Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 92 - Pendekar Lembah Kematian


__ADS_3

Munculah sosok sepasang pendekar yang menatap tajam ke arah mereka, mereka terus menatap Deni dan Asep tanpa berkedip.


Pendekar lelaki itu mendekati mereka, siapa kalian berani sekali masuk ke wilayah kami, katanya dengan tatapan dingin.


"Kami hanya ingin berjalan terus menuju gerbang ke dua, kata Deni singkat."


Kalian manusia ya, pantas saja kalian bisa bebas berada dimana saja, aku jadi iri dengan kalian.


'Kami sedang terburu - buru, mohon maaf jika kami mengganggu tuan dan nona, kami mohon diri, kata Asep yang berusaha menghindari pertarungan.'


^Terburu - buru, siapa yang memberi izin kalian untuk lewat, kata pendekar wanita yang mulai buka suara.^


"Maaf nona jika temanku kurang sopan,tapi benar yang ia katakan, kami sedang terburu - buru, mohon kemurahan hati tuan dan nona, kata Deni sambil membungkuk hormat."


Sudah lama kami tidak memakan jantung manusia, dan sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan kami.


Mereka langsung menyerang Deni dan Asep secara brutal, sementara ini Deni san Asep hanya bisa menghindar sambil mengukur setinggi apa kemampuan sepasang pendekar itu.


Sudah hampir tiga puluh menit mereka bertukar jurus, pukalan dan tendangan mereka saling beradu, semakin lama semakin terlihat perbedaannya, sepasang pendekar yang awalnya menyerang dengan membabi buta mulai dapat di imbangi oled Deni dan Asep, padahal mereka belum dalam mode apapun, ternyata minuman dan latihan yang mereka jalani benar - benar mebuahkan hasil.


Sepertinya pendekar lembah kematian cukup kewalahan, mereka lalu mundur sejenak dan pendekar lelaki mulai bersiul, seketika gorila hijau dan gorila merah hadir dihadapan mereka.


*****


Goju dan Gome yang melihat kehadiran manusia di Lembah kematian menjadi hadir insting membunuhnya.


Kami memang tidak bisa melawan kalian, tapi apa kalian mampu lepas dari Goju dan Gome, kata pendekar pria sambil tertawa hahahaha


Mereka yang telah mendapat informasi sari Buto Rondo, memancing Goju dan Gome menjauh dari para pendekar pria, melihat Deni dan Asep yang di kejar para Goju dan Gome membuat kedua pendekar itu duduk santai sambil terus mengamati mereka.


Ketika sampai pada titik yang ditentukan dan jauh dari jangkauan pendekar lembah kematian mereka mengeluarkan beberapa sisir Pisang Emas dari ruang dimensinya, sontak Goju dan Gome sangat kegirangan, karena Pisang Emas adalah makanan para Dewa.


*****


Terima kasih atas kebaikan hati tuan berdua memberikan Buah Dewa pada kami, kata Goju perkenalkan namaku adalah Denawa, sedangkan aku adalah Danuwa kata Gome.


"Kami sengaja memancing kalian menjauh dsri sepasang pendekar tadi karena mereka mau merampas buah dewa, dan buah surga yang akan kami berikan pada kalian, kata Deni memprovokasi para Goju dan Gome."


Seketika Asep mengeluarkan Sekeranjang Buah Tin yang langsung membuat oara Goju dan Gome tersenyum merekah.


'Tapi selain kami diminta memberikan buah Dewa dan Buah surga kepada kalian, kami diminta mengantarkan nya juga ke Gerbang Kedua, tapi pasti sepasang pendekar tadi akan mengganggu kami, tambah Asep.'

__ADS_1


^Apa tujuan kalian adalah ke Lembah Jiwa, tempat Dewi Nandini? tanya Denawa.^


"Benar Nona Rondo yang mengirim kami, ia juga menitipkan salam pada kalian."


^Wah ternyata benar Nona Rondo menepati janjinya, baik biarlah kami yang akan mengawal kalian, tapi kami akan menghabiskan dulu Buah Dewa dan Buah Surga ini.^


'Tenang saja, kami membawa stok yang banyak sekali, dan ini aku juga membawa pil peningkat tenaga dalam tingkat kelima, dan ini adalah hadiah dari kami karena kalian sangat baik mau mengawal kami, kata Asep yang langsung mengeluarkan pil tingkat lima dan langsung diserahkan kepada Denawa.'


*****


Para Goju dan Gome merasa sangat senang, setelah mereka menghabiskan semua hadiah yang diberikan oleh Deni dan Asep mereka langsung membuat tandu dan langsung mengarak mereka berdua.


