Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 135 - Ajian Jerat Jiwa dan Tarik Jiwa


__ADS_3

"Tapi ada masalah lain bapak presiden, bulan darah seperti yang ada dikitab ini akan terjadi sembilan purnama lagi, jadi kita tidak bisa menunggu selama dua puluh tahun", tambah Sultan Jogja


"Heeem sepertinya ini semakin sulit, apa tidak ada cara lain untuk menguasai ajian itu atau paling tidak mencegah bulan darah terjadi, kemarin Prabu Hayam Wuruk langsung pergi karena sadar kemampuannya belum stabil, tapi setelah bulan darah terjadi, kita akan melawan sisi buruk sang prabu yang dalam kekuatan penuh, apa ada ide yang lain", kata bapak presiden.


Semua terdiam dan semakin larut dalam lamunnya, hingga akhirnya Deni dan Asep memecah keheningan.


"Bukankah ruang dimensi kita punya jeda yang cukup lama?", kata Deni singkat.


"Benar satu jam di dunia nyata sama dengan sepuluh tahun diruang dimensi, maka dari itu kami bisa cepat melatih jurus - jurus kami dengan cepat kata", Kata Asep menambahkan.


"Sepeluh tahun, apa kau gila, kami saja hanya berjeda satu tahun", kata June singkat.


*****


"Itu dia ruang dimensi para bangsawan langit, mau setahun atau sepuluh tahun, jika didunia nyata terjadi satu jam, maka waktunya akan lebih dari cukup, kita mendapat solusinya", kata Ustad Hadi dengan berbinar.


Hal tersebut sepeti tidak bisa diterima akal oleh para sultan dan semua manusia yang ada disitu.


"Itu mustahil, memangnya ada yang namanya ruang dimensi?", kata Sultan Solo.


"Bukankah selama ini kita memang selalu dihadapkan pada hal - hal yang mustahil adik?", kata Sultan Jogja.


"Tapi kakang, mereka itu kan... ".


Belum sempat ia melanjutkan kata - katanya Sultan Jogja sudah menyelanya.


"Maaf adik, jika aku tidak sopan, tapi ada baiknya kita memeberi mereka kesempatan, ingatlah zaman sudah berubah, kini saatnya kita memberi kesempatan kapada yang lebih muda", katanya sambil tersenyum.


"Aku akan membawa kalian menuju ruang dimensiku, aku pastikan sepuluh tahun diruang dimensiku sama dengan satu jam di dunia nyata", kata Deni singkat.


Dalam sekejap Deni sudah membawa mereka semua kedalam ruang dimensinya.


Semua yang ada ditempat itu cukup terkejut, terutama para sultan. Sultan jogja membuka kitab lain, Kitab Serat Kama Sutra.


"Adik lihat ini, semua yang sedang kita alami sudah tertulis dalam kitab Serat Kama Sutra", kata Sultan Jogja sambil menunjukan sebuah tulisan palawa kuno


(Sepasang pemuda setengah dewa menjadi kunci perjuangan panjang, mereka akan membawa semuanya menembus ruang dan waktu, ruang dan waktu yang bahkan tidak bisa ditembus oleh para dewa sekalipun.


Ruang dimensi unik manusia setengah dewa, memiliki waktu yang lebih panjang dari pada ruang dimensi para dewa itu sendiri, hanya manusia setengah dewa yang mampu menandingi musuh dari masa lalu. Satukan Sembilan Pusaka untuk menyegel para musuh dari masa lalu).


Sultan Solo menatap Deni dan Asep secara bergantian, disaat yang sama sultan Jogja menyerahkan pusaka Sanghyang Naga Amawabhumi kepada Asep.

__ADS_1


"Bisa kau jelaskan apa saja yang ada disini nak?", kata Sultan Jogja.


"Dibagian tengah yang besar adalah rumah utama, disitulah pusat semuanya, sisi kanan adalah tempat latihanku dan disisi kiri adalah tempat yang kupersiapkan khusus untuk istriku, lalu gua disebah selatan adalah tempat aku membuat pil - pil tingkat lima keatas, sementara yang disisi selatan adalah tempat aku meneliti dan membuat pil tingkat satu sampai empat.


Kemudian dibelakang rumah adalah kolam pemulihan jika luka yang diderita cukup parah, lalu kebun - kebun dengan aneka buah.


Hanya ada satu tempat yang tidak aku paham, gua disisi timur itu sudah ada sejak pertama aku disini, seingatku aku tidak pernah membuatnya tapi ya sudahlah itu tidak penting. Mari kita keruang latihan", kata Deni membawa mereka semua keruang latihannya.


*****


Kembali kesisi Terawan.


Mendapat kekuatan dari Dewasrani membuat ia bisa merasakan energi Deni, para sultan dan mereka semua, ia cukup terkejut karena energi kehidupan para sultan dan musuh - musuhnya menghilang.


"Respati segera cari informasi keberadaan musuh - musuh kita, aku tidak bisa merasakan energi kehidupan mereka".


"Baik yang mulia, Respati menerima perintah", Respati meninggalkan Terawan, Tribuana dan para istrinya.


*****


Kembali kesisi Deni


"Ada satu masalah lagi bapak presiden, kita harus mencari orang yang telah mempelajari ajian ini sebelumnya, karena jika kita salah mempelajari ajian ini maka jiwa kita akan hilang dan terkunci didalam segel jiwa", kata Sultan Jogja.


