
C****erita ini hanyalah cerita fiksi belaka, semua hanyalah imajinasi penulis saja, jika terjadi kesamaan nama, tokoh, dan tempat kejadian itu hanyalah kebetulan saja dan tanpa ada unsur kesengajaan****
Sementara Deni langsung menyerang Jabrik, "eit mau kemana lo bang, lawan lo gua bang, buru-buru aja bang, kata Deni sambil mengeluarkan pedang cahaya langitnya, sontak benturan dua tenaga besar menimbulkan suara yang memekakan, bahkan suaranya terdengar sampau keruang pertemua, hal tersebut membuat para tetua kelompok tapak sakti berhamburan keluar.
Asep yang unggul segalanya, tidak membutuhkan waktu lama untuk merusak formasi kelompok tapak sakti yang terkenal rumit, tidak banyak orang yang bisa bertahan dari formasi tersebut, tapi di mata Asep formasi mereka terlihat seperti tarian anak - anak. Asep mencabut goloknya dan menyerang dengan kekuatan penuh golok dewa pencabut nyawa, dan dalam waktu singkat, sepuluh pengawal Jabrik, meregang nyawa dengan bagian tubuh yang tidak utuh, bersamaan dengan itu, tetua kelompok tapak sakti akhirnya telah sampai diarea kelompok tapak sakti dan melihat pemandangan yang mengerikan didepan matanya, sejauh mata memandang hanya tumpukan mayat anggota kelompok tapak sakti, iya menyapukan pandanganya kesegala arah dan melihat sekelilingnya.
"Wuiih hebat juga ini golok, mati semua lho sepuluh orang dalam satu serangan, aseek, gua bisa pamer ke cewek-cewek nih, jadi pahlawan kaya di tv-tv itu, hahaha, seru Asep sambil duduk menonton Deni yang sedang bertarung dengan Jabrik, bukan itu saja, Asep masih sempat menikmati sebatang rokok sambil terus bersorak, pukul Den, hajar, tendang, ayo Den, jangan kalah dari orang jelek itu..
Ketika sedang asik-asiknya, seseorang telah berdiri didekat Asep, Asep reflek menawarkan rokok pada orang tersebut, Asep seolah telah mengetahui ada orang yang mendekatinya.
"Apa yang lo lakuin sama kelompok gua kata tetua kelompok tapak sakti menatap Asep dingin, namun Asep sama sekali tidak terusik lalu berkata,"
'Sabar bang, jangan galak-galak nanti cepet mati lho kena serangan jantung, seru Asep pada orang tersebut, yang tak lain adalah, Ableh, salah satu tetua kelompok tapak sakti, bukan gua bang, noh tu orangnya yang lagi tarung sama abang yg mukannya jelek itu, gua sih cuma nonton bang, lumayan gratisan, yah namanya juga anak kos bang, nonton di arena mahal bang, mending ini live show, gratis lagi hehehe, duduk bang, sambil ngerokok, tapi maaf nih kagak ada kopinya jawab Asep sekenanya sambil cengengesan, kita tarohan aja bang, siapa yang menang rokok sebungkus, deal gak bang ok kata Asep,'
"Dasar anak sarap, gua tanya baek-baek malah bikin emosi, seketika Ableh menyabetkan pedang embun pagi kearah Asep, sontak Asep melompat mundur dan kembali berkata" .
'Wah parah lo bang, bahaya tu yang lo bawa, kalo kena kepala gua, hamsyong gua bang, mana belum kawin lagi bang.'
Masa bodo, mampus lo sekarang.
'Wah gak bisa diajak ngomong baek-baek ni orang, lo lebih tua bang, makanya gua hormatin lo, lo tanya ya gua jawab, kalo gua diem, ya gak sopan bang, kata emak gua nih ya, harus hormat sama yang lebih tua bang'
Lagi - lagi Asep seperti menari, menghindari serangan Ableh, sambil terus ngoceh gak karuan, Ableh yang telah sampai pada tahap bangsawan jin tingkat 3, merasa terhina karena merasa diremehkan oleh anak muda yang kurang waras.
"Ableh mundur beberapa langkah, lalu mengeluarkan aura, hitam pekat, dan mengalirkannya ke pedang embun pagi, seketika kekuatannya meningkat pesat, tapi serangannya tetap mentah dan berjarak satu sentimeter didepan wajah Asep"
'Wuih bahaya lo bang, hampir aja para cewek - cewek bersedih karena kegantengan gua terlukai, kata Asep yang mengelus dadanya...'
Ableh yang merasa diremehkan semakin dibuat marah, ayo semuanya serang dengan kekuatan penuh, jangan biarkan dua orang ini keluar hidup-hidup. Seketika para tetua ikut menyerang Asep, dan sebagian membantu Jabrik.
