Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 121 - Dewasrani dan Batara Ismaya


__ADS_3

"Berhenti disana, jangan kau teruskan langkahmu atau kami akan bertindak tegas", kata Petruk yang mulai mengeruarkan aura Langitnya.


"Para punakawan ya, katanya dalam hati. aku datang kemari bukan untuk mencari masalah, aku hanya mengunjungi pamanku", katanya singkat.


"Pergilah anak muda, jangan teruskan langkahmu, mereka bertiga telah siap dalam posisi menyerang.


Melihat situasinya lelaki tua itu mendekati mereka semua.


"Sudah - sudah tidak perlu kalian bertengkar, apa lagi kalian masih bersaudara", kata Ismaya sambil tersenyum.


Para Punakawan mundur namun tetap dalam posisi siaga, sedang Dewasrani mundur sambil tetap waspada.


"Apa tujuanmu nak, tidak biasanya kau mengunjungi orang tua ini", kata Batara Ismaya dengan penuh ketenangan.


"Kebetulan aku baru saja mengunjungi ibuku paman, apakah tidak boleh jika aku mampir berkunjung", katanya santai.


"O, begitu, apa kabar ibumu Dewi Durga, semoga ia selalu dalam keadaan sehat ya".


"Keadaan ibu baik - baik saja paman, entah kenapa saat ini banyak orang yang mati, jadi dia semakin sibuk".


"Hidup - Mati sudah di atur oleh sang maha pencipta, bahkan kita para dewa yang diberi anugrah, hanya bisa tunduk dibawah kuasanya, jadi apa yang bisa orang tua ini bantu", kata Batara Ismaya penuh selidik.


Dewasrani hanya menggeleng, ia tidak menyangka kedatangannya berkunjung ke Puncak Gunung Tidar, mendapat respon spontan.


"Baiklah paman, sepertinya kau tidak bisa berbasa - basi, aku ingin bertanya beberapa pertanyaan".


"Silahkan saja, jika memang aku bisa menjawab akan aku jawab, tapi jika tida bisa semoga dirimu berkenan ya nak", tambahnya.


"Baiklah paman, pertama apa kau pernah mendengar tentang sepasang manusia yang akan menjadi pengganti Bangsawan Langit?"


"Masalah itu, aku juga mendengarnya, aku bahkan menugaskan para Punakawan untuk mencari tau kebenarannya, aku belum pernah bertemu langsung, tapi sejauh yang kudengar sepertinya mereka berasal dari ibu kota, tambahnya".


"Baik, kedua apa kau tau bahwa Pedang Cahaya Langit telah menjadi senjata suci, karena jika itu memang benar maka Sembilan Pusaka Nusantara akan ada penggantinya, ditambah ruh Pedang Antaboga dan Pedang Cahaya bulan kini menjadi manusia, itu semakin menambah rumit semuanya, katanya dengan nada cemas.


"Masalah itu masih sedang aku selidiki, aku tidak mau sembarangan berpendapat, karena beritanya masih simpang siur, maka dari itu para Punakawan masih berusaha mengumpulkan informasinya.


"Baiklah paman, aku percaya padamu namun jika kau menemui perkembangan mohon informasikan kepadaku, karena sebagai Dewa penstabil alam semesta aku perlu mengumpulkan segala informasi terkait hal itu, termasuk mencari Pusaka Terkuat jika memang kemungkinan terburuk itu terjadi.


Terima kasih banyak paman telah sudi berbagi informasi, sebagai informasi tambahan untukmu, jika kau bertemu kala, tolong katakan padanya jangan pernah mengganggu pekerjaanku atau dia akan di hukum berat", tambahnya.


"Akan aku sampaikan jika aku bertemu, tapi bukankah sebaiknya kau kunjungi saja adikmu, tidak ada salahnya seorang kakak mengunjungi adiknya", tambahnya.

__ADS_1


"Sebanarnya aku sudah berkunjung, tapi sepertinya dia sedang sibuk, entah ada dimana dia saat ini, aku juga sudah menghubunginya melalui telepati, tapi tidak bisa, sepertinya jalur telepati kami terblokir atau terganggu", katanya lagi.


"Baiklah akan coba aku sampaikan jika kebetulan dia berkunjung kemari, maklum kakek tua ini sudah jarang berkeliling, ini kegiatanku saat ini, memanen buah - buahan atau jika sedang gabut ya pergi memancing", katanya sambil terkekeh


"Baiklah paman aku tidak akan mengganggu paman lagi, terima kasih paman, salam buat para Punakawan saudaraku", katanya sambil berlalu meninggalkan mereka semua.


"Wong kok gak ono sopan santune blas, gemes aku cah arep tak sawat watu arek iku", kata Bagong agak sedikit emosi (anak kok tidak punya sopan santun, jengkel aku bro, mau tak lempar batu saja orang itu", kata Bagong.)


