Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 99 - Air Telaga Surga & Air Lembah Neraka


__ADS_3

Sementara June sangat menyesali kebodohannya, karena emosi sesaat membuatnya kehilangan sesuatu yang sangat berharga.


June terus merenungi kebodohannya, ia menyantap nasi goreng dewa yang dibuat Deni, ia tak menyangka makanan yang dibuat Deni benar - benar enak.


Hampir satu jam mereka semua menyantab makanan yang dibuat Deni, semua habis tak bersisa, bahkan Mayang dan Ni Sumbaga juga kembali menikmati nasi goreng yang dibuat untuk semua orang.


June mendekati Asep yang sedang menikmati waktunya bersama Mayang, apa lagi kini ruh pusakanya benar - benar telah menjadi manusia.


"Maaf apa kau tau dimana temanmu itu?"


Aku tidak tau, mungkin diruang dimensinya, oh iya setelah ini aku akan kembali latihan, masih ada hal yang harus aku selsaikan bersama Mayang katanya singkat.


"Aku tidak memintamu berlatih tambah June, ia merasa tidak enak mungkin kata - katanya juga menyinggung Asep."


Belum sempat ia berpikir semua yang ada disitu merasakan Aura besar yang mendekat, auranya lembut tapi menekan khas aura penguasa air.


Deni telah berbicara pada Asep melalui telepatinya.


"Ki lo ikut gua sekarang, kita keruang dimensi gua, kita harus bisa buktikan kalo kita bisa berguna dan satu lagi, derajat manusia itu paling tinggi dari semua mahluk ciptaan Allah."


Asep yang mendengar semua instruksi Deni hanya mengangguk. Ia telah menyambut Deni berpamitan pada Mayang.


'Kanda ada perlu dengan Bos Deden, dinda disini dulu ya, baek - baek ya sayang.'


Berbeda dengan Deni ia sama sekali tidak melirik kearah June, namun ia langsung menemui Ni Sumbaga.


"Aku adalah orang yang selalu menjaga hati, tapi June selalu cemburu dan menyangka aku akan terpikat pada ruh pusaka seperti tante.


Itu yang dia minta dan itu yang dia dapet lagi pula sekarang tante sudah menjadi manusia, selesai semua ini aku akan menikahi tante, kata Deni singkat dan berlalu pergi."


*****


Deni dan Asep pergi meninggalkan semuanya, kepergian mereka menyisakan keheningan ditempat itu.


Ni Sumbaga sendiri sangat terkejut, ia merasa berhadapan dengan orang yang berbeda.


Sementara June masih mematung dan tidak bisa berkata apa - apa, Dewi Ninda mencoba memecah ketegangan.


"Biarkan saja dulu anak itu, sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik, aku tidak menyangka jika masalah ini semakin rumit saja, katanya sambil menggeleng pelan."


Hampir satu jam mereka pergi, tidak ada yang tau kemana Deni dan Asep berada namun belum sempat mereka berpikir kembali mereka merasakan aura besar yang sangat menekan bukan hanya satu tapi dua aura besar.


Mereka kembali kata Ni Sumbaga yang sedikit bergedik.


Dua orang yang selalu bersikap bodoh kini kembali dengan penampilan yang berbeda.


Asep segera menjemput Mayang.


Mari dinda kita pergi keruang dimensi kanda, dinda harus menyesuaikan diri dengan Pedang Cahaya bulan.


Begitu juga dengan Deni, ia segera menemui Ni Sumbaga, Mari mami, ikut dengan papi, mami juga perlu penyesuaian dengan Pedang Antaboga.


Ni Sumbaga sedikit terkejut.


Mami? Gelar apa lagi itu Cah Bagus?

__ADS_1


"Sebaiknya kau harus membiasakan diri, karena sebentar lagi kau akan jadi istriku, itu panggilan sayang yang hanya dipakai oleh pasangan kekasih di zaman ini, paham sampai disini."


Tapi jika ini hanya sebuah pelarian sebagai wanita aku tidak mau, lagi pula...


