
Dimarkas rahasia Narapati terdapat ratusan peti mati giok es yang berisi pasukan dari masa lampau.
Hampir seluruh perajurit Bhayangkara yang merupakan pasukan elit kerajaan Majapahit diberikan tubuh baru.
Berdasarkan petunjuk Gayatri Terawan juga berhasil membuat salinan Mahapatih Fenomenal Gajah Mada.
Mari nek aku tunjukan sesuatu yang istimewa, ia membawa Gayatri keruangan lain.
Gayatri benar - benar terkejut ia melihat peti yang sama yang digunakan untuk menyimpan jasad seperti milil iblis terkuat, tapi ketika ia melihat kedalam peti sosoknya adalah sosok yang sangat ia kenal dan hormati..
Terawan meminta anak buahnya menggeser tutup petinya dan betapa terkejutnya Gayatri.
"Ini bagaimana bisa?"
Aku mendapatkan sedikit hadiah dari yang mulia Dewasrani, berdasarkan rambut yang nenek simpan, aku menggunakan metode khusus yang langsung dibimbing yang mulia Dewasrani, maaf aku baru mengatakannya dan ini akan menjadi senjata rahasia kita, karena seperti yang kita tau, orang yang terbaring didalam peti ini adalah orang yang akan menjadi legenda, tambah Terawan.
"Dari mana kau dapatkan...
Bagaimana apa nenek suka, dengan hasil kerjaku?
Tak lama orang - orang itu kembali menutup petinya.
Suhu dipeti ini sudah atur lebih dingin dari yang lain, sekitar 345 drajat celsius kata Terawan menjelaskan. Tapi untuk kesiapannya baru sekitar enam puluh lima persen, karena memang proses khusus yang aku lakukan pada pasukan elit Bhayangkara terutama padanya kata Terawan.
Setelah memeriksa persiapan Pasukan Hantunya mereka kembali untuk mengatur rencana selanjutnya sambil menunggu Purnama Emas.
*****
Kembali kesisi Deni dan pimpinan lima matra
Ustad Hadi memeriksa laporan dari para mata - matanya, ia merasa cemas karena suasananya sangat tenang.
"Kenapa Ustad terlihat cemas, tanya kepala pasukan AL?"
Suasananya sangat tenang ini menjadi tak biasa, setelah apa yang mereka lakukan mereka seolah menutup diri, katanya sambil menggeleng.
Hal yang sama dirasakan Ustad Lee.
'Tapi sesuai saran ustad, kami melakukan rolling pasukan secara ketat, sehingga praktis semua informasi telah kita kunci kata pimpinan AD'.
Tapi ini terlalu tenang tuan, aku takut mereka sengaja mundur untuk bisa maju lebih jauh sambil mengamati situasinya, ditambah lagi ada desas - desus Terawan sangat penasaran dengan pengatur strategi pemerintah, seharusnya ia semakin intens mencari celah.
'Kami akan semakin waspada, kami tidak ingin kecolongan lagi, untuk sementara pak presiden mengatur semuanya di Istana Bogor sesuai saran para Ustad, sementara penjagaan di Istana Negara sendiri tidak kami kurangi'.
Semoga saja ini hanya kekhawatiran kami kata Ustad Hadi yang kembali merenung dan sesekali memeriksa berkas - berkas dimejanya.
Tiba - tiba June angkat bicara.
^Tempat yang paling berbahaya adalah tempat yang paling aman untuk bersembunyi, aku takut sepuluh iblis terkuat ada diantara kita, ditambah segel dewa tingkat sembilan yang ditanam langsung oleh Dewasrani membuat kami sendiri sulit mendeteksinya kecuali ada ditingkat dewa^.
Apa kalian bisa meminta para dewa memeriksa orang - orang kita, kata Ustad Hadi?
^Bukan tidak bisa tapi para dewa tidak bisa berada terlalu lama didunia manusia, itu bisa menimbulkan kecurigaan^.
Bagaimana dengan Batara Ismaya, apakah tapa bratanya telah selesai? Sampai saat ini para punakawan belum memberikan laporan apa - apa terkait perkembangan Purnama Emas, tambahnya.
