
"Sebaiknya tempatkan beberapa pasukanmu disini untuk menjaga proses penyembuhan, yang lain kembaliah kemarkas besar dan kita akan bahas semuanya disana, kata Dewi Durga yang di jawab anggukan oleh semuanya.
Semua yang ada disana akhirnya menuju Istana Laut Selatan, disana sudah berkumpul para petinggi Iblis dan para Dewa aliansi, juga Para petinggi negara ini termasuk bapak presiden dan staf ahli istana, ustad Hadi, Lee, dan para petinggi lima matra.
Komandan Sugriwa dan para perwira tinggi khayangan masuk bersama Kanjeng Ratu, dan juga Dewi Durga, setelah semua berkumpul Komandan Sugriwa membuka pembicaraan.
"Mohon izinkan saya memperkenalkan diri, saya Sugriwa Komandan pasukan Api Biru, saya mendapat perintah langsung dari yang mulia Manikmaya untuk menyelesaikan semua kekacauan yang telah dibuat oleh pangeran kami.
Pertama saya mewakili bangsa langit dan yang mulia Manikmaya memohon maaf atas semua kekacauan yang telah diperbuat oleh pangeran kami, kedua saya dan pasukan saya akan bertanggung jawab penuh atas semua kerugian baik dari pihak jin dan juga manusia, katanya dengan suara khas yang berat dan berwibawa.
Aura kewibawaannya terpancar jelas menekan semua yang ada, tidak ada keraguan dari setiap perkataannya, tidak salah jika Sugriwa sangat disegani baik oleh kawan apa lagi lawan.
Semua yang ada disana terdiam sesaat hingga akhirnya bapak presiden menatap ustad Hadi tanda memberikannya kesempatan untuk berbicara, ustad Hadi membuka pembicaraan mewakili bangsa manusia.
*****
"Maaf mohon izin berbicara, kami dari pihak manusia menerima itikat baik dari tuan Sugriwa, namun apa yang telah diperbuat oleh pangeran bangsa langit sudah melampaui batas, apakah beliau bisa di hadirkan disini untuk mempertanggung jawabkan semuanya, katanya dengan sangat yakin.
Semua yang ada disana sempat terkejut, tidak terkecuali para punggawa Iblis dan jin, para dewa, Dewi Durga, dan juga Kanjeng Ratu Kidul, karena belum pernah ada satu mahlukpun yang mau berurusan dengan Batara Dewasrani, karena memang mereka paham bagaimana watak dewa kenakalan teesebut.
Melihat komandan Sugriwa ada disini, hal tersebut bukan lagi hal remeh dimata Batara Manikmaya.
Komandan Sugriwa terdiam sesaat, hingga akhirnya ia menganggukan kepala.
"Baik, kami pasti akan membawa pangeran Dewasrani ketempat ini, untuk sementara pembicaraan ini akan kita tunda, kita bertemu tiga hari dari sekarang, jika aku tidak bisa menghadirkan Dewasrani, maka nyawaku yang akan jadi taruhannya, katanya lagi.
Komandan Sugriwa pamit di ikuti para perwira tinggi Kerajaan Langit.
*****
Setelah komandan Sugriwa pergi, suasana hening tercipta cukup lama, belum ada satu mahlukpun yang mau berbicara, mereka masih larut dengan pikirannya masing - masing.
Akhirnya ustad Hadi memberanikan diri berbicara.
"Jika komandan pasukan elit bangsa langit sampai turun tangan, artinya Batara Manikmaya sudah tau bahwa anaknya bermasalah, lalu apa sebaiknya langkah kita, karena jujur saya belum pernah berurusan dengan bangsa langit, atau bangsa jin, saya masih meraba - raba langkah apa yang harus kita ambil, mungkin dari kalangan jin atau para dewa ada yang bisa memberi masukan, tambahnya.
__ADS_1
Semua saling pandang, yah memang benar berurusan dengan bangsa langit atau jin memang sedikit berbeda, apa lagi ini sudah menyangkut masalah tiga dunia.
"Kita harus mempersiapkan semuanya, karena tiga hari dari sekarang Dewasrani akan dihadirkan ditempat ini, katanya lagi.
"Berurusan dengan kakakku bukanlah hal yanh mudah, selain pintar dia juga licik, dia sangat pintar mengambil hati orang lain, dan memutar balikan fakta, hal ini sudah menjadi rahasia umum dikalangan bangsa langit, jadi ada baiknya kita meminta pendapat paman Ismaya, kata Batara Kala.