Belum sempai ia menyelsaikan kata - katanya.


"Apa kau tidak senang hidup bersama denganku, dan dirimu bukanlah pelarian, karena aku selalu menjaga hati untuj wanitaku dan aku sudah membuat keputusan."


Aku... Ni Sumbaga tidak bisa berbicara lagi, aku sangat senang, bisa menjadi manusia dan kembali muda sungguh suatu anugrah, tapi apa tidak apa - apa?


"Selama ini tante selalu menghargai semua pemeberianku sekalipun itu hanyalah hal sepele, aku sadar aku hanyalah manusia bodoh, tapi aku akan terus berlajar untuk bisa menjadi lebih baik, jadi jangan bertele - tele sekarang apa keputusanmu, kau terima atau tidak lamaranku, katanya singkat."


Ni Sumbaga hanya mengangguk, aku akan selalu mendukungmu, semoga kau tidak menyesal mempersunting nenek tua ini, katanya sambil tersenyum.


"Aku selalu memegang janjiku, mulai sekarang kau harus terbiasa memanggilku papi, karena aku akan menjadi suamimu."


Sebuah kecupan lembut mendarat dikening Ni Sumbaga.


*****


Deni lalu menghadap Dewi Ninda.


"Setelah mengirim Jasmine ke ruang dimensiku, aku akan melakukan ujian berikutnya. Tunggulah beberapa saat aku perlu orang yang bisa aku percaya."


Setelah Deni dan Asep pergi suasana kembali hening, June tidak menyangka sikapnya yang selalu meremehkan Deni membuatnya harus kehilangan orang yang ia sayang.


Ia juga merasakan sedang berhadapan dengan orang yang berbeda, aku sudah membuat kesalahan besar, katanya dalam hati.


Tak terasa bulir air mata menetes dipipinya, ia hanyut dalam lamunannya tidak ada yang berani mengganggunya hingga mereka merasakan kehadiran Deni dan Asep.


(Apa yang harus kami lakukan, tanya Deni pada Dewi Ninda).


*****


Disana adalah gerbang ke lima, kalian tidak akan bertemu apapun, kalian hanya perlu membuat pilihan, ada dua air ditempat itu, pertama berasal dari telaga di surga, dan yang kedua berasal dari dasar lembah neraka.


Jika kalian salah memilih kalian akan menjadi sumber malapetaka, dan saat itu ketika kalian keluar aku akan langsung membunuh kalian dengan cara apapun, tapi jika pilihan kalian benar maka aku sebagai penjaga lima elemen akan langaung berlutut dan mengabdi padamu, jadi pilihlah dengan bijak.


"Hanya itu?"


Benar tapi sebaiknya jangan sekarang, suasana hatimu sedang tidak baik aku takut...


"Suasana hatiku dalam keadaan terbaik, aku sudah bertekat untuk menyelsaikan semua ini, aku jamin masalahku dengan June tidak akan mengganggu proses penempaan kami."


'Buka gerbangnya kata Asep yang mulai angkat bicara'.


Dewi Ninda tak punya pilihan ia membawa mereka menuju gerbang kelima.


Sementara semua yang ada disana hanya bisa mematung, mereka sadar saat ini Deni dan Asep sudah dalam tingkat yang berbeda, entah apa yang sudah mereka lewati, mereka juga tidak ada yang membantah.


Sebelum masuk gerbang kelima, Dewi Ninda sempat berpesan, apa yang kalian lihat bukanlah hal yang sebenarnya, boleh jadi yang terlihat baik adalah hal terburuk bagi kalian, namun sebaliknya sesuatu yang terlihat buruk justru itulah hal terbaik untuk kalian.


Akhirnya Gerbang kelima dibuka, mereka memasuki tempat itu dengan mantab dan penuh percaya diri.


Disana hanya ada satu penjaga, dimana di samping kanannya terdapat lingkaran api yang menyala - nyala hingga air didalamnya sampai mendidih pada titik tertinggi.

