Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 32 - Terbukanya Portal Dunia Bawah


__ADS_3

Cerita ini adalah karya fiksi belaka, jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian semua hanyalah sebuah kebetulan, dan tidak ada unsur kesengajaan


Sepertinya prisai gaib yang dipasang Asep bereaksi, kata Sandi mereka menuju kamar Deni dan Asep tapi mereka tidak ada, akhirnya mereka berbagi tugas, Dika, dan Mayang berjaga dirumah, sementara pak Sandi, pak Taufik dan Ustad Amir keluar mencari kearah sumber energi."


Betapa terkejutnya mereka melihat banyak mayat bergelimpangan dijalan gerbang desa, mereka melihat sepasang pendekar topeng emas dan perak yang dikepung ki Endar dan para anggota panah tengkorak.


"Berhenti itu Deni dan Asep kata pak Sandi, sebaiknya kita menjaga jarak agar tidak mengganggu mereka, kata pak Sandi yang bersembunyi disalah satu batang pohon karet sambil terus memgamati pertarungan tersebut."


Apa jadi pendekar topeng emas dan perak yang menghancurkan kelompok tapak sakti adalah mereka kata pak Taufik, yang dijawab anggukan oleh pak Sandi.


Sontak hal itu membuat ustad Amir dan pak Taufik menelan ludah, mereka tau betul kesaktian ki Prana yang berada ditingkat bangsawan iblis.


Mereka terus melihat situasi pertarungan.


****


Kembali kedalam pertarungan


Ki Endar yang merasa tersudut berusaha mencari cara untuk membuka portal dunia bawah dan menarik mereka berdua kedunia bawah...


Ki Endar terus melindungi diri dan anak buahnya dengan prisai tenaga dalam, Ferdi salah satu senior dari kelompok panah tengkorak telah mendapatkan pesan dari ki Endar mulai menggunakan senjata rahasia mereka, dan membuka portal dunia bawah.


"Hal tersebut bukan tidak disadari oleh Deni, namun Deni menyangka ia akan menggunakan jurus pamumkasnya namun hal tidak terduga terjadi, Deni, Asep dan seluruh anggota panah tengkorak masuk kedalam gerbang gaib yang dibuka Ferdi."


Kini mereka semua berada didunia bawah.


"Aura bangkai menyengat tercium oleh penghini dunia bawah, mereka sangat mengenal aroma khas penguni langit memasuki wilayahnya, senyum mengembang dari ki Endar terpancar yang menatap Asep dan Deni."


(Catatan, jika didunia nyata dan langit aorma penghuni langit terkenal sangat harum, tapi didunia bawah aroma mereka seperti bangkai busuk)


Puluhan jin, iblis dan para lelembut berkerumun ke arah Asep dan Deni, mereka langsung menyerang tanpa ampun.

__ADS_1


"Asep dan Deni berusaha menghindar dan mencoba melihat situasinya, sementara para anggota panah tengkorak mengambil napas dan memulihkan diri."


Didunia nyata


Sandi dan yang lain terkejut karena tiba - tiba mereka semua menghilang, hanya tersisa tumpukan mayat anggota panah tengkorak yang telah dibantai oleh Asep.


"Kemana mereka semua, mereka menghilang kata Sandi dengan wajah cemas."


'Hal serupa juga dirasakan oleh pak Taufik dan ustad Amir, mereka berdua tau betul bawah portal dunia bawah telah dibuka, ini tidak bagus salah satu anggota panah tengkorak berhasil membuka portal dunia bawah, mereka dalam masalah serius katta ustad Amir.'


Aku akan minta bantuan kyai Hasan, karena bukan hal mudah berada didunia bawah terlebih bagi para penghuni langit.


Ustad Amir duduk bersila dan memejamkan matanya, ia berusaha menghubungi gurunya.


****


Kembali kesisi Deni dan Asep


Pasukan Harimau mampu mengimbangi perlawanan para penghuni dunia bawah, kini perlawanan mereka berimbang.


