Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 54 - Jakarta 4 (Kembali Ke Dipa Serra Corporate)


__ADS_3

"Ok kita pada siap - siap dulu kata semuanya, mereka semua bersiap untuk menuju kantor Dipa Serra Corporate, kita kumpul disini setengah jam lagi ya, jangan lebih ya waktu kita mepet."


Perjalanan menuju Dipa Serra Corporate berjalan santai, mereka tiba dikantor pukul sepuluh lebih tiga puluh menit, mereka langsung disambut oleh pak Sandi.


Kedatangan mereka kekantor Dipa Serra sempat membuat heboh, pasalnya berita tentang mereka masih sangat hangat diperbincangkan, bahkan Sandi harus meminta jasa keamanan tambahan untuk mengawal Deni dan Kelompoknya.


Mendapat pengawalan ketat tidak mengurangi sikap rendah hati mereka, tetap dengan gaya kocaknya mereka menyapa orang - orang yang ada disitu.


Mari semuanya pak Jaya sudah menunggu, Deni, Asep dan Barra masih saja melambaikan tangan dan melempar senyum ramah


"Wah selain masih muda dan tampan mereka juga sangat ramah ya kata para gadis yang berkerumun disana."


Salah seorang wanita datang mendekat dan minta foto bersama Deni, dengan senang hati ia menerimanya namun.


"Jangan macam - macam ya, kata June dengan tatapan dingin dan langsung menggandeng tangan Deni."


Huuh satpamnya marah tu, Bos Deni I Love You...


Belum sempat Deni menjawab sebuah tamparan dari June membuatnya menjauh


Kasihan banget ya Bos Deni pacarnya galak banget KDRT tu.


Halo Ki Encep kamu ganteng deh Ki, Asep dengan ramah melambaikan tangan dan menyapa mereka, namun belum sempat ia berkata - kata Mayang telah mencubit perutnya.


"Mau apa kanda, mau ditampar juga kaya bos Deni?."


****


Hahaha payah lo pada takut sama cewek babang Barra dong pria sejati, namun pukulan telak Giyana mendarat mulus diperutnya,


"Babang lupa sama aku ya, kata Giyana dengan tatapan sinis."


Eh kenapa lo ikutan.


Ayo pak Jaya sudah menunggu kata para gadis bersamaan.


****


Huh sadis banget ya pacar - pacar mereka, pasti mereka sangat tersiksa, sudah putusin aja sama aku aja kata para gadis - gadis yang histeris melihat kedatangan mereka


Sontak hal tersebut kembali menjadi tranding dan viral diberbagai akun media sosial dan berbagai kanal berita...


"Sadisnya para pasangan jutawan muda."


"Para Jutawan Muda Mendapat KDRT dari pasangannya."


"Sosok bertolak belakang, jutawan muda tampan dan ramah, bersanding dengan gadis cantik yang kejam."


"Pemukulan Jutawan Muda didepan Dipa Serra Coporate oleh pasangannya."

__ADS_1


Dan masih banyak lagi judul - judul diberbagai kanal berita.


****


Setelah drama didepan Dipa Serra Corporate mereka berjalan ketempat pak Jaya.


Selamat datang semuanya, mari silahkan datang, Deni dan Asep langung sungkem pada pak Jaya, dikuti oleh Barra.


Melihat Batara kala mencium punggung tangan pak Jaya, para gadis akhirnya mengikutinya.


Wah kau membawa banyak teman nak, bapak harap ada dari satu gadis ini yang akan menjadi istrimu.


Sontak Asep dan Barra menunjuk June,


Hal tersebut membuat June salah tingkah.


"Cantik biarpun agak sedikit galak tapi kau beruntung nak Deni, ia adalah sosok yang sangat penyayang dan lembut, katanya sambil tersenyum."


"Lembut dari mana pak, kalo lelembut ia pak kalo ...."


Belum sempat Deni menyelsaikan kata - katanya, sebuah tamparan kembali mendarat dipipinya.


Jaga sikapmu bodoh, jangan asal bicara didepan pak Jaya. June menunduk kepada pak Jaya dan minta maaf.


Maaf pak lelaki bodoh ini perlu aku didik lebih keras.


"Nah itulah nak Deni bukti cintanya, sambil tersenyum."


