
"Lakukan saja perintah kami, atau kalian akan menyesal, kata Naga Petir dengan sedikit mengancam.
Dengan terpaksa Deni dan Asep akhornya masuk kedalam penjara jiwa, disana tidak ada apa - apa, hanya gelap, kita tudak tau kapan siang ataupun malam, sehingga kita tidak bisa tau berapa lama kita ada disana, namun disitulah sisi pisikologi manusia di uji, dimana dalam gelap semua ilusi bisa tercipta, ilusi dari apa yang menjadi ketakuan manusia itu sendiri, disinilah sisi baik dan buruk manusia menentukan.
Ketika para naga mulai menutup pintu penjara jiwa, disitulah ujian sesungguhnya baru dimulai.
*****
Disisi Deni
"Oh jadi ini penjara jiwa, tidak terlalu buruk, lagiankan gua cuma disuruh diam, gua pake tidur aja beres, hehehe untung gua jenius hahaha, katanya dalam hati.
Deni mulai berusaha memejamkan matanya, lagi pula tidur dalam gelap adalah kebiasaannya tidak sulit baginya untuk segera tertidur.
Ketika ia mulai terlelap dalam tidurnya, ia menuju sisi bawah sadarnya, disana ia melihat dirinya sendiri disebuah ruang latihan, tidak ada yang istimewa, hanya sebuah tempat latihan.
"Akhirnya lo dateng juga manusia lemah, kata orang yang menyerupai dirinya.
Deni menoleh ke kanan dan ke kiri, ia juga melihat ke arah belakangnya.
"Apa orang ini ngomong sama gua, sue nih orang cari gara - gara, katanya mencoba tenang.
"Memang lo pikir gua ngomong sama siapa lagi bego, lu gak cuma lemah ya tapi juga bego
"Apa dia tau isi hati gua, sue ni bocah, gua neri pindah alam lo.
"Bocah, bocah, bacot lo bangsat, gua itu sisi gelap lo, gua yang seharusnya menempati bangkai berjalan itu, bukan lo lemah.
Sisi gelap Deni langsung menyerang tanpa pemberitahuan, buuuggghh.... sebuah pukulan telah menghantam kepala Deni, sontak hal itu membuatnya terjungkal sampai beberapa meter.
"Sudah gua duga lo itu lemah, mampus lo sekarang, katanya terus berusaha memprovokasi Deni.
Buuuuuuggghhhh..... Baaaammmmmmm.... Buuuugghhhhh.....
Pukulan dan tendangan terus mendarat mulus ditubuh Deni, Deni yang tidak siap berusaha membuat pertahanan sebisanya.
"Lumayan juga si lemah ini, gaoi sebenyar lagi lo akan pindah alam, dan gua yang akan menempati jasad itu, Assseek gua main - main dulu.
Ia terus menyerang Deni dengan membabi buta. Deni mulai mengatur langkah dan serangannya, beberapa pukulannya mulai terarah dan tepat mendarat di kepala sisi buruknya buuuuggghhhh...
Sisi buruk Deni akhirnya terpental beberapa meter, tak sampai di situ Deni berusaha terus melakukan tekanan.
*****
Disisi Asep.
Hal yang sama juga terjadi pada Asep.
Asep yang memutuskan untuj tertidur, malah bertemu dengan sisi gelapnya, tidak jauh berbeda dengan Deni, Asep yang mendapat serangan mendadak, hanya bisa membuat pertahanan.
"Cih segitu doang, gua kasih paham sama lo ya, gelar dukun sakti itu terlalu lebay, seluruh dunia pasti akan ketawa, kalo dukun saktinya mati disini, dan gua akan ambil jasad lo.
Sue nih, gua kira ini becandaan, gak taunya beneran ****** ini orang, katanya yang mulai bisa mengatur tempo serangan trang, trang bunyi pedang yang saling beradu, baik Asep ataupun sisi biruknya tidak ada yang mau mengalah, keduanya bahkan membuat sayatan di lengan kiri dan kanannya.
"Lumayan maneh nyak, Kadie aing gedik sia, (luamayan juga lo ya, sini gua beri/tonjok lo ya).
"Sue kayaknya tadi gua ada dipenjara jiwa, lah kenapa sekarang gua berurusan sama orang saraf ini, mana mirif banget sama gua, ****** ni bocah.
"Eh saraf, lo sama gua itu sama, gua ya lo, lo ya gua, kita itu satu, nah bedanya lo itu lemah, lo itu naif jadi mending sekarang gua yang nempati jasad lo, lo baek² deh di sini ya ok, kata sisi buruk Asep sedikit mengejek.
"Paham gua, jadi lo sisi buruk gua ya, oh ternyata jahat juga ya gua, katanya dalam hati.
"Paham sekarang lo, buuuuggghh, sebuah pukulan telak mendarat mulus di kepala Asep.
Hal tersebut membuat Asep terpental hingga beberapa meter, bahkan bibir sebelah kanannya sampai berdarah.
