
Serangan ini June yang merupakan pemimpin tertinggi bangsawan langit tau betul serangan Cakra Kembar yang dilakukan Deni dan Asep, ia sendiri sangat sulit untuk bisa lepas dari serangan cakra kembar.
Serangan ini... kata - katanya terhenti sontak Dewi Durga, dan para maha patihnya menatap tajam pada nona June...
"Apa ada yang salah June kata Dewi Durga?"
Ini adalah serangan cakra kembar, aku tidak tau apa yang telah mereka lewati, aku sendiri pernah dibuat hampir mati menghadapi serangan ini, asal kalian tau ruh pusaka kami para bangsawan langit bukan hanya ada pada senjata, tapi juga zirah perangnya, hal itulah yang membuat kami para bangsawan langit ditakuti karena tubuh istimewa kami bisa menampung lebih dari satu ruh pusaka.
"Jadi maksudmu saat ini komandan Singa dalam masalah besar, kata Maha Patih Umbara."
Jika melihat situasinya iya apa lagi mereka berdua belum menggunakan senjatanya, sementara komanda Singa sudah mencabut pedang nerakanya, kita semua tau sekuat apa komandan Singa dengan pedang nerakanya, tapi berhadapan dengan serangan kombinasi cakra kembar ini syukur jika ia masih bisa hidup, tambah nona June sambil menggeleng.
****
Kembali kedalam pertarungan
Komandan singa yang telah terdesak langsung mundur dan membentuk segel tangan, teknik pedang neraka tingkat empat, Bola Api Neraka seketika sepuluh bola api langsung bergerak kearah Deni dan Asep.
"Deni hanya tersenyum dan membentuk segel tangannya, perisai Air tingkat lima, Dinding Suci Dewa Siwa."
Bola - bola api berbenturan dengan dinding perisai yang dibuat Deni dan menciptakan riak tenaga dalam yang mengguncang tempat itu, getarannya bahkan bisa dirasakan hingga tempat Dewi Durga dan yang lainnya duduk.
Belum selesai disitu Deni kembali membentuk segel tangan Tektik Pedang Phonik tingkat empat, Serangan Gelombang Tsunami, seketika gelombang setinggi sepuluh meter langsung mengarah pada komandan Singa.
Disisi lain Asep telah siap dengan jurusnya, gua tambahin bos biar seru, teknik pedang sembrani tingkat empat, Hujan Batu Meteor, langit di sekitar arena seketika berubah menjadi gelap, tak lama kemudian ratusan atau mungkin ribuan batu berapi langsung menyerang komandan Singa, dan tidak memberikannya kesempatan untuk berpikir.
****
Ini tidak Bagus kata Nona June, ia langsun membentuk perisai tenaga dalam untuk melindungi semuanya, pelindung petir tingkat enam, Dinding Petir Suci, seketika kilatan cahaya menyilaukan langsung terbentuk, dan tak lama berselang, mereka juga merasakan efek serangan yang dilakukan Asep.
Suasana diarena pertarungan berubah mencekam, kepulan debu tebal masih menutupi tempat ini, tapi mereka merasakan tenaga dalam yang luar biasa keluar dari tengah arena perlahan mereka mengamati Asep yang sedang membentuk segel tangan.
__ADS_1
Teknik pedang sembrani tingkat ketujuh, Penjara Hutan Suci, tiba - tiba ratusan pohon tumbuh ditengah arena, dan akar - akarnya bergerak mencoba menangkap komandan Singa, komandan Singa terus mencoba menghindar dan menebas akar - akar itu, tapi bukannya hilang, akar - akar itu semakin banyak.
Mereka melihat kesisi Deni dan Asep, mereka tengah bersantai sambil menghisap sebatang rokok, Deni kembali mebentuk segel tangan pedang phonik tingkat lima, Ilusi Air Suci, seketika kabut tebal langsung menutup seluruh arena.
****
Cepat kita bantu komandan Singa, dan segera kita akhiri, dia bisa mati kata Nona June yang langsung turun ke arena pertarungan, Giyana Bantu nona June, kata Dewi Durga dengan wajah cemas, baik yang mulia, Giyana langsung bergerak mengikuti Nona June.
