
Disisi para naga, mereka benar - benar berbeda, semoga saja merekalah anak - anak dalam ramalan seperti yang pernah dikatakan oleh dia, kata naga api menambahkan.
Mereka tak menyangka bahwa pengorbanan orang - orang terdahulu benar - benar besar, pantas saja nama mereka bisa terukir indah dan dikenang sepanjang masa, semua pahlawan pembela tanah air rela berkorban dengan apa yang mereka punya, bahkan nyawapun mereka gadaikan, asalkan keutuhan tanah nusantara tetap terjaga.
"Kini saatnya kita mencetak sejarah, kita harus segera menyelsaikan latihan ini, kita tidak tau sudah sejauh mana Dewasrani itu bertindak, entah sudah berapa banyak manusia - manusia berambisi yang terjerumus, kita harus segera mengembalikan para raja Majapahit, sudah sepantasnya mereka beristirahat dengan tenang tanpa di ganggu oleh urusan duniawi, kata Asep dengan berapi - api.
"Memang sudah seharusnya kita menyadarkan dewa kenakalan itu, karena kenakalannya sudah di luar batas, ambisinya benar - benar telah membuatnya tersesat terlalu jauh, kata Deni menambahkan.
Para ruh naga yang mendengar percakapan mereka benar - benar yakin merekalah anak - anak dalam ramalan.
"Sepertinya tugas kita akan segera berakhir, tugas menyimpan rahasia terbesar alam semesta, kata naga api.
"Aku sungguh kagum padamu naga api, sejak bertemu mereka sikapmu sungguh berbeda, kata naga air.
"Jangan membuatku berubah pikiran, atau aku akan membakarmu sampai meleleh, kata naga api dengan sedikit kesal.
"Air adalah musuh api, jika kau mau silahkan di coba saja, kata naga air dengan sedikit mengejek.
"Setelah semua ini selesai, barulah kita selesaikan urusan kita, kata naga api sambil berlalu menuju ruang aula naga.
"Terserah kau saja, aku siap meladenimu kapanpun kau mau, tambahnya.
Para ruh naga bergerak keruang aula naga, mereka mempersiapkan upacara terakhir.
"Mereka tidak pernah berubah, sepertinya hal ini akan menarik, kata naga bumi.
Sebenarnya kita semua adalah satu, bukan hanya naga air, kau dan juga yang lain bisa merasakan perubahan pada naga api, benar bukan kata naga petir menatap naga bumi, dan naga angin.
"Sepertinya yang ia katakan itu benar, tugas kita akan segera berakhir, katanya naga petir.
******
Di sisi Narapati.
"Ajian terlarang ini benar - benar telah menguras tenagaku, tambahan tenaga dari Dewasrani seperti tidak ada artinya, semakin aku memperdalam ajian ini, semakian banyak rahasia yang terungkap, kata - kata yang ditulis dalam kedua kitab ini benar - benar membutuhkan pemahaman dan penalaran tingkat tinggi, karena salah menterjemahkan maka akan tercipta ajian yang lain, benar - benar kitab yang merepotkan, kata Terawan kepada Respatim
"Lalu apa yang harus hamba lakukan yang mulia? Kata Respati sambil menunduk.
"Entahlah, aku sendiri belum berani berspekulasi, aku belum berani mengambil keputusan, selain tenaga, untuk memahami kedua kitab ini mebutuhkan kecerdasan diluar nalar manusia, katanya lagi.
"Apa tidak sebaiknya yang mulia meminta bantuan yang mulia Dewasrani, karena setau hamba untuk mempelajari kitab - kitab kita perlu pembimbing yang mulia.
"Pembimbing terbaik adalah para naga, tapi bagaimana cara mencarinya sementara para naga sendiri sudah lama punah? Katanya lagi.
"Ampun yang mulia, jika kitab ini masih ada seharusnya para naga juga ada, apakah yang mulia tidak mendapatkan petunjuk tentang para naga? Kata Respati dengan hati - hati.
Terawan menatap Respati dengan sangat lekat.
"Kau memang selalu bisa di andalkan, mungkin secara jasad mereka punah, tapi tidak secara ruh, mereka ada di dimensi naga, kenapa hal ini tidak terpikir olehku, katanya tegas.
__ADS_1
Buru - buru Terawan kembali membuka kedua kitab itu, pelan - pelan ia memahami setiap kata yang tertulis didalamnya, ia kembali meneliti satu persatu halaman dalam kedua kitab itu, ia melihat pola aneh pada bagian sampul kitab itu.
"Respati aku sudah membolak -balik isi kitab ini ttapi tidak aku temukan petunjuk ruang dimensi naga, mungkin kau bisa membantuku, katanya dengan tatapan serius.
"Ampun yang mulia, jika dibanding dengan yang mulia apalah artinya kecerdasanku, jika yang mulia saja kesulitan apa lagi aku, ampun katanya sambil tak sengaja menjatuhkan kedua kitab itu hingga bagian sampulnya terpapar di lantai.
"Ampun yang mulia, ampun, katanya lagi.
Terawan yang menyadari keanehan sampul itu, langsung menghentikan Respati.
"Tahan disitu, katanya lagi.
Respati yang tau bagaimana sikap tuannya, langsung mengeluarkan keringat dingin, ia benar - benar takut jika sampai tuannya itu memberikan hukuman, ia sangat tau bagaimana sadisnya Terawan menghukum anak buahnya yang melakukan kesalahan.
"Kau jenius Respati, aku akui kau jenius, kejar Terawan lagi.
Respati yang bingung dengan sikap tuannya, merasa ada yang salah dengan sikap tuannya.
