
Rapat dengan bapak presiden ditutup, semua prajurit di seluruh Indoensia bersiap menunggu instruksi selanjutnya, semua alutista disiagakan, semua bersiap menunggu perintah.
*****
Huporia liburan gratis yang diadakan para sultan disambut antisias, Deni, Asep, dan Barra menggunakan tubuh pengganti untuk melaksanakan tugas menyambut para tamu.
Smdi kota Bandung Mr Demonation mengundang beberapa pesulap dan stand up comedian untuk menghibur para warga undangan termasuk warga kota Bandung, mereka benar - benar menikmati suasana yang disajikan.
Semua hotel di kota kembang yang over load sibuk melayani para tamu, bahkan beberapa hotel - hotel besar yang memeiliki cabang di Jakarta terpaksa mendatangkan tenaga tambahan dsri ibu kota, ini di lakukan sebagai upaya memberi pelayanan terbaik.
Hal serupa juga terjadi di Kota Surabaya, suasana di kota pahlawan benar - benar padat dan semakin riuh, hal tersebut juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil, dan jajanan tradisional khas kota pahlawan.
Kota Semarang juga tak kalah riuh, pusat ibu kota provinsi Jawa Tengah itu juga sangat sibuk, beberapa tempat yang di jadikan pusat acara benar - benar padat oleh pengunjung.
Namun dibalik itu semua mereka tidak sadar jika negara sedang dalam siaga satu.
*****
Di kediaman Narapati.
Pagi itu Respati sebagai mahapatih baru sedang mengatur dan memeriksa kesiapan pasukannya, tiba - tiba salah satu prajurit penjaga keluarga raja Terawan datang menghadap dan langsung berlutut.
"Darto datang menghadap Mahapatih".
"Bangunlah, apa ada kau mencariku", katanya.
"Yang mulia raja meminta mahapatih segera menghadap ke aula utama", katanya singkat.
"Yang mulia?" Baiklah aku akan segra menemui yang mulia, Iwan tolong kau persiapkan prajurit dengan baik, aku akan menghadap yang mulia.
Baik mahapatih, Iwan menerima perintah.
Respati segera menemui Terawan di Aula utama, disana ia melihat Terawan bersama para istri dan juga beberapa orang yang belum dikenalnya, ia langsung berlutu dihadapan Terawan.
"Respati datang menemui yang mulia, hormat pada yang mulia, hormat pada para ratu", katanya sambil terus menunduk.
"Bangunlah Respati, kau adalah mahapatihku, aku memberimu kebebasan untukmu tidak perlu berlutut.
"Terima kasih yang mulia, semoga yang mulia dan para Ratu selalu sehat dan bahagia.
"Sudah - sudah aku memanggilmu untuk mengumpulkan semua pasukan kita, aku akan memberi titah bahwa saat ini keluarga Narapati telah menjadi kerajaan Narapati, aku Terawan Narapati akan menjadi Raja, silahkan tuan pengacara kau bacakan titahnya.
Seorang pengacara kepercayaan keluarga Narapati tuan Rahula mengambil sebuah kertas.
"Bahwa mulai saat ini, tanggal dua puluh sembilan September Kerajaan Baru Narapati telah terbentuk, Tuan Terawan Narapati telah sah menjadi Raja di kerajaan Narapati dan mendapat gelar baru Prabu Jaga Bumi, gelar ini di sematkan mengingat beliau adalah wakil langsung yang mulia Dewasrani di dunia.
"Bagaimana menurutmu Respati, keren kan, Prabu Jaga Bumi", kata Terawan sambik tersenyum.
"Bagus sekali yang mulia".
__ADS_1
"Bersama kita taklukan Nusantara dibawah kekuasaan Narapati, setelah Purnama Emas terjadi dunia ini bukanlah apa - apa.
"Semua prajurit sedang berkumpul yang mulia, karena tadi aku sedang memeriksa kesiapan semua prajurit, jika yang mulia berkenan mari kita segera mengumumkannya".
"Kau memang selalu bisa aku andalkan Respati, tak salah jika yang mulia Dewasrani mengangkatmu sebagai mahapatih.
Mereka semua bergerak menuju tempat berkumpulnya oara prajurit, namun saat Terawan akan berbicara, seorang prajurit jaga datang menghadap.
"Gianto datang menghadap, ada pesan untuk yang mulia dari presiden".
"Pesan dari presiden? Apakah itu surat penyerahan diri hahahaha.
Respati menerima surat itu, prajurit penjagapun segera kembali ke tempatnya. Respati menyerahkan surat tersebut kepada Terawan.
"Bacakan saja untukku mahapatih".
Respati membuka surat tersebut, dan mengerti isinya.
"Ampun yang mulia, surat ini berisi permintaan negosiasi dari pemerintah, ia akan mengirim orang dua hari dari setelah surat ini diterima", katanya singkat.
"Negosiasi ya, sepertinya menarik, persiapkan semua dengan baik, kita akan kedatangan tamu dua hari lagi, namun teruskan persiapan kalian aku khawatir mereka hanya ingin mengulur waktu, karena sepertinya pemerintah telah membaca rencana kita, namun aku ingin ikuti permainan mereka, dan aku sendiri yang akan menemui negosiator itu.
