Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 150 - Bangunkan Jiwa Dan Raganya


__ADS_3

"Lancang sekali kata - katamu, kau sudah merendahkan para dewa? Romo pahan situasi kita sekarang sulit, tapi tolong jangan memperkeruh suasana, dan tolong untuk menjaga kata - katamu.


Prabu Hayam Wuruk merenung sejenak, ia paham suasana keraton tidak sedang baik - baik saja dan ia paham, sikap yang diambil Wirabumi, mengingat usianya yang masih muda, namun berurusan dengan para naga bukanlah hal yang mudah, salah sedikit bertindak atau berucap, boleh jadi para naga malah menjadi musuh dan hal tersebut malah akan memperkeruh suasana.


"Maafkan romo, namun bersikaplah sedikit lebih bijak, ayo kita temui nenekmu, kata sang prabu sambil berlalu meninggalkan Terawan.


Terawan masih bersikap patuh, ia tidak mau gegabah, mengingat dampak yang ditimbulkan sejak digunakannya ajian jerat jiwa dan tarik jiwa mulai ia rasakan.


Baiklah romo, sekali lagi aku mohon maaf, aku... Terawan tidak melanjutkan kata - katanya.


"Aku harus segera mencari cara mengatasi ajian terlarang ini, katanya dalam hati.


*****


Kembali kesisi para naga.


Di ruang aula dimensi naga, Deni dan Asep telah bertemu kembali dengan para naga.


"Latihan kalian telah mencapai tahap akhir, kini kami semua akan melebur jadi satu, selanjutnya tergantung bagaimana kalian bisa memaksimalkan energi kami. Kata naga api.


"Apa maksudnya kalian akan melebur? Kata mereka bersamaan.


"Setelah kami melebur, kami akan kembali liar, hanya ada satu cara untuk menaklukan kami, "Bangunkan Jiwa dan Raganya, kata para naga bersamaan.


"Bersiaplah nak, ruh liar kami tidak sesederhana yang kalian pikirkan, kalian harus menaklukan semua naga di ruang dimensi masing - masing, kata naga petir, mulai dimensi air, dimensi tanah, dimensi, api, dimensi udara, dan terakhir dimensi cahaya, kata naga angin.


"Kami akan melakukan peleburan jiwa dan raga, raga kami akan tetap ada didimensi naga utama, sementara ruh kami akan pergi kedimensi masing - masing elemen, saat kami ada disana, kami sudah kehilangan semua ingatan kami jadi kalian harus menaklukan kami satu per satu.


"Menaklukan kalian, bagaimana caranya? Kata Asep yang masih sedikit bingung.


Pertama kami akan mengajarkan segel naga lima elemen, itu salah satu jurus terlarang, persiapkan diri kalian dengan baik.


"Segel Naga Lima Elemen, bukankah yang terkuat adalah segel Dewa Krisna? Kata Deni menanggapi dengan serius.


"Kalian selalu bisa membuat kami para naga terkejut, jika kalian bisa menggunakan Segel Dewa Krisna maka tugas kami akan semakin ringan, kata Naga Api.


Segen Naga Lima Elemen adalah jurus segel tertinggi dari semua jurus segel, teknik yang di gunakan hampir sama seperti Segel Dewa Krisna, katanya menambahkan.


"Sepertinya apa yang kau katakan benar adanya naga api, kata para naga.


Mereka segera membuat persiapan, untuk mengajarkan jurus segel tertinggi milik para naga.


Setelah semua persiapan dirasa cukup, para naga memberikan sedikit energinya pada Deni dan Asep.


"Energi yang kami berikan ini adalah energi liar, menyatulah dengan semua energi naga, ingat Bangunkan Jiwa dan Raganya.


Naga api mulai melepas energi liarnya ketubuh anak - anak itu, perlahan tapi pasti mereka merasakan panas yang luar biasa, benturan energi didalam tubuh mereka berdua terjadi sangat hebat, hingga mereka berdua hampir hilang kesadarannya, namun sebuah keanehan terjadi.


