
"Apa aku terlihat sedang bercanda? Tapi ada syaratnya", kata Gayatri menambahkan.
Terawan menatap kedua wanita itu dengan tatapan bingung, apa yang sedang mereka berdua rencanakan katanya dalam hati.
"Baik jika boleh tau apa syaratnya", tanya Terawan.
Sederhana saja, syarat pertama kau tidak boleh lagi berhubungan dengan para gundikmu?
"Aku memang belum pernah melakukan hal tersebut", katanya yakin.
Apa kau sungguh - sungguh dengan perkataanmu? Tanya Gayatri.
"Sungguh nenek, aku memang memiliki bisnis rumah bordir tapi aku belum pernah melakukannya dengan mereka, karena bagiku mereka hanyalah mesin uang, tidak lebih", katanya singkat.
Kedua wanita itu saling pandang, dan mereka berdua tersenyum puas. Dengan pengakuan pemuda didepannya
Baik sayarat ke dua kau harus mengajarkan kepada kami cara menikmati cerutu atau rokok, karena menurut rukmini hal itu bisa menenangkan dan aku jadi memiliki ide dari benda tersebut.
"Baik nek, jika hanya itu aku bersedia", kata Terawan.
Masih ada syarat yang lain, ke tiga, karena kau masih perjaka, kau harus membantuku dalam ritualku.
"Baik nek aku bersedia, untuk rencana kita, apapun akan aku lakukan", tambahnya.
Baik karena kau sudah setuju, maka kau juga bersedia menyerahkan keperjakaanmu pada ku, dan mulai saat ini jangan panggil aku dan Rukmini dengan sebutan nenek atau bibi, cukup panggil nama kami saja, bagaimana apa kau bersedia", tanya Gayatri.
"Aapa, apa nenek sedang mengujiku", kata Terawan dengan penuh selidik.
Apa kau melihat aku sedang bercanda, semua aku lakukan untuk menyempurnakan ilmuku, bagaimana apa kau bersedia?, tanya Gayatri.
Terawan termenung sejenak, pikirannya menerawang entah kemana, sesekali ia memandsngi kedua wanita cantik dihadapannya, namun Gayatri membuyarkan lamunannya.
Apa kau merasa aku kurang cantik kakang? Kata Gayatri yang mulai memanggilnya dengan sebutan kakang?
"Bukan begitu nek, namun aku takut tidak mampu berbuat adil, terutama urusan di atas ranjang, aku takut kalian kecewa kepadaku, lalu apa bibi tidak apa - apa jika aku bersama nenek", katanya dengan sedikit ragu.
"Kau tidak perlu khawatir kakang", kata Rukmini yang juga memanggilnya kakang, kami sudah bersepakat dan mengenai masalah mu, kau tidak perlu khawatir, jangan sebut aku Dewi Racun jika tidak mampu membuat obat - obat ajaib, jujur sebelum aku dikenal sebagai Dewi Racun, aku di kenal sebagai Dewi Obat karena keahlianku dalam membuat obat baru, tambahnya.
Terawan memandang lekat kedua wanita itu.
"Baik terserah kalian saja, lalu kapan kita memulai ritualnya", kata Terawan lagi.
Sekarang, dan mulai saat ini jangan panggil kami dengan sebutan nenek dan bibi, cukup nama kami saja, namun sebelumnya kita perlu mengikat janji agar semua maksimal.
"Dan untuk masalahmu, minumlah ramuan ini kakang", kata Rukmini lalu menyerahkan sebotol kecil ramuan yang telah ia buat, setiap hari selama satu bulan kau akan meminum ramuan ini, sehigga staminamu akan terjaga.
__ADS_1
Terawan mengambil ramuan yang telah dibuat oleh Rukmini dan langsung meminumnya sampai habis, lalu mereka menuju ruang khusus Gayatri dan mengikat janji sebagai suami - istri.
Didepan beberapa orang kepercayaan Terawan yang telah di miinta datang lebih dulu oleh Gayatri, mereka mengikat janji Suami - Istri tersebut, seorang Empu keris yang telah bekerja pada Terawan adalah orang yang melaksanakan ritual itu sesuai petunjuk darii Gayatri.
Pertama Terawan dan Rukmini duduk berdampingan, dan empu tersebut membacakan titah.
Terawan Narapati, mulai hari ini aku Empu Tumiran akan menikahkan kau dengan Rukmini Sebagai pasangan yang sah, dan dengan diterimanya pernikahan ini oleh dirimu, maka segala yang terjadi pada Rukmini akan menjadi tanggung jawabmu sekaligus mengangkat Rukmini sebagai ratumu, sehingga semua perkataannya pada semua bawahan sama dengan perkataanmu, apa kau bersedia?, tanya Empu Tumiran.
"Aku Terawan Narapati, dengan penuh Kesadaran, bersedia menerima Rukmini sebagai istri dan Ratuku, dan mulai sast ini, nama Narapati akan tersemat dibelakang namanya, dan dia telah sah menjadi Rukmini Narapati", katanya dengan penuh keyakinan.
Terawan mengeluarkan stempel keluarga Narapati dan menyegel kertas tersebut.
Lalu Rukmini berdiri dan posisinya di gantikan oleh Gayatri. Ia mengeluarkan kertas yang sama dan langsung membacanya
"Dengan ini aku Rukmini Narapati, sekaligus Ratu Di Keluarga Narapati, akan mengangkat Gayatri sebagai selir dari suamiku, dan dengan ini nama Narapati juga akan tersemat dibelakang namanya, menjadi Gayatri Narapati", katanya dengan penuh keyakinan.
