
Baiklah nona, biarkan mereka menyesuaikam diri dengan tubuh baru dan kemampuan baru mereka.
Hampir sehari Deni dan Asep pingsan hingga akhirnya menjelang sore mereka tersadar, mereka melihat Putonia dan juga Buto Randu sedang berbincang, kini mereka terlihat lebih siap menghadapi semuanya.
Putonia dan Buto Randu menghampiri mereka.
^Bagaimana keadaan kalian, kata Putonia dengan wajah cemas.^
'Kalo gua sih baik - baik aja, cuma sedikit pusing, lo gimana ki?'
"Sama bos pusing kepala gua bos, kita masih hidup kan ya?"
^Tenang saja kalian berdua masih hidup, aku minta maaf karena baru mengatakan semuanya sekarang, kami harus memaksimalkan semuanya.^
'Mau gimana lagi, di muntahin juga gak bakalan keluar, lah sudah tiga minggu ente baru bilang kalo itu darah?'
^Aku terpaksa, kalianlah harapan kami, setidaknya jika perang besar tidak bisa dihindarkan kekuatan kita akan berimbang, hingga kejadian Sono dan Waru tidak terulang kembali.^
'Apa ini masih berhubungan dengan Sono dan Waru?'
^Sono dan Waru termasuk kedalam dua belas bangsawan langit utama, hanya mereka yang tidak mau mengkonsumsi ramuan itu, ramuan itu bukan hanya berisi darah para raksasa, tapi juga darah dari para dewa, Mulai dari Batara Sumbu, Batara Bayu, Batara Brahma, Batara Indra, Batara Wisnu, Batara Ghanesa, dan juga Batara Kala.
Mereka tidak mau sejajar dengan para dewa dan ingin terus mengabdi pada para dewa, itulah kenapa formasi bangsawan langit tidak bisa dilakukan secara sempurna, tambah Putonia.^
Deni dan Asep yang mendengar penjelasan Putonia akhirnya mulai memahami dengan apa yang terjadi pada mereka.
'Jadi apa yang harus kami lakukan, kami tidak mau menjadi manusia panggang apa lagi menjadi makanan ular berkapala banyak itu, kata Deni dengan tatapan dingin.'
Buto Randu mulai memberikan arahanya pada mereka, mereka memang tidak boleh menggunakan kekuatan gaibnya, tapi mereka boleh memperbesar diri, kini latihan pertama mereka adalah memperbesar dan memperkecil diri.
Tidak terasa tiga hari berlalu sejak Deni dan Asep berlatih memperbesar dan memperkecil diri, mereka saling memberi masukan dan menutupi kekuarangan masing - masang....
*****
Buto Randu benar - benar kagum, mereka berasal dari dunia manusia tapi memiliki kemampuan seperti ini, semoga saja mereka benar - benar pemuda dalam ramalan, ia tersenyum melihat perkembangan mereka yang begitu pesat.
Buto Randu membawa kembali mereka ke lembah raksasa, kini mereka memperbesar diri seukuran raksasa, kini para Kerberos tidak terlalu berarti bagi mereka, hanya Hydra yang seukuran dengan mereka.
Seperti pertama kali mereka disana, aturannya tetap sama, mereka harus berlari mengelilingi seluruh tempat tersebut hingga dupa habis, tapi kini agak berbeda, Buto Randu meletakakn dupa sepanjang satu meter dengan dia meter lima centi meter.
Karena ukuran kalian sudah sebesar ini aku rasa bukan masalah bagi kalian bukan tambahnya sambil tertawa Huuuaaahahahhahaha.... Huuuuaahhahahahaha...
__ADS_1
"Lah kenapa dupanya gede banget, tanya Deni."
Yang di jawab anggukan oleh Asep.
Ukuran kalian sudah setara dengan kami, jadi aku pikir tidak akan seru jika memakai dupa kecil.
Ia kembali melepaskan hewan - hewan itu yang langsung mengejar Deni dan Asep, kali ini mereka tidak mau gegabah, berdasarkan pengalaman pertama mereka menebas leher Hydra, merka lebih memilih mengandalkan kemampuan fisiknya.
"Lari Ki, ketika salah satu dari Kerberos menyemburkan api."
