Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 59 - Perjalanan Ke Gunung Padang (Bergerak Ke Cianjur)


__ADS_3

Batara kala tersenyum puas, satu peluru tiga burung terjatuh.


Pertama Vino sianak terbuang bisa mensapat kehidupan yang layak, dua Youtuber tersebut naik followernya dan juga pendapatannya, ketiga sementara Musa tidak bisa mengikuti mereka karena harus menginap di Hotel prodeo.


*****


Wuiih mantab babang Barra hebat kata Asep yang di jawab anggukan semuanya.


"Gua gak habis pikir, ceper banget otak lo jalan."


Lah lo pada lupa ya gua siapa? Semua bisa gua atur beres dah pokoknya tapi gua tidak perlu merubah alur waktunya, cukup beberapa modifikasi saja.


Mulai sekarang lo pada tinggal didimensi waktu gua ya, gua akan terus menyamar sebagai orang - orang terbuang agar pergerakan kita tidak diketahui.


Semua hanya menggangguk termasuk Bima dan Pak Sandi ia tidak menyangka bahwa Batara Kala benar - benar ada.


*****


Batara Kala yang mendapat banyak informasi dari pasukan gaibnya, membuat beberapa perubahan rencana, tapi ia tetap bergerak ke arah situs gunung padang.


Setelah bergerak selama satu jam Batara Kala masuk kembali kedalam ruang dimensinya.


Bagaiaman latihan kalian, aman dong tanpa gangguan. Oh iya mulai sekarang kita harus merubah nama kita, jangan menggunakan nama asli, untuk yang keluar cukup Gua, Pak Sandi, Bima, Deni, Asep, June, Giayana dan Mayang, sisanya tetap disini dan terus latihan, karena akan ada hal menarik yang kita temui di Gunung Padang, dan untuk lo Nun, lo ahli segel kan, ini ada beberapa kitab segel kuno, pelajari semuanya ya karena pasti akan berguna.


Dan mulai sekarang jangan pakai nama asli kalian




Barra \= Barri




Deni \= Ahmad




June \= Ririn




Giyana \= Marni




Pak Sandi \= Pak Aldo

__ADS_1




Bima \= Jerry




Mayang \= Mirna


Dan buat lo Ki tetep ada Ki didepannya maka gua kasih nama spesial buat lo




Ki Encep \= Ki Jarwo.




Dan ini kartu identitas baru untuk kita, maaf gua lama datengnya tadi buat ginian dulu, awas jangan sampe salah kasih lo ya kata Barri, dan wajah kalian juga akan sedikit gua rubah, jadi mohon pak Sandi atau pak Aldo untuk segera memberi tahukan identitas baru kita pada pak Jaya, jangan sampai ia salah paham. Karena lawan kita kali ini adalah ahli strategi terbaik.


Setelah mengerti peran masing - masing mereka segera bergerak, sebuah mobil travel menjemput mereka, mereka langsung menuju ke Gunung Padang, Barri sengaja mendaftarkan tour keliling situs gunung padang.


*****


Setelah menata barang - barang dikamar mereka menuju kesebuah rumah makan dikabupaten Cianjur, mereka terpaksa menggunakan fasilitas umum untuk menghindari kecurigaan keluarga Narapati.


"Beruntung kau ada dipihak kami Batara Kala, aku sudah membuat laporan pada pak Jaya yang juga sempat bingung dengan keberadaan kita, ia setuju dengan rencanamu, dan memang setelah Musa ditangkap beberapa orang dari keluarga Narapati terus mencari keberadaan tubuh asli kita.


Acara puncak di Mall Kasablanca akan dilaksanakan dua minggu lagi, pak Jaya berharap sebelum dua minggu kita semua sudah kembali ke Jakarta."


Baik gua sudah tau lokasi batu air, habis makan kita semua kekamar gua, kita pergi dengan cara instan saja.


Setelah menyelsaikan makan dan membawa makanan untuk Nun dan Boa mereka berkumpul dikamar Barra.


Setelah semua siap Barra kembali memasukkan mereka kedalam ruang Dimensinya, dalam sekejap mereka telah berada didalam sebuah ruangan besar yang ada di dalam gunung.


Terpampang dihadapan mereka banyak relif - relif besar dan tulisan didinding gua.


Ada sebuah tulisan disalah satu sudut ruangan, sepertinya sudah sangat lama sekali dan itu adalah huruf palawa kuno beruntung ada batara kala dipihak mereka sehingga tulisan itu bukanlah masalah.


"Batu air bukan dipilih tapi memilih, batu airlah yang memilih tuannya, siapa saja bisa mengambilnya tapi belum tentu bisa menggunakan kekutan batu air.