Asep sengaja mendekati Deni, dan mereka beradu punggung,
Merasa lawannya telah terdesak, para tetua kelompok tapak sakti seperti mendapat angin segar mereka semakin menggila dan terus menyerang Asep dan Deni tanpa memberi waktu kepada mereka berdua untuk berpikir, Asep berkata pada Deni, disudahin aja yuk, gua mau ngopi nih mulut gua asem nih bos...
Kuylah, gua juga asem mulutnya, lo enak sudah ngerokok, lah gua...
Akhirnya Deni dan Asep mengeluarkan aura yang jauh lebih besar, terutama Deni,
***
Mereka kembali memisahkan diri, golok dewa pencabut nyawa tingkat dua, golok pemecah sukma, seketika aura golok setan berubah menjadi cahaya kuning terang, Asep melakukan gerakan lembut, Asep mengeser sedikit tangannya dan membuat tebasan lurus, lima tetua tapak sakti diam mematung dan merasa dingin pada lehernya, dan dalam hitungan detik, kepala mereka terpenggal dan menggelinding ketanah..
__ADS_1
Asep masih memandang kagum pada goloknya, semntara ableh yang berhasil menghindar harus rela kehilangan tangan kirinya,
***
Disisi Deni.
Deni menggunakan jurus pedang cahaya tingkat ketujuh, Deni merubah sedikit pegang digagang pedangnya, jurus pedang cahaya tingkat ketujuh cahaya surga penghancur iblis, seketika tubuh para tetua kelompok tapak sakti itu terpental dan jatuh meregang nyawa, tinggalah Jabrik dan Ableh, mereka berdua merasa tersudut,
Beruntung mereka merasakan aura ketua inti kelompok tapak sakti datang mendekat, hal tersebut juga dirasakan oleh Deni dan Asep, mereka hanya tersenyum, Deni berbicara menggunakan telepati, kita tunggu sampai ketua intinnya datang, dan kita kasih hadiah menarik. Asep hanya menggangguk. (Ok bos siap kata Asep sambil tersenyum)
***
Tiba-tiba sesosok pria tua berjanggut panjang, berdiri didekat Ableh dan Jabrik, dia menatap sekelilingnya dan melihat kelompoknya telah hancur berantakan, sejauh mata memandang hanya tumpukan mayat para anggota kelompok tapak sakti yang dilihatnya, tatapannya dingin menyapu disekelilingnya, akhirnya ketua inti datang juga, tolong ketua inti, kita telah diserang dan dihancurkan tanpa ampun, kata Jabrik dan dibenarkan oleh Ableh dengan anggukan.
kita sudah dihancurkan ketua, semua ini adalah tanggung jawab dua pemuda tersebut. Kata ableh menunjuk ke arah Deni dan Asep..
***
Namaku ki Prana ketua inti kelompok tapak sakti, apakah kelompokku memikiki masalah pada kalian berdua sehingga kalian sangat marah dan membunuh semua orang - orangku dengan cara yang sangat kejam katanya dingin, sambil terus menyapukan pandangannya dan melihat pemandangan yang benar - benar mengerikan, sebagian besar anggota kelompok tapak sakti, mati dengan cara diserap Asmanya, terutama tingkat satria Jin keatas. Ki Prana hanya menggeleng, aku tanya sekali lagi, apa yang telah dilakukan anak buahku sehingga kalian berbuat kejam seperti ini suaranya tegas dan berwibawa, dipinggangnya terselip pedang darah.
***
Kami bersikap kejam kata Deni dan Asep terkejut? Apa kau tidak salah bicara, bukankah semua orang juga tau jika kelompok tapak sakti yang selalu bertindak kejam, kalian juga seenaknya bertindak pada arapat, negara lalu sekarang kita berdua dibilang kejam bro karena kebetulan berada disini kata Deni, tanpa menatap ki prana, dan asik berdiskusi dengan Asep
Ya gak tau sih, ya sudah lah kita pergi aja kata Deni, dari pada disalahin, dan jadi tersangka, kabarnya kelompok tapak sakti itu selalu bersikap kejam bro, lo mau mati ta, kalo gua sih ogah bro kata Deni cengengesan.
"Apa lagi gua bos, gua belum kawin bos masa harus mati muda, masih banyak dosa lagi, hadew gak kebayang kalo gua mati sekarang bos, bisa - bisa disiksa malaikat gua bos, kata Asep dengan tatapan acuh tak acuhnya."
****
Hal tersebut sontak membuat ki Prana merasa dilecehkan, ia yang merupakan ketua inti kelompok tapak sakti merasa dipermainkam oleh dua pemuda kurang waras tersebut, sebenarnya ki Prana sudah sangat marah tapi ia berusaha tetap tenang untuk menjaga wibawanya.
Maaf anak muda, jika aku boleh tau apakah kalian yang telah berbuat kerusakan pada kelompokku, kata ki Prana dengan suara yang agak lebih keras, sambil mendekat kearah Deni dan Asep...