Tubuh kedua anak itu perlahan berputar dan melayang di udara, kobaran api seketika tercipta dari tubuh mereka dan membuat seluruh dimensi naga menjadi terang benerangz namun anehnya kobaran api itu tidak membakar tubuh mereka berdua.


******


Didalam ruang dimensi Deni.


Seorang pemuda berdiri menatap kesekitar, ia merasa aneh dengan pemandangan diruang dimensi tersebut.


"Ini bukan ruang dimensiku, dimana ini?


"Lah siapa lo, bisa - bisa nya ada disini, masuk dari mana lo, kata Deni yang menatap pemuda tersebut. Karena seingat Deni tidak sembarang orang bisa menembus ruang dimensi gaib mereka terkecuali telah di ajak dan mendapatkan izinz tapi ini siapa dia, katanya sambil terus menatap pemuda itu


"Justru aku yang mau bertanya, kenapa aku bisa ada disini, katanya dengan sangat tenang.


"Lah malah balik nanya? Kata Deni yang ikut bingung.


"Ada lubang hitam yang menghisapku dan menarikku hingga akhirnya aku terdampar kesini, katanya lagi.


*****


Disisi luar tubuh Deni.


Tubuh Deni telah hilang kesadarannya, seluruh api itu seolah berasalndari tubuhnya dan mengikat tubuh Asep yang perlahan juga telah hilang kesadaran


*****


Kembali kesisi Deni


Seketika pemuda itu terkejut dan menoleh ke arah Deni, jadi seperti itu apa kau telah bertemu dengan leluhurku naga api? Katanya lagi.


"Oh naga yang ada di luar sana itu ya?katanya singkat.


"Yah kau benar, dia leluhurku, perkenalkan aku adalah Ciko, boleh aku memeriksa tubuh mu? Katanya lagi.


Tanpa mendapat persetujuan Deni Ciko langsung melihat dan mengenali tubuh naga dihadapannya.


"Aku adalah salah satu ruh naga muda, aku pernah diberi tau, jika kau bertemu dengan manusia bertubuh naga maka mengabdilah kepadannya sambil membuka segel perjanjian jiwa dengan Deni.


Setelah selesai tubuh Ciko mulai berasap dan membentuk Tombak panjang.


*****

__ADS_1


Disisi luar dimensi naga.


Perlahan tapi pasti ditangan Deni terbentuk tombak naga, sedang ditubuh Asep mulai terbentuk Jubah Naga Api.


Para naga yang melihat hal tersebut, menjadi semakin yakin merekalah anak - anak dalam ramalan, kata para naga bersamaan.


*****


Di sisi Asep


Asep juga mendapati seorang lelaki berdiri menatap ke telaga didalam ruang dimensinya, sama seperti Deni ia juga bingung dari mana lelaki itu masuk, karena sejauh yang ia tau, tanpa seizinnya tidak ada yang bisa masuk kedalam ruang dimensinya.


"Maaf bapak siapa? Kenapa bisa ada disini? Katanya dengan hati - hati.


"Nama bapak Rayan, Entahlah nak, bapak tidak tau, ada pusaran hitam aneh yang menyedot bapak, dan melempar bapak ketempat ini katanya sama bingungnya.


Namun setelah melihat Asep dia mulai mengerti.


"Maaf nak, apa kau telah bertemu dengan Tuan Naga Api? Katanya sambil terus menatap Asep.


"Ooow jadi bapak temannya naga api? Tapi kenapa bisa nyasar keruang dimensi saya pak, kata Asep yang sudah mulai tenang.


"Maaf nak, boleh bapak melihat tubuhmu, karena tubuhmu memiliki ciri yang sama dengan anak dalam ramalan, dan jika itu benar maka bapak akan mengabdi pada kamu.


Asep yang masih bingung, hanya mengangguk, ia tak mau berlama - lama berurusan dengan orang asing, karena itu bisa mengganggu latihannya, dan setelah melihat Asep ia tersenyum.


"Maafkan aku yang terlambat mengenali tuan, aku adalah salah satu dari bagian ruh naga, mulai saat ini aku akan membantu tuan dan mengikuti semua perintah tuan, katanya dengan sangat lembut.