Aku telah berusaha memecahkan misteri serat pepadun, tapi tegap tidak bisa menggunakan batu air, ia malah menyerangku dan hampir membuatku mati.


Lima batu suci seperti memiliki jiwa sendiri, semoga tulisanku ini bisa berguna, jika kau bukan tuannya maka sebaiknya kamu pulang, karena semuanya akan sia - sia."


June juga menemukan sebuah tulisan disisi lain gua.


"Ketika pedang phonix dan batu air suci disatukan maka formasi bangsawan langit utama bisa dilakukan lebih kuat, kareba air adalah salah satu unsur alam yang unik, aku yang termasuk kedalam bangsawan langit utama mencoba mengambil batu air.

__ADS_1


Tapi hal buruk menimpaku, dengan kemampuanku aku tetap bisa menggunakan kekuatan batu air dan memaksimalkan pengendalian airku, tapi harga yang harus aku bayar sangatlah mahal, batu air meminta jiwaku sebagai makanan untuknya, dengan terpaksa aku dan sahabatku menyerahkan jiwa kami untuk menjaga keseimbangan tiga dunia "


*****


June yang mengerti tulisan tersebut langsung meneteskan air matanya.


"Jadi ini yang sebenarnya terjadi, mereka bukan terbunuh dalam perang, tapi menyerahkan diri untuk menjaga keseimbangan dunia.


Rumor tentang Suro dan Waru yang tersebar dilangit adalah mereka harus tewas dalam pertarungan, air matanya terus mengalir dan ia terduduk lemas beruntung Deni sigap langsung memegang tubuhnya yang hampir terjatuh.


Suasana ditempat tersebut seketika berubah hening, hanya isak tangis June yang terdengar memecah keheningan, apakah Tuan Kala juga mengetahui hal ini? Dan apakah hal ini juga akan terjadi pada mereka katanya sambil menunjuk Deni dan Asep.


Mayang yang hadir disitu juga menyapukan pandangannya kesekitarnya,


"Ketika Pedang Cahaya Langit telah memilih tuannya, maka batu air suci akan mengikutinya, ia juga akan memberikan seluruh kekuatannya, batu air suci hanya akan bisa mencapai kekuatan penuh jika ia bersama pedang cahaya langit."


Kanda bukankah Astagina adalah ruh pedang cahaya langit?


Semua mata tertuju pada Mayang, June dan Kala langsung menuju kesana. Tak lama Astagina keluar dari tubuh Deni, ia menyapukan pandangan kesekitarnya.


Akhirnya aku kembali ketempat ini, tuan apakah kau siap jika menerima kekuatan kami, aku akan memanggil istriku yang bersemayam didalam batu air suci, tapi sebelumnya tubuhmu harus dipersiapkan dahulu, karena saat ini tubuhmu belum siap.


*****


Jadi Nyai Seruni adalah istrimu tanya June penuh selidik, ia juga menatap Batara Kala.


"Ada hal yang tidak bisa gua kasih tau sama lo pada, gua terikat aturan langit."


Sudahlah June lo tenang aja, Aa Deni gak punya rencana mati dalam waktu dekat, jadi santai aja ok.


Bagaimana bisa santai?


June hidup mati itu sudah ada yang mengatur, kuta tinggal mengikuti alurnya saja.


"Tapi kalo lo mati gimana, June hanya tertunduk, kembali air matanya menetes dan hanya terdiam."


June orang yang tidak siap untuk mati, artinya ia tidak siap untuk hidup, jangan dibawa pusing pasti ada caranya agar badan gua bisa segera menerima kekuatan besar itu, jadi santai aja ya.


June menatap lekat wajah Deni, ia hanya menggangguk, gua mau minta satu permintaan boleh?


Mau minta apa, kalo minta buatin candi gua kagak bisa June, berat itu mah apa lagi cuma semalem.


Kembali tamparan keras mendarat dipipi Deni.


Dasar bodoh disaat seperti ini masih saja menggosaku, katanya kesal lalu ia kembali menatap Deni.


Carilah cara tercepat dalam mempelajari gabungan dua kekuatan itu, dan kembalilah dalah keadaan hidup.


Bersambung


**********


Catatan Author


Terima kasih untuk semuq pembaca yang sudah mendukung Sembilan Pusaka Nusantara, mohon maaf jika sering terlambat membalas chat yang masuk, terus dukung Sembilan Pusaka Nusantara ya, dengan memberikan Vote, like dan komentar sebanyak - banyaknya, terima kasih banyak dan salam sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2