Rukmini mengambil stempel keluarga Narapati, dan menyegel kertas tersebut, dengan ini telah sah lah mereka sebagai Ratu dan Selir dikeluarga Narapati.
Setelah acara selesai, semua bersorak gembira, lalu mereka semua diminta untuj mempersiapkan hidangan untuk para bawahannya.
Malam ini akan kami adakan jamuan makan untuk kalian semua, persiapkan semua dengan baik, titah Rukmini pada semua bawahannya, dan mulai saat ini panggilan tuan muda tidak berlaku lagi pada kakang Terawan, tapi panggil ia dengan sebutan yang mulia, paham.
Semua bawahan Terawan hanya mengangguk.
Dan untuk panggilanku dan yunda Gayatri, juga berubah, panggil aku Ibu Ratu, dan yunda Gayatri dengan sebutan Nyonya Selir, dan beritau semua jangan sampai ada yang kembali memanggilnya tuan muda, karena saat ini kakang Terawan sudah beristri, paham.
Setelah semua pergi, tersisalah mereka bertiga.
"Yunda lakukanlah apa yang menjadi tugasmu, buat suami kita menjadi pria sejati, setelah mencium punggung tangan Terawan Rukmini pergi meninggalkan mereka berdua".
Tak ada rasa cemburu atau sakit hati, senyumnya tulus dan mengembang, setelah pintu tertutup mereka menuju peraduan.
Terawan menatap lekat wanita yang ada dihadapannya, pikirannya menerawang entah kemana, ia masih tidak menyangka akan memperistri nenek buyutnya.
"Apa yang kakang pikirkan, sudah saatnya kakang, lakukan tugasmu, katanya dengan senyum hangat.
*****
Kembali kesisi Deni
Berita acara besar yang dilakukan Mr Demonation terus menjadi buah bibir, seluruh akun media sosialnya menjadi overload, bahkan tim officer Mr Demonation sibuk mendata Warga ibu kota dan sekitarnya yang jumlahnya ratusan ribu atau mungkin jutaan orang.
Ditengah - tengah berita yang sedang trading, muncul lagi acara serupa yang dilakukan oleh Boni, salah satu musisi terkaya tanah air, ia merasa perlu membuat acara serupa seperti milik Mr Demonation, namun di lokasi berbeda.
*****
__ADS_1
Hal tersebut dilakukan di channel resmi milik Sahabat Boni Official.
Buat para fans saya ataupun yang tidak ngefans sama saya, saya akan membuat acara di Surabaya, semua hotel di Surabaya akan saya boking selama dua minggu, untuk merayakan hari ulang tahun Sahabat Boni yang ke 17 tahun, terima kasih buat semuanya namun saya hanya akan mengambil orang dari daerah Mojokerto dan sekitarnya, nanti dibuktikan dengan KTP ya, yang akan didata dengan tim saya, dan inget semua gratis, tis lo pada cukup bawa badan aja, mau bawa keluarga boleh, bawa pacar boleh, bawa selingkuhan yo sok monggo katanya sambil terkekeh, nah buat yang jomblo siapa tau dapat jodoh diSurabaya, ok sekian saja tunggu kabar berikutnya yang akan dilakukan oleh tim promosi saya.
Mendapati berita tersebut membuat jagat media kembali heboh, belum selesai hiporia milik Mr Demonation, kini kembali ada artis yang buat heboh satu Indonesia. Berbagai tanggapan dan komentar juga bermunculan.
"Beh acara tandingan dari Boni, kira - kira seruan kemana ya?", kata @masukpakeko.
"Alhamdulillah orang Mojokerto bisa dapet gratisan nginep dihotel, bang Boni saya bawa istri, dan anak saya ya", kata @maskaryook.
"Wuih acara tandingan yang menyenangkan, keren Bang Boni, belum pernah ke Surabaya nih aku, terima kasih bang Boni", kata @mirnamanis
Dan beragam komentar baik di kanal berita media online ataupun offline.
*****
Kembaki kekediaman Narapati, sudah hampir dua jam Terawan dan Gayatri mengurung diri.
Siang itu Terawan baru saja selesai menunaikan tugasnya sebagai seorang suami, terlihat senyum manis Gayatri mengembang, masih terlihat peluh di wajah cantiknya.
"Terima kasih kanda, kanda benar - benar lelaki hebat", pergilah temui dinda Rukmini, saat ini ia pasti menunggu kanda, kata Gayatri sambil mencubit manja perut suaminya.
"Aku yang berterima kasih dinda, aku tinggal ya, istirahatlah", kata Terawan sambil mengecup lembut kening Gayatri dan berjalan meninggalkannya.
Setelah pintu tertutup, Gayatri kembali menerawang, senyum bahagia terpancar dari wajahnya, hingga akhirnya ia tertidur dengan senyum yang mengembang.
Terawan bergegas mencari Rukmini, ia melihat Ratunya sedang melihat berita di televisi, ia langsung memeluk ratunya dari belakang.
"Maaf ya dinda, jika menunggu lama", kata Terawan.
Tidak apa - apa kanda, selsaikan dulu dengan yunda, dinda akan sabar menanti kanda, katanya sambil tersenyum.
"Urusanku dengan Dinda Gayatri telahh selesai, yang belum selesai adalah urusanku dengan Ratuku".
Ia langsung menggendong Rukmini menuju kamarnya, Rukmini bergelayut manja dipelukan suaminya.
"Baiklah kanda lakukan apa yang mau kanda lakukan, aku pasti akan berusaha membuat kanda senang", tambahnya.
Para pekerja menunduk hormat saat tuannya lewat, mereka tidak berani melihat tuannya hingga Terawan dan Rukmini tenggelam dibalik pintu.
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...