*****


Sosok Janitra muncul disamping pak Jaya.


"Wah sepertinya akan tambah menarik seru Barra, sebaiknya kau katakan siapa kami pada tuanmu Janitra."


Ampun tuan Kala, aku belum memberi tahu tuanku jika Batara Kala sang Dewa waktu bersama dengan cucuk - cucuk ku kata Janitra.


Sontak hal tersebut membuat pak Jaya sangat terkejut.


"Apa kau tidak sedang bercanda Janitra?


Tidak tuan, dia adalah Batara Kala sang dewa waktu, kami ruh pusaka terkuat sangat paham dengan auranya, dan ia adalah salah satu maha patih dari Kerajaan Dasar Bumi, sambil mununjuk kearah Giyana, sementara sisanya aku kurang paham, tapi jika melihat auranya mereka berasal dari dunia langit tambahnya.


"Maaf jika kami kurang sopan, kata Barra, aku adalah Batara Kala, dan ini Maha Patih Giyana salah satu dari lima maha patih Kerajaan Dasar Bumi."


Aku June pemimpin dari dua belas Bangsawan Langit Utama, kami mendapat misi khusus dari Dewi Durga sang penguasa dunia bawah katanya singkat.


****


Apa Dewi Durga, jadi kalian telah bertemu Dewi Durga, kata pak Jaya menatap lekat pada Deni dan Asep.

__ADS_1


"Benar pak jawab keduanya singkat"


Pak Jaya terdiam sejenak, ia kembali menarik auranya. Ternyata masalah serat Pepadun tidak sesederhana itu ya, jadi ramalan itu benar adanya, jadi apa tugas kita untuk saat ini?


Mempersiapkan mereka sebagai pelengkap formasi bangsawan langit utama, kata Barra singkat.


Sepertinya perang besar memang tak dapat dihindari kata pak Jaya sambil menggeleng perlahan.


"Jadi apa yang harus kita persiapkan."


Pertama kami akan menuju Gunung Padang untuk mengambil batu air lalu menuju Gunung Tambora untuk mengambil batu tanah suci kata Barra singkat.


"Tapi aku masih tidak habis pikir, Dewi Durga sampai harus mengutus anak dan maha patihnya untuk membantu kami, dan juga para bangsawan langit utama ada disini.


"Waktu kita tidak banyak, jika Narapati itu mendapatkan batu air terlebih dahulu maka kita tidak bisa meningkatkan kekuatan Deni, begitu juga Asep."


Untung saja gunung padang dan gunung tambora ada dalam wilayah kerja Pt Dipa Serra Corporate, nanti akan aku berikan surat tugas untuk kalian dan semua akan dipersiapkan oleh Sandi.


Baiklah istirahatlah dulu besok kalian akan segera berangkat menuju Gunung Padang, setelah masalah di gunung Padang selesai kalian akan langsung berangkat menuju gunung Tambora.


*****


Baiklah pak kami permisi dulu, setelah berpamitan pada pak Jaya mereka keluar dan berjalan - jalan disekitar.


Mampir ke warkop langganan gua yuk seru Deni, gua kangen nih ngopi disana.


Bener bang tempatnya seru kata Asep menambahkan.


"Ok siapa takut, kuy lah cap cus..."


Setelah lima belas menit perjalanan mereka tiba di warung kopi sederhana tempat Deni dan Asep biasa berkunjung.


Diluar dugaan disana ada Musa yang sedang menikmati mie instan.


"Wuiih ketemu jutawan muda yang beli mall kasablanca, gak disangka ya Sep lo yang penggangguran ternyata banyak uangnya, katanya sedikit mengejek."


Yah kehidupan itu harus berubah bro, karena rizky itu sudah ada yang ngatur, sekarang mah gua banyak - banyak bersyukur aja sama Allah.


"Yah bener tu, tapi masa jutawan takut sama cewek bro, lemah lo, jangan - jangan yang kaya cewek lo ya, enak banget ya hidup lo Sep, punya cewek cantik tajir tapi galak juga hahaha."


Gua bukan takut bro tapi menghargai, lagian gua bukan pengangguran, gua sudah kerja kok.


"Halah supir doang belagu lo Sep."


Bersambung...


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan

__ADS_1


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2