
Baiklah kita akan rehat sejenak sambil memikirkan cara terbaik dan mempersiapkan segala kemungkinan terburuk.
Deni, Asep dan Barra berusaha mengistirahatkan sejenak pikirannya, mereka bertiga berencana mengunjungi kedai kopi di luar area mall, sebuah kedai kopi yang terlihat asri dengan hiasan khas anak muda.
"Tempatnya enak nih bang, kita ngopi dimari aja ya kata Deni pada Barra."
Gua sih ok lu gimana ki?
'Ya boleh deh enak keliatanya tempatnya asik bang.'
Mereka memesan tempat disitu, tak lama datanglah seorang yang tak asing buat mereka.
"Lah kok kang Ujang kata mereka bersamaan."
Wah kang Ujang kedatangan tamu agung nih, silahkan atuh sok pesen aja, hari ini semua kang Ujang yang bayarin
"Wah bener nih Kang, kok tempatnya pindah kang? Kata Barra."
Yah ini karena saran dari babang Barra kemarin, berguru sama ki Encep hehehe
'Wah rusak beneran nama gua ini kata Asep sambil menggeleng.'
"Apa gua kata bang, lo akhirnya ngerasaain hasilnya ya, keren lo kang keren kata Barra."
Bener bang mantab, sekedap nyak, eh neng kadie, sini atuh neng.
Tiba - tiba keluarlah seorang wanita cantik, nah ini bang, ini Den pacarnya kang Ujang, geulis kan nyak sip yak hehehe.
"Wuih mantab kang, keren lho kang."
'Lah jadi sekarang lo pindah dimari kang, kata Asep.'
Gak pindah atuh ki, disana tetep buka, cuma karena disini lebih gede, yang disana akang kasih orang yang suruh jaga, kata kang Ujang.
^Wahh makin keren lho kang, kata Deni^
Mereka bisa melupakan sedikit masalah yang sedang dihadapi, alhamdulillah melihat kang Ujang saat ini mereka turut senang.
__ADS_1
Mereka menikmati kopi dengan santai, hingga akhirnya hadirlah seorang wanita cantik bergabung bersama mereka. Ia mengenakan pakaian serba merah.
Tak lama berselang muncul pemuda berandalan mengganggu pengunjung disana, termasuk wanita itu. Semua orang disitu melarikan diri kecuali Deni dan kelompoknya, namun perlakuan para preman terhadap wanita itu akhirnya mengusik mereka, apa lagi saat para preman itu bersikap kurang ajar terhadap wanita itu.
Singkat kata para preman akhirnya bisa diusir pergi, sementara wanita itu akhirnya meminta bergabung bersama mereka.
"Terima kasih ya mas, perkenalkan namaku Sarah saya orang baru disini terima kasih banyak ya mas sudah mau nolongin saya."
Oh iya saya pegawai baru di mall Kasablanca, nanti jika tidak keberatan boleh saya traktir makan sebagai ucapan terima kasih katanya sambil menyodorka tangan salam perkenalan.
Oh baik nanti do atur saja ya nona, lain kali hati - hati saja ya, kalo bisa jangan sendiri ajak temannya, kata Asep yang di jawab anggukan oleh Deni dan Barra.
Setelah selesai mereka kembali ke mall Kasablanca suasana mall pasca serangan sudah mulai berangsur normal, bagian yang menjadi pusat serangan telah diperbaiki dan difungsikan kembali.
Disana mereka bertemu June, Giyana dan Mayang, June yang baru selesai melatih para DENHARIN merasa lelah dan ingin mencoba beberapa model pakaian yang jadi trand saat itu.
Akhirnya mereka menemani para gadis memenuhi hasrat belanjanya, ketika sampai disalah satu brand kosmetik disana mereka disambut Sarah.
Melihat para gadis yang bersama mereka membuat sarah tau diri, ia memperkenalkan beberapa kosmetik keluaran terbaru, Mirah senior Sarah disitu kebetulan adalah orang yang mendapat kenaikan gaji dari Asep dan kelompoknya.