"Tuh maneh masih ntek percaya, sudah cicing didiyek nyak, maneh teh lemah. (Tuh kamu masih tidak percaya, diem aja disini yq, kamu itu lemah)
Sisi buruk Asep terus memprovokasi Asep, sementara Asep masih berusaha memperbaiki kuda - kudanya, ia mencoba menggunakan tenaga dalamnya namun tidak berhasil, sebaliknya sebuah serangan yang sangat ia kenal kembali menghantam tubuhnya.
Buuuuugghhhh..... baaaammmmmm pukulan tekuk bumi, mendarat mulus hal tersebut sampai membuat Asep muntah darah.
__ADS_1
"Kenapa malah gua yang kena, kata Asep semakin bingung.
"Disini gua yang punya kuasa, lo gak bisa apa - apa, jadi kita Akhiri saja ya katanya terus mengejek Asep.
*****
Disisi Deni
Keadaan Deni juga tidak kalah buruk, ia sudah muntah darah dua kali, saat ini ia hanya bisa menghindar tanpa menyerang.
*****
Disisi Jasmin dan Mayang.
Dua wanita ini entah kenapa merasa gelisah.
"Yunda apa kau merasakan hal yang sama denganku? Kata Mayang berkata pada Nis Sumbaga.
"Benar Dinda, kanda Deni tidak bisa dihubungi, bahkan dengan gelang pemberian dari bidadadi kuning itu.
Semua yang ada ditempat itu merasa kasihan, hingga akhirnya Batara Ismaya membuka suara.
"Mereka ada di penjara jiwa, katanya singkat.
Kanjeng Ratu Kidul sampai membelalakan matanya.
"Apa, bukankah mereka berlatih bersama empu Jatmiko, bagaimana bisa mereka ada di penjara jiwa?
"Mereka tidak dilatih empu Jatmiko, tapi langsung oleh para naga, tambahnya sambil menggeleng.
"Lalu apa mereka bisa bertahan tuan Ismaya, kata Jasmin dengan nada cemas.
"Ada kepasrahan jiwa, pasrahkan semuanya pada sang pencipta, saat ini mereka sedang berhadapan dengan sisi buruknya.
"Lalu apakah kita tidak bisa membantu? Bagaimana jika mereka gagal?, tanya Mayang yang tak kalah cemas.
"Mereka akan terpenjara selamanya disana, sama seperti ajian Tarik Jiwa dan Jerat Jiwa, sisi buruk merekalah yang akan menguasainya.
Bisa, aku bisa mengirim ruh kalian kesana, tapi hanya sesaat, jika terlalu lama, kalian juga akan terkurung disana.
(Kirim kami kesana sekarang, kata keduanya bersamaan).
"Sepertinya zaman memang sudah berubah ya, tapi apa kalian siap menerima resikonya jika gagal.
"Kakang Deni sedang berjuang, akan tidak baik jika aku diam saja, kata Jasmine dengan berapi - api. Yang dijawab anggukan oleh Mayang
Hal tersebut sedikit membuat Jane jadi terbakar cemburu, ia tidak menyangka Ruh pusaka itu benar - benar rela berkorban untuk menyelamatkan Deni.
"Baiklah persiapkan diri kalian, aku akan menggunakan ajian Kirim sukma, jasad kalian tetap disini, sedangkan sukma kalian akan aku kirim ke penjara jiwa
Setelah melakukan beberapa persiapan, Batara Ismaya mulai mengirim mereka berdua ke penjara jiwa.
Ingatlah hindari sang naga, mereka tidak akan diam jika ada yang mengusik latihan murid - muridnya, terutama naga api, ia sangat agresif.
Setelah mengerti mereka segera masuk kedalam ruang dimensi naga, disana mereka melihat para naga sedang menjaga pintu, mereka yang telah diberi mantra khusus oleh Batara Ismaya tidak disadari kehadirannya oleh para naga, mereka langsung bisa menemukan penjara Deni dan Asep sesuai petunjuk Batara Ismaya.
*****
Disisi Mayang ia melihat ada dua Asep disana, yanh satu tampak lebih bercahaya sementara yang satu sudah babak belur.
"Kanda, kenapa ada dua?
Eh ada lo masuk kesini, lihat deh dia Mayang, dia itu sisi buruk gua, berani - beraninya dia mau merebut jasad gua, penjahat seperti dia seharusnya tetep disini kan, katanya dengan sombong.
"Dinda cepet pergi, dia bukan lawan yang bisa dianggap enteng.
"Cih dinda, dinda lo pikir lo siapa, buuuugggghhhh sebuah tendangan kembali mendarat di kepala Asep.
"Kanda, bukankah dia jahat, biarkan dinda yang membunuhnya, kata Mayang berapi - api.
Wah ide bagus, lo bener - bener cewek hebat, nih sambil menyerahkan sebuah golok Iblis kepada Mayang.
