Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 53 - Jakarta 3 (Jatuhnya Keluarga Hadi Ningrat)


__ADS_3

Tinggalah bapak Hadi seorang diri, ia menjadi semakin salah tingkah, ia sangat menyesali perbuatannya telah berani meremehkan anak muda yang ada dihadapannya.


"Apa kau bingung Hadi kenapa Raja Jin Tomang tidak mau membantumu, kata Barra dingin."


Mata pak Hadi terbelalak siapa sebenarnya anak muda ini, tidak ada yang tau dirinya memuja Jin Tomang sebagai sumber kekayaannya.


Tak lama semua orang yang diminta masuk kedalam ruangan.


Sudah santai saja Hadi tidak perlu takut keluarka ia kata Barra singkat, maha patih umbara menyeret sesuatu dari dalam berhala besar diruang tersebut, sekumpulan Asap berubah menjadi sesosok mahluk tinggi besar menyeramkan.


Sontak Ratna dan Sri menjerit ketakutan kyaaaa.... kyaaaa...


Mereka berdua menjadi pucat, maklum mereka belum terbiasa dengan sosok dunia bawah.


Iiihh apa itu siapa itu seru mereka dengan napas yang tidak beraturan.


*****


Inilah sumber kekayaan bapakmu Sri, sudah banyak gadis perawan yang jadi korban persembahannya.


"Ooh pantes aja cari perawan sekarang susah mereka takut jadi tumbal rupanya kata Asep sambil manggut - manggut."


Iya ki makanya di Jakarta sudah banyak perempuan yang tidak perawan, karena jika diketahui perawan pasti ditumbalin sama si Hadi.


"Parah bener nih si Hadi lo harus dihukum kata Asep dan Deni bersamaan."


'Tunggu tadi babang Barra bilang bapaknya Sri pakai pesugihan?'


Iya bener Ratna tapi tenang ada babang Barra, aman, damai, sejahtera deh sambil terkekeh.


'Loh kok babang barra tau dia pakai pesugihan, jangan - jangan babang Barra juga bersekutu dengan setan ya, tanya Ratna penuh selidil?'


"Ratna Jin pesugihannya yang gak berani sama babang Barra kata Asep sambil terkekeh"


"Kok bisa gitu?"


Babang Barra kan tampan hehehe


"Jangan - jangan babang Bara ini Raja Jin Pesugihan ya, tatapan Ratna terlihat takut mmenatap Barra."


Bos mending si Ratna dibawa keluar aja dulu nanti kita jelasin ya, Giyana dan Boa mencoba menenangkan Ratna


Sudah yuk dek kita keluar aja.


*****


Astagfirllah babang Barra manusia bukan sih kok Ratna jadi takut.


Ayo kita keluar saja kata Giyana dan Boa, sementara pandangan ratna masih terus memandang Barra dengan tatapan takut.


*****


Kembali kepertemuan


"Ayo sekarang cepat telpon istrimu."


Raja Jin Kok bisa ketangkap?

__ADS_1


Maaf aku sudah tidak bisa membantu, pemuda itu adalah anak penguasa dunia bawah dannjuga sang dewa Waktu Batara Kala.


Mata pak Hadi melotot seperti mau lepas, pemuda bodoh dan kurang waras dihadapannya adalah Batara Kala.


"Kau masih ragu Hadi, aku qkan perlihatkan siapa diriku yang sebenarnya."


Perlahan aura didalam ruang pertemuan menjadi naik, Batara Kala menggunakan Wujud Aslinya, sontak pak Hadi benar - benar dibuat terkejut, ia telah melakukan kesalahan besar berani menantang Batara Kala.


"Ayo segera hubungi istrimu, sementara Sri semakin ketakutan, tak lama berselang istri pak Hadi Nyonya Rukmini hadir"


Pak ini ada apa ya kok Raja Jin di ikat.


Baiklah karena semua sudah hadir maka sudah saatnya, berikan tubuh pengganti mereka, dan bawa tubuh aslinya ke istana aku akan mencari apa hukuman yang pantas untuk mereka. Dengan satu lambaian tangan Maha Patih Umbara dan semua pasukannya mebawa Jin Tomang, pak Hadi, Sri dan Rukmini ke penjara Istana Dasar Bumi.