*****


Kembali kesisi para naga


Melihat tubuh anak - anak itu yang sudah mulai tenang, naga air mulai memberikan energi liarnya.


Seketika keanehan kembali terjadi, gelembung air terbentuk melindungi tubuh anak - anak itu, tubuh keduanya kembali melayang di udara, dan kini getarannya semakin kuat.


*******


Kembali ke sisi Asep


Saat sedang asik berdiskusi, Asep kembali dikekutkan oleh sosok wanita cantik yang sedang kebingungan, namun ketika melihat Rayan ia tersenyum dan langsung bertanya pada Rayan


"Apakah dia tuan yang kita tunggu? Katanya dengan sumringah.


"Rayah hanya memgangguk.


"Perkenalkan tuan, namaku Kanita, aku adalah ruh muda naga air, aku diperintahkan mengabdi pada tuan, katanya sambil berlutut.


"Tapi bisa gak lo bangun aja, gua bukan tuhan yang harus lo sembah, kata Asep sedikit grogi.


*****


Sementara disisi Deni


Ia telah bertemu Kinanti yang merupakan salah satu ruh naga air.


Kinanti juga berkata akan mengabdi pada Deni.


*****


Disis para naga.


Dua pusaka naga kembali tercipta, Deni semakin gagah dengan jubah naga air, sementara Asep dengan memegang Golok Es.


Lalu ketika semua menyerahkan energi liarnya seluruh pusaka dan zirah naga terbentuk melindungi tubub mereka.


Para naga semakin yakin mereka adalah anak - anak dalam ramalan.


"Ini berbeda dengan Sri Sultan, saat kita menyerahkan energi liar kita, pusaka naga tidak terbentuk, sekarang aku bertambah yakin merekalah anak - anak dalam ramalan kata naga petir sambil tersenyun ke arah para naga.


Catatan


Pusaka naga terdiri dari



Tombak naga api (Ciko)


Jubah Naga Api (Rayan)


Jubah Naga Air (Kinanti)


Golok Naga (Kanita)


Zirah naga Petir (Sumantri)


Panah naga petir (Brangkuti)


Zirah Naga Angin (Bayu Aji)

__ADS_1


Kipas Naga Angin (Badhul)


Batu Mustika Hitam (Kana)


Batu Mustika Putih (Soma)



Seluruh pusaka naga adalah pusaka terkuat yang telah lama hilang dan dicari banyak orang.


"Kini tinggal menunggu anak - anak itu sadar, jika dugaanku benar maka para ruh pusaka naga sedang berusaha meyakinkan diri, kita tunggu saja kata Naga Api.


Para naga memindahkan tubuh anak - anak itu ke atas batu giok naga, mereka yakin energi batu giok naga akan mempercepat proses penyatuan mereka, kini para naga mulai mempersiapkan diri untuk proses melebur jiwa.


*****


Sementara di sisi netral


Pemuda yang sejak tadi terdiam, merasa pergerakannya di awasi, namun ia berusaha tetap tenang, perlahan ia menarik tubuh aslinya dan memindai area dengan mata ketiganya.


"Meraka semua hanya mahluk - mahluk menyedihkan, sekelompok manusia, para iblis dan para dewa rendah, mereka pikir dengan mengabungkan kekuatan mereka bisa melawanku, cih....


Ia membuat telepati dengan Terawan, setelah berdiskusi, dengan mudah ia membawa Terawan kesisinya.


Pasukan gabungan yang sejak tadi mengawasi pemuda itu, bingung melihat pemuda yang di awasinya ada di atas gunung dan ia tidak sendiri. Ada seorang lagi yang ikut bersamanya.


"Sepertinya pergerakan kita telah disadarinya, bersiaplah untuk kemungkinan terburuk, kata pemimpin pasukan dari kerajaan iblis.


*****


"Kau lihatlah mahluk - mahluk rendah itu, mereka mencoba melawanku, aku akan memberi sedikit pelajaran pada mereka, katanya dengan nada dingin.


Terawan menatap kearah yang di tunjuk oleh Dewasrani, dengan kemampuannya saat ini ia bisa melihat semua yang ada dibawah, tidak hanya manusia, ada iblis dan juga para dewa disana.