Asep yang telah mengikat perjanjian dengan Dewi Bulan terpaksa memanggil dewi bulan untuk membantu mereka, kekuatan mereka kini semakin berimbang, Deni dan Asep mulai menggunakan mata halimunnya untuk melihat pola yang ada, mereka meningkatkan kekuatan mereka.


"Deni dan Asep sama - sama menggunakan mode perang tingkat lima untuk mengimbangi perlawanan dari penghuni dunia bawah.


Mode perang tingkat lima, lepaskan seketika tubuh Asep dilindungi armor gajah, dengan helm berbentuk kepala gajah menghiasi kepalanya, jubah perang megah berwarna hitam tercipta dengan ornamen berwarna emas yang membuatnya semakin gagah, aura hitam pekat menyelimuti tubuhnya aura tersebut mampu memberikan tekanan pada penghuni dunia bawah.


'Sedang disisi Deni yang telah membuka mode perang garuda tingkat lima tak kalah garang, armor berbentuk burung garuda, helm berbentuk kepala garuda dan jubah perang yang juga berwarna hitam pekat dengan ornamen yang juga berwarna emas.'


****


Kini situasi mulai terkendali, luka - luka ditubuh mereka perlahan mulai sembuh dan tatapan dingin mereka mengarah pada perlawanan penghuni dunia bawah dan juga pasukan harimau.

__ADS_1


Asep mulai bergerak dan menebaskan pedang bulan kearah para penghuni dunia bawah, mereka langsung berubah menjadi kepulan asap.


Sementara Deni bergerak kearah ki Endar dan anggota panah tengkorak, melihat situasi yang mulai berbalik membuat ki Endar dan pasukannya memberikan perlawanan yang sengit, keuntungan bagi mereka adalah mereka berada didunia bawah.


"Jatuhnya banyak korban dari penghuni dunia bawah mengusik ketenangan Dewi Durga sang penguasa dunia bawah."


****


Siapa yang telah berani membuat onar diwilayahku, kata Dewi Durga, tidak lama datanglah Giyana salah satu maha patih dikerajaan Dasar Bumi.


Ampun yang muliya, ada dua bangsawan langit yang sedang bertarung diperbatasan dunia bawah hamba belum tau apa tujuan para bangsawan langit itu datang kesini.


"Apa bangsawan langit, berani sekali penghuni langit berbuat onar diwilayahku, mereka telah melanggar kesepakatan yang dibuat, kita pergi keperbatasan bawa pengawal terbaikmu kata Dewi Durga dengan wajah penuh amarah..."


bersama Maha Patih Giyana, ia juga membawa pasukan terbaik dsri kerajaan Dasar Bumi, mereka langung menuju perbatasan dimana area pertempuran sedang berlangsung.


Dewi Durga semakin dibuat marah melihat pemandangan ditempat itu, banyak penghuni dunia bawah terluka parah karena serangan Deni dan Asep, ia langsung meminta Maha Patih Giyana dan pasukannya membantu penghuni dunia bawah yang terluka, setelah memberikan perintah pada maha patihnya, Dewi Durga terbang ke arah Asep dan Deni, ia menghimpun tenaga dalam dikepalan tangannya, seketika arua besar yang pekat tercipta ia melemparkan pukulan tenaga dalam kearah pertempuran Deni dan Asep, seketika seluruh orang yang bertempur langsung membetuk prisai tenaga dalam, tidak terkecuali Deni dan kelompoknya.


Astagina dan Panglima Kumbang langsung membentuk prisai berlapis untuk melindungi Deni dan Asep, sementara Mayang menggunakan tenaga bulan untuk menetralkan aura gelap disekotar tempat itu, mereka benar - benar terkejut mendapat serangan tiba - tiba.


Semua langsung menatap ke atas, mereka melihat sesosok wanita yang kembali mempersiapkan serangan berikutnya dan tanpa memperdulikan semua yang ada, sosol ratu yang anggun dengan pasukan tempur yang melindunginya membuat Asep dan kelompoknya bertanya, siapa wanita tersebut....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,


Vote dan


Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2