
Kembali kesisi Deni, Astagina merasakan aura besar mendekat kearah mereka, bersiaplah, ada aura besar datang mendekat, tubuh Deni yang sudah berada dipuncak Raja jin juga merasakan hal yang sama, begitu juga dengan Sandi dan kakek Jatmiko, semua bersiap dengan posisi bertahan dan bersiap menyerang.
Tidak lama sebuah pedang berbentuk seperti tanduk, langsung menuju kearah Deni, dan berputar lalu menancap ke lantai dan membuat retakan yang cukup besar dilantai depan mushola, pedang itu memancarkan aura kuat kecoklatan pamornya yang indah seolah mengintimidasi orang yang melihat pedang tersebut,
"Pedang Antaboga, seru mereka secara bersama-sama, sementara Deni yang masih bingung hanya menatap kagum pada pedang itu, auranya benar - benar lembut tapi menekan, aura kecoklatan terus menyelimuti pedang tersebut dan memberikan tekanan pada seluruhnya, bahkan Sandi, dan Jatmiko harus bersusah payah menekan aura tersebut, hal tersebut tidak berlaku bagi Deni dan Astagina yang merupakan salah satu dari ruh terkuat sembilan pusaka, untuk Deni tubuhnya yang berada dilevel raja jin puncak tidak terpengaruh sama sekali, seketika aura tersebut berubah menjadi sosok naga, tak lama kemudian sosok naga tersebut berubah kembali menjadi sosok wanita yang sangat santik, dengan menggunakan pakaian wanita ala ratu pada kerajaan jawa masa lalu.
Tidak disangka aku akan melihat tubuh sempurna ini, katanya menatap deni dengan senyum tersungging dibibirnya,
Seketika Astagina memberi tekanan yang cukup kuat, "kau masih saja suka pamer Ni Sumbaga kata Astagina dengan tatapan dinginnya."
'Kau pikir auramu itu bisa berpengaruh padaku orang tua, sebaiknya kau turunkan auramu tersebut, atau anak muda itu akan mati karena tidak bisa menahan auramu, sambil menunjuk ke arah Sandi, aku hadir disini bukan untuk menjadi musuhmu, seketika Astagina menarik kembali Auranya, begitu juga dengan Ni Sumbaga, aku hadir karena memang sudah menunggu saat ini, kata Ni Sumbaga "ketika tujuh bintang bertemu disatu titik, dan burung merak bertemu dengan tuannya, saat itulah aku akan mendapatkan tuan yang sama dengan sang burung merak" sepertinya karena lama terkurung didalam tubuh anak ini, kemampuanmu sedikit tumpul pak tua, kata Ni Sumbaga sedikit mengejek Astagina'
Namun Astagina tidak terpancing, ia tetap tenang menghadapi Ni Sumbaga, "jika kau ingin mengujiku boleh saja, nenek tua, kata Astagina menambahkan"
Dasar tua bangka, berani sekali kau menyebutku nenek tua, seketika wajah Ni Sumbaga merah mendengar perkataan Astagina.
Deni yang melihat situasinya mulai tidak terkendali, mulai berbicara.
"Jangan marah dulu tante"
Tatapan dingin Ni Sumbaga langsung tertuju pada Deni, siapa yang kau sebut tante anak bodoh.
Haduh tante itu panggilan kehormatan, sama seperti bibi atau bude, tapi di zaman ini, bibi itu sudah turun drajatnya, biarpun tidak semua sih, tapi wanita dewasa yang cantik akan marah jika di panggil bibi, karena itu identik dengan pembantu, atau tukang bersih - bersih rumah, jika tidak percaya datang kerumahku nanti aku perkenalkan pada bi Asih, dia pembantu atau tukang bersih - bersih dirumah tuaku, jadi tante itu drajatnya lebih tinggi kata Deni menambahkan.
Lancang sekali orang dizaman ini, seenaknya saja menyebut bibi sebangai pesuruh, kata Ni Sumbaga, yang mulai menurunkan emosinya.
"Kan tadi aku sudah bilang tante, tidak semuanya, tapi wanita - wanita cantik yang telah dewasa, lebih senang di panggil tante, lebih keliatan bangsawannya gitu, kata Deni asal, tapi dengan nada serius, nah jika dilihat tante itu cantik, dan dari penampilan seperti seorang ratu, masa dipanggil bibi, nanti ketuker lagi dengan pesuruh rumah, kata Deni menambahkan, dengan tetap memperhatikan ekspresi wajah Ni Sumbaga.
