
Semua sudah menjadi suratan kita, orang - orang disini berjuang dengan semua sumberdaya yang ada, apa kau akan diam saja, mari kita tentang bersama aturan itu, dan mencegah kehancuran lebih banyak lagi, mari kita berjuang bersama anakku, sebelum semuanya terlambat, masih ada waktu sebelum prabu Hayam Wuruk dibangkitkan.
Disini aku akan mendampingi kalian dengan anak - anakku, dari samping Batara Ismaya, keluat kepulan asap yang membentuk sesosok Tubuh, Gareng, Petruk dan Bagong keluar.
Hai cah piye kabare, ayo ndang mangan sek.
"Kon iku otekke mek mangan tok, piye jal"
Nak gak mangan luwe cak, gak iso mikir.
Dan percakapan mereka menjadi sorotan oleh para pemimpin lima matra.2
*****
Mereka tidak berubah sepertinya memang para pelindung tidak bisa serius, melihat Deni, Asep dan Bara mereka juga selalu bersikap konyol, lalu para sabdo palon itu.
Ayo anak - anak semua sudah hadir, kita harus bergerak sebelum Narapati itu bergerak. Kala kita atur semuanya nanti kita buka portal waktu bersama - sama, tapi ingatlah bahwa kita kembali kemasa lalu hanya untuk mencari tau bagaimana cara menaklukan pusaka Kyai Gajah.
Jangan merubah sejarah, pikirkanlah baik - baik, karena dua temanku itu punya rasa kemanusiaan yang tinggi, aku khawatir mereka akan banyak merubah sejarah.
Eh Bos Deden, Ki Encep lo pada denger kan, jangan ngerubah sejarah, disana kita akan dihadapkan pada perang dan perebutan kekuasaan, jadi bersikaplah dengan bijak.
"Jadi saat terjadi kekerasan didepan kita, kita harus diam gitu?"
Mau gimana lagi, kita gak boleh merubah sejarah, nanti kita akan ditemani oleh Sabdo Palon yang akan membantu kita selama berada dikeraton Majapahit.
Persiapkan semuanya, kita bagi tugas ya disini para DENHARIN dan Intel Khusus akan terus memantau dan melaporkan pergerakan Narapati, kami juga sedang berusaha untuk terus mencari Musa karena biar bagaimanapun ia adalah kunci bagi kita menemui Terawan Narapati.
*****
Disaat semua sedang berdiskusi dari langit terdengar lengking suara kuda, Nyai Roro Kidul datang dan bergabung.
__ADS_1
Semua orang memberi hormat pada penguasa pantai selatan itu, ia langsung bergabung bersama bapak Prabowo, dan juga Sultan Hamengkubuwono IX sepertinya perang besar akan segera terjadi.
Kanjeng Ratu, Kanjeng Sultan para DENHARIN memberi hormat. Mereka menyerang Jogja, yang jadi masalah orang - orang yang menyerang telah dihipnotis dan dihilangkan ingatannya yang mereka pikir hanya membunuh, namun masih dalam kategori ringan, karena setelah ditangkap mereka masih sadar
Saat ini mereka semua ada di Istana Laut Selatan, mereka seperti orang linglung, yang aku tidak habis pikir ia bisa menghipnotis dan menggerakkan ratusan orang, ini benar - benar diluar akal manusia, kita harus segera mencari solusinya.
Menurut informasi mereka ada di Surabaya, mereka akan bergerak menuju Trowulan - Mojokerto, mereka bergerak dari daerah Gunung Anyar, konon Gunung Anyar adalah sebuah undukan tanah yang tertanam dibawah, menurut kata sesepuh desa Gunung Anyar itu sangat luas, jika diruntuk luasnya meliputi area rungkut Industri, lalu daerah Keputih dan Gunung Anyar itu sendiri.
Disana sering terjadi fenomena aneh, aku rasa mereka mengincar sesuatu pada fenomena tersebut. Tim saya telah mengawasi area itu sejak lama, tentang asap yang tiba - tiba keluar entah dari mana, dan juga getaran lindu yang sering terjadi.
