
"Cerita ini hanyalah karangan fiksi, semua yang tertulis hanyalah hasil imajinasi penulis saja, mohon maaf jika terdapat kesalahan atau kekeliruan, selamat membaca semoga terhibur."
Kami tidak merasa terbebani tuan, maafkan kami yang tidak mengenali tamu nona Ninda, hal ini kami lakukan dengan senang hati, suatu kehormatan bisa mengawal tamu nona Ninda kata Amba sambil membungkuk hormat.
Hampir sehari perjalanan menuju Gerbang ketiga, akhirnya mereka melihat Gerbang dengan tiga lapis yang berhiasakan kepala raksasa yang tersusun rapi.
Itulah Gerbang Jiwa atau dikenal dengan nama tiga gerbang kehidupan, setiap gerbang ada penjaganya sendiri dan kami hanya bisa mengantar sampai disini, kata Amba singkat
Berbeda dengan lembah kematian, dimana hampir semua tempat disini bisa menjadi sumber petaka yang membuat semua yang hidup bisa menemui ajalnya, disana adalah kebalikannya, tambahnya.
"Kami sendiri lebih memilih tinggal disini, disana juga terdapat rahasia hidup abadi kata Ambalika menjelaskan. Hanya beberapa mahluk saja yang bisa sampai ke gerbang ketiga,
Konon kabarnya hanya ada tiga mahluk yang bisa sampai disana, yaitu Batara Manikmaya, Batara Antaga, dan Batara Ismaya, merekalah yang membawa air kehidupan dan membagikannya pada para dewa dan bidadari, sedangkan Batara Antaga membagikannya kepada para bangsa lelembut."
Seluruh tempat ini sudah ada sejak penciptaan ada, setiap tingkatan lembah raksasa sudah dijaga oleh penjaga yang langsung dipilih oleh sang pencipta.
Semua tidak ada yang di rubah, jika di lembah kematian kalian bisa temukan rahasia kematian yang tertulis dalam kitab kematian, disana kalian bisa menemukan rahasia kehidupan dalam kitab kehidupan, kata Amba.
Ada dua jenis air kehidupan disana yang menggambarkan kepribadian mahluk hidup, semuanya bisa membuat hidup abadi, yaitu Amerta atau air suci yang berasal dari surga membawa sifat baik, dan berisi seluruh kebaikan di dunia, yang kedua adalah Amarta atau air gelap yang berasal dari dasar neraka yang menggambarkan sifat buruk kesombongan dan ambisi tak terkendali dari semua mahluk.
Konon Amertalah yang dibawa Batara Manikmaya dan Batara Ismaya, setelah pertarungan panjang Batara Ismaya dan Batara Antaga, konon setelah sang pencipta menciptakan pasukan Surga dan pasukan neraka ia ingin memilih pemimpin yang menjaga perbatasan antara langit tingkat keenam dan ketujuh, dan itu dibutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya kuat, tapi juga harus bijaksana.
Mereka diminta mengambil air kehidupan di Gerbang Jiwa, dan siapa yang terpilih oleh air suci ia lah yang akan menjadi pemimpin.
Merasa paling kuat Batara Antaga merasa sang pencipta tidak adil, kenapa harus dipilih, dia antara mereka bertiga ialah yang paling kuat dan paling sakti.
Akhirnya ia menyerang kedua saudaranya, merasa Antaga melanggar ketetapan sang pencipta Ismaya mencoba menghentikannya, namun tidak dengan Manikmaya, ia merasa masih kalah seluruhnya dari dua saudaranya.
Pertarungan Antara Antaga dan Ismaya tidak terelakan, ada yang mengatakan pertarungan terjadi selama empat puluh tahun, ada yang mengatakan selama empat puluh hari tapi hanya mereka dan sang pencipta yang tau.
Hasil dari pertarungan mereka menggemparkan tiga dunia, dan merusak hampir tujuh puluh persen dunia manusia, sang pencipta yang murka kepada mereka memberi penawaran, karena sang pencipta tidak ingin dunia manusia sampai hancur total.
Sang pencipta berkata melalui utusannya barang siapa yang bisa menelan gunung sampai habis, dialah yang akan menjadi pemimpin.
__ADS_1
Mendengar hal itu Antaga dan Ismaya menghentikan pertarungan, mereka menuju gunung yang di tunjuk oleh utusan sang pencipta.
Dua gunung itu memiliki ukuran yang sama, sang pencipta memberikan waktu hingga matahari terbenam.
Mendengar perkataan utusan itu, Antaga langsung menelan semua gunung namun karena terlalu besar gunung itu merobek mulutnya dan membuat wujudnya menjadi buruk rupa. Ia gagal karena gunung tersebut tidak semuanya tertelan.
Melihat hal tersebut, Ismaya berpikir, ia memakan gunung tersebut sedikit demi sedikit, ia hampir berhasil namun alam tidak berpihak padanya, matahari tenggelam dan masih menyisakan hampir seperempat bagian, hal itu membuat perutnya membesar.
Melihat hal tersebut turunlah utusan lain yang membawa berita bahwa Manikmayalah yang menjadi pemimpin tertinggi di perbatasan langit dan surga, dan diberi anugrah Tri Netra Kebenaran sementara Antaga yang berambisi dan hampir menghancurkan dunia mendapat hukuman dibuang kedunia bawah dan di beri Tri Netra Keburukan.