Sandi menambahkan, benar itu bi, eh tante, masa wanita secantik tante di panggil bibik, terus namanya juga sudah gak cocok ya bro, sambil menatap Deni dan mengedipkan matanya.
"Bener lu bro, namanya kuno banget, gak kekinian dan kesannya jadi kelihatan seperti nenek - nenek, maaf ini tante, wanita bangsawan itu dizaman sekarang, lebih senang pakai nama, Santi, Siska, atau..."
"Indah, Gina, atau nanti deh gua cariin daftar nama wanita - wanita dewasa zaman now."
'Lancang seklai kalian menghina namaku, dan ingin menggantinya, seketika udara ditempat tersebut kembali naik.'
Sabar dulu tante, itu dilakukan untuk menjaga pamor kebangsawanan, tapi nama aslinya tidak diganti, seperti gelar raja - raja Majapahit, namanya Raden Wijaya, dan mendapat gelar kerta rajasa jaya wardhana, orang - orang lebih mengenal nama prabu kerta rajasa, kata Deni menambahkan.
'Seketika Ni Sumbaha kembali menarik auranya, ternyata tuanmu pintar mengambil hati kakek tua, dia memberiku gelar kebangsawanan dimasa sekarang, sambil tersenyum menatap Deni dan Sandi, lalu menurut kalian apa gelar bangsawan yang cocok untukku, kata Ni Sumbaga menatap keduanya.'
Serempak Deni dan Sandi menjawab, "Jasmine"
Jasmine artinya bunga Melati, seperti bunga Melati yang selalu memberikan keharuman, Jasmine berarti juga cerdas dan anggun, kata Deni asal bicara, dan gelar itu juga dipakai oleh salah satu nama wanita dari negara timur tengah kata Deni menambahkan, putri Jasmine, bahkan namanya sudah melegenda di zaman sekarang.
"Tante Jasmine, tidak buruk, sebagai hadiah kalian berdua mendekatlah, Ni Sumbaga memberikan plakat naga tanah pada Deni dan Sandi, plakat itu adalah tanda pengikat kita, saat kalian dalam bahaya aku pasti akan datang membantu, terutama kamu cah bagus, sambil menatap Deni dengan tatapan penuh arti, pada saatnya nanti kita akan menyatu dan kita akan menaklukan dunia, lalu sosok tersebut mengucapkan salam perpisahan.
Lalu Deni berkata mulai saat ini aku Ni Sumbaga si Tante Jasmine, dan kita adalah brother adn sister forever
Apa yang kau ucapkan cah bagus?
Tante ini jangan emosian, nanti aura kecantikannya berkurang lho, kenapa ada si nya?
Haduh tante, itu artinya "Ni Sumbaga si Tante Jasmine dan saya Deni, dan Sandi menjadi terikat dan saling melindungi, kata Deni menambahkan...
Tapi kita belum mengikat perjanjian jiwa, bagaimana bisa?
Zaman sudah canggih tante, sudah modern, semua bisa dilakukan asal saling bersepakat, bukan begitu bro, yoi bro kata Sandi menambahkan.
Baiklah jika begitu, cah bagus si Deni, kita akan bertemu kembali, aku akan menagih janjimu, kata Ni Sumbaga yang kembali menjadi gumpalan asap lal menghilang dan terus mengucapkan Ni Sumbaga Si Tante Jasmine, dan pedang tersebutpun menghilang entah kemana.
Huuf hampir saja disini terjadi pertumpahan darah, untung kita bisa improve ya bro, kata Deni sedikit menyeka dahinya.
__ADS_1
Astagina tersenyum menatap tuanya, anak ini sangat unik dan juga cersas, Ni Sumbaga yang terkenal sangat sulit ditaklukan bisa luluh dengan mudah, sepertinya banyak hal yang belum aku ketahui tentang anak ini, anak ini sangat menarik, beruntung aku menjadi tuannya, sambil terus menatap Deni, lalu perlahan menghilang dan kembali menyatu ke tubuh Deni.
Jaya serra berlari mengikuti aura tersebut dan berhenti dilantai 7 tempat Deni dan yang lainnya berada...
Apakah pedang antaboga kearah sini, perkataan Jaya Serra mengejutkan semuanya.
Tadi aku menggunakan segel dewa krisna sehingga mampu menekan jenis tenaga dan auranya, sehingga pedang tersebut tidak bereaksi, tapi ketika aku membukanya, pedang itu langsung bereaksi dengan aura kuat dan terbang ke arah sini, nak Deni biarpun kamu mencoba menekan auramu raja naga pasti bisa merasakannya, kata pak Jaya menambahkan.