Melihat hal yang tidak bisa membuat sepasang Pendekar Lembah Kematian cukup terkejut, belum pernah ada kalangan jin yang bisa menjinakan para Goju dan Gome, tapi apa yang mereka lihat benar - benar ada di luar nalar.


*****


Disisi lain Buto Rondo langsung tersenyum, ia yang memperhatikan gerak - gerik Deni dan Asep kagum, mereka tidak cuma kuat tapi juga pintar memanfaatkan sesuatu, hanya satu yang menjadi pertanyaannya dari mana mereka mendapat Pisang Emas dan Buah Tin, karena buah - buah tersebut termasuk buah langka.


Mereka cukup menarik, sepertinya aku terlalu meremehkan mereka, aku akan tanyakan dari mana mereka mendapat buah - buah itu nanti di Gerbang Kedua.


*****


Kembali ke sisi Deni dan Asep


"Berhenti apa yang kalian lakukan Goju - Gome, bukankah mereka adalah manusia, dan pantang bagi manusia berada di lembah kematian?"


Para Goju dan Gome mengabaikan keduanya, mereka terus mengarak Deni dan Asep tanpa menoleh ke arah pendekar Lembah Kematian.


"Sepertinya kalian tidak sekuat yang kami kira, para Goju dan Gome yang legendaris ternyata hanya mahluk lemah, mau - maunya mengarak manusia rendah itu."


Denawa langsung memberikan pukula telak kepada pendekar lelaki itu, yang membuatnya muntah darah seketika.


^Jaga bicara kalian Amba, sebaiknya kau bawa ia menjauh dari sini Ambalika, berikan ia daun sirei, kami sedang dalam misi mengawal tamu Nona Ninda, jadi kalian jangan macam - macam.^


'Apa kau bilang? Manusia rendah ini tamu nona Ninda?'


^Sekali lagi jaga bicara mu Ambalika, atau kau akan bernasip sama seperti Amba.^


'Tapi bisa saja mereka berbohong pada kalian agar tidak di bunuh?'


Kami lebih percaya pada pembawa Buah Dewa dan Buah Surga dari pada percaya dengan kalian.

__ADS_1


'Apa buah Dewa, jangan bercanda kau Denawa.'


Denawa sengaja mengeluarkan Pisang Emas dan memakannya di depan Amba dan Ambalika, mereka berdua sangat terkejut karena Pisang Emas adalag buah langka yang sangat dicari para lelembut.


Belum selesai keterkejutan mereka, Danuwa sengaja mengeluarkan buah Tin dan memakannya di depan kedua pendekar itu.


"Amba yang terluka sampai buka suara, aapakah itu buah Tin? Buah surga yang melegenda?"


Apa sekarang kalian masih belum yakin jika mereka berdua adalah tamu nona Ninda.


Mereka berdua terdiam menatap Deni dan Asep.


Asep yang iba pada kondisi Amba memberikan pil penyembuh tingkat lima.


(Maaf tuan Amba, ini adalah pil penyembuh, mungkin tidak terlalu kuat tapi semoga ini bisa membantu memulihkan luka tuan Amba.)


Melihat sekantung pil tingkat lima yang diberikan begitu saja membuat Amba dan Ambalika semakin terkejut.


Tuan apa kau serius memberikan pil - pil berharga ini pada kami?


(Apa aku terlihat bercanda, tapi jika tuan tidak berkenan biar aku...)


Belum sempat Asep menyelsaikan kata - katanya Amba dan Ambalika lengsung menyambar pil - pil itu san mencoba menetralkannya


(Kalian tidak perlu menetralkannya, sudah tinggal minum, kata Asep sambil tersenyum.)


Keduanya saling pandang, mereka seperti me dapat rezeki nomplok, pil - pil tingkat lima yang sudah di netralkan.


Setelah meminum pil - pil tersebut mereka membungkuk hormat pada Deni dan Asep, mereka juga meminta maaf jika sudah berani mengganggu perjalanan mereka.


Sebagai ucapan terima kasih Amba dan Ambalika meminta izin untuk mengawal mereka sampai gerbang kedua.


"Jika itu tidak merepotkan kalian, aku mau saja, tapi jika nantinya malah jadi beban sebaiknya jangan, cukup para Goju dan Gome yang mengawal kami, kata Deni singkat."


Kami tidak merasa terbebani tuan, maafkan kami yang tidak mengenali tamu nona Ninda, hal ini kami lakukan dengan senang hati, suatu kehormatan bisa mengawal tamu nona Ninda kata Amba sambil membungkuk hormat.


Bersambung...


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan

__ADS_1


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2