
Semua berkemas dan mempersiapkan semua dengan sangat baik, makanan, minuman dan semuanya dipersiapkan dengan sangat baik.
Malam itu suasana di kediaman Narapati semakin sibuk, mereka akan kedatangan tamu agung yang menjadi support utama keluarga Narapati.
Terawan dan para istrinya sudah bersiap sejak sore, mereka sedang mengatur langkah selanjutnya, mengingat Purnama Emas semakin dekat, sudah tiga minggu sejak pertemuan pertama mereka dengan Dewasrani, hal ini pasti sudah sangat dinantikan oleh kelompok Narapati.
*****
Malam itu tepat pukul tujuh Dewasrani dan para istrinya tiba dikediaman keluarga Narapati, mereka langsung di sambut oleh Terawan dan para istrinya.
"Mari yang mulia, kita langsung menuju aula utama", kata Terawan dengan penuh hormat.
"Kau tidak perlu sungkan, disini kaulah rajanya, sebenarnya aku ingin mengusulkan hal tersebut tapi sepertinya dirimu lebih pintar dari yang aku kira", kata Dewasrani sambil menepuk pundak Terawan.
"Yang mulia terlalu memuji, jika dibandingkan dengan yang Mulia Dewasrani, sangat jauh sekali bagaikan bumi degan langit, tambahnya.
"Kita memang perlu menanamkan hal tersebut, karena kau sudah memiliki dua istri, maka dengan inu aku nobatkan kau sebagai penguasa dunia, dan mulai saat ini semua titahmu adalah titahku, teruslah belajar karena kini kau adalah wakil diriku di dunia", kata Dewasrani sambil mengeluarkan Jubah kebesaran pertamanya.
Pakailah jubah ini, kau akan memiliki separuh dari kemampuanku, jadi mulai saat ini hati - hatilah dalam mengambil keputusan", tambahnya lagi.
Mendapat anugrah besar tentu saja membuat kelompok Narapati sangat senang.
"Lalu untuk kedua istrimu, terimalah gaun bidadari ini, karena kecerdasannya maka Gayatri aku anugrahi warna kuning, terimalah gaun kuning kuning ini, maka pengetahuanmu akan bertambah sementara untuk Rukmini karena kecerdasannya dalam meramu obat - obatan makan aku anugrahi warna jingga terimalah Gaun Jingga", tambahnya sambil menyerahkan gaun simbol kekuatan bidadari kepadanya.
"Pergunakan anugrah yang aku berikan sebaik mungkin, aku tidak suka dengan kegagalan".
__ADS_1
"Terima kasih banyak yang mulia". Kata mereka bersamaan.
Malam itu sorak - sorai bergemuruh dikediaman Narapati, (hidup yang mulia Dewasrani, hidup yang mulia Terawan) mereka semua senang mendapatkan anugrah dari Dewasrani, hal tersebut juga berlaku bagi Respati yang langsung di angkat sebagai mahapatih oleh Dewasrani dan mendapat Anugrah bidadara Merah.
Terawan membawa Dewasrani melihat pasukan kematiannya, ia teesenyum puas mengingat pasukan kematian sudah siap hampir delapan puluh lima persen, dia memberikan sedikit sentuhan, hingga perkembangannya kini menjadi sembilan puluh lima persen.
Seluruh pasukan ini akan siap lebih kurang satu minggu lagi, dan mohon kau perhatikan betul para iblis terkuat, karena aku sendiri agak sulit mengontrol sifat mereka, iblis terkuat adalah senjata terkuat kita, namun salah sedikit mereka bisa menyerang kita semua, jadi berhati - harilah.
Aku sudah menemui paman Ismaya, berita bagiknya ia tidak terlibat dengan ini semua, namun kita harus tetap waspada karena sifat orang tua itu bisa berubah - ubah jadi berhati - hatilah, jujur aku ingin menggunakan tri netraku, tapi para Punakawan selalu menjaganya, jika aku menggunakan Tri Netra tanpa alasan pasti mereka akan langsung curiga, jadi tetap awasi pergerakan mereka, tambahnya.
Baiklah sejauh ini semua berjalan baik, laporkan terus perkembanganya padaku, sebagai penguhubung anatara aku dengan kalian, aku jugabakan menempatkan Suma disini, letakan tangan kalian dikepalanya, maka kalian akan langsung terhubung denganku, dan jika terpaksa kalian bisa bebas masuk khayangan dengan naik di atasnya.
(Catatan Suma adalah salah satu hewan peliharaan Dewasrani, berbentuk seperti kucing lucu, namun bisa berubah menjadi harimau bersayap).