"Bapak Jaya tenang saja, Ni Sumbaga telah ditangani oleh Deni, dan kami diberi hadiah, sambil menujukan plakat naga bumi kepada pak Jaya."
Apa, plakat naga bumi, bagaimana bisa ia memberikannya semudah itu, tambah pak Jaya sedikit heran? Aku sendiri sangat menginginkan plakat itu tapi Ni Sumbaga selalu menolak memberikannya, tapi ini...
"Semua ada caranya pak, kata Deni pelan, seperti pesan yang selalu bapak sampaikan, jika kita sudah tau caranya maka semua akan terasa mudah."
Kau sangat menarik nak, beruntung aku telah memilihmu sebagai rekan kerja, kedepannya aku menugaskan Sandi untuk mendampingimu, kata pak Jaya.
Baiklah jika memang sudah hilang, tapi aku yakin dia pasti akan mencari Deni, auramu sangat kuat nak Deni, Jaya serra tersenyum kecil kerah Deni.
Ayo kita makan dulu, kebetulan Sandi sudah mempersiapkan makanan untuk kita semua, mereka lalu menuju ruang makan.
Didalam perjalan keruang makan, empu Jatmiko kembali dibuat kagum oleh cucunya, sosok ruh pusaka terkuat bisa luluh seketika dibuatnya, aku semakin yakin telah membuat keputusan yang tepat kata nya didalam hati...
Mari silakan dinikmati, kamu benar - benar anak yang istimewa nak Deni, ditengah banyak anak muda lalai terhadap ibadah wajibnya, nak Deni malah menjaga sholat dhuha, pastinya ibadah sholat wajib tidak pernah terlewatkan.
"Papa saya pernah berkata sehebat apapun kita, kita jangan pernah lupa pada yang memberi hidup, sholat adalah kewajiban kita sebagai manusia, dan itu adalah hak Allah yang harus kita berikan, jawab Deni singkat".
Kakek Jatmiko tersenyum bangga mendengar ucapannya, sepertinya Susilo telah mendidikmu dengan baik, aku sangat tenang dan sangat bersyukur anak bodoh itu mampu mendidik cucuku, seru empu Jatmiko didalam hatinya.
Baiklah nak Deni, aku akan menempatkanmu di wilayah tambang Palembang di Sumatra, apa kamu keberatan nak Deni, selain tambang, ada sesuatu yang menarik di daerah Swarnadwipa tersebut nak dan aku ingin nak Deni menyelidikinya.
"Swarnadwipa? Kata bapak Jaya saya disuruh ke Sumatra selatan?
"Sepertinya kamu harus banyak belajar sejarah cucuku, daratan Swarnadipa adalah nama lama pulau tersebut sebelum berganti menjadi Pulau Sumatra, kata kakek Kusuma menjelaskan".
"Sepertinya Dipa serra corporate adalah tempat yang sangat sesuai untuk itu, kakek Jatmiko menambahkan, sambil menatap Deni, tinggal ditanya anaknya saja pak Jaya apakah cucuku mau bergabung dengan perusahaan bapak".
"Aku sudah membuat salinan peta kuno piri reis, disini tertulis ada sesuatu ditempat tersebut, sambil mengambil peta pulau Sumatra dimasa lampau dan mebandingakannya dengan peta Sumatra saat ini, dia melingkari kota Martapura, dimana terdapat daerah tambang yang dia kelola, disini sudah dalam pengelolaan perusahaan kita nak Deni, dan ada gua yang telah lama ditimbun guna menutupi sesuatu, dan disekitar tempat itu, aku bisa merasakan Segel Dewa Bintang, salah dari 5 segel terkuat, aku mencoba mempelajari segel tersebut, dan masih belum berhasil membuka atau merusaknya, segel tersebut sudah mencapai tahap sempurna sehingga orang biasa hanya menganggap tempat tersebut hanya area tambang biasa.
"Apa Segel Dewa Bintang? Itu adalah ilmu langka yang sudah lama hilang, tidak disangka segel tersebut benar - benar ada, kata kakek Jatmiko terkejut."
Benar empu Jatmiko, aku sudah berusaha mempelajarinya selama bertahun - tahun dan coba memecahkan dan merusak segel tersebut tapi tidak pernah bisa, karena kekuatanku sekarang masih belum cukup, saat ini aku baru berada di tingat Raja Jin tingkat 2 sehingga baru dapat membuat segel hingga level 5, dan itu sangat menguras tenaga dalamku, salah sedikit saja, segel Dewa Bintang dapat merusak aliran tenaga dalam pemakainya, seru pak Jaya.
