
Cerita ini hanyalah fiktip belaka, semua kejadian adalah hasil imajinasi penulis saja, bijaklah dalam membaca karena cerita ini di buat untuk hiburan,
Jika ada kesamaan nama tempat, tokoh dan kejadian semua hanyalah sebuah kebetulan tanpa ada unsur kesengajaan.
****
Didunia nyata sejak kepergian Deni dan Adep pak Sandi dan yang masih menunggu kabar mendapatkan pesan dari kyai Jabat
Assalammualaikum...
"Waalaikumsalam, selamat datang kyai, maaf jika kami tidak bisa memberi sambutan yang baik kata Ustad Amir."
Tidak perlu sungkan aku hanya ingin mengatakan sebentar lagi mereka kembali, sebaiknya kalian susun rencana selanjutnya, mereka berdua baik - baik saja kata kyai Jabat meyakinkan.
****
Kembali kesisi Deni dan Asep
Sudah lebih dari seminggu mereka kembali dimasukan kedalam kolam lava, mereka telah terbiasa melewati siksaan tersebut bahkan kini sudah tidak terdengar lagi teriakan mereka.
Hari menjelang sore mereka dibawa kembali kekamar mereka, sebelum meninggalkan tempat itu maha patih Giyana menemui mereka, besok kalian akan diberikan waktu beristirahat, lusa kalian persiapkan diri untuk melawanku dan nona June.
Mereka berdua hanya mengangguk, kini mereka semakin siap menerima seluruh kekuatan pusaka kembar.
"Aku semakin takut menghadapi mereka, orang - orang bodoh itu seperti punya dua kepribadian, seperti dua sisi mata uang, disatu sisi sikap mereka sangat konyol, tapi saat bertarung mereka menjadi sangat kejam, kata maha patih Giyana dalam hati, sambil berlalu meninggalkan mereka."
Seperti yang telah direncanakan Deni dan Asep telah bersepakat untuk mengikat jiwa dengan ruh pusaka kembar.
(Sedikit catatan ruh pusaka kembar adalah ruh pusaka yang saling terhubung, yaitu zirah dan pedang)
Deni dan Asep berkata jika mereka sebelumnya telah mengikat jiwa dengan pedang langit dan pedang cahaya bulan, apakah itu akan mempengaruhi ruang dimensi mereka?
"Tidak tuan ruang dimensi kami terbuka jika tuan ingin jadi tuan berdua tidak perlu khawatir, tapi kami akan menyatu dan selalu berada didalam pikiran tuan sekalian kata Shin yang dijawab anggukan oleh yang lainnya.
Kami juga akan berbagi ruang ditubuh tuan dengan para pusaka tuan terdahulu, jika tuan ingin kami bisa dipanggil hanya pada saat terdesak saja, tambah Kunta."
Deni dan Asep akhirnya setuju, mereka yang sudah pernah mengikat jiwa dengan ruh pusaka, tidak terlalu kaget saat Kunta dan Shin meminta darah mereka.
Sedikit berbeda dengan pengikatan jiwa dengan ruh pusaka terdahulu, Shin dan Rin bergabung menjadi satu, begitu juga dengan Kunta dan Kinta mereka menyatu dan mebentuk segel tangan.
Karena saat ini kekuatan kalian sedang disegel maka ruang dimensi kami yang akan tercipta.
Ketika penyatuan dimulai fenomena alam terjadi, seketika seluruh alam bergejolak, ombak besar, angin kencang serta guncangan alam terjadi berurutan, gemuruh besar juga terjadi hampir diseluruh alam, menandakan dua kekuatan besar sedang bersatu.
Tidak terkecuali didunia bawah, guncangan hebat di Istana Dasar Bumi yang membuat para jin dan seluruh penghuni dasar bumi gelisah Dewi Durga yang telah paham situasinya langusng membentuk segel jiwa untuk menenangkan penghuni dunia bawah.
****
Didunia luar
Hujan deras disertai angin dan petir yang terus bergemuruh membuat seluruh alam seperti berguncang, ada apa ini pak, kenapa tiba - tiba suasana jadi mencekam seperti ini, aku tidak tau pasti semoga saja bukan hal buruk.