Menurut para sesepuh desa ada pusaka milik pendiri daerah Gunung Anyar, biarpun bukan yang terkuat tapi benda itu adalah salah satu peninggalan dari Syeh Subakir yang memaku pulau Jawa.
Menurut informasi mereka juga berencana melakukan hal gila, mereka akan mencabut paku Pulau Jawa, kalian lasti sudah mengerti jika sampai paku Pulau Jawa di cabut maka bencana besar bukan hanya terjadi di tanah Jawa tapi juga di seluruh Nusantara.
Tapi tidad ada orang yang tau dimana Paku Pulau Jawa, kata Asep yang mulai buka suara.
Sama seprti Gayatri, tidak ada yang tau dimana makamnya, namun kini ia telah dibangkitkan kembali tambah Batara Ismaya, nak sesuatu yang terlihat belum tentu dia ada, sama sesuatu yang tidak terlihat biasanya ia dekat dengan kita, tambahnya
*****
Deni, Asep, dan Barra akan pergi ke Surabaya, selidiki kebenaran tentang Gunung Anyar, sementara para pemimpin lima matra memperketat penjagaan disemua lini, dan juga titik - titik vital, lalu para bangsawan langit bergerak ke Gunung Tidar dan Juga Trowulan, laporkan semuanya secara detail dan pastikan kita semua saling terhubung.
Aku, Kanjeng Ratu Kidul, Sultan Jogja dan juga pemimpin lima matra akan membuat pertahanan utama di Mall Kasablanca, aku juga sudah memasang pagar gaib pada radius sepuluh kilo meter.
Nanti setelah informasi terkumpul itu akan menentukan siapa saja yang harus pergi menuju Keraton Majapahit.
*****
Jadi kita mencari informasi terlebih dahulu.
Benar nak Asep, kita kumpulkan informasi sebanyak kita bisa terutama tentang Gunung Anyar dan keberadaan pusaka peninggalan Syeh Subakir. Konon pusaka itulah yang akan menjadi kunci untuk mencabut Paku Pulau Jawa.
__ADS_1
Ingatlah kita berhadapan denga dua ahli siasat perang terbaik, jangan sampai kita terjebak dan masuk kedalam permainannya.
Akhirnya setelah semua disepakati para pemimpi lima matra menghubungi devisi masing - masing, mereka memberi perintah untuk lebih meningkatkan pengamanan diobjek - objek vital, mereka juga meminta tim untuk membangun markas sementara di Aula Mall Kasablanca.
Batara Ismaya dan Kanjeng Ratu Kidul membuat prisai gaib disekitar tempat itu, baiklah kami bergerak.
*****
Deni, Asep dan Barra bergerak ke Surabaya, tidak disangka masalah dengan bekas teman mereka memberi dampak buruk bagi semuanya, mereka masih memikirkan semua kemungkinan, mereka masih berbicara didalam pikiran mereka.
Jadi gimana nih, bang kan lo dewa Waktu sudah bisa pakai kemampuan boleh dong kembali kemasa sebelum penyerangan.
Gua masih mau fokus untuk membawa kita kekeraton Majapahit dan itu butuh tenaga yang tidak sedikit apa lagi gua bawa lo pada, tapi hal itu uda gua pikirin kok
Ya sudah sekarang kita istirahat dulu, perjalanan ini makan waktu sekitar delapan sampe dua belas jam, baiknya kita tidur.
Akhirnya mereka memutuskan untuj beristirahat, terlihat Asep dan Barra telah tertidur, sementara Deni masih terus melambungkan pikirnya, ia juga bertanya dalam hati, apa yang membuat Musa sampai bertindak diluar batas.
Padahal mereka adalah teman seperjuangan, seandainya ia mau kembali pasti gua akan terima lo bro kata Deni dalam lamunnya,
semakin lama Deni mulai merasakan kantuk menyerang dirinya, ia akhirnya tidur menyusul yang lain
Bersambung....
*****
Catatan mohon maaf pada para pembaca Authornya baru bisa update, karena kemarin authornya sakit, ini sudah mulai membaik, mohon doanya ya agar Authornya bisa cepet sembuh..
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...