^Mencari informasi didunia bawah tidak sesederhana seperti berurusan dengan dunia manusia, seperti yang peenah aku sampaikan kami semua terikat aturan tiga dunia^.
Semua terdiam dalam lamunan masing - masing, baik Deni, Asep dan para bangsawan langit semua terdiam.
"Bagaiaman laporan dsri para DENHARIN yang pergi ke Alas Purwo, apa sudah ada laporan, tanya Boni?"
__ADS_1
Dari laporan yang saya terima belum ada perkembangan, mereka masih berusaha menemui kuncen penghubungbtempat itu dengan kerajaan Alas Ketonggo.
Sepertinya saya harus minta bantuan teman saya, dia ahli ruqyah dan sangat paham berurusan dengan dunia gaib.
'Apa antum mau menghubunginya?'
Jika melihat situasinya sepertinya harus, karena keterbatasan kemampuan otak kita berurusan dengan hal gaib ada baiknya ada manusia yang paham dan bisa menjelaskan secara sederhana.
'Apa mungkin dia mau membantu?'
Jika tidam dicoba bagaimana bisa tau, biar saya coba bicara dulu dengan dia.
*****
Ditempat lain
Seorang Ustad Faiq yang baru selesai melakukan Ruqyah didatangi oleh asistennya.
Assalammualaikum ustad, ada telepon dari Ustad Hadi katanya penting dan mendesak.
Ustad Faiq mengernyitkan dahinya, Mas Hadi? Ada apa tidak biasanya dia begini katanya dalam hati.
"Assalammualaikum Ustad apa kabarnya? Oh iya antum repot tidak, jika tidak bisa kita bertemu segera?"
Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarkatuh, ada apa nih ustad kondang tiba - tiba telepon ana, mau ketemu lagi Masya Allah mimpi apa ana semalam ya, kata Ustas Faiq.
"Antum lebib kondang dari ana hehehe, gimana bisa tidak ustad?"
Harus sekarang ya mas?
"Lebih cepat lebih baik, tapi jika antum asih ada pekerjaan atau hajat ya diselsaikan dulu".
Sudah selsai mas, ini sudah bersiap mau pulang, mau ketemu dimana mas, ditempat mas atau ditempat ana?
Wuiih mau traktir adeknya beli baju lebaran atau gimana nih, candanya.
"Yah kita perlu suasana baru, jika tidak kebertan ana tunggu ya?"
Siap, siap ana langsung meluncur kesana ya, nanti setelah sampai ana telpon antum ya mas, tambahnya.
"Baik kalo begitu, terima kasihbya Ustad maaf ini ana jadi merepotkan antum".
Halah sampean ini seperti sama siapa aja, ana siap - siap dulu ya, ana bawa tim ana sekalian ya biar mereka bisa penyegaran. Assalammualaikum.
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh".
*****
Kembali kesisi Ustad Hadi.
Dia akan menemui kita, maaf nak Deni nanti bisa antum siapkan tempat untuk timnya ustad Faiq?
"Beres ustad, akan saya siapkan semuanya tambah Deni".
Terima kasih nak Deni.
Baik sekarang saya minta June, Giyana dan juga Batara Kala untuk mendampingi saya, termasuk nak Deni dan Asep, bawa sekalian nona Wulan dan nona Jasmine ya.
Setelah hampir satu jam, telepon ustad Hadi berbunyi, panggilan dari Ustad Faiq.
Dia datang, tambahnya.
__ADS_1
Mereka menuju tempat yang telah disiapkan oleh Deni, salah satu ruang VVIP di mall Kasablanca
Semua hidangan dari olahan ayam dan daging sapi yang menggugag selera sudah tersaji, tak lama orang yang ditunggu datang.
Ketika hadir ditempat ituz ustad Faiq yang memang sensitif dengan hal gaib menangkap kejanggalan diruangan tersebut, ia bermaksud membuat pagar diri namun ustad Hadi buru - buru mencegahnya.
"Lawan kita bukanlah mereka Ustad, mari kita bicara didalam, katanya".
Mas sebagian dari mereka bukanlah manusia, dan aura mereka benar - benar besar dan mengerikan, ana sendiri belum tentu mampu mengatasinya, tambahnya.
"Tenang - tenang masuklah dulu, ana yang bertanggung jawab disini, antum percaya pada ana kan?