__ADS_1


Sementara disisi kirinya terdapat lingkaran air yang menyejukkan, suasananya tenang dan sangat memikat.


*****


Aku adalah penjaga gerbang kelima, kalian boleh melawanku dengan cara apapun, kanuragan, adu kesaktian atau adu pengetahuan jika kalian menang kaliam boleh memilih salah satu dari dua sisi disampingku.


Namun jika kalian kalah aku akan melempar kalian kedalam lingkaran api yang menyala ini, jadi pilihlah dengan bijak berpikirlah dahulu aku akan memberi kalian kesempatan untuk berikir akan tetap maju atau mundur.


*****


"Sue tu Demit, katanya gak ada lagi ujiannya, lah ini apa, kata Asep sesikit kesal".


Sabar bro, kita diskusi aja dulu, kita ngerokok dulu dan menikmati kopi sambil berpikir, inget kalo sampe salah pilih seleuruh dunia akan berusaha membunuh kita.


"Lah bukannya cewek demit itu aja bos, kata Asep yang sedikit bingung".


Lo gimana si Ki, diakan penjaga lima elemen, sudah pasti semua elemen didunia ada didalam kendalinya, wah harus belajar lagi lo Ki biar jadi dukun yang mumpuni katanya sambil tertawa hehehe.


"Untung aja lo pinter ya bos, oh iya kok bisa sih lo mau nikahin Tante Demit itu?"


Ati - ati lo ngomong Ki, gua tabok pindah alam lo, calon ratu gua tu Ki.


"Ya sorry bos, kaget aja gua kok bisa?"


Gua sudah kasih June banyak kesempatan Ki, tapi kayaknya gak bisa Ki, sebagai laki - laki gua juga punya harga diri, lagian yang tua lebih pengalaman Ki, lo liat deh bodynya sekarang beeehhh kalah dinda Mayang mah hahaha


"Sue lo bos, tapi bener juga sih, sebagai laki - laki harus tegas, biarpun gua masih awam Mayang banyak ngajari gua bos, sikapnya juga hamble banget bos, yah semoga lo gak salah pilih ya bos."


Sudah gak usah dipikirin, gua tau apa yang gua lakuin, lagian sekarang ruh - ruh itu sudah jadi manusia, setidaknya kita gak nikah sama demit hahaha


Tawa lepas mereka seolah melepas penat yang ada, mereka juga terus berdiskusi untuk mengambil langkah yang tepat.


Tidak terasa sudah hampir setengah hari mereka disana entah sudah berapa batang rokok yang mereka habiskan, hingga sore menjelang dan mereka berdua tertidur disana.


*****


Kembali kesisi Dewi Ninda


Ia membawa semua aula utama, mereka juga kembali mengatur ulang strategi dan berusaha membuat June tenang, ia tau betul formasi bangsawan langit utama sulit dilakukan jika kondisi emosi salah satu dari mereka tidak stabil.


Mereka mengkonsumsi resep makanan yang ditulis oleh Deni, selama proses memasak selalu terjadi fenomena alam yanh menakjubkan, hal tersebut sangat merepotkan karena Dewi Ninda berusaha menekan aura agar fenomena tersebut hanya terjadi di area gerbang kehidupan saja.


Sebenarnya manusia seperti apa Deni itu, ia benar - benar mengerikan, katanya dalam hati.


Deni telah membagi resep masakan secara bertahap, dan memberikan bahan - bahan langka yang ia tanam diruang dimensinya.


Sembilan jenis masakan telah siap, Dewi Ninda juga langsung menempatkan pasukan khusus istana jiwa untuj me jaga proses memasak dan menyajikannya pada para tamunya.


Tak lupa ia juga mengundang para Goju, Gome dan sepasang pendekar lembah kematian, semua dilakukan sesuai petunjuk Deni.


Bersambung....


*****


Selamat malam para pembaca Sembilan Pusaka Nusantara kembali Update nih

__ADS_1


Dukung terus karyanya ya, dan jangan lupa untuk memberi Votenya, selamat membaca


Terima kasih untuk semua dukungannya....


__ADS_2