
Cerita ini hanyalah karangan fiksi semua yang ada hanyalah hasil imajinasi penulis semata, selamat membaca terima kasih
Tapi berkat mereka kami bisa ada disini, jadi biarpun mereka galak, tanpa mereka kami bukanlah apa - apa tambah barra sambil menutup acara jumpa pers.
Hari ini para gadis terlihat lebih ramah mereka menyesuaikan karakternya dengan Deni dan yang lainnya, sikap ramah mereka juga menuai simpati, namun tetap saja jika ada yang berani mencoba mendekati salah satu dari lelakinya para gadis tidak segan - segan dalam bertindak.
*****
Acara telah lama dimulai akhirnya dari sekian banyak kontestan terpilihlah tiga kelompok terbaik setelah melalui persaingan yang ketat.
Para juri mulai berkomentar
Boni buka suara, Demon ini kayanya ketularan elo nih bocah - bocah, untung mereka punya duit kalo gak bisa bahaya lho, gabutnya sampe beli satu mall ya.
"Eh entar dulu yang suka buat sensaikan lo Boni, gua mah kagak, coba deh lo pikir biasanya lomba mirip artis, mirip tokoh - tokoh komik atau apalah, lah ini milik pemilik mall, gua waktu ditawari jadi juri agak mikir lho, kok gua terima ya, katanya sambil menggeleng."
'Tapi kayaknga ini tantangan deh buat peserta, lo pada liat deh tu para cosplayer sampe berjuang mati - matian lho, ini orang beneran tajir deh, sayang uda pada bawa pasangan, celetuk Maya singkat.'
*****
Ketika sedang asik berdiskusi Barra dan yang lain menemui para juri, mereka banyak memberikan infomasi tentang mereka didalam pada sebuah catatan, kebiasan dan lain - lain.
Terima kasih banyak buat para juri karena sudi menyisihkan waktunya untuk menjadi juri di acara kami, om Boni, om Demon, tante Stella dan tante Indra , terima kasih banyak ya.
Stella dan Indra menatap lekat tiga lelaki dihadapan mereka.
"Ganteng juga ya kalian sapa Stella, masih muda tajir wuiih boleh dong ajakin aku makan siang atau makan malam godanya."
Hehehe bukan gak mau tante, siapa yang gak mau makan sama artis terkenal kaya tante Stella, tapi ini lho tante masalahnya sambil menunjuk para gadis yang ada disamping mereka, kata Asep yang dijawab anggukan oleh Deni dan Barra.
'Masalah, kata Mayang sambil menatap tajam kearah Asep."
Hehehe jadi gini, ya masalah dong, kan harus izin dulu, kegiatan tante Stella kan banyak ya kata Deni yang memahami situasinya.
'Oh dinda pikir kanda mau main - main, dengan nada penuh ancaman.'
Hal tersebut sontak membuat Boni dan Demon tertawa lepas.
"Gua geli lho Boni, mereka itu tajir ganteng, ceweknya cantik - cantik, tapi ya itu galaknya kaya satpam komplek hahahah katanya sambil menggeleng."
__ADS_1
Maksudnya mas, tambah Barra.
Ya itu pengawalnya galak banget, gua beberapa kali lihat adegan lo pada dipukulin, waktu dikantor Dipa Serra itu inget gak, buset dah ceweknya pada jago bela diri ini, tapi gak apa - apa, biar kesannya jangan cewek mulu yang lemah sekali - kali perlu itu.
Kalo ni bocah - bocah koplak pada belagu, anak gua Jaka ganteng, keren dan pinter gak koplak kaya gitu hahaha
"Eh Demon, anak lo cuma satu, anak gua tiga, ud pas satu - satu bro, gua ambil mantu nih cewek - ceweknya, sambil terus meledek Deni, Asep dan Barra."
Tawa riuh menghiasi perhelatan acara ulang tahun Kasablanca ke dua puluh satu tahun, ini menjadi momen berbeda dari acara sebelumnya.
*****
Wah malah kita dibully kata Barra lesu, om sebenernya lo pada dipihak siapa sih?
