Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 45 - Kekuatan June (Pemimpin Bangsawan Langit 2)


__ADS_3

Aku hanya bisa melakukan ini sekali saja, mulai saat ini, berhati - hatilah, kata June kepada Giyana dengan nada dingin...


Giyana membentuk perisai tenaga dalam, dan menvoba mengatur tenaganya, June melemparkan pil pemulih tenaga dalam, minumlah dan bertarunglah dengan lebih serius, mereka berdua lebih merepotkan dari Waru dan Sono.


****


"Kesenangan gua sudah diganggu, Cep Lo gimana sih, lawan demit langit itu aja gak bisa, kata Deni yang sedikit kesal, karena Giyana bisa dibebaskan."


'Maaf bos, gua terlalu meremehkan demit langit itu, tapi sekarang gua akan serius.


Kini June dan Asep kembali berhadapan, dari bola mata June terbentuk pola aneh, seperti segitiga berwarna biru, matanya demit langit itu aneh bos, kini Asep mulai menggunakan mata halimunnya, dan kembali membentuk segel tangan, tak lama berselang, sebuah pedang terbang menghampiri Asep, yah Asep menggunakan pedang bulan.'


Apa pedang cahaya bulan, tapi bagaimana bisa, semua yang ada ditempat itu terkejut, begitu juga dengan June mereka yakin Dewi Bulan sedang dalam meditasinya, disisi lain dimensi gelap.


'Sekarang akan gua kasih lihat sekuat apa penguasa tanah itu, Asep kembali membentuk segel tangan, tak lama empat tubuh palsu terbentuk.


Sekarang gua kasih pilihan sama kalian, apakah mereka boleh menggunakan Pedang Cahaya Bulan? Tanya Asep Dingin, cepat putuskan.


Belum sempat mereka berpikir, keempatnya tubuh pengganti itu mencabut pedang cahaya bulan dan langsung menyerang June dan Mayang.'


Apa bagaimana bisa seru June yang beradu punggung dengan Giyana.


^apa ada yang salah nona, tanya Giyana.^


Seharusnya hanya tubuh aslinya saja yang memegang pedang cahaya bulan, tambahnya.


^bukankah itu hanya tubuh palsu, kata Giyana yang agak bingung, jujur saja ia sudah sering melawan tubuh pengganti, tapi kenapa nona June sangat takut.^


"Mereka berada ditingkat yang berbeda, kemampuan tubuh penggantinya sama dengan tubuh asli, satu lagi semua informasi pertarungan juga akan diterima tubuh aslinya, dan kau masih bilang itu hanya tubuh pengganti, kata June dengan nada sinis."


^Inikah kemampuan para bangsawan langit, mereka benar - benar mengerikan, pantas saja banyak yang enggan berurusan dengan mereka, kata Giyana dalam hati, selama ini ia salah karena telah meremehkan orang - orang yang di anggab bodoh itu.^


Mereka kembali bertukar jurus dengan tubuh pengganti Deni dan Asep, kini mulai terlihat perbedaan kekuatan diantara mereka, terutama Giyana, biarpun salah satu maha patih kerajaan dasar bumi, tapi bertarung dengan penghuni langit adalah pengalaman pertamanya.


Hanya June yang terlihat masih mampu mengimbangi kemampauan Deni dan Asep, bahkan sesekali ia membantu Giyana.


"Pikirkan sesuatu, kerahkan semua kemampuanmu, saat mereka beradu punggung atau kita akan malu dihadapan Dewi Durga, kata June yang sudah mulai kehabisan tenaga, bertarung sambil melindungi benar - benar sesuatu yang sulit kata June sambil menggeleng dan menatap tubuh asli Deni dan Asep yang hanya mengamati pertarungan mereka."


Elemen Petir tingkat 5, Tubuh Petir Suci, seketika muncul dua sosok June yang ikut membantu pertarungan mereka, serangan demi serangan terus dikencangkan m mereka tidak ada yang mau mengalah.

__ADS_1


****


Disisi Dewi Durga


Mereka semua terus memperhatikan pertarungan, bahkan makanan yang sudah tersaji sampai dingin karena tidak sempat mereka makan, mereka benar - benar kagum pada kemampuan Deni dan Asep, ternyata mereka sehebat ini.