__ADS_1
"Pergi dinda, jangan kesini, kata Asep yang sudah benar - benar lemah.
Mayang mendekati Asep sambil membawa golok Iblis, ia mengambil tangan Asep dan menekuknya kebelakang.
"Berani - beraninya lo mahluk busuk mau merebut jasad kanda, ia mendekatkan dirinya ketelinga Asep dan membisikan pesan Batara Ismaya.
(Pasrah kanda, pasrahkan semua pada sang pencipta, itulah cara melawan sisi buruk kanda, katanya sambil menetskan air mata).
Mendengar hal tersebut Asep segera memejamkan matanya, ia memasarahkan semuanya kepada sang pencipta.
Sebuah keanehan terjadi, seketika tubuh Mayang terpental beberapa meter, sisi buruk Asep segera menangkapnya.
"Lo gak apa - apa, cewek jadi - jadian".
Mayang hanya mengaguk dan seger berdiri disamping sisi buruk Asep.
"Singkirin tangan kotor lo dari perempuan itu, tenaga Asep perlahan kembali pulih, dan bahkan jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Sisi buruk Asep menyerangnya namun serangan itu bisa dihindari dengan mudah. Serangan demi serangan sisi buruk Asep dapat dihindari dengan mudah dan entah dari mana Asep menbentuk segel Aneh.
Lima Elemen Pengunci - Segel Jiwa seketika gerakan sisi buruknya terkunci, tanah mencengkram kuat, sementara angin disekitarnya membentuk rantai yang menahan tangannya, belum selesai disitu, dari dalam tanah air menambahnkuat kunciannya, ditambah api yang keluar membungkus sisi buruknya, dan ditutub kilatan cahaya yang menutup segel jiwa.
"Eh bangsat lepasin gua, sue lo cewek jadi - jadian, gua bunuh lo.
"Kau mau membunuhku, tentu saja kanda tidak akan diam, satu hal kanda tidak pernah memanggilku cewek jadi - jadian, dan ia selalu memperlakukanku dengan penuh kasih sayang. Tinggalah disini mahluk busuk.
Kanda maafin dinda ya, dan maaf juga waktu dinda terbatas, baik - baik ya kanda segera selsaikam latihan kanda, sambil memberi kecupan lembut kepada Asep. Dan perlahan ruh mayang kembali kejasadnya.
******
Disisi Deni Ni Sumbaga juga melihat keadaan Deni yang memprihatinkan.
"Kakang, kenapa kakang sampai terluka seperti ini?
"Jangan sentuh dia, dia itu sisi buruk gua, lo lihat kan gua adalah yang terkuat, hehehe, kata sisi buruk Deni sambil tersenyum.
Nah Subaga gua kasih lo satu tugas mulia, lo bunuh sisi buruk gua dengan gitu kita gak akan ada lagi yang gangguin kita, ok kata sisi buruk Deni denga senyuman licik.
"Baik kakang, aku akan melaksanakan perintah kakang. Sambil menerima sebuah belati.
"Pergi sekarang dinda, jangan kesini kata Deni dengan suara lemah.
Ni Sumbaga mendekati Deni yang telah berlutut dan menarik kedua salah satu tangannya kebelakang, ia juga membisikan pesan Batara Ismaya kepada Deni.
(Pasrahkan semuanya kepada sang pencipta kakang, itu pesan Batara Ismaya, itulah caranya melawan sisi buruk kakang)
Deni memejamkan matanya, ia memasrahkan semuanya pada sang pencipta, sama seperti Asep, tenaganya mukai pulih, bahkan luapan tenaganya membuat Jasmine melompat untuk menghindar.
Hal tersebut juga disadari oleh sisi buruk Deni, mundur cewek goblok, dikasih kerjaan gampang aja gak becus, ia kembaki menyerang Deni, namun sama seperti sisi buruk Asep semua serangannya bisa di hindari dan ditangkis dengan mudah.
Kini keadaannya mulai terbalik, bangsat mati lo disini, kata sisi buruk Deni.
Seketika Deni juga membentuk segel tangan.
Lima Elemen Pengunci - Segel Jiwa.
Hal yang sama seperti sisi buruk Asep juga terjadi pada sisi buruk Deni, lima elemen mengunci dan menyegel sisi buruknya.
"Woi bangsat lepasin gua kalo berani, lepasin bangsat.
"Satu yang tidaj kau tau, kakang Deni tidak pernah memintaku membunuh, dan sikapmu jauh berbeda dari sikap kakang, maafkan dinda kakang, waktu dinda tidak banyak, selsaikan latihan kakang, kami semua berharap pada kakang, sambik memebrikan sebuah kecupan pada Deni.
Perlahan ruh Jasmine kembali kejasadnya.
Mengetahui keanehan yang terjadi di penjara Jiwa membuat para naga segera membuka pintu, dan mereka tersenyum bangga, akhirnya mereka bisa menguasai segel jiwa.
bersambung
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...