Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 46 - Kedatangan Para Bangsawan Langit.


__ADS_3

Ketua kata mereka bersamaan


Seketika mereka langsung masuk kedalam aren pertarungan, Taka, Bima, Chika, Juna, Nara, Boa, Alif, Nun, dan Lam. Kenapa kalian ada disini.


Kami tidak mungkin diam jika ketua dalam masalah, mereka menatap Deni dan Asep, bukan kah itu zirah Waru dan Sono, apa yang sebenarnya terjadi kata Juna?


"June hanya menggeleng, aku terlalu meremehkan mereka, seharusnya aku bisa menyelsaikan ini lebih cepat."


Mereka bisa mendesak ketua hingga sejauh ini pasti iblis - iblis ini punya kemampuan di atas rata - rata, kata Bima yang menatap tajam pada Deni dan Asep.


****


Wuiih kenapa jadi rame seru Deni, apa lo sudah kalah demit langit sampe bawa kawan segala.


Bima yang melihat ketua mereka dihina langsung menyerang Deni, elemen Angin, angin suci penghancur jiwa, seketika angin besar tercipta disekitar area pertarungan, dan langsung menyerang Deni dan Asep.


Dengan tenang mereka menyambut serangan tersebut, tatapan dingin mereka mengisyaratkan bahwa serangan itu bukanlah apa - apa. Seketika dua benturan tenaga dalam tercipta karena serangan Bima.


****


Melihat situasi yang tidak kondusif membuat Dewi Durga dan seluruh punggawanya turun kearena pertarungan.


"Hentikan semua ini, sebaiknya kita sudahi saja June, Giyana."


Mereka semua menarik kembali tenaga dalam mereka, seketika aura disekitar arena pertarungan kembali normal, hanya puing - puing bekas pertarungan yang tersisa.


^Tidak ada satupun yang bisa seenaknya menghina ketua kami, kata Bima dengan tatapan dingin, semoga saja bisa ada penjelasan yang masuk akal, kata Bima yang terus menatap Deni dan Asep dengan tatapan penuh amarah.^


"Semua ini hanyalah ujian yang dilakukan oleh June untuk menguji mereka berdua. apakah mereka layak menjadi bagian dari bangsawan langit, tambah Dewi Durga."


Satu hal yang tidak mereka sadari bahwa zirah dan senjata yang dipakai oleh mereka adalah milik Sono dan Waru, hanya Juna yang menyadari kejanggalan tersebut.


'Apa aku tidak salah lihat, kata Taka setelah memperhatikan dengan seksama pada Deni dan Asep.'


*****


Dewi Durga meminta Deni dan Asep mendekat, zirah dan pedang mereka telah hilang entah kemana, kini mereka berhadapan dengan para bangsawan langit utama.


Sembilan orang dengan zirah perang masing - masing terlihat anggun dan mempesona, kini mereka semua menatap tajam pada Deni dan Asep.

__ADS_1


"Perkenalkan mereka adalah bangsawan langit utama, mereka semua ada dibawah komando June, kata Dewi Durga memperkenalkan seluruhnya kepada Deni dan Asep.


Baiklah June, Giyana sebaiknya kita kembali ke istana, Dewi Durga dan seluruh orang yang ada disitu kembali menuju Istana Dasar Bumi, hanya delapan penjaga yang tetap berada disana.


****


Tuan Deni dan Tuan Asep, mari ikuti saya, kata komandan Singa, sesuai perintah Dewi Durga mereka membawa Deni dan Asep untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


"Sementara seluruh bangsawan langit yang lain tetap berjalan dibelakang Dewi Durga, mereka langsung berjalan menuju pendopo agung."


Dewi Durga duduk diatas singgasananya, diikuti oleh Maha pahit Giyana, dan maha patih Umbara, mereka sengaja menjamu para bangsawan langit terlebih dahulu, sambil menunggu Deni dan Asep.


****


Disisi Deni dan Asep


"Silahkan tuan, aku akan menunggu tuan berdua membersihkan diri, jika sudah mohon segera menemuiku, kita akan bergabung dengan yang lainnya, kata Komandan Singa dengan nada penuh hormat."