Mereka langsung melesat dan bergerak lincah, berbeda dengan hari pertama kini mereka jauh lebih siap, mereka terus berlari menghindari para Kerberos dan juga Hydra.
Mereka saling berbicara melalui telepati, mereka berencana membuat perangkap untuk hewan - hewan itu, sesuai kesepakatan, Asep memancing hewan - hewan itu menjauh, sementara Deni mempersiapkan perangkapnya.
Asep mencabut sebatang pohon, lalu dilemparkan ke arah hewan - hewan itu.
'Ayo hewan - hewan jelek, tangkep gua kalo bisa.'
Ia berusaha memancing hewan - hewan itu menjauh dari Deni.
Tidak meyianyiakan kesempatan Deni langsung membuat perangkap, ia berencana membuat hewan - hewan itu terjebak, ia berlari ke tebing batu, lalu membuat jebakan disitu, cukup lama juga karena batu - batu di lembah raksasa cukup keras dan sulit di hancurkan.
'Bos masih lama kah, gua sudah kepepet nih.'
'Ye bos somlplak, dimana - mana batu mah keras bos, kalo lebut busa bos bukan batu.'
"Sue lo Cep, ini beneran beda Cep, tahan sebentar lagi ya."
'Jangan kelamaan bos, kayanya mereka punya dendam pribadi sama gua bos, terutama ular - ular itu.'
"Gimana gak dendam, lah lo main penggal aja kepalanya, jelas aja dia marah sama lo Cep hahaha."
'Sue bos somplak malah ketawa, bukannya mikir.'
"Lo kata gua lagi nyantai gitu, gua juga lagi mikir ini cara ngancurin batunya gimana?"
'Lo pukul kek, lo apain gitu, jangan di liatin doang, ya gak hancurlah.'
"****** lo Cep, gua tumbalin juga lo buat hewan - hewan itu."
'Lah kalo gua tewas, gua hantuin lo bos, gak terima gua jadi makanan anjing sama uler.'
__ADS_1
"Selsai Cep, pancing kesini Cep, buruan sebelum gua berubah pikiran."
'Nah itu baru bener bos.'
Asep bergerak ke arah Deni, ia mengikuti instruksi yang diberikan Deni melalui pikirannya.
Hingga sampai pada titik yang ditentukan ia mengecilkan tubuhnya, dan masuk kedalam perangkap yang dibuat Deni, di susul para Kerberos dan Hydra yang langsung bergerak kearahnya.
Ketika hewan - hewan itu berada disana, seketika jebakan yang dibuat Deni bereaksi, dan tumpukan batu menghujanibpara hewan - hewan itu hingga mereka tak sadarkan diri.
Melihat hal tersebut Buto Randu cukup terkejut, sejak kapan mereka mengatur rencana dengan begitu matang, padahal mereka baru saja berada disana.
Kini Deni dan Asep berlari dengan lebih cepat, hingga hari menjelang sore, mereka akhirnya berhenti karena melihat dupa yang di pasang sudah habis tak bersisa. Lalu mereka mendekati Buto Randu.
"Sejak kapan dupa itu habis, tanya Deni?"
Sejak tiga jam yang lalu, jawabnya singkat.
'Lalu sudah berapa putaran yang kami lakukan, tanya Asep?"
Sekitar lima belas putaran.
"Lah lebih lima dong, kenapa gak diauruh berhenti, tanya Deni lagi."
Aku suka mengerjai kalian, semangat kalian sangat bagus, akan tidak baik merusak semangat orang yang sedang menggebu - gebu hahahaha
'Sue ni raksasa, seneng banget nyiksa orang, girang banget hatinya.'
Yah karena ini adalah pekerjaan yang paling menyenangkan tambahnya hahahaha.
"Jadi setelah ini apa lagi yang harus kami lakukan."
Selama satu minggu ini berlarilah seperti tadi, tapi mulai besok hewan - hewan itu akan beristirahat, mereka terluka cukup parah. Setalah seminggu kalian akan aku antar menuju tingkat kedua.
Kini beristirahatlah dahulu, persiapkan diri kalian untuk latihan besok pagi tambahnya, sambil berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...