Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 85 - Latihan Bersama Potunia ( Bayangan Bidadari Merah)


__ADS_3

Cerita ini hanyalah karangan fiksi belaka, semua kejadian didalam cerita ini adalah hasil imajinasi penulis saja, mohon bijaklah dalam bersikap karena cerita ini dibuat untuk hiburan, selamat membaca dan terima kasih...


******


Aku masih harus banyak belajar tuan Ghanesa, mohon bimbingannya tambah June.


Setelah menempatkan para bidadari asuhannya didalam kelompok Deni, Putonia sang bidadari merah meminta izin untuk melatih Deni dan Asep secara langsung, ia mengajak Deni dan Asep kedalam ruang dimensinya.


Setelah pengaturan ulang rencana, semua kembali pada perannya masing - masing kecuali Deni dan Asep, mereka langsung mengikuti Putonia.


Didalam ruang Dimensinya Putonia memberikan pil peningkat tenaga dalam tingkat ke sembilan, minumlah, kita tidak punya banyak waktu, seketika fenomena alam terjadi begitu hebatnya, samudra dan bumi berguncang untuk sesaat, dan suasana hening untuk sekian menit.


Ditempat ini kita bisa mengulur waktu, berbeda dengan ruang dimensi kalian aku sudah meningkatkan ruang dimensiku, satu jam di dunia nyata sama denga lima tahun diruangan ini, mari kita manfaatkan waktu yang sedikit ini.


Putonia lalu menjelaskan detail latihannya, ia akan mengajarkan Deni dan Asep cara merubah darah menjadi senjata, melihat perubahan dan aura yang teroancar dari keduanya membuat ia tersenyum.


*****


"Latihan ini lumayan berat, jika kalian memang lemah aku akan menghentikan latihan kapanpun kalian mau.


Putonia membawa Deni dan Asep kekolam darah, ini adalah campuran dari berbagai macam darah yang sudah aku ekstrak hingga dapat memadatkan darah kita, latihan pertama cukup sederhana dan masih manusiawi, kalian cukup berendam dikolam ini selama tiga bulan, bagaimana apa kalian sanggup."


Ok siapa takut, kata mereka berdua secara bersamaan.


Putonia membawa mereka kedalam sebuah kolam berukuran lima kali lima, dengan kedalaman satu meter setengah, cukup pendek untuk ukuran orang dewasa.


Silahkan lepas semua pakaian kalian, kecuali pakaian dalam, lalu masuklah kedalam kolam itu, kalian akan diawasi oleh para Kokedama, dalam sekejap keluarlah mahluk - mahluk lucu seperti hamster dari dalam kolam darah.


Nah aku akan membuat ramuan khusus untuk kalian, setelah setengah hari aku juga akan membawakan makanan khusus untuk kalian, ingat jika kalian memang tidak sanggub berendam dikolam itu katakan saja pasa Kokedama mereka akan melaporkan semuanya kepadaku.


Putonia lalu meninggalkan keduanya, ia bergegas menuju ruang khusus dan segera membuat ramuan khusus untuk Deni dan Asep.


*****


Setelah Putonia pergi Deni dan Asep saling pandang.


"Ki karena disini ada dua kolam, jadi masing - masing kita dapet satu, nah kata - kata cewek tadi kalo gak sanggup silakan bilang sama para hamster ini, gimana kalo kita suit ki, gua yakin pasti salah satunya aman hehehe, biasanya yang di tumbalin kan satu orang, gimana setuju gak lo ki?"


'Bener juga lo bos, gua juga mikir gitu, ok kita suit yang kalah dapet yang kiri, biasanya yang dikiri itu perangkapnya, gimana?'

__ADS_1


"Ok siapa takut."


Akhirnya mereka berdua suit, para Kokedama melihat mereka dengan tatapan aneh, setelah keluar pemenangnya, Deni terpaksa harus berada di kolam sebelah kiri.


"Wah sue, gua yang kalah katanya sedikit kesal, sue bener dah ide dari gua lah gua yang yang kejebur."


Satu persatu mereka melepas pakaian mereka, dan langsung menuju kolam masing - masing, tidak ada yang aneh pada keduanya hingga akhirnya mereka merasa ada yang mengunci tubuh mereka.


Tubuh mereka seakan kaku dan tidak bisa digerakan, mereka terduduk didalam kolam yang seketika berubah menjadi bathup.