Melihat sikap Mirah yang tidak biasa, Sarah sedikit berbisik dan bertanya,
'Kok mbak sikapnya beda sekali memang siapa mereka mbak, tanya Sarah penuh selidik.'
"Kamu ini mereka itu pemilik mall ini, dan itu pasangan mereka, kata Mirah mengingatkan."
'Apa jadi mereka pemilik mall ini, lah tadi aku nawarin mw traktir mereka mbak, mereka yang bantuin aku saat di ganggu para preman di luar tadi, tambahnya.'
"Kamu mau traktir mereka, memang uangmu cukup apa, para nona itu saja bisa menghabiskan puluhan juta sekali belanja, dan asal kamu tau mereka beli mall ini karena GABUT."
'WHAT GABUT???"
"Iya itu jawaban mereka saat ditanya kok bisa kepikiran beli mall ini, coba deh kamu cari di google tentang mereka, kamu orang baru makanya KuDeT, mereka itu crazy rich yang sederhana, aku mau kok jadi yang kedua, tapi ya itu pasangan mereka itu terkenal galak dan gak segan main pukul."
Gibah apa nih, ada pemilik mall ini datang bukan di layani malah ngeGibahz nanti yang punya badan denger bisa di pecat kalian kata Marry Manager ditempat itu, ia juga memasang senyum manis melayani para pemilik mall yang sedang memilih kosmetik ditempatnya.
Ah tuan Asep dan Nona Mayang kenapa tidak telpon dulu, jadi kami bisa melayani dengan lebih baik katanya sambil membungkuk hormat.
__ADS_1
"Kami gak ada rencana belanja, habis tadi bosen aja, jadi ya sudah turun dan lihat - lihat disini, sahut Mayang dengan ramah."
Mayang memang tidak sejutek Giyana dan June, sikapnya lebih ramah dan murah senyum.
'Kebetulan nona kita lagi promo salon nih, ada paket perawatan tubuh dan wajah juga, siapa tau para nona berkenan melakuka perawatan ditempat kami, kata Marry menawarkan jasanya.'
^wah boleh tu Dinda, biar Dinda tambah cantik dan lebih mempesona kata Asep menyetujui.^
"Boleh deh, June, Giyana kita coba perawatan di salon ini yuk, lumayan buat penyegaran, yang di jawab angguka oleh June dan Giyana."
Jadilah para gadis melakukan perawatan disalon tersebut, sementara para bos menunggu dengan berkeliling tempat itu.
Kita ke food court ya, laper nih, nanti telpon aja kalo sudah pada selesai, kata Deni yang memegangi perutnya yang keroncongan.
"Memang perawatannya lama ya, kata Mayang."
'Lebih kurang dua jam nona, itu sudah lengkap, jika waktunya kurang kami bisa menambahkan free tanpa biaya tambahan special untuk nona bertiga kata Marry dengan penuh semangat.'
Ok nanti kalo sudah selesai kami telpon ya, inget jangan genit atau June dab Giyana mengepalka tinjunya.
^ya elah cuma makan doang tuan putri, gak jauh kok tu disana, kata Deni sambil menunjuk tempat makan tak jauh dari salon tersebut.^
Ok siap nanti pesenin aja sekalian ya.
Dah kanda, Mayang memberikan kecupan di pipi Asep, Dinda mau mempercantik diri dulu ya see you kanda, di ikuti oleh para gadis yang masuk kesalon.
Sementara paea bos berjalan santai ke arah tempat makan, mereka lalu memesan makanan yang ada disana.
Kehadiran mereka ditempat makan tersebut sontak mengundang perhatian banyak orang, banyak diantara mereka yang minta foto bersama, sehingga acara makan merekapun sedikit terganggu, tapi mau bagaimana lagi sikap ramah mereka telah menjadi daya tarik bagi semua pengunjung hingga mereka tetap santai meladeni setiap permintaan orang - orang disana.
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...
__ADS_1