Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 38 - Latihan Untuk Deni dan Asep


__ADS_3

Pagi itu didunia bawah suasana cukup riuh, keadaan istana dasar bumi ternyata cukup riuh, tapi hari itu akan jadi hari yang panjang untuk Deni dan Asep.


Para pengawal datang menjemput Deni dan Asep, mereka didampingi langsung oleh komandan perang tertinggi dari kerajaan Dasar Bumi.


****


Perkenalkan namaku adalah komandan perang Singa Dipa dari Kerajaan Dasar Bumi, aku yang akan mengawal kalian menjalani hukuman dari yang mulia.


ia datang bersama maha patih Giyana.


"Singa Dipa adalah komandan perang tertinggi dari Kerajaan Dasar Bumi, yang mulia sengaja memberikan tugas khusus untuk menemaniku mendampingi kalian dalam menjalani hukuman, kata Giyana Menambahkan."


Apa komandan perang tertinggi, Asep dan Deni saling pandang, kenapa sampai menugaskan komandan perang tertingginya, katanya kemarin hanya hukuman ringan, Asep dan Deni mulai merasa ada yang janggal, tapi mau bagaimana lagi akhirnya mereka mengikuti para pengawal menuju ruang khusus hukaman.


****


Setelah berjalan cukup lama, tibalah mereka didepan pintu batu yang cukup besar, komandan Singa Dipa memberikan isyarat pada para pengawal penjaga, mereka lalu membuka pintu batu.


Ketika pintu batu terbuka mereka dihadapkan pada kolam berisi Lava yang sangat panas, ditengah - tengah kolam lava terdapat dua besi untuk mengikat kaki, mereka berdua bergedik ngeri melihat pemandangan tersebut.


Kita sudah sampai kata maha patih Giyana.


"Hah sudah nyampe nih, kita mau diapain nih, jangan bilang kita mau disiksa didalam lava itu kata Asep."


Disiksa didalam lava itu, sepertinya menarik kata Giyana yang memberi isyarat pada para penjaga, seketika rantai diatas turun bergerak kearah Deni dan Asep dan langsung mengunci kedua kaki mereka.


"Loh kok gini mbak, eh nona, jangan bercanda dong, kata Deni."


Aku tidak bercanda, tadi aku sedang berpikir untuk memberikan hukuman, tapi penguasa tanah itu sudah memberikan ide, dan itu patut dicoba kata Giyana dengan santai.


"Loh kok gua ikutan juga, hadew gara - gara lo ni Cep, gua belum mau mati Cep, si Encep aja mbak yang dimasukin situ ikhlas gua mbak, hadew mbak tolong mbak, belum kawin gua mbak."


'Parah lo bos, gua juga belum kawin bos, si Mayang belum sempet gua apa - apain, mbak tolong jangan becanda mbak, kata Asep dengan wajah ketakutan.'


Deni dan Asep mencoba berontak dan melepaskan diri dari rantai yang mengikat mereka."


Itu adalah rantai pengikat energi, semakin kalian berusaha melepaskan diri, maka rantai itu semakin kuat mengikat kalian, tenaga kalian akan diserap oleh rantai itu jadi semakin besar kalian mengeluarkan tenaga maka rantai itu akan semakin kuat kata Giyana yang langsung duduk santai sambil menikmati teh bersama Singa Dipa.


****


Wah gak bener ini, ini gak benerankan, eh cewek demit jangan becanda dong, Deni mencoba menyerang Giyana dengan tenaga dalamnya, tapi seperti yang telah dijelaskan Giyana, tenaganya langsung netral dan membuat rantai penghisap energi semakin kuat membelenggu mereka.


Perlahan rantai penghisap energi naik hingga membuat kepala mereka berada dibawah.


Biarin aja cewek demit yang penting cantik, kata Giyana sambil menjulurkan lidahnya kearah Deni dan Asep.


Jujur ini adalah pekerjaan paling menyengankan yang pernah diberikan oleh yang mulia, bukan begitu komandan Singa, yang dijawab anggukan oleh Komandan Sianga Dipa.


****


Maha patih benar, komandan Singa ikut mempropokasi Deni dan Asep.


'Bener mata lo soak, hadew gak bener ini, bos maafin gua ya bos kita harus mati dengan cara begini.'

__ADS_1


Deni dan Asep akhirnya melunak, sekeras apa mereka berusaha lepas tetap saja tidak akan berhasil.


Tiba - tiba rantai diturunkan dengan sangat cepat, mereka berdua berteriak sekencang kencangnya...


Waaaaa.... Aaaahhh... tolong wooiii siapa aja tolongin kita, teriakan mereka bahkan memancing para penjaga dan prajurit yang ada ditempat itu,


Biiyuuuur...


Biiiyuuuuur....


Kedua orang itu langsung masuk kedalam lava gunung berapi, cukup lama mereka direndam dalam api lava itu.


Setelah lima belas menit, rantai diangkat kembali, tubuh mereka tetap utuh tanpa luka.


"Bagaimana rasa berada didalam lava itu, sangat enak dan nyaman bukan? Kata Giyana kembali meledek dan memprovokasi mereka berdua."


Enak mata lo soak, rasanya badan gua kaya dikuliti hidup - hidup tau.


Oh gitu, baiklah untuk semua prajuri karena suasana hati kami sedang baik, perintahkan koki terbaik kita masak makanan yang enak, aku perintahkan kalian menemani kami menyaksikan para bangsawan langit disiksa, sontak hal itu membuat para prajurit yang berada disitu bersorak gembira.