Kerusakan yang mana yah, kita gak ngerusak barang kan, kata Deni bertanya pada Asep.
Eh tadi gua bos yang ngerusak, gua tendang pintu masuknya, habis diketok - ketok gak ada yg jawab bos, ya sudah gua tendang aja.
Wah ini gini nih kalo kiliah DO, maen tensang pintu orang aja, gara - gara lo tu maen tendang pintu orang sembarangan kena marah kan sama yang punya kata Deni menambahkan.
Wah parah lo bro, minta maaf gih sana, parah lo, jadi ganti rugi nih gua gara - gara lo tu, ayo sono minta maaf.
__ADS_1
Maafkan tindakan saudaraku yang berlebihhan, namaku pendekar topeng emas, dan ini rekanku siapa ya namanya, eh siapa nama lo heeem lah iya namanya ki Encep, tujuan kami adalah untuk membunuh ketua inti kelompok tapak sakti kata Deni menatap dingin ki Prana, ditengah suasana yang mencekam, Asep mengajukan protes, "lah nama gua jelek banget bos, lu enak topeng emas, lah gua Encep? Gak enak banget kalo sampe masuk berita bos, masak pendekar Encep?
Hadeewh bos ganti napa bos, ya guakan ngarang aja bro, dibahas nanti dah, bunuh aja dulu tua bangka ini, uda jangan baper pengen ngopi gua bro sekalian ngerokok,
"Ki Prana terlihat menahan emosinya, mereka seolah meremehkan ketua kelompok tapak sakti. Sepertinya tidak ada lagi yang harus dijelaskan."
Ki Prana menyerang Deni dan Asep dan maju dengan kekuatan penuh dirinya yang telah sampai pada tahap bangsawan iblis, bisa melihat semua gerakan Deni dan Asep yang berirama dan saling melengkapi.
"Gunakan mode halimun, dia ada ditahap bangsawan iblis tingkat 1, seru Astagina dalam pikiran Deni.
Topeng perak sebaiknya kau mundur saja, baik kakang topeng emas, nah gitu lebih enak bro, Asep mundur dan keluar dari pertarungan."
Kini aku adalah lawanmu kisanak, seru Deni cekikikan, sontak hal tersebut membuat ki Prana menjadi sangat marah dan waspada, ki Prana melepaskan ajian gebrak bumi, dan langsung mengarahkan kepada Deni, Deni membuat prisai tenaga dalam dan seketika ledakan yang besar terdengar dan menggelegar, suaranya bahkan sampai terdengar keluar area kelompok tapak sakti.
*****
Dipihak kepolisian
Kepolisian dan tentara kembali dibuat repot, kali ini mereka berharap tidak ada lagi warga yang menjadi korban, ketika jarak mereka 500 meter, sudah tercium bau anyir darah, beberapa halikopter dan drone diterbang dengan jarak aman, untuk melihat situasi yang ada, dan sebagian polisi dan tentara sibuk memblokade warga yang kepo dengan apa yang terjadi dimarkas kelompok tapak sakti.
Beberapa wartawan berhasil masuk dan dikawal oleh anggota polisi mereka meliput dari jarak 300 meter, disana terlihat pemandangan yang mengerikan, tumpukan mayat anggota tapak sakti, bergelimoangan dimana-mana disana juga terdapat lima orang yang masih berdiri, tak lain adalah Deni, ki Prana, Asep, Ableh dan Jabrik.
(Liputan tujuh kali ini melaporkan langsung dari markas kelompok tapak sakti, yang diserang pendekar bertopeng. sepertinya kelompok tapak sakti hancur berantakan, seperti yang pemirsa lihat, puluhan bahkam mungkin ratusan orang yang merupakan anggota tapak sakti meregang nyawa, dan disana adalah pendekar topeng emas dan temannya yang beberapa waktu yang lalu berhasil melumpuhkan ki Bogel salah satu ketua kelompok tapak sakti, semoga kelompok ini benar-benar hancur agar negara kita kembali damai, tunggu update nerita terbaru dari kami ya, sekian saya Wulan melaporkan langsung dari tempat kejadian)
****
Berita diserangnya kelompok tapak sakti terus berming, disemua kanal baerita, dan ini menjadikan nya berita terviral minggu ini, baik dari media sosial atau kanal berita perintah dan swasta melaporkan penyerangan dikelompok tapak sakti oleh orang tidak dikenal, yang mereka tau hanyalah kelompok tapak sakti diserang sepasang bendekar bertopeng.
Banyak orang - orang yang mendekat kearah markas kelompok tapak sakti, dari laporan sementara mereka melihat tumpukan mayat anggota tapak sakti bergelimpangan dimana - mana, bahkan suasana terkini pada markas kelompok tapak sakti menjadi buah bibir yang langsung viral.
****
Bersambung
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Like
Komen,
Vote dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite dan bagikan cerita ini keteman - teman agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...