Baik mas, sikap waspada ustad Faiq dan timnya tidak diturunkan, bahkan beberapa santri yang sudah ditahap lanjut sempat mencabut pusakanya.
*****
Mereka berjalan memasuki ruangan, pandangan Ustad Faiq tidak lepas dari June, Giyana dan Juga Batara Kala, mereka duduk berhadapan dengan mereka semua.
Ada ustad Hadi dan ustad Lee disini, dan ada bapak - bapak tentara, juga para lelembut semoga bisa ada penjelasan tentang ini tambahnya sambil menatap lekat ustad Hadi dan Lee.
Ustad Hadi dan Lee saling pandang.
'Sebaiknya antum saja yang menjelaskan tambah ustas Lee'.
Mas ana sangat mengenal antum, apa penjelasan ana butuh penjelasan antum mas, tambahnya?
"Ana sendiri bingung harus mulai dari mana, tambah ustad Hadi.
Awalnya ana tidak begitu yakin, tapi setelah ana melihat sendiri dengan mata kepala ana, apa yang pernah kita diskusikan dulu tentang hal gaib benar - benar terjadi".
Suasana sempat hening, hingga ustad Hadi melanjutkan ceritanya.
"Antum ingat penyerangan mall Kasablanca dan juga penyerangan lain dinegara kita?"
Ustad Faiq hanya mengangguk
"Semua berhubungan dengan hal gaib sama seperti yang pernah kita bahas.
Dimulai dari ratusan orang yang entah dari mana datangnya, hingga ana dipertemukan dengan mereka semua dan mereka meminta bantuan ana, ana juga mendapat bantuan dari ustad Lee.
Dan semua yang ada diluar nalar manusia terus terjadi, menghadapi ini semua jujur mental ana hampir terganggu, beruntung ana masih punya iman, namun semakin kesini semua sudah diluar jangkauan ana, dan akhirnya ana putuskan menelpon antum.
Ustad Hadi terus bercerita dan menjelaskan semuanya secara detail pada ustad Faiq, termasuk kepergian pasukan DENHARIN menuju Alas Purwo, hampir dua jam ustad Hadi menjelaskan semuanya, jadi Begitu ustad.
Ustad Faiq masih berusaha mencerna apa yang sedang terjadi, sesekali ia menatap June, Giyana dan juga Batara Kala, ia hanya menggeleng.
"Perang besar tiga dunia ya, heemm ana pikir itu semua hanya mitos, tapi saat ini semua terjadi didepan mata kita".
Persiapkan pasukan Santri Songo, tarik segera mereka ketempat ini sekarang juga, disini saudaraku sedang berjuang, aku tidak mungkin diam saja, tambahnya sambil menghela napas panjang
Para santri ustad Faiq paham betul, jika Santri Songo adalah pasukan elit yang dipersiapkan oleh pondok Assyifa, jika mereka sudah turun artinya hal itu bukanlah perkara remeh.
Satu lagi minta juga Santri Pitu untuk bersiap, mereka akan harus menjaga tempat ini, satu lagi aku tidak akan memaksa kalian mengikutiku, karena kali ini kita ada ditahap yang berbeda, dan terima kasih kalian sudah menemaniku sampai sejauh ini, kali ini kalian bebas memilih katanya sambil menatap para santrinya.
Para santri ustad Faiq terdiam, tidak ada satupun yang bersuara hingga akhirnya Rohim salah satu dari santri senior dan orang kepercayaan ustad Faiq buka suara.
"Saya akan tetap ikut ustad, ustad sudah seperti bapak buat saya, saya yang dibuang orang tua saya, sudah dibimbing oleh ustad dengan sangat baik, saya akan mempersiapkan semua yang ustad perlukan".
Akhirnya para santri memilih untuk tetap bersama ustad Faiq, mereka mempersiapkan semua sesuai arahan ustad Faiq
Bersambung....
__ADS_1
Selamat malam para pembaca, semoga kalian selalu sehat dan bahagia, kini Sembilan Pusaka Nusantara kembali Update, mohon maaf untuk Updatenya masih sering terlambat, dukung terus ya ceritanya agar cerita ini semakin dikenal, terima kasih.