"Ampuni kesalahan hamba yang mulia, tolong jangan hukum hamba, katanya dengan sangat takut.
"Siapa yang mau menghukummu bodoh, kau itu jenius, kemarilah katanya dengan senyum berbinar.
Ia menyatukan kedua sampul halaman itu, lalu ia me mengurutkan pola yang tercipta.
"Jadi begitu, jika saatnya tiba Dewasrani sekalipun bukanlah apa - apa lagi, Respati sembunyikan ini semua dari Dewasrani, jika sampai ia tau rahasia ini, kepalamu yang akan jadi bayarannya, paham.
"Jadi kau sendiri belum paham ya, baguslah, lupakan saja masalah ini, persiapkan saja pasukan khusus kita, tunggu titahku, aku mau semua siap saat aku beri perintah.
"Respati menerima perintah, ia menunduk lalu pergi meninggalkan Terawan.
*****
Kembali ke dimensi naga.
Para naga kembali berkumpul di ruang aula naga, terlihat naga api sangat cemas dan menatap kedua kitab itu.
"Apa yang kau cemaskan naga api, apa kau takut melawanku?, kata naga air dengan sedikit mengejek.
"Bukan mahluk lemah sepertimu yang aku takutkan, tapi keturunan Narapati itu, jika mereka berdua adalah benar anak dalam ramalan, maka ramalan tentang anak jenius itu juga benar, dan yang paling mendekati hal itu adalah keturunan Narapati itu, bahkan ia lebih mengerikan dari pada Dewasrani itu sendiri.
Keempat naga lainnya segera membalik kedua kitab itu dan menyatukan keduanya.
"Apa yang kau maksud peta menuju dimensi naga ini? Tanya naga petir.
"Memangnya apa lagi? Selama ini kita sudah dianggap punah, hal itu jauh lebih baik, karena dengan begitu semua rahasia akan tetap terjaga, tapi keturunan Narapati itu berbeda, rasa ingin taunya terkadang bisa membuat semua di luar nalar, hal yang telah kita sembunyikan selama ini bisa terbongkar.
Kau sendiri tau, kita para naga punya kewajiban membimbing siapapun yang berhasil masuk ke dimensi naga, hal itulah yang aku takutkan, mengajarkan ajian ini pada orang yang berambisi, tambah naga api.
Semua naga terdiam, keheningan segera tercipta diruang dimensi naga, entah berapa lama para naga terdiam hingga akhirnya naga api membuat keputusan.
__ADS_1
"Secepatnya kita harus menyelsaikan latihan anak - anak itu, tutup gerbang naga dengan segel tingkat akhir, buat segel berlapis, jangan sampai keturunan Narapati itu menemukan tempat ini.
"Tapi bukankah dengan membuat pertahanan berlapis ia akan semakin curiga? Kata naga angin.
"Buat pengalihan, kita ciptakan beberapa salinan ruang dimensi naga, hal itu tidak melamggar aturan bukan, kata naga bumi.
"Naga air dan naga bumi, segera masuk kedalam tubuh anak - anak itu, kami akan membuat pengalihan, kita tidak punya banyak waktu, jadi sebaiknya kita segera bergegas.
Para naga segera membagi tugas, mereka menuju lokasi lain dan membuat pengalihan ruang dimensi naga, mereka juga menempatkan energi mereka disana sehingga seolah orang yang berada disana sedang berada di dimensi naga.
*****
Sementara disisi terawan
Sesuai petunjuk Terawan, Respati menyiapkan semua prajurit terbaiknya, ia juga meminta para iblis terkuat untuk bersiap menerima perintah, hal tersebut tentu mengusik orang - orang Majapahit yang dibangkitkan, mulai dari Gayatri, Rukmini, dan Ratu Tungga Dewi, hanya prabu Hayam Wuruk yang tidak terusik karena sedang melakukan tapa brata.
"Ada apa ini? Apa titah berperang sudah turun dari yang mulia? Kata Ratu Tungga Dewi melihat barisan pasukan yang siap tempur.
"Ampun gusti ratu, titah perang belum turun, namun yang mulia memintaku untuk menyiagakan seluruh pasukan, kata Respati sambil tertunduk.
"Wirabumi? Apa ia telah mendapatkan petunjuk dari yang mulia? Katanya dalam hati, namun Ratu Tribuana tidak banyak berkomentar, Wirabumi tidak mungkin asal dalam mengambil keputusan.
Ia bahkan meminta Gayatri dan Rukmini untuk membantu Respati memeriksa pasukannya.
Hadirnya Ratu Majapahit itu membuat mental pasukan semakin kuat, mereka yakin akan segera turun titah untuk berperang.
******
Disisi pemimpin aliansi tiga dunia
"Sudah berapa lama anak - anak itu berlatih bersama empu Jatmiko, kata raja jin dari Pulau Sumatra
"Menurut Batara Ismaya, mereka saat ini berada di dimensi naga dan langsung di latih oleh para naga, kata Raja jin dari Pulau Kalimantan.
"Beruntung sekali anak - anak itu, sudah lama aku mencari dimensi naga tapi tidak pernah menemukannya, katanya lagi.
"Jika menurut perhitungan manusia mereka sudah berada disana selama hamoir satu bulan, itu artinya mereka hampir selesai menjalankan latihannya. Kata Penguasa Gunung Merapi.
"Semoga saja mereka bukan menjadi masalah baru, kita harus bersiap dengan segala kemungkinan terburuk, kata Penguasa Gunung Kelud.
Sebaiknya kita bicarakan masalah ini pada dua ulama itu, semoga semua rencana yang disusunnya dan memanfaatkan kekuatan kita benar - benar bisa berguna
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...
__ADS_1