Apakah ramalan itu benar? Gumam Jatmiko didalam hatinya, ramalan yang selalu ditakutinya.
Mereka semua menikmati makan dengan santainya
(Dirumah Deni)
Pak Ibu merasakan energi Ni Sumbaga, apakah pedang Antaboga kembali muncul, kata Gayatri lewat telepati kepada suaminya, maklum Gayatri dan Susilo sedang makan bersama Ratna..
"Bapak tidak tau bu, semoga saja bukan pertanda buruk. Kata Susilo sedikit menggelengkan kepalanya."
'Ada apa pak, ibu, kata Ratna yang melihat orang tuanya tiba - tiba terdiam tanpa suara, dan membuyarkan lamunan bapak dan ibunya.'
Ibu kangen masmu, nduk, kok sudah jam segini belum pulang, apa dia sudah sholat dan makan, bagaimana jika masmu kelaparan, kata ibu menatap putri bungsunya tersebut.
'Yah ibu jangan drama lagi deh, mas Deni bawa uang, gak mungkin kelaparan lah, kata Ratna.'
Iya mungkin ibu yang terlalu khawatir, ibu akui ibu sudah salah pada kalian, maafkan ibu ya nak, tatapan lembutnya membuat Ratna sedikit bingung.
Kenapa sekarang ibu berubah sikapnya, semoga ibu baik - baik saja kata Ratna dalam hatinya.
__ADS_1
(Kembali ke Dipa Serra Corporate)
Baiklah nak Jaya, sudah saatnya kami pamit, kebetulan aku akan minta bantuan teman lama, dan aku akan mencoba meditasi dan bertapa digunung Tidar untuk minta bantuan batara Ismaya, kata empu Jatmiko pada semuanya.
Baiklah jika begitu, nak Deni, sekali lagi selamat bergabung dengan kami, dan berikutnya Sandi mulai saat ini kau akan mendampingi dan memenuhi semua kebutuhannya, termasuk perjalanan menuju Sumatra kata pak Jaya sambil menatap Sandi.
Apa aku boleh mengajak Asep pak, kata Deni pelan, karena takut permintaannya tidak disetujui oleh pak Jaya.
"Sandi Segera hubungi Asep dan aturkan pekerjaan sebagai Asisten Deni, selanjutnya kau dan Asep harus bekerja sama kata pak Jaya"
Baik pak, akan segera saya persiapkan, kata Sandi dan hendak menelpon Asep.
Masalah Asep biarkan saya yang bicara pak, terima kasih sudah mengijinkan Asep membantu saya, dan terima kasih juga untuk pak Sandi karena telah mau membantu saya, kata Deni sambil menunduk hormat.
Tidak perlu sungkan nak Deni, bapak justru senang, semakin banyak orang, akan semakin baik, artinya sumber daya kita bertambah, kata pak Jaya.
Akhirnya Deni dan Empu Jatmiko berpamitan pada semuanya...
BERSAMBUNG
Catatan segel terkuat
Segel Dewa Krisna adalah segel yang mampu menekan dan menyerap kekuatan gaib apapun, sehingga tempat yang disegel, tidak akan terasa kekuatan gaibnya, karena sekuat apapun mencoba segel dewa krisna akan menetralisirnya.
Segel Dewa Bintang, adalah segel yang mampu menyerap kekuatan gaib dan menyamarkannya menjadi tempat yang lain, mata biasa hanya melihat pemandangan dari yang di inginkan oleh sipenyegel.
Segel Dewi Bulan, adalah segel ilusi, lebib kuat dari segel dewa bintang, pada tahap sempurna segel dewi bulan, bisa membuat ilusi optik yang membuat manusia sampai pada titik stres akut karena banyak bayangan sesuai yang ditakuti oleh orang yang melihatnya.
Segel Dewa Iblis, adalah jenis segel ilusi yang membuat orang berputar diarea yang disegel, jika sudah terkurung didalamnya seseorang tidak bisa membedakan mana siang ataupun malam, dan hanya berputar ditempat yang sama, mirip ajian puter giling tapi lebih kuat lagi.
Segel Dewa Matahari, adalah segel pelindung yang mampu menyamarkan tempat yang disegel, dan memberikan efek ilusi, serta mampu menekan aura apapun ditempat yang disegel, segel ini juga bisa membuat seseorang jadi stres karena terus berputar ditempat yang sama, segel ini sangat sulit dilepaskan bahkan oleh orang yang memasangnya.
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Like
Komen,
__ADS_1
Vote dan
Tambahkan ke favorite dan bagikan cerita ini keteman - teman agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...