Lah kok berubah, kata keduanya bersamaan, lalu mereka juga merasa ada yang mengikat kaki mereka.


'Bos kaki gua kaku bos, sue beruntung lo ya gua yang masuk perangkap, ******.'


"Jangan ngarang lo, gua juga kaku seru Deni."


Akhirnya mereka merasakan tubuh mereka seperti di sayat dengan silet, darah mulai keluar dari tubuh mereka, terlihat para hamster seperti memasukan sesuatu kedalam bathup.


'Eh hamster demit ngapain lo, kata Asep yang mencoba menggerakan diri, namun usahanya tidak pernah berhasil.'


Para hamster tidak menjawab, mereka hanya melompat - lompat kegirangan.


Manusiawi apanya, badan gua sakit aaaaaaakhhhh, sakiiiit....


Mereka berdua terus berteriak namun tidak ada yang mendengar, hanya para hamster yang melompat kegirangan sambil berputar - putar.


Hampir tiga jam mereka merasakan siksaan itu, tak lama Putonia datang dan menghentikan jari, seketika rasa sakit mereka menghilang, mereka mulai mengatur napas yang terengah - engah.


^Bagaimana perasaan kalian, semoga kalian nyaman didalam sana.^


Asep dan Deni saling pandang, tatapan kebencian terpancar dimata mereka.


^Aku datang lebih cepat, makanlah dulu tapi jangan pernah keluar dari kolam darah.^


"Manusiawi apanya ini namanya penyiksaan halus ini, kata Deni dengan penuh amarah."


^Apakah hanya segini saja kemampuan para bangsawan langit, ternyata kalian lebih lemah dari yang aku kira, sia - sia rasanya aku memberikan pil peningkat tenaga tingkat kesembikan katanya sedikit memprovokasi mereka berdua.^


'Apa semua cewek dari langit kejem kayak gini keluh Asep, gak lo gak June pada kejem semua, ampun dah punya salah apa gua sama lo?'

__ADS_1


^Salah lo banyak, jawab Putonia sambil melempar senyum pada keduanya, ok gua tinggal ya, baik - baik disini kalo gak kuat lambaikan tangan, see you cowok - cowok lemah.^


"Heran gua ki, mereka juga suka bilang kuta lemah, sue bener dah, awas aja kalo gua bisa keluar dari sini, kata Deni singkat."


Mereka makan dengan lahapnya, semua makanan dan minuman itu mereka makan dengan sangat lahap, rasa lapar mengalahkan segalanya.


Hampir satu jam mereka menghabiskan semua makanan itu, tak lama Putonia kembali dengan membawa dua cangkir ramuannya.


Wuuiiih laper pak, sudah abis aja, enak ya masakan gue, nih gua bawaain Jus sepesial buat kalian, diminum ya.


"Buset minumnya pake di pending, beneran kejem lo ini."


^Ya maaf lho, tangan guekan cuma dua, lah tadi bawa makanan, ya sekarang gua bawain minumnya, uda jangan cerewet mau minum gak?^


'Ya mau lah gua hampir mati tau.'


^ya elah cuma telat minum aja masa bisa mati, ternyata cowok - cowok di bumi pada lebay ya.^


"Lebay mata lo soak, eh denger ya demit langit, tujuh puluh lima persen orang itu mati karena tersedak, untung aja gua gak kesedak, kalo gak gua bisa mati sebelum perang sama Narapati."


^cantik - cantik gini di bilang demit, gue bukan demit, tapi bidadari mata lo katarak kali ya gak bisa bedain cewek cantik dan sexy begini sama demit tambahnya sambil menjulurkan lidahnya.


Udah ah cewek cantik mau perawatan dulu, gue mau berendem mandi minyak mawar biar bisa harum sepanjang hari, bye cowok - cowok lemah^


Ketika Putonia menghentikan jari kembali, perlahan tapi pasti rasa sakit yang sempat hilang kembali lagi, bahkan rasanya hingga lima kali lipat, mereka terus berteriak hingga mereka lemas.


*****


Disisi lain Putonia terus mengamati mereka, ia tidak menyangka ada manusia yang bisa kuat bertahan didalam kolam darah.


^sepertinya mereka memang pemuda dalam ralaman, semoga saja perang besar bisa dicegah dan kedamaian bisa kembali tercipta.^


Bersambung....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2