****
Dirumah Deni
Suasana mencekam diibu kota membuat semua orang sibuk dan memilih berdiam diri dirumah, huja deras dan angin kencang bahkan sampai membuat banyak pohon tumbang, dan terjadi banjir dibeberapa tempat.
Sepertinya dua kekuatan besar sedang melakukan penyatuan semoga saja mereka bukan orang jahat, jika tidak mereka akam jadi bencana besar bagi dunia kata bapak yang sejak tadi merasa gelisah.
****
__ADS_1
Kembali kesisi Deni dan Asep
Deni dan Asep merasa tubuhnya sangat ringan, mata halimun mereka telah berevolusi pada tahap tertinggi,
Mantab jiwa bos, gua ngerasa lebih seger bos, kata Asep.
"Iya Cep gua juga Cep, besok kita kasih pelajaran tu cewek - cewek demit kata Deni sambil tersenyum."
Oh iya bos besok kita coba jurus baru aja bos, mereka sudah ngeliat jurus kita dua kali, bukan hal sulit buat mereka mempelajari polanya.
"Bener juga lho Cep, gimana nih pusaka - pusaka sakti, apa lu pada siap."
'Kapan pun tuan mau, dijawab serempak oleh mereka semua.'
"Terima kasih, sekarang kita istirahat aja dulu, sambil bersiap buat besok."
Ok bos gua juga ngantuk aslinya, see you bos...
****
Hari pertarungan pun tiba
Deni dan Asep dijemput oleh pengawal penjaga kerajaan Dasar Bumi, mereka digiring menuju arena pertarungan, ditengah arena telah menunggu maha patih Giyana dan juga Nona June, mereka berdiri lengkap dengan zirah perangnya.
Dibalik penampilan Anggun dan mempesoan, mereka adalah sosok wanita terkuat didalam kelompoknya, maha patih Giyana adalah wakil dari maha patih utama, sedang nona June adalah pemimpin bangsawan langit utama.
Mereka berdua menatap Deni dan Asep dengan sedikit terkejut, ada perbedaan pada mereka.
"Aku yang salah lihat atau memang mereka yang berbeda kata June didalam pikiran Giyana."
Sepertinya mereka memang berbeda Nona, semoga kita bisa melawan mereka dan cepat menyelsaikan pertarungan ini kata Giyana dengan sedikit pesimis.
Dilain tempat, Dewi Durga, maha patih umbara dan komandan Singa menyaksikan pertarungan mereka.
****
"Kenapa lo cewek demit, takut lo, pulang sono, kata Asep dengan sedikit mengejek."
Banyak bacot lo cowok lemah, Giyana dan nona June bersiap menyerang Deni dan Asep.
'Perisai air, Pelindung Air Abadi... Deni menyentuh tubuh Asep, tubuh mereka langsung dilindungi perisai air yang menyatu dengan tubuh mereka.'
Perisai tanah, Tempurung Kura - Kura Bumi, Asep juga menyentuh tubuh Deni, seketika kepulan debu berbentuk kura - kura langsung menyatu dengan tubuh mereka.
Nona June tau betul hanya dengan penyatuan jiwa mereka bisa menggunakan jurus itu, berhati - hatilah Giyana, kini mereka telah mengikat jiwa dengan pusakanya, ini sudah ditingkat yang berbeda, kata June didalam pikiran Giyana.
'Baiklah nona, aku juga tidak akan ragu lagi.'
Deni kembali membetuk segel tanah, elemen Air, Lautan Tak Bertepi, seketik seluruh arena tertutup Air, kini mereka semua berdiri di atas air.
(Dewi Durga dan yang lainnya menatao takjub, bahkan komandan Singa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Sekuat apa orang - orang itu, butuh tenaga dalam yang besar untuk menciptakan lautan ini.)
June dan Giyana langsung melompat dan terpaksa berdiri diatas air.
"Sial, berhati - hatilah Giyana ini bukan hal baik, kata June yang langsung menyerang Deni dengan kecepatan penuh.
Tak mau ketinggalan Giyana bergerak menyerang Asep juga dengan kekuatan penuh."
Pedang mereka beradu dengan tubuh Deni dan Asep, tapi serangan fisik tersebut seolah tidak berarti.