Ketika Maha patih Giyana dan Nona June tiba ditengah arena, mereka melihat komandan singa telah terikat disalah satu akar pohon didalam penjara itu.
Sial ini adalah penjara khusus, sangat sulit masuk apa lagi keluar dari penjara ini, aku tidak menyangka akan melihat akar - akar menyebalkan ini lagi, kata Nona June sambil terus menebas akar - akar yang terus menyerangnya, begitu juga dengan maha patih Giyana yang sempat terjerat karena tidak siap dengan serangan dadakan. Beruntung nona June langsung menebas akar - akarnya
****
Eh cewek demit ngapain lo disitu, mau gabung pesta kita kah kata Asep yang menggerakkan tangannya, seketika akar - akar tersebut berhenti menyerang mereka.
"Pesta dari mana, apa kalian mau membunuh komandan Singa? Kata Nona June dengan tatapan tajam."
Seketika keanehan kembali terjadi, seluruh jurus dari Deni dan Asep tiba - tiba hilang, dan tubuh mereka tiba - tiba rubuh kembali, begitu juga dengan komandan Singa yang juga ikut tidak sadar.
****
Melihat situasinya Dewi Durga dan Maha Patih Umbara langsung terbang ketempat mereka.
Apa - apaan ini, kenapa jurus mereka menghilang apa ini tipuan? Tolong jelaskan pada kami June, apa yang sebenarnya terjadi, saat melihat June memeriksa tubuh Deni, Asep dan juga komandan Singa.
Ia kembali memeriksa tubuh Deni dan Asep, dan langsung mundur ketakutan.
Siapa sebenarnya mereka??
Ini pertama kalinya Dewi Durga dan semua yang ada disitu melihat pemimpin tertinggi bangsawan langit itu ketakutan luar biasa.
__ADS_1
Kalian urus dulu mereka semua terutama komandan Singa berikan pil ini jika dia sadar, jika tidak minum pil Langit Suci, ia akan lumpuh selama dua bulan, atau mungkin lebih aku tidak tau siapa sebenarnya mereka, dari awal aku sudah curiga, tapi aku masih belum yakin, maka dari itu aku ingin menyakinkannya.
Lalu untuk mereka aku perlu kamar khusus untuk memeriksanya, dan aku minta izin pada yang mulia untuk membawa Giyana.
Mata semua orang terbelalak mendengar penjelasan June, mereka semua tau betul kemampuan komandan Singa, tapi Dewi Durga tidak mau gegabah.
'Bawa komandan singa dan siapkan ruang khusus untuk nona June, aku dan maha patih Umbara juga akan mendampingimu.'
Sementara June masih terduduk diam mematung sorot mata June menunjukkan ketakutan yang teramat sangat, ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
****
Setelah agak tenang, June berdiri dan langsung mengajak mereka ketempat Deni dan Asep, selama berjalan dilorong ia tidak banyak bicara seperti biasanga, hanya kata - kata "semoga aku salah" yang terus keluar dari lisannya...
Ketika tiba dikamar Deni dan Asep ia segera membuat Segel Tangan, shopa, Marwa lepaskan... seketika keluarlah ruh dua pusaka berbentuk Hiu kepala Martil yang terbang mengitarinya...
Shopa - Marwa kalian tau apa yang harus dilakukan, mereka menjelma menjadi sosok dua gadis cantik dan mencoba mendekati tubuh Asep dan juga Deni.
Seketika tubuh keduanya dilindungi Aura masing - masing, dua ruh burung Phonik keluar dari tubuh Deni, sementara dua Ruh Kuda sembrani keluar dari tubuh Asep.
Apa yang mau kau lakukan pada tuanku, kata Kunta Dan Kinta terhadap dua Gadis tersebut, seketika emapat ruh pusaka menjelma menjadi sosok pemuda - pemuda tampan, dan melindungi tubub Deni dan Asep.
Bersambung...
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Like
Komen,
Vote dan
__ADS_1
Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...