Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 14 - Hancurnya Kelompok Tapak Sakti 3


__ADS_3

Cerita ini adalah karya fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama tokoh, pelaku atau tempat kejadian semua hanyalah kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan, terima kasih...


***


Kembali kesisi Deni


Kini Deni dan ki Prana saling berhadapan, ki Prana sudah tidak lagi ramah wajahnya merah padam, tapi ia berusaha tetap tenang dan mencoba mengukur sejauh mana kemampuan Deni, karena hanya dua orang mampu menghancurkam kelompoknya hanya dalam waktu kurang dari setengah hari, jelas kemampuam keduanya ada di atas rata - rata itulah yang membuat ki Prana tidak mau gegabah menghadapi Deni, ia pun masih menahan kemampuam sesungguhnya, ditambah mereka.telah menyerap kekuatan anggota kelompol tingkat kesatria jin ke atas, semakin membuat mereka berdua bertambah kemampuannya, ditambah tidak ada rasa takut pada diri mereka berdua dan kesan menyepelekan menandakan mereka berdua adalah pendekar pilih tanding.


"Pak gimana mau berkelahi gak atau mau menyerahkan nyawa dengan suka rela celetuk Deni yang membuyarkan lamunan ki Prana."


Sebenarnya ki Prana sendiri ada diposisi bangsawan Iblis tingkat 1, tapi ia masih tidak bisa mengukur kemampuan Deni, yang terukur hanyalah Deni berada ditingkat raja jin puncak, namun hal itu mustahil, sekaliapun ada lima raja jin puncak menyerang bersama kelompok tapak sakti pasti akan tidak akan berakhir secepat ini, kata ki Prana kembali larut dalam lamunnya.


"Lama ya ni bapak, ya sudah deh gua mau ngerokok dulu ya, asem nih mulut belum menghisap sebatang rokokpun kata Deni santai."


Ki Prana terus memperhatikan Deni, sambil mulai meningkatkan auranya...


"Heeem baru juga mau ngidupin rokok, sudah mau mulai aja, tadi ditanyain diem - diem bae, tapi ya sudahlah gua jabanin lo, Deni kembali meningkatkan auranya, dan langsung menggunakan pelindung tingkat ketujuh, seketika auranya lebih mendominasi dan mulai menekan ki Prana."


Sepetinya kau memang berada diposisi bangsawan iblis, kata ki Prana sambil memulai serangannya, kini aku tidak akan ragu lagi untuk menyerangmu... ki Prana mencabut pedang darahnya, dan langsung menggukan jurus tingkat lima...


Pedang darah tingkat lima, hujan darah kematian, seketika aura merah pekat menyelimuti pedang darah dan merubahnya menjadi jarum - jarum halus yang langsung menyerag Deni.


****

__ADS_1


Dirumah Deni


Susilo, Gayatri serta yang lain masih terlihat berdiskusi mencari solusi terbaik untuk masalah yang sedang dihadapi, tiba - tiba, kyai Jabat hanya menggeleng pelan, sementara Gayatri dan Susilo merasakan aura pedang darah, merek patut khawatir karena bukan hal mudah berhadapan dengan Jurig Getih, biarpun buka pusaka terkuat Jurig Getih tidak bisa dipandang remeh.


Kyai bisakah, belum selsai Susilo bicara kyai Jabat paham kekhawatirannya, mereka mendekati cermin besar dirumah Deni, seketika saat kyai Jabat mengibaskan jubahnya terlihat jelas Deni dan ki Prana sedang bertukar jurus.


"Apakah itu Deni anak kita? Kata Gayatri pada suaminya, ia melihat aura megah yang terpancar dari tubuh anaknya, apakah mungkin... inikah tubuh sempurna itu, kata Gayatri dalam hati."


Yang membuatnya takut, Deni dan seorang lagi sedang ada ditumpukan mayat kelompok tapak sakti, seseorang bertopeng perak itu terlihat santai menyaksikan Deni bertarung dengan ki Prana sementara orang tersebut hanya bersantai sambil menikmati sebatang rokok, dan yang membuat perhatian Gayatri dan Susilo adalah golok yang dipegangnya mirip dengan golok setan namun dengan penampilan yang lebih panjang dan juga aura yang lebih lembut...