"Astaga, kenapa masih ada saja syarat yang kurang, lalu dimana kita bisa menemukan guru yang bisa mengajari ajian ini, lalu apakah kalian para sultan tidak mampu menguasai ajian ini?


"Ini semua ada ditahap yang berbeda bapak presiden, semua ada ditempatnya masing - masing, kami tidak bisa melanggar aturan langit.


"Lalu apakah ada ciri khusus orang yang menguasai ajian ini?", kata Deni.


"Ada, saat usia muda ia terlihat tua, namun semakin usianya tua dia akan semakin terlihat muda, baik secara fisik, tenaga dan juga semuanya, lalu ia memiliki tanda hitam dibelakang kepalanya", kata sultan Jogja Membaca Kitab Serat Kama Sutra.


"Sepetinya aku tau, tapi aku masih ragu apakah ia benar menguasainya", kata Deni.


Deni lalu pergi sebentar dan kembali membawa kakeknya kedalam ruang dimensinya.


"Bapak presiden, para sultan dan semuanya, ini kakek saya, kakek Jatmiko.


Semua yang ada diruangan itu langsunh menatap kakek Jatmiko, ia terlihat seperti orang yang berusia empat puluh tahun.


Tanpa berbasa - basi sultan Jojga langsung mengeluarkan Kitab Serat Kama Sutra. Melihat kitab tersebut kakek mata kakek Jatmiko langsung melotot.

__ADS_1


"Aku pikir sudah tidak bisa melihatnya lagi, hal yang sangat ingin aku jauhi, sebaiknya kalian musnahkan kitab itu, kitab itu akan membawa petaka bagi seluruh umat manusia.


"Aku bahkan belum memberi tahu kitab apa ini, kenapa kau bisa bilang jika kitab ini adalah sumber mala petaka bagi manusia?", kata Sultan Jogja.


"Aku sangat mengenal kitab itu jauh sebelum kitab itu dibawa kekeraton, Sri Sultan Ke tujuh dari keraton Jogja yang memintaku mempelajarinya, namun saat itu kami belum paham bahwa ajian Jerat Jiwa sangatlah mengerikan, karena ajian itu sangat berbahaya pihak keraton Jogja memasang segel khusus pada kitab itu, tapi mengapa sekarang kau malah membukanya", kata kakek Jatmiko.


"Sri sultan ke tujuh, kau jangan bercanda tuan, jika sampai kau berbohong lehermu yang akan jadi bayarannya", kata Sultan Solo dengan sangat terkejut.


Bukan hanya sultan Solo, semua yang ada disitu cukup terkejut, karena jika memang kakek Jatmiko sudah hidup sejak masa pemerintahan sri sultan ke tujuh, maka usianya kini sudah lebih dari seribu tahun.


"Ajian itulah yang sangat menyiksaku, aku bahkan tidak pernah bisa mati, hal yang kami pikir adalah hal yang sangat menarik malah menjadi mala petaka", kata kakek Jatmiko.


"Aku dan sri sultan ke tujuh adalag saudara seperguruan, sikapnya yang rendah hati membuat siapa saja yang bersamanya tidak akan tau jika ia adalah salah satu pewaris tahta kesultanan Jogjakarta.


Ia adalah seorang yang santun dan rendah hati, ilmu kanuragannya sangat tinggi, kami belajar bersama, berkembang bersama hingga sore itu kami menemukan seseorang yang terluka parah, ia meminta kami memisahkan dua kitab pengetahuan.


Pertama Kitab Batu Langit yang selalu aku bawa, dan kedua Kutab Serat Kama Sutra Milik Keraton Jogja.


Mendengar Kitab Batu Langit, membuat Sultan Jogja membelalakan matanya.


"Jadi kau benar - benar orang yang bersama leluhurku, orang yang memgang Kitab Batu Langit", katanya dengan suara bergetar.


Semua yang ada ditempat itu tampak bingung, begitu juga dengan Sultan Solo, ia terus menatap Sultan Jogja dengan tatapan heran.


"Bisa aku lanjutkan", kata kakek Jatmiko, yang di jawab anggukan oleh Sultan Jogja


Kedua kitab itu entah dari mana asalnya, hal itulah yang membuatku bisa dengan cepat membangun keluarga Wijaya, kami merahasiakan kedua kitab itu dari guru kami, tapi kami bertekat untuk bisa menguasai pengetahuan yang ada didalamnya, karena menurut orang yang memberikan kitab itu, kami akan bisa mendapatkan pengetahuan tak terbatas jika kami bisa mengasai kedua kitab itu.


Karena memang kami berdua sangat berbakat, guru memintaku mendapingi sri sultan di hari pengangkatannya, dan meninggalkan perguruan.


Kini akulah yang terkejut, aku tidak menyangka jika sahabat baikku adalah seorang putra mahkota, ia secara khusus memintaku mendampinginya dikeraton, dan mengatakan bahwa ia telah menyiapkan ruang khusus bagi kami untuk mempelajari kedua kitab itu.


Akhirnya aku setuju untuk tinggal dilingkungan keraton, aku bertugas sebagai orang kepercayaan sri sultan, aku berserdia tinggal dilingkungan leraton dengan syarat kami harus saling membagi pengetahuan tentang kitab masing - masing.


Bersambung...


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2