Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 22 - Kedatangan Kyai Hasan


__ADS_3

"Benar nak, sementara aku merasa tenaga dan kekuatanku meningkat pesat, banyak pengetahuan tentang seni bertarung dan taktik perang tergambar dipikiranku, kata Ustad Amir menambahkan."


'Kini kalian ada ditingkat bidadara dengan anugrah warna, warna kuning adalah lambang pengetahuan, sementara warna merah adalah lambang kekuatan, semoga ini bisa membantu misi kita, kata Deni menambahkan.'


Ustad Amir semakin mengagumi Deni, sosok pemuda sederhana yang memiliki kemampuan luar biasa, ustad Amir kini semakin yakin terhadap Deni.


****


Assalammualaikum, tak lama datanglah sosok pria tua berjubah putih dihadapan mereka. tatapannya teduh, dan menyejukan putaran tasbih ditangannya tidak pernah berhenti, sedang lisannya terus bertasbih kepada Allah.


"Waalaikumsalam jawab mereka serentak."


Kyai Hasan, kata Ustad Amir yang langsung bersujud dihadapan gurunya.


"apa gerarangan yang membuat guru soan kegubuk kami kegubuk kami, kata pak Taufik ikut bersujud pada kyai Hasan."


kyai Hasan yang sudah sampai pada tahap karomah, merasakan fenomena alam akibat pil penguat jiwa, ia merasa ada hal yang diberika oleh Deni kepada ustad Amir dan pak Taufik.


Kyai Hasan menyapukan pandangannya kesekitar, ia menatap satu persatu tamu muridnya dan pandangannya terhenti pada Deni dan Asep, ia menatap kedua pemuda itu dengan tatapan yang lembut, aura putihnya yang lembut tapi kuat, bereaksi pada Astagina dan panglima kumbang yang berada didalam tubuh Deni, keduanya secara tidak sadar yang langsung berdiri disamping Deni.


"Assaalammualikum kyai, apa gerangan yang telah mengusik dzikir kyai kata panglima kumbang dengan penuh hormat."


Fenomena alam yang tidak biasa, yang tertangkap dari salah satu rumah muridku, kata kyai Hasan. akuu tidak menyangka akan bertemu para bangsawan langit disini, sungguh suatu kehormatan jika bangsawan langit sudi memberi pil penguat jiwa pada murid - muridky, kata kyai Hasan dengan penuh kelembutan.


"Maaf jika kami bertindak berlebihan, dan mengusik dzikir kyai, kata Panglima Kumbang, sambil menundukan kepala."


Ustad Amir san pak Taufik ikut terkejud, dari mana datangnya dua pria tua yang berdiri dibelakang Deni, mereka bahkan tidak meresakan kehadirannya.


Kedatangan Kyai Hasan mengejutkan semuanya.


***

__ADS_1


Pak Taufik dan Ustad masih bingung dengan kemunculan Astagina dan Panglima Kumbang, mereka sedikit takut pada Astagina dan panglima kumbang karena aura keduanya sangat menekan.


"Sepertinya masalah serat pepadun tidak sesederhana yang dibayangkan muridku, hingga membawa panglima dari bangsa Harimau dan kini pedang langit yang telah menjadi senjata suci, dan kini para bangsawan langit ada disini.


Sepertinya aku terlalu lama meninggalkan dunia ini, kata kyai Hasan sambil tersenyum. Jika kakek boleh tau siapa namamu nak, kyai Hasan berjalan ke arah Deni."


Nama saya Deni kek, maaf jika Saya telah membuat kakek terusik, Deni menundukkan kepalanya tanda hormat kearah kyai Hasan.


"Kau tidak perlu minta maaf nak, aku yang harusnya berterima kasih, seorang bangsawan langit mau berbagi sesuatu yang istimewa, sepertinya jalan takdir telah terbuka, munculnya pedang langit dan panglima teringgi bangsa Harimau ke tanah Swarnadwipa menjadi pembuka tabir yang selama ini tersembunyi, syukurlah kalian ada dipihak yang baik kata kyai Hasan."


Lalu kyai Hasan menatap Asep. Apakah ananda yang menggunakan mata halimun bangsawan langit penguasa tanah yang menyapu sekitar tempat ini, karena aku merasakan mata Halimun bangsawan langit tanah yang mencoba menerawang tempat ini, kata kyai Hasan lembut.


