk....


Byuuuurr...


Kini waktu mereka didalam kolam lava ditambah sepuluh menit, jadi hampir tiga puluh menit mereka direndam didalam kolam lava.

__ADS_1


Akhirnya hari yang dinanti tiba, pagi itu Maha Patih Giyana didampingi para pengawal menjemput Deni dan Asep.


****


Komandan Singa sangat marah, ia merasa terhina setelah berhasil didesak oleh kalian dan yang mulia hari ini akan melihat sendiri pertarungan kalian, ia akan didampingi Nona June, dan juga maha patih utama Kerajaan Dasar Bumi, dan komandan Singa akan mendapat dihukum jika sampai kalah dari lo pada, jadi siap - siap aja ya manusia lemah, kata Giyana dengan tatapan sinis.


"Eh cewek demit, terdesak bagimane, lah gua berdua hampir pindah alam gara - gara perang kemarin, dia bilang terdesak, kata Asep sedikit protes."


Simpen aja bacot lo, gua kasih pilihan, kalo lo bisa menang, gua janji lo berdua bisa bebas tiga hari lagi, gua akan bilang ke yang mulia dan meminta pengampunan buat lo pada, bisa menang gak lo.


"Deni dan Asep saling berpandangan, mereka tau betul kekuatan komandan Singa, jika pusaka - pusaka mereka tidak mengalirkan tenaga dalamnya efek serangannya bisa lebih buruk."


Berani gak lo, bisa menang gak hah, kata Giayana dengan sedikit nyolot, heeemm dasar cowok lemah, gitu mau lawan gua.


'Deni yang terpancing emosinya mulai buka suara, pegang janji lo ya, kalo kita berdua menang, hukuamannya cuma tinggal tiga hari lagi.'


Iya bener, tapi kalo kalian kalah, gua tambah hukumannya jadi satu minggu lagi, deal?


"Lah kok satu minggu, kata Asep sedikit protes."


'Wah lo Cep, ati - ati ngomong sama cewek demit ini Cep, hadeeew Ki Encep , hamsyong ki nasib kita ki, kata Deni sambil menggeleng.'


****


Gua bingung Cep, katanya latihan, lah sekarang kalo kita menang lawan si Singa itu dia mau mintain ampunan, sebenernya cewek Demit itu maunya apa sih, kata Deni sedikit kesal.


"Gua juga bingung bos, makanya kepancing, sue emang tu cewek demit, gitu mau lawan gua, awas aja lo nanti ya, gua bebas dari sini gua berantemin tu orang bos.


****


Para pengawal memberi isyarat pada mereka untuk bergegas keatas arena karena Dewi Durga telah hadir disana.


Sesampainya di Aren Deni dan Asep melihat Dewi Durga didampingi nona June, dan Juga seorang laki - laki tinggi tampan yang tidak terlalu tinggi, ia mengenakan Jubah perang dengan hiasan ikan Hiu, begitu juga dengan nona June ia datang dengan jubah perang kebesarannya, dengan hiasan Hiu kepala martil, duduk disamping Dewi Durga.


****

__ADS_1


Tak lama Dewi Durga dan Nona June terbang ketengah Arena pertarungan.


"Komandan Singa kali ini jangan buat aku malu, aku sengaja membawa Maha Patih Umbara untuk melihat dan juga pemimpim tertinggi bangsawan langit untuk melihat pertarungan ini, untuk itu aku mengizinkanmu menggunakan kekuatan penuh."


Ampun yang mulia hamba tidak berani, tapi jika yang mulia sudah bicara seperti itu, hamba tidak akan ragu lagi, kali ini hamba akan benar - benar menyerang mereka dengan kekuatan penuh, kata Komandan Singa menatap mereka dengan tatapan kebencian.


'Buat kalian, buat diri lo pantes menyandang gelar bangsawan langit, jangan malu - maluin gua lho ya, awas aja kalo sampe kalah, kata nona June dengan tatapan dingin ke Arah Deni dan Asep.'


Setelah berbicara, mereka kembali ketempat semula, kini semua mata tertuju ke arah arena pertarungN.


"Suwe tu cewek laknat main perintah - perintah aja, emang dikata gampang apa lawan Singa ini, kata Asep yang sedikit kesal."


'Lo jangan kepancing Cep, sudah bagus dia dipihak kita Cep, setidaknya kalo kita kenapa - kenapa masih ada yang nolong, kata Deni santai.'


"Iya juga sih bos, kali ini kita harus benar - benar bisa kerja sama bos."


Asep berjalan menuju kesamping Deni.


Kita serang dari dua Arah, mereka berdua telah mendapat pentunjuk dari para pusakanya langsung menyerang komandan singa, awalnya gerakan mereka sangat lambat, tapi semakin lama kecepatan mereka berdua terus meningkat, Gerakan mereka juga saling melengkapi.


Serangan demi serangan mereka lakukan, dan dalam hitungan menit mereka telah mampu menguasai pertarungan, serangan kombinasi keduanya bahkan telah mampu memojokan komandan Singa.


****


Serangan ini June yang merupakan pemimpin tertinggi komandan Singa tau betul serangan Cakra Kembar yang dilakukan Deni dan Asep, ia sendiri sangat sulit untuk bisa lepas dari serangan cakra kembar.


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,


Vote dan


Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2