****


Yuk kita selesaikan urusan selanjutnya


Seteleh menunggu lebih dari satu jam, para direksi menyambut kedatangan bos baru mereka Barra Wisesa dan teman - temannya.


Baik langsung saja saya buat pengumumannya, pembagian saham perusahaan ini adalah sebagai berikut


Lima puluh persen saham diberikan kepada Asep


Sepuluh persen kepada Deni


Sepuluh persen kepada Ratna dan sisanya kepadaku


Aku juga telah menambah modal sebesar lima ratus miliyar dan tolong semua pemindahan kepemilikan sahan dilakukan secepatnya


Satu lagi naikan gaji seluruh karyawan dua kali lipat, perhatikan kesejahtraannya.


****


Mereka mengantarkan Barra dan kelompoknya kelobby mall ditemani pak Hadi dan tubuh palsu keluarganya yang tertunduk malu.


Ayo pak Hadi katanya mau keliling pakai kolor aja kalo babang Ganteng ini bisa borong mall ini hehehe


Pak Hadi yang ketakutan terpaksa mencopot satu persatu pakaiannya, tetapi saat hendak membuka celana, Deni dan Asep meminta pengampunan untuknya.


"Sudahlah bang gak perlu buka semua, kata mereka bersamaan."


Barra diam sejenak, hal ini menjadi tontonan bagi semua orang, mereka tidak percaya keluarga Hadi Ningrat yang terkenal kejam jatuh ditangan seorang pemuda.


"Ok deh karena ki Encep yang minta gua Acc aja, bawa dia ketempatnya."


Berita jatuhnya keluarga Hadi Ningrat benar - benar menjadi viral diberbagai media sosial apa lagi kepemilikan mall Kasablanca sekarang dimiliki oleg Asep seorang pemuda yang tidak lulus kuliah, sosok Aseppun menjadi buah bibir, begitu juga dengan Deni, Ratna, dan Barra. Kejadian di mall Kasablanca benar - benar telah merubah hidup mereka.


*****


Satu minggu setelah kejadian tersebut Ratna akhirnya bisa menerima Barra dan juga kelompoknya, biarpun terkadang ia takut tapi sikap Barra yang baik dan kocak perlahan merubah cara pandang Ratna.



Pagi itu di Dipa Serea Corporate


__ADS_1


"Apa bapak telah mengetahui berita minggu lalu tentang pemindahan kepemilikan mall Kasablanca ketangan Asep?"



Beritanya tersebar disemua kanal berita, jika sampai aku tidak mengetahui pasti aku bohong Sandi, namun yang jadi masalah mereka baru bisa datang hari ini, setelah apa yang sudah mereka lakukan mereka belum melapor kekantor, sebaiknya kau persiapkan kehadiran mereka Deni membawa lebih dari lima orang.



Baik pak saya akan mempersiapkan semuanya, saya mohon diri kata Sandi meninggalkan pak Jaya.



\*\*\*\*\*


Kembali kesisi Deni



Hari ini kita akan bertemu dengan pak Jaya, dan aku sudah bilang jika aku akan membawa kalian semua, dialah yang membuatku datang ke Lampung hingga akhirnya bertemu kalian kata Deni.



"Kayanya lo sangat menghormati pak Jaya ya bro tanya Barra"



Iya bang pak Jaya yang pertama kali kasih gua kesempatan, gua juga akan jujur tentang kalian karena dia juga yang pertama tau rencana si Terawan Narapati itu.



Ok Bos terserah lo aja, yang penting tidak mengganggu misi kita.



"Justru kita di Untungkan karena dia pasti akan mempasilitasi akomodasi kita semua, jadi babang gak perlu pake uang gaib lagi katanya sambil tertawa."



Hal tersebut disambut tawa renyah semuanya.



Baiklah sekarang kita berangkat gua janjian jam sebelas siang, ini Jakarta bukan alam gaib, kalo gak mah kejebak macet ya berangkat sekarang.



"Ok kita pada siap - siap dulu kata semuanya, mereka semua bersiap untuk menuju kantor Dipa Serra Corporate, kita kumpul disini setengah jam lagi ya, jangan lebih ya waktu kita mepet."



Bersambung...



Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


__ADS_1


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2