Ya kita dipihak yang menguntungkan,
"Bener kalo gak bayar kita, tinggal gua bilangin ke cewek - cewek lo, pasti beres kata Demon sambil tertawa lepas dan di ikuti Boni yang juga tertawa lepas."
Nasip - nasip hamsyong bener dah, kata mereka bertiga sambil menepuk jidat, tawa lepas kembali pecah.
Tapi gua salut lho sama mereka, masih muda, kaya, tapi penampilannya sederhana, gak suka pamer - pamer itu TOP Banget, pertahankan anak muda kata Demon sambil mengacungkam dua jempol.
"Tapi mereka anggota ISTI Mon, tambah Boni dan tawapun kembali riuh."
Sabar Nona kasihan dipukulin mulu, uda kaya kompeni lo, ISSTI itu singkatan, (Ikatan Suami - Suami Takut Istri)
Ooow gitu, kapan bergabungnya, tanya June kok om lebih tau.
Ya sejak kalian para gadis menindas mereka.
"Kami tidak pernah menindas, hanya mengambil langkah antisi jika orang - orang bodoh ini macam - macam."
Wah sulit gua Mon ngomong sama dia, lah lo kan mentalis Mon, ahli sikologi, mungkin bisa paham, gua ngeri Mon nanti kalo di tampol repot.
Gua kagak ikutan Bon, lo yang tanggung jawab ya, hahaha
Keakraban mereka membuar orang - orang yang melihat iri, mereka yang awalnya tidak dikenal menjadi dekat dengan banyak orang - orang terkenal.
Eh lo bertiga besok pada dateng ya ke podcast gua, seru tu pasti.
__ADS_1
Deni dengan semangat menyanggupi, ok om siap kita bertiga aja kan ya om.
Ya terserah include juga gak apa - apa, kantor gua yang baru gede, jangan sepuluh orang, se Er Te juga masuk.
"Wah ud nyolong start ni master Demon."
Jarang - jarang ada yang begini Bon
****
Tak lama hampir dua jam mereka ngobrol dan bercanda, hingga front liner memberi isyarat untuk memulai acaranya, penilaian dibagi menjadi tiga babak, pertama penilaian fisik, sikap dan terakhir pengetahuan tentang mereka bertiga.
*****
Disisi Musa
Ia sempat menyaksikan acara perhelatan tersebut dari TV dikantor polda saat ia sedang menunggu giliran untuk di introgasi, ia melihat senyum bahagia bekas sahabatnya itu.
Ia tidak menyangka semua berubah dengan cepat, ia kembali mengingat masa - masa pertemuan pertama mereka, dan kesukaan mereka yang membawa mereka berpetualang, kini tempatnya telah digantikan Barra, seandainya gua gak mengkhianati mereka pasti gua tu yang sama cewek cantik itu katanya dalam hati.
Ada perasaan senang, benci dan menyesal semua campur aduk dialam pikirannya, melihat mereka bahagia seperti itu membuatnya menjadi galau.
*****
Disisi Boa dan yang lainnya.
Sesuai petunjuk dari Batara Kala mereka terus melatih kemampuan mereka diruang dimensi Deni, mereka dipandu Dewi Seruni, Ki Astagina dan Panglima Kumbang.
Mereka yang masuk kedalam bangsawan langit utama memang sangat hebat tapi kemampuan mereka didunia bawah sangat terbatas, di ruang tersebut Astagina telah membuat simulasi bernama Sisi Gelap Ruang Dimensi yang mana keadaanya hampir menyerupai dunia bawah.
Mereka diminta membiasakan diri berasa didunia bawah agar bisa lebih memaksimalkan kekuatan mereka saat berada didunia bawah. Astagina dan yang lainnya benar - benar menggembleng para bangsawan langit utama dengan keras, apa lagi tingkat ruh pusaka suci membuat mereka tidak terpengaruh dengan keadaan dunia bawah, dunia manusia atau dunia langit.
Bersambung....
Catatan
Mohon maaf beberapa hari ini updatenya sering telat karena sedang ada audit disekolah, sebagai permintaan maaf malam ini dan besok akan diupdate dua chapter, dan Author berharap bisa up dua chapter terus mohon doanya ya, terima kasih
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
__ADS_1
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...