*****
Waktu terus berlalu hingga akhirnya purnama emas tinggal dua minggu lagi. Gelombang masyarakat yang ingin loburan gratis telah bergerak, satu persatu hotel yang dipesan para sultan mulai didatangi masyarakat, semua telah mendapat jatah masing - masing, hal ini tentu menjadi berkah bagi hotel - hotel didaerah terdampak acara, bagaimana tidak selama dua minggu penuh kamar - kamar mereka full tak bersisa, pembayaranpun di lakukan di awal, dan biaya tambahan akan di tagih saat semua acara selesai.
Semua bergembira karena anugrah masing - masing, di Kota Bandung sendiri suasana menjadi lebih ramai dari biasanya, lonjakan masyarakat yang ingin menikmati suasana di kota kembang Bandung telah berdatangan.
Hal tersebut juga dimanfaatkan oleh para pedagang kecil, jajanan tradisonal khas kota kembang, dan pernak - perniknya menghiasi setiap sudut kota itu.
Sementara di Ibu kota suasana mulai lengang, jalan - jalan yang biasanya padat sudah hampir tidak terlihat penumpukan, hanya para petugas polisi, dan tentara yang masih berdiam diri dan menjaga keamanan ibu kota, bebapa personil gabungan di tempatkan di setiap sudut gang di ibu kota, hal tersebut guna mencegah terjadinya pencurian atau tindak kriminal.
Berbeda dengan kota - kota tempat di selenggarakannya acara, bisnis di ibu kota terlihat lengang, beberapa hotel bahkan menutup bisnisnya karena hampir seluruh karyawannya pergi tamasya ke kota Bandung, begitu juga dengan mall dan pusat - pusat perbelanjaan lainnya, semua terlihat hening, antrian terjadi di beberapa titik tempat pemberangkatan masyarakat.
__ADS_1
Pagi itu di istana negara, petinggi lima matra melakukan rapat kordinasi melalui aplikasi online, mereka membahas kekosongan ibu kota, hal tersebut benar - benar di luar dugaan, anak - anak muda itu mengungsikan masyarakat dengan caranya.
"Berapa lama lagi purnama emas yang dikatakan para pemuda itu?", tanya bapak persiden.
"Masih satu purnama pak, sudah satu purnama kita lewati adalah, artinya purnama berikutnya adalah purnama emas, lebih kurang dua minggu lagi", kata pemimpin Angakatan Darat.
"Persiapkan semua pasukan, kita harus bersiap dengan segala kemungkinan yang ada, aku sudah berdiskusi dengan beberapa ahli yang bisa di percaya, dan memang benar menjelang purnama emas, banyak terjadi fenomena alam yang tidak biasa, dan dari beberapa catatan naskah kuno, seperti Serat Pararaton hal yang mereka katakan bisa saja terjadi, bahkan sultan Jogja meminta waktu bertemu secara khusus dengan para pemuda itu, tolong atur pertemuan mereka secepatnya", tambah bapak presiden.
"Sultan Jogja? Apakah Sri Sultan juga akan bergabung dengan kita?", tanya petinggi angkatan laut.
"Bukan hanya kesultanan Jogja, kesultanan Surakarta, kepala Suku Badui dan juga kepala Suku Dayak, menangkap sinyal aneh dari semua fenomena alam ini, juga beberapa suku - suku tua di seluruh nusantara, bahkan Suku Dayak langung mengirimkan panglima perang mereka dan pasukan siap tempur untuk menjaga ibu kota.
"Semua suku di Nusantara", kata para petinggi lima matra bersamaan.
"Sepertinya apa yang dikatakan para pemuda - pemuda itu bukan hanya isapan jempol, beberapa orang Suku Badui, dan Suku Osing telah bergerak ke Mojokerto, lalu kesultanan Jogja dan Surakarta telah menyiagakan pasukan di Puncak Gunung Tidar, mereka bergabung dengan orang dari daratan sulawesi, dan Bali yang sebagian dikirim juga ke Mojokerto.
Sementara orang - orang dari daratan Sumatra dan pasukan maung dari Tanah Minang, akan sampai di ibu kota malam ini, beri mereka tempat, dan berkordinasilah dengan mereka, lakukan yang terbaik dan jangan.
Tambahan pasukan Santri dari pesantern di tanah Nusantara telah disebar menuju tiga titik yang dikatakan para pemuda - pemuda itu, saya sendiri masih tidak habis pikir, terakhir sampaikan pada para ulama itu untuk melakukan negosiasi terlebih dahulu, perang adalah pilihan terakhir dan upayakan pertemuan dengan keluarga Narapati, siapkan tempat mediasi untuk mereka bernegosiasi.
"Baik pak, sesuai arahan bapak kami semua akan bergerak.
Saya berharap perang ini tidak pernah terjadi, inilah yang sangat di takutkan oleh presiden pertama Indonesia, bahwa perang yang paling sulit adalah memerangi bangsa sendiri, rapat saya tutup, saya akan segera kembali ke ibu kota.
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
__ADS_1
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...