"Penampilan mereka terlihat bodoh, dan selalu bersikap konyol tapi kemampuan mereka mengerikan, kata Maha Patih Umabara, ia sangat mengerti kemampuan Giyana, tapi mereka bisa menekan Giyana sampai ia benar - benar terdesak."


'Kita tunggu saja perkembangannya, karena ini adalah pertarungan mereka, yang aku takutkan adalah munculntmya para bangsawan langit ditempat ini, karena para bangsawan langit itu seperti satu tubuh, mereka bisa merasakan jika June dalam sedang dalam masalah.


****


Dipintu gerbang dunia bawah


"Taka apa kau tidak salah, jika ketua ada didunia bawah, kau tau kan apa hukumannya jika kita memaksa masuk dunia bawah tanpa ada surat perintah khusus dari yang mulia Manikmaya?"


Tapi apa kau akan diam saja jika kehormatan para bangsawan langit di injak - injak oleh penghuni dunia bawah? Sekalipun kita tau hubungan Dewi Durga dengan yang mulia, tapi kita para bangsawan langit sangat menjunjung tinggi kehormatan kita, kita tidak akan pernah turun kedalam pertarungan, jika tidak terpaksa, Kau juga tau Juna, bertarung didunia bawah sangat menguras tenaga kita, kata Taka dengan tatapan dingin.


^Tapi apa yang kita lakukan ini bisa memicu perang antara dunia langit dan dunia bawah, hal ini mungkin tidak berarti bagi kita, tapi keseimbangan dunia manusia pasti akan terganggu, dan yang mulia Ismaya pasti tidak akan tinggal diam, kata Bima sedikit khawatir.^


Jika kau takut sebaiknya kau pulang saja, dan letakan gelar bangsawan langit terkuatmu itu, aku akan segera merekrut anggota baru.


****


Apa tujuan kalian datang kemari, bukankah kita semua telah bersepakat kata Jaka salah satu panglima dunia bawah.


"Kami kemari untuk menjemput ketua kami, biarkan kami masuk, Taka yang merupakan wakit June menunjukan pelakat tanda masuk kepada Jaka."


Mohon maaf Tuan Taka, kami hanya menjalankan perintah, jika tidak ada surat resmi, sekalipun kalian adalah bangsawan langit kalian tidak diperkenankan lewat.


"Iblis rendah sepertimu sudab beranu menentangku, aku jadi curiga kalian benar - benar berlaku kurang sopan pada ketua kami, tambah Taka."


Maafkan kami tuan Taka, sebaiknya kalian pergi, apa kalian tidak tau jika apa yang kalian lakukan bisa memicu perang antara tiga dunia kata Jaka yang berusaha menahan amarahnya.


"Kalian sendiri yang berani menawan ketua kami, ketika suasana memanas utusan Dewi Durga datang dan menengahi mereka."


****


Tolong hentikan semua ini, Komandan Singa telah datang karena menerima laporan kemunculan para bangsawan langit utama.

__ADS_1


"Hampir saja tanganku kotor karena aku harus membunuh iblis - iblis ini kata Taka."


Maaf tuan Taka, jika para penjaga tidak tau situasi yang sedang terjadi.


"Tidak perlu berbasa basi, cepat katakan Dimana ketua kami, kata Taka."


Tapi aku mohon apapun yang kalian libat jangan berbuat apapun kata komandan Singa dengan nada mengancam.


"Dewi Durga langsung mengirim komandan perangnya menyambut kami, kami tidak akan diam jika ketua kami terancam."


Baiklah ikuti aku, komandan Singa telah berbicara melalui telepati kepada Dewi Durga, dan meminta mereka masuk kedalam arena pertempuran.


****


Mereka berjalan menjauhi istana dasar bumi, dan langsung menuju penjara lava.


Para bangsawan langit semakin yakin June dalam masalah besar.


'Kenapa kita tidak ke Istana, tanya Bima?'


Nona June ada didalam sini bersama yang mulia, kata komandan Singa Singkat, ia memberi isyarat pada penjaga untuk membuka pintu, merka berjalan menuju arena pertarungan.


Ketika mereka sampai mereka melihat sebuah pemandangan yang sangat tak terduga.


Ketua kata mereka bersamaan.


Bersambung...


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Votw


Like


Komen,


dan


Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, salam sehat selalu terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2