"Maaf tuan, pelajaran seperti apa yang akan tuan berikan? Katanya dengan santai.


"Perhatikan saja baik - baik, aku akan membuat mereka menyesal karena ada di pihak yang salah.


"Baik tuan, tapi jangan terlalu keras, bukankah disana ada para dewa? Apa meraka tidak akan jadi masalah, tambahnya.


"Apa kau pikir aku tidak bisa membunuh mereka semua? Katanya sambil menatap Terawan


Kini tatapan tajamnya mengarah pada Terawan, melihat situasinya Terawan mulai menimbang - nimbang.


"Bukan begitu tuan, aku yakin mudah bagi tuan untuk membunuh mereka, namun seperti yang tuan bilang, kita harus menyimpan tenaga untuk menghadapi bulan darah, bukankah perang sesungguhnya adalah pada saat bulan darah, maaf jika aku lancang, katanya sambil tertunduk.


"Apa aku meminta pendapatmu, kau lihat saja dan perhatikan, atau kau akan bernasip sama dengan mereka semua.


"Lalukanlah sesukamu tuan, aku jadi penasaran, sekuat apa Dewasrani itu, katanya mulai memancing emosi Dewasrani.


"Jelas aku ada jauh diatas mereka semua, bagiku mereka hanyalah lalat.


Saat sedang berbicara, tiba - tiba sebuah serangan yang datang entah dari mana, langsung menghantam mereka.


Whuuuuuussssssss...... Blaaaaaarrrrrrr.....


Serangan itu dengan mudah mereka hindari.


"Apa itu adalah serangan terkuatku, mereka bahkan tidak melihat sama sekali kata pangilima perang dari kerajaan Jin Sulawesi.


"Mereka bukanlah lawan biasa, sejujurnya para dewa sendiri masih berpikir seribu kali untuk berurusan dengan mereka, panglima perang bidadari merah.


Kini kalian telah memulai perang, jadi bersiaplah untuk menghadapinya, ingat semua jangan pernah tatap langsung matanya, terutama mata ketiganya, jangan lengah gunakan kekuatan terbaik yang kalian miliki paham.


Pasukan gabungan aliansi tiga dunia, mulai bersiap untuk melawan Dewasrani.


*****


Dikerajaan laut selatan.


Giayana berlari menembus penjagaan, ia sangat terburu - buru hingga dikejar oleh penjaga, maklum dikerajaan laut selatan sedang di adakan rapat gabungan aliansi tiga dunia.


"Kau mau ku penggal ya, katanya dengan kesal sambil menerobos ruang aula tempat pertemuan para pemimpin aliansi berkumpul.


"Bukankah seharusnya kau seharusnya mencari dan mengikuti energi naga, apa kau tau, yang kau lakukan ini sangat tidak sopan, kata Dewi Durga dengan wajah merah melihat maha patihnya yang bersikap sangat tidak sopan.


"Ampun yang mulia, tapi hamba terpaksa, pasukan kita telah di ketahui keberadaannya dan semua dalam posisi perang, dan lawan mereka adalah yang mulia Dewasrani, katanya sambil berlutut.


"Apa bagaimana bisa, bukankah kita sudah melindungi mereka?


"Ampun Kanjeng Ratu Kidul, salah satu panglima iblis dari kerajaan Sulawesi menyerang Dewasrani yang sedang berbicara dengan salah satu pengikutnya.


"Apa, dasar bodoh mereka semua bisa mati konyol, kata Batara Kala.


Bersambung....


Catatan Author


Mohon maaf karena keterlambatan Updatenya, mengingat sekolah sudah mulai aktiv dan agak sedikit repot di minggu pertama hingga kedua persiapan sekolah, sebagai permintaan maaf bab ini dibuat lebih panjang, semoga para pembaca masih tetap setia mengikuti "Sembilan Pusaka Nusantara"

__ADS_1


dan terima kasih Author ucapkan sebesar - besarnya untuk para pembaca setia, author akan berusaha untuk bisa update tepat waktu, salam sehat selalu ya dan dukung terus ceritanya terim kasih.


__ADS_2