'Asep yang dari tadi diam merasa tidak enak hati, mohon maaf kakek, jika perbuatan saya tidak sopan, saya seharusnya meminta izin dengan tetua disini kata Asep membungkuk hormat.'


Mata pak Taufik dan Ustad Amir terbelalak, mengetahui tamunya adalah bangsawan langit, jadi inikah para bangsawan langit, kata mereka dalam hati sambil menatap kagum pada para tamunya.


"Hal tersebut juga mengejutkan Pas Sandi dan Dika, mereka tidak menyangka bawa Asep dan Deni ada ditingkat bangsawan langit."


Aku tidak menyangka dua bangsawan langit, pusaka suci dan panglima tertinggi bangsa harimau sampai datang sendiri ketempat muridku, pastinya kunjungan ini bukan sekedar untuk melepas penat kata kyai hasan sambil menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya kami tidak bisa menyembunyikan identitas kami dihadapan kyai, kata panglima kumbang mulai bicara, kami hanya membantu keluarga Wijaya yang mengemban misi suci dari kyai Jabat."


Apa mereka murid kakang Jabat kata kyai Hasan? setauku murid kakang Jabat hanya Jatmiko yang tersisa.


"Lebih tepatnya ayah ananda Deni yang menjadi murid kyai Jabat, ananda Deni adalah trah wijaya dengan tubuh naga bintang sempurna, sedangkan ki Astagina adalah senjata utamanya, sedang aku hanya bertugas membantu misi ini kata panglima kumbang menambahkan."


Jadi tubuh naga bintang sempurna dimiliki oleh anak dari Jatmiko, dan takdir itu benar adanya, syukurlah dia berada pada tangan yang tepat, kyai Hasan mendekati Deni dan Asep yang tetap duduk tenang ditempatnya.


Baiklah aku restui kalian, semoga misi kalian berhasil dan membawa kedamaian pada dunia, karena kakang Jabat sudah memberi restu dan sampai membantu kalian, akan tidak sopan jika aku hanya menugaskan murid bodohku bersama kalian, kyai Hasan merapal doa - doa dan dia mengeluarkan dua buah batu Bungur Tanjung Bintang dari dalam jubahnya, kedua batu bungur tersebut seketika berubah menjadi sosok wanita cantik.


Perkenalkan mereka adalah Dewi Tanjung dan Dewi Bintang.

__ADS_1


Dewi Tanjung akan mendampingi bengsawan langit air, dan Dewi Bintang akan mendampingi bangsawan langit tanah kata kyai Hasan singkat.


Aku juga akan mengawasi kalian, seperti kakang Jabat mengawasi kalian kata kyai Hasan yang langsung undur diri Assalammualaikum, dan langsung menghilang.


****


Semua yang ada diruang tamu pak Taufik hanya mematung, dan larut dengan pikirannya sendiri, mereka tidak menyangka dua pemuda sederhana yang selalu kocak ternyata adalah salah satu dari bangsawan langit.


"Bahkan pak Sandi benar - benar tidak bisa berpikir, apakah pak Jaya akan percaya pada semua ini, ia larut dalam lamunnya dan mereka masih terus menatap Deni dan juga Asep."


****


Ini pada kenapa ya, halo kata Asep melambaikan tangannya, lagi lomba bengong atau gimana ya, kenapa pada diem, bos gimana nih, kok jadi diem - dieman gini bos, kata Asep menatap Deni.


"Lah kalo lo tanya gua, gua tanya siapa Encep, kalo ditinggal disini kurang sopan, Deni coba berbicara pada semuanya."


bapak - bapak dan mas nya kenapa pada diem - diem bae, ayo dong bicara, ngomong apa gitu, kata Deni.


Perkataan Deni membuyarkan lamunan semuanya...


Tiba - tiba dua batu bungur tersebut merubah diri menjadi sosok wanita cantik, dengan pakaian khas kerajaan, bernuansa putih dan unggu, keduanya tampak anggun tapi tegas, dengan pedang yang terselip di pingganganya.


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,


Vote dan


Tambahkan ke favorite dan bagikan cerita ini keteman - teman agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2