"Baik yang mulia, Respati menerima perintah.
Keluarga respati langsung merespon baik upaya negosiasi yang akan di lakukan pemerintah, namun ia tetap mempersiapkan pasukannya.
*****
Mendapat respon baik dari keluarga Narapati, pemerintah segera meneprsiapkan semuanya, namun sebagai langkah jaga - jaga mereka telah mengerakan pasukan secara senyap, dengan peralatan canggih yang dimiliki mebuat pergerakan mereka seperti pelancong.
Rencana yang disusun ustad Hadi, dan para petinggi lima matra benar - benar rapi, mereka juga menyertakan pengawalan untuk mengamankan ustad Hadi, termasuk Deni dan Asep ikut dalam negosiasi tersebut.
*****
Disudut kota Bandung
Salah satu pesulap terkenal tanah air sedang beratraksi, ia memasukan seorang wanita cantik kedalam sebuah peti, awalnta biasa saja namun ketika peti itu diangkat, pesulap itu memasukan pedang yang sangat tajam kedalam peti tersebut, lebih kurang sembilan pedang menembus peti tersebut.
Suasana tegang terjadi diantara para penonton, banyak yang bertanya nasib dari wanita cantik itu, "wah sayang banget tu cewek, mending nikah sama gua, tapi kalo sekarang mah ogah dah", kata seorang pria yang dijawab anggukan oleh pria lain.
Susana semaikin tegang, ketika sang pesulap malah memutar - mutar peti tersebut, kemudian setelah putaran ke-tiga ia membuka petinya, dan buuum sang wanita hilang entah kemana.
Semua bersorak ketika melihat wanita itu duduk diantara penonton. Semua bertepuk tangan dan bersorak gembira.
*****
Pergi ke kota pahlawan.
Seorang stand up Comedian sedang asik menghibur para warga kota dengan banyolannya, ia berhasil membuat semua yang hadir tertawa lepas, termasuk wali kota Surabaya.
__ADS_1
Suasana diberbagai tempat acara terus berlanjut sementara pasukan gabungan TNI - POLRI dan gabungan dari berbagai suhu telah bertemu dan langsung melakukan kordinasi, mereka terus memantau titik - titik yang dimaksudkan.
*****
Dikediaman Narapati
Malam itu dikediaman keluarga Narapati kembali sibuk, mereka akan menyambut tamu yang datang dari pemerintahan, meskipun Purnama Emas masih akan terjadi tiga hari lagi namun mereka tetap bersiap dengan semua kemungkinan.
Tepat pukul tujuh tiga puluh, rombongan tim dari pemerintah memasuki halaman rumah keluarga Narapati, salah satu rumah paling mewah di bilangan Pondok Indah, rumah itu lebih mirip dengan istana kecil.
Terlihat penjaga dimana - mana, ditambah dengan CCTV yang memantau pergerakan selama dua puluh empat jam, membuat rumah itu menjadi sangat istimewa.
Terawan menyambut tamu dari pemerintahan, memang sejak kematian kedua orang tuanya (Broto Narapati, dan Tyas Narapati) praktis kini ialah pewaris tunggal keluarga Narapati.
*****
Lima mobil sedan Civic terparkir rapi, mulai turun Ustad Hadi, Faiq, Deni, Asep, dan beberapa orang dari matra Angkatan Darat jumlah mereka dua belas orang.
"Selamat datang di gubuk kami", kata Terawan sambil tersenyum menyambut para tamunya.
Para tamu yang langsung disambut tuan rumah merasa cukup tersanjung.
"Tuan terlalu merendah, jika yang megah dan mewah seperti ini di bilang gubuk, bagaimana yang dibawah ini", kata Ustad Hadi sambil tersenyum.
"Mari tuan kami sudah mempersiapkan jamuan untuk tuan - tuan sekalian", kita makan dulu baru bicara mari silahkan.
Mereka segera menuju ruang makan keluarga Narapati, saat memasuki rumah, mereka cukup takjub denga suasana rumah itu, sebuah bangunan berbentuk seperti castil gaya Eropa, memancarkan kemewahan dan kemegahan.
Dikiri - kanan terdapat banyak lukisan gaya classic yang cukup menarik, hingga akhirnya mereka tiba disebuah ruang tempat perjamuan makan yang cukup besar.
Sebuah meja berbentuk oval telah tertata rapi. Para tamu diminta duduk disisi sebelah kiri, sementara Keluarga Narapati berada disisi kanan.
Ustad Hadi dan Lee mengambil tempat tepat disebelah Terawan, sementara Gayatri Berhadapan langsung dengan Ustad Hadi, sedang Rukmini berhadapan dengan ustad Lee, sedang Respati berhadapan langung dengan seorang jendral dari Angkatan Darat.
Sementara Terawan selaku tuan rumah duduk tepat ditengah - tengah mereka semua.
*****
Mari silahkan jangan sungkan, kalian semua bebas mengambil apa yang tersedia.
Ustad Hadi mesih mencoba membaca arah pembicaraan dan berusaha mencari celah untuk membuka pembicaraan, hal serupa juga di lakukan oleh Gayatri.
Dua orang ahli siasat kini berada di satu meja, apakah Negosiasi ini akan berhasil atau malah gagal hingga akhirnya malah memicu perang?
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...