"Sudah - sudah mari kita masuk", kata Mbah Semar seraya berjalan menuju gubuk mereka.


Kalian bertiga segera buat dinding pelindung, sepertinya saudara kalian itu sudah mulai curiga, kita juga harus memperingatkan semuanya, semoga semuanya belum terlambat.


Mereka segera membuat tanda khusus yang telah diisepakati oleh Deni dan kelompoknya.


"Gawe repot ae cah - cah, ancene arek iku yo gak kapok - kapok gawe kisruh ae", tambah Bagong lagi. (Bikin susah saja, anak itu ya memang dari dulu bisanya cuma bikin kerusuhan. Tambah Bagong lagi.


"Sudahlah tugas kita sekarang adalah tetap menjaga keseimbangan tiga dunia, setelah pelindung terbentuk mereka bergerak menuju ruang dimensi khusus untuk mereka bertukar informasi dengan Deni dan kelompoknya.


*****


Dikelompok Deni.


Deni dan Asep yang menerima signal darurat dari Batara Ismaya segera menghubungi Barra dan yang lainnya, mereka segera berkumpul untuk mendengar informasi.


Semua yang ada disana terdiam, mereka tidak menyangka bahwa Dewasrani sampai berkunjung menemui Batara Ismaya.


Lalu apa yang harus kita lakukan? Tanya Deni?


"Apa alat komunikasi yang di janjikan bidadari kuning telah selesai, jika sudah semoga bisa segera di gunakan", katanya lagi.


"Sudah tuan Ismaya, kebetulan semua ada disini maka akan sekalian aku pasangkan", kata Amabilis


Lalu bidadari kuning itu mengeluarkan benang tipis yang dipasangkan dipergelangan tangan masing - masing orang, secara ajaib gelang tersebut menyatu dengan mereka.


"Alat tersebut sudah terhubung dengan kita semua, kalian bisa memilih hanya ingin berhubungan dengan salah sati atau seluruhnya, seperti telepati tapi ini bisa menampilkan visual dipikiran kita, dan satu lagi alat ini tidak akan bisa terlacak oleh para penghuni langit karena belum aku singkronkan dengan data base dunia langit", katanya dengan sangat yakin.


Istimewanya alat ini akan mendeteksi kalian dimanapun, sekalipun kalian ada didunia lain yang tidak bisa terjamah.


Jadi kita semua akan tetap dsn akan selalu terhubungz kapanpun dsn dimanapun, alat ini juga bisa di singkronkan dengan perangkat dunia manusia, jadi seperti video call biasa namun melalui pikiran", tambahnya.


"Dengan adanya alat ini kita akan mengetahui keadaan masing - masing, bukan begitu?", tanya Asep.

__ADS_1


"Benar, selama masih hidup kita akan tetap terhubung, namun saat mati akan ada jeda lebih kurang dua puluh menit sampai akhirnya alat ini keluar, video menjelang kematian juga bisa di putar ulang, karena terhubung dengan mata maka akan merekam secara otomatis", tambahnya lagi.


"Wuuih canggih nih, sudah kaya james bond kita bos punya alat - alat canggih".


"Ki kita lagi gak becanda, dengar arahan dari Batara Ismaya", kata Deni sambil melotot kepada Asep.


"Siap bos gua juga denger, gua cuma senang, bisa dapet alat - alat begini".


*****


Dikediaman Narapati.


Respati berjalan mendekati ruang keluarga Narapati, terlihat Terawan sedang duduk di apit kedua istrinya.


Maaf yang mulia jika hamba memgganggu, hamba perlu melaporkan sesuatu mulia.


"Silahkan Respati, berita apa yang kau bawa", katanya sambil tersenyum.


"Aku mendapatkan surat dari utusan Dewasrani, Respati maju sambil menyerahkan gulungan lontar tua kepada Rukmini.


Rukmini menyerahkan gulungan tersebut kepada suaminya, setelah Terawan membaca semua dengan seksama, ia segera meminta seluruh anak buahnya untuk berkemas dan menyambut yang mulia Dewasrani.


"Ada apa kakang", tanya Gayatri.


"Yang Mulia Dewasrani mempercepat pertemuan, ia ingin pertemuan dilakukan malam ini", tambahnya.


"Malam ini kakang?", tanya Rukmini, yang di jawab anggukan oleh Terawan.


Sontak suasana tenang pagi itu di kediaman Narapati berubah menjadi suasana riuh, mereka tidak mau membuat Dewasrani kecewa, karena jika itu terjadi maka nyawa mereka yang jadi penebusnya.


Semua berkemas dan mempersiapkan semua dengan sangat baik, makanan, minuman dan semuanya dipersiapkan dengan sangat baik.


*****


Kembali kesisi Deni.


Setelah mengatur ulang semuanya, dan mereka semua terhubung, mereka semua kembali keaktivitas masing - masing.


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan

__ADS_1


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2