"Cewek demit sialan lo, awas aja kalo gua lepas dari tempat ini, gua bales lo, kata Deni dengan wajah penuh amarah."


Oh gitu mau bales ok, turunkan dengan kecepatan penuh. (Baik maha patih)


Seketika rantai tersebut langsung meluncur kembali kini dengan kecepatan tiga kali lipat yang langsung melempar mereka kembali kedalam lava pijar.


Bangsaaat, haaaaaaa


Biyuuuur....


Biyuuuuur....


Mereka kembali masuk kedalam lava pijar gunung merapi.


Hal tersebut terjadi setiap lima belas menit sekali, lima belas menit didalam lava pijar, lima belas menit mereka berada diatas.


"Sudah bos jangan ngomong lagi bos, malah makin ribet bos, kata Asep mengingatkan Deni, mereka melihat maha patih Giyana, komandan Singa dan para prajurit duduk santai sambil menikmati makanan mereka."


Sue para demit itu, dikata piknik apa ya, bahagia banget mereka disitu nontonin kita disiksa kata Deni dengan tatapan sinis.


Hey penguasa air, kok lihatin gua gitu, belum pernah lihat demit cantik ya, awas naksir sama demit cantik ini lho, kata Giyana kembali meledek mereka.


Ayo para prajuti - prajuritku, tunjukan kekuatan terbaik kalian, gunakan kekuatan penuh yang kalian punya untuk menyiksa mereka, mereka adalah para bangsawan langit kata Giyana, yang dijawab penuh semangat oleh para prajurit ditempat tersebut.


"Gua kata juga apa bos, sudah bos dari pada tambah runyam bos, mending lo diem."


'Gua akuin kita salah Cep tapi ya gak begini juga,


Haaaaaa sssiiitt


Waaaakkk aaaakkkkhhh


Byyuuuur...

__ADS_1


Byuuurrr...


Mereka kembali masuk kedalam kolam lava. Hal tersebut terjadi hingga sore hari.


****


Maha patih Giyana mendekati Deni dan dan Asep yang tergeletak lemas dipinggir kolam lava.


Nah sekarang lo gua lepas, katanya mau pukul hayo kalo berani, Giyana berdiri di depan mereka dan menatap mereka dengan senyum mengembang, wah ternyata hanya segini kemampuan bangsawan langit.


"Deni menatap Giyana dengan tatapan kebencian, seluruh tubuhnya sudah lemas dan tidak bisa digerakkan."


Bersihkan diri kaliam lalu kalian akan diberi makan, selama hukuman kalian berdua akan tinggal disalah satu ruangan disini kata Giyana.


Baiklah para prajurit, sampai disini dulu bersenang - senangnya, kita sambung besok lagi, tugas ini akan berlangsung selama sebulan, jadi besok pagi kalian persiapkan makanan yang lebih banyak untuk kita, jika sampai kurang kalian akan menemani para bangsawan langit itu.


"Baik maha patih, kami tidak berani yang dijawab serempak oleh para prajurit penjara istana dasar bumi."


Mereka membawa Asep dan Deni kedalam kamar mereka, dimeja terdapat hidangan, setelah membersihkan diri kalian bisa makan hidangan itu kata salah satu prajurit yang mengawal mereka, mereka dibiarkan tergeletak didalam ruangan itu.


Gua lemes banget Cep, gila itu cewe demit bener - bener sadis, dikira kita ini teh celup apa ya, oh iya den kita keruang dimensi kita aja yok, disana ada pil penguat tenaga, biar kita cepet pulih.


"Iya bos gua juga mikir gitu, mereka mencoba masuk kedalam ruang dimensi mereka tapi tidak berhasil, sekuat apapun mereka berusaha mereka tetap tidak bisa pergi keruang dimensi mereka, kini tenaga mereka makin terkuras."


Pasti ada yang salah, kenapa gua gak bisa keruang dimensi gua ya kata Deni.


"Gua juga sudah usaha bos, tapi gak bisa bos, ini pasti ada apa - apanya."


****


Tak lama Giyana berdiri dan berbicata diluar pintu.


Gua lupa bilang, penjara tingkat kesembilan ini letaknya benar - benar di inti bumi, ini adalah penjara khusus dan penjara ini sudah dilindungi oleh segel khusus yang langsung dilakukan oleh yang mulia, jadi kalian tidak akan bisa pergi keruang dimensi bangsawan langit, ini adalah penjara dengan keamaanan tingkat tertinggi dan terbaik di istana dasar bumi, kata Giyana santai. Jadi gua saranin jangan coba - coba ya atau kalian akan makin tersiksa.


"Sue bener dah kata Asep dan Deni bersamaan." Butuh waktu lebih dari dua jam untuk mereka bisa bangkit dan menyantap makanan yang disediakan, tak lupa mereka juga memakan buah iblis, seketika tenaga mereka kembali pulih."


Baiknya kita istirahat aja dulu bos, sambil kita pikirin gimana cara keluar dari tempat ini, kata Asep.


"Lo bener Cep, percuma kita gak bisa berbuat apa - apa disini, awas aja cewek demit itu, setelah hukuman ini selsai, gantian gua siksa dia."


Malam itu menjadi malam yang oanjang untuk deni dan juga Asep, mereka langsunh tertidur, karena hari panjang yang mereka lalui...


Bersambung


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,


Vote dan


Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2