Mereka bersepakat mencari keberadaan Batara Ismaya
*****
Ditempat lain, Batara Ismaya merasakan sesuatu di dimensi naga, dengan terpakasa ia membuka gerbang menuju dimensi naga, dan sesuatu yang mencemgangkan telah terjadi disana.
"Energinya semakin kuat, semoga aku belum terlambat, ia segera menuju ruang dimensi utama, dimana sumber energi murni naga ia rasakan menjadi kuat, bahkan jauh lebih kuat dari pada sebelumnya.
Ketika ia tiba disana, ia melihat sepasang pendekar dengan zirah naga, Naga Emas dan Naga Perak.
"Apakah aku tidak salah melihat, Kesatria Naga Dalam Legenda telah kembali, katanya menatap kagum pada dua sosok yang sedang duduk bersila disana.
Tatapannya semakin tajam dan matanya terbelalak, ketika mengenali sosok kesatria naga itu.
Kedua satria naga, membuka matanya dan menyambut Batara Isamaya dengan senyum yang hangat.
"Tuan Ismaya, kata keduanya.
"Kalian, katanya tanpa bisa melanjutkan kata - katanya ketika melihat kelima naga berdiri di belakangnya.
"Tuan Ismaya, akhirnya tuan menepati janji tuan, kata Naga Api.
"Apa maksudmu naga api?
"Anak - anak ini telah banyak bercerita, dan akhirnya tugas kami menjaga kedua kitab itu telah selesai, kini tugas baru menanti kami dengan mengabdi pada tuan kami yang baru, kata naga api menambahkan.
"Jadi begitu ya, pusaka naga telah bertemu kembali dengan tuannya, semoga ini pertanda baik, mari kita selsaikan semuanya, dan bergabung bersama yang lain, kalian semua telah ditunggu, kata Batara Ismaya sambil terus memandangi Deni dan Asep dengan rasa kagum.
*****
__ADS_1
Didunia luar.
Bidadari kuning terus berusaha mendeteksi keberadaan Batara Ismaya.
"Sial ternyata alat ini masih banyak kekurangannya, seharusnya tidak ada dimensi yang tidak bisa ditembus, status alat ini masih aktiv, tapi tidak bisa di lacak dan terus berakhir didunia netral perbatasan Alas Purwo dan Pantai Selatan, bahkan para punggawa kerajaan Alas Ketonggopun tidak bisa mencari keberadaannya, sebenarnya ada dimana kau tuan Ismaya, kami sangat membutuhkanmu, katanya dalam hati.
Ia terus berkonsentrasi hingga akhirnya salah satu punggawa kerajaan Alas Ketonggo memberinya laporan melalui telepati.
"Maaf nona, kami ingin melaporkan berita baik, kami telqh menemukan Tuan Ismaya dengan dua mahluk lain yang tidak kami kenal, entah mereka berasal dari kalangan manusia, jin atau bangsa langit, kami tidak paham, karena kami merasakan ketiga energi itu ada pada dua mahluk itu.
Mendapat laporan itu, bidadari kuning sedikit cemas, hal itu memancing pertanyaan semua yang ada disana, hingga akhirnya Batara Kala buka suara.
"Kenapa bidadari kuning, apa paman Ismaya belum ditemukan, katanya dengan terus memperhatikan bidadari kuning.
"Sudah tuan, tapi ada dua mahluk yang ikut bersamanya, dan para punggawa kerajaan alas ketonggo tidak bisa mendeteksi mereka dari bangsa manusia, jin atau bangsa langit.
"Apa memangnya ada mahluk seperti itu? Kata raja jin dari Sumatra.
"Kesatria Naga, kata Batara Indra menbahkan.
Semua yang ada disana menatapnya tajam, dan saling berbisik.
"Dahulu ada sebuah legenda tentang sepasang kesatria naga, (jika sembilan pusaka disatukan, maka kesatria naga akan bangkit dan memusnahkan angkara, hanya kesatria naga yang bisa menggunakan sembilan pusaka secara bersama - sama, karena ditubuhnya terdapat darah dari tiga dunia).
Semua yang ada disana mulai merasakan energi yang sangat besar mendekat ke arah mereka.
"Mereka datang, kata bidadari kuning, yang mencoba menahan aura besar itu.
Semua yang ada disana sampai harus menyalurkan tenaga dalam untuk menahan besarnya aura yang semakin mendekat, beberapa dari mereka ada yang sampai tidak sadarkan diri karena tidak mampu menahan aura besar itu.
Bersambung...
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...