__ADS_1
Giyana dan June mundur dan saling berdampingan...
"Aneh aku sudah menggunakan kekuatan penuh, tapi seranganku seolah netral, sebenarnya apa yang terjadi pada mereka apakah itu tubuh pengganti?"
Itu tempurung kura - kura Bumi yanh dipadu dengan Air Abadi, serangan tenaga dalam biasa tidak akan berpengaruh pada mereka.
Tubuh pengganti, sepertinya gua punya ide bos kata Asep yang mencuri dengar pembicaraan mereka,
Elemen Kayu, "Boneka Kayu Langit" seketika dua boneka kayu terbentuk dan menyerupai Asep,
"Mau pamer lo Cep, emang lo aja yang bisa, Elemen Air, "Boneka Air Suci" tubuh Deni terbelah menjadi tiga.
Sekarang ada tiga Deni dan tiga Asep, serang seru keduanya.
Berhati - hatilah ini tidak bagus kata June pada Giyana, Giyana yang masih bingung tak siap menghadapi Asep dan Deni yang tercipta dari jurusnya dua pukulan telak menghantam perutnya dan membuat Giyana terlempar cukup jauh.
June bukan tidak mau membantu, ia sendiri cukup kerepotan menghadapi dou Asep dan Deni yang terbentuk dari jurusnya.
"Sial aku terlalu meremehkan mereka, ia semakim terdesak, kekuatan mereka benar - benar setara dengan Waru dan Sono, atau mungkin lebih kuat, ini tidak baik katanya dalam hati."
Giyana kembali bangkit, belum sempat ia berpikir sebuah pukulan kembali mendarat dipunggungnya, beruntungbia sempat membuat perisai tenaga dalam, dan benturan keras menciptakan riak diarena pertempuran.
'Curang lo pada, masa lawan cewek beraninya keroyokan kata Giyana sedikit protes.'
Duo Asep dan Deni palsu langsung mundur dan menjauh, sementara tubuh aslinya mulai mendekati Giyana dan June yang telah tersudut.
Oh Gitu sekarang lo pilih deh maun lawan siapa kata Deni dengan nada mengejek.
'Gua mau hajar lo aja, berani gak lo kata Giyana yang berusaha memprovokasi mereka.'
Ok kalo gitu, Asep palsu mendekati tubuh palsu Deni, dan menyatu dengan tubuh Deni, begitu juga dengan Deni palsu, ia menyatu dengan tubuh palsu Asep.
"Kau bodoh Giyana, kini kekuatan mereka benar - benar diluar jangkauan kita, aku pernah mendengar keistimewaan Waru dan Sono yang bisa bergabung, kau membuat kita semakin sulit."
Giyana hanya membisu.
****
Disisi lain Dewi Durga dan para punggawanya tak kalah terkejut.
(Apa mataku tidak salah lihat kata Komandan Singa, apa mereka mau mengorbankan diri lagi, katanya sambil menggeleng.
"Sepertinya mereka telah melampaui para pendahulunya, aku merasakan energi besar dari kedua tubuh palsu itu, sementara energi kehidupan mereka tetap terjaga, kata Dewi Durga."
'Apa maksud yang mulia mereka jauh lebih kuat dari Waru dan Sono, tanya Maha Patih Umbara?'
"Kau benar Umbara, kita lihat dulu situasinya, sepertinya mereka sudah bukan lagi lawan untuk Giyana dan June." )
Deni palsu yang telah menyatu dengab Asep langsung membentuk segel tangan, Elemen perpaduan Air + Kayu "Sembilan Hiu Pemusnah Jiwa" seketika Sembilan ekor ikan hiu, langsung menyerang June, dari mulut mereka keluar ribuan jarum - jarum kayu beracun
June langsung membentuk segel Tangan Elemen Angin + Air, "Pelindung Air Abadi" perisai Air seketika udara disekitar memadat, dan air membentuk Dinding Es tercipta dan berputar melindungi tubuh June. Seketika benturan tenaga Dalam tercipta, June terpental cukup jauh kebelakang, ia sampai menancapkan pedang Kulit Hiu untuk menahan tubuhnya....
bersambung...
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Like
Komen,
Vote dan
__ADS_1
Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...