Baiklah komandan Singa, terima kasih banyak, kata Deni sambil tersenyum, Deni memberikan buah Tin, pil penyembuh tingkat ketujuh dan pil penguat jiwa tingkat ketujuh.


Terimalah ini sebagai hadiah, anggap saja sebagai permintaan maaf karena kami terlalu keras, aku dengar dari maha patih Giyana, komandan terluka parah, sekali lagi kami mohon maaf, kami belum bisa mengontrol kekuatan kami, saat ini kami sedang dalam masa penyesuaian dengan pusaka - pusaka kami, mohon komandan Singa berbesar hati mau memaafkan kami.


Seketika penomena alam terjadi, seluruh alam seperti terguncang karena ada kekuatan besar yang baru terbentuk.


"Apa ini, tenagaku meledak - ledak, tuan selain buah surga apa yang telah kau berikan padaku tuan."


Oh itu bukan apa - apa, hanya pil penguat jiwa dan pil penyembuh tingkat ketujuh.


"Tuan kau sedang tidak bercandakan, kau memberiku pil tingkat ketujuh dengan cuma - cuma, apa.."


Belum sempat komandan Singa melanjutka kata - katanya, Deni telah memotong kata - kata komandan Singa.


Tanang saja, aku punya banyak, tak lupa Deni menyerahkan buah Surga kepada para pengawal yang ikut bersamanya, tentu saja itu adalah anugrah bagi para penghuni dunia bawah.


"Terima kasih banyak tuan, para pengawal langsung berlutut dihadapan Deni dan Asep, seketika Deni dan Asep langsung mendekati para pengawal dan meminta mereka untuk bangun, jujur saja mereka tidak pernah mendapatkan perlakuan istimewa tersebut."


'Ayo pada bangun, kalo gak bangun aku tidak akan memberikan kalian hadiah, seketika delapan pengawal yang ikut bersama mereka langsung bangun dengan wajah tetap tertunduk.


Mungkin ini tidak sekuat punya bos Deni, tapi aku harap kalian semua mau menerima ini, Asep memberikan pil penyembuh dan pil penguat jiwa tingkat kelima, sontak para pengawal menjadi sangat kegirangan.'

__ADS_1


Terima kasih tuan Deni, terima kasih tuan Asep.


Mereka langsung memakan pil - pil tersebut, seketika fenomena alam kembali terjadi, tapi tidak sekuat milik komandan Singa.


"Baiklah kami mau bersiap dulu, tidak enak jika yang mulia menunggu terlalu lama, kata Deni dengan senyum tipis menghiasi wajahnya.


****


Kembali kesisi Dewi Durga


Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya salah paham itu bisa tertangani, kini mereka akan bertemu dengan Deni dan Asep.


^Penguasa Air dan Penguasa Tanah mèmasuki ruangan, seru salah seorang pengawal." Tak lama mereka melihat komandan Singa bersama Deni dan Asep, ketiganya menunduk hormat pada Dewi Durga dan juga para mahapatihnya.^


****


Para bangsawan langit utama yang telah mendapat penjelasan dari Dewi Durga dan juga June menatap tajam kepada Deni dan Asep, mereka semua seolah bertemu kembali dengan Sono dan Waru.


"Perkenalkan aku Taka, wakil ketua para bangsawan langit, aku tidak suka berbasa basi, kami semua sudah mendengar semua penjelasan tentang kalian, butuh waktu penyesuaian pada formasi bangsawan langit utama, maka dari itu Ketua June dan juga Chika akan mendampingi kalian didunia manusia"


Lah nambah lagi, Deni dan Asep saling pandang?


'Maaf Dewi Durga kami masih belum paham apa maksud dari semua ini, kata Deni singkat.'


Jadi seperti yang telah disampaikan Taka, kalian akan menjadi pelengkap formasi utama bangsawan langit, setelah Sono dan Waru mengorbankan diri mereka, praktis formasi utama tidak bisa dilakukan,


Salah satu cara menghadapi ruh batu langit adalah formasi utama bangsawan langit.


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote,


Like,


Komen,


dan


Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2