****


Kembali kesisi Deni


Deni membentuk prisai tenaga dalam tingkat ketujuh, seketika hujan darah kematian berbenturan dengan prisai tenaga dalam menimbulkan riak tenaga dalam yang cukup besar, bekas ledakannya juga menimbulkan lubang yang sangat besar, ki Prana tersenyum senang karena yakin saat ini lawannya pasti mati, sebab belum pernah ada orang yang bisa lolos dari hujan darah kematian, akhirnya selsai juga, namun ia dibuat terkejut ketika debu mulai menghilang, perlahan tapi pasti sesosok tubuh berdiri dengan santainya sambil bergeleng pelan. Gua kira kekuatan lo sebesar apa kata Deni menambahkan...


****


Sebuah ledakan terjadi begitu kerasnya, sampai - sampai melontarkan batu batuan hingga jarak satu kilo meter, bahkan beberapa drone dan kamera yang dipasang pada jarak lima ratus meter ada yang pecah terkena lontaran batu tersebut.


"Ledakan apa tadi, kata kapten polisi, ledakannya berasal dari arah markas kelompok tapak sakti kata kapten tentara, ini merupakan ledakan yang sangat besar, bahkan daya lontarnya sampai lebih dari satu kilo meter."


'Aaapa satu kilo... kapten polisi hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, lalu ia memutar kembali tangkapan video yang terekam oleh drone.'

__ADS_1


Ia melihat ki Prana ketua inti kelompok tapak sakti sedang bertukar jurus dengan pendekar topeng emas, setelah beberapa saat akhirnya ki Prana membuat gerakan aneh, dan sesaat kemudian ia melontarkan jarum - jarum halus dan menyerang pendekar topeng emas, pendekar topeng emas tidak kalah sigap, ia membentuk prisai dengan sinar biru yang menyelimutinya, tapi sesaat sebelum serangan itu benar - benar mampu mengenainya, tubuh pendekar topeng emas seperti tersedot kedalam sesuatu.


"Apa itu kata kapten tentara yang menatap bingung dengan apa yang dilihatnya, lalu ledakan besar terjadi setelahnya, pantas saja kita selalu kalah, mereka semua bukan manusia kata kapten tentara menambahkan"


'Jadi bagaimana sebaiknya kapten?'


"Kita lihat dulu perkembangannya, karena seperti yang saya katakan sebelumnya, kita masih belum tau untuk siapa pemuda topeng emas itu bekerja, kata kapten tentara kepada semuanya."


****


Kembali kesisi Deni.


Ki Prana benar - benar terkejut dengan apa yang dilihatnya, untuk membuat hujan darah kematian sudah menguras setengah tenaganya, sebenarnya sampai sejauh mana kemampuan anak ini kata ki Prana dalam hati.


"Baik lah sekarang giliran gua ya pak, gua juga gak akan menahan diri lagi, seketika aura ditubuh Deni meningkat, aura biru megah dan aura merah menyala menghiasi tubuhnya, mode Halimun tingkat satu, Deni memegang pedang cahaya langitnya, Deni juga mengalirkan tenaganya kedalam pedang cahaya langit, Deni bergerak cepat kearah ki Prana, ki prana yang tidak siap memghindar hanya mampu membentuk prisai tenaga dalam, pedang langit tingkat sembilan Cahaya Surga Pemecah Kegelapan, seketika sinar biru menyilaukan menyinari tempat tersebut, riak tenaga dalam kembali pecah, ledakannya dua kali lebih besar dari ledakan pertama, bahkan daya lontarnya lebih dari dua kilometer, beberapa drone dan kamera yang ada juga ikut hancur, beberapa kendaraan polisi dan tentara sampai rusak dan bergeser, sisa ledakannya meninggalkan lubang yang jauh lebih dalam, dan ki Prana terdiam dan tak mampu bergerak."


Dan beberapa saat kemudian, darah segar tersembur dari tubuh ki Prana, tubuh ki Prana terbelah menjadi empat bagian, semua yang melihat menatap ngeri kejadian tersebut, ya hari ini kelompok tapak sakti hancur ditangan dua orang pemuda, kelompok teror yang meresahkan masyarakat, hancur dengan cara yang mengenaskan.


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,

__ADS_1


Vote dan


Tambahkan ke favorite dan bagikan cerita ini keteman - teman agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2