Utusan itu juga mengatakan mereka dan pasukan surga akan membangun kembali dunia manusia, dan menjadikannya tempat yang bisa di huni oleh semua mahluk, baik Dewa, Para Lelembut, Manusia bahkan hewan dan tumbuh - tumbuban, mereka juga menata kembali kehidupan didunia dan memberi portal antar dunia.
Sementara Ismaya diabaikan, ia yang merasa bersalah dan ikut bertanggung jawab dengan hancurnya dunia manusia, memohon pada sang pencipta untuk menjadi penengah dan penstabil dunia, ia berjanji akan membimbing manusia menjauhi sifat Antaga kakaknya, sang pencipta mengabulkannya dan hingga kini Ismaya, atau lebih dikenal dengan nama Mbah Semar atau Sabdo Palon selalu menjadi penasehat raja - raja di tanah jawa.
Melihat hal tersebut Antaga masih tidak terima, ia meminta pada sang pencipta untuk menyesatkan siapa saja manusia yang memiliki ambisi dan merekrutnya menjadi pasukan sekaligus temannya di neraka kelak, sang pencipta juga mengabulkannya, silahkan tapi hanya yang tergoda yang akan ikut denganmu, dan Antaga setuju kata Amba menjelaskan.
*****
Cukup lama mereka merenung, para Goju dan Gome serta pendekar Lembah Kematian ikut terdiam dalam lamunan masing - masing, hingga Ambalika buka suara.
"Jadi apa keputusanmu tuan, tanya Ambalika, penjaga disana tidak seramah kami disini, tugas mereka adalah menjaga air kehiupan, dan siapapun yang tidak bisa menjawab pertanyaan mereka maka akan langsung dianggab utusan Antaga."
^Jadi penjaga Gerbang Jiwa berasal dari mana, dari surga atau neraka? Tanya Deni.^
"Entahlah tuan, kami sendiri belum pernah menyentuh tempat itu, seperti apa dan dari mana mereka hanya sang penciptalah yang tau."
(Lalu dari mana kalian tau tentang semua cerita itu? Tanya Asep.)
Semua tertulis dalam kitab hampa.
^Kitab Hampa?^
"Benar tuan, Kitab Kehidupan berisi semua rahasia kehidupan, termasuk kehidupan abadi, Kitab Kematian berisi semua rahasia kematian dan hidup setelah mati, sementara Kitab Hampa berisi sedikit penjelasan tentang kedua kitab yang aku sebutkan tadi, Kitab Hampa juga berisi rahasia kehidupan manusia, jalan kebaikan, keburukan, keberhasilan, dan juga kegagalan, semua lengkap."
__ADS_1
(Dimana kitab - kitab itu)
Kitab kematian dititipkan kepada kami, kamilah yang menjaga kitab kematian, Amba dan Ambalika membuat segel tangan dan keluarlah sepasang Kitab Hitam dengan Aura Hitam Pekat.
Tapi kami tidak boleh membuka kitab ini tanpa seizin sang pencipta, sementara Kitab Hampa, ada pada batara Ismaya, ia menceritakan semuanya pada kami, dan meminta kami memberikan informasi ini.
(Jika suatu saat ada siapapun yang menuju Gerbang Jiwa maka berikanlah peringatan ini, jangan sampai ada Antaga - Antaga lain yang bisa merusak tatanan dunia, jika mereka tidak bisa diperingatkan bunuh dengan cara apapaun, itulah kenapa lembah kematian berisi semua perangkap yang bisa membunuh semua mahluk dari kalangan apapun, para lelembut, manusia, bahkan dewa sekalipun.)
^Lalu kenapa kalian mau mengawal kami dan membuka jalan pada kami, bisa saja kami termasuk kedalam orang - orang yang berambisi, kata Deni penuh selidik.^
"Semua sudah diramalkan tuan, kami berharap kalian adalah pemuda dalam ramalan."
(Pemuda dalam ramalan?)
"Benar tuan, dikatakan dalam Kitab Hampa akan ada satu masa saat sembilan pusaka akan disatukan dengan tujuan menghancurkan dunia, akan ada sepasang pemuda yang akan membawa dan mengembalikan kestabilan tiga dunia."
^Jika kalian sudah tau sembilan pusaka bisa menjadi masalah kenapa tidak di cegah?^
"Tuan Sono dan Tuan Waru sudah melakukannya tuan, tapi karena mereka bukan berasal dari dunia manusia mereka terpaksa mengorbankan diri, namun sembilan pusaka tidak bisa di kendalikan sepenuhnya, hanya manusia yang memiliki darah campuran (Dewa, manusia, dan Iblis) yang bisa melakukannya."
Kami tidak berani melanggar aturan langit tuan, terlebih aturan surga, kami hanya bisa memberi peringatan, kata Amba singkat.
*****
Deni dan Asep semakin larut dalam pikirannya, mereka terpaksa bermalam didepan Gerbang Ketiga, ditemani para Goju, Gome dan pendekar lembah kematian, keduanya saling pandang dan sesekali menatap Gerbang Ketiga, hingga akhirnya mereka tertidur.
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...
__ADS_1