
Aku juga akan meminta Batara Ghanesa untuk menghapus ingatan kalian tentang semuanya, jadi yang kalian tau kalian adalah mahasiswa yang baru saja lulus menjalankan pendidikan, dan aku pastikan kalian tidak akan lagi terlibat dengan semua ini.
Putonia lalu beranjak pergi meninggalkan mereka, ia sangat berharap mereka bisa terus bergabung, karena kehilangan mereka artinya mereka kehilangan kekuatan, ditambah zirah Sono dan Waru kini bersama mereka.
*****
Disisi lain, Deni dan Asep larut dalam lamunannya, ternyata ada banyak hal di dunia ini yang belum mereka ketahui, tak terasa mereka terlelap didalam tidurnya.
Di alam mimpi mereka bertemu dengan Sono dan Waru, pendahulu mereka.
(Apa kabar para penerus penguasa air dan tanah, semoga kalian baik - baik saja)
Deni dan Asep saling pandang, siapa dua lelaki yang ada dihadapan mereka.
"Maaf siapa kalian? Apakah kita saling mengenal? Tanya Deni penuh selidik."
Aku adalah Sono, kata lelaki berambut putih, sementara lelaki berambut hitam mengaku sebagai Waru. Apa kabar kalian Kunta - Kinta, Rin - Shin.
(Tuan Sono dan Tuan Waru, kata para pusaka mereka)
Sono dan Waru memberikan informasi apa yang terjadi pada mereka sesungguhnya, mereka berdua meminta Deni dan Asep untuk bisa mencegah perang, dan memutus ambisi Batara Dewasrani.
Entah berapa lama mereka tertidur hingga akhirnya para penjaga membangunkan mereka berdua.
*****
Pagi itu di Kerajaan Raksasa, Deni dan Asep langsung mencari Putonia.
Ia melihat Putonia sedang berbincang dengan Buto Randu dan Raja Raksasa.
Mohon maaf kami terlambat, Deni dan Asep bergabung bersama mereka, Deni mulai buka suara.
"Kami akan tetap ikut berperang, kami sudah sampai sejauh ini, kami tidak akan mundur, kata Deni mantab."
Dan di jawab anggukan oleh Asep.
"Lalu apa lagi yang harus kami lakukan?"
Mendengar jawaban Deni yang mantab untuk terus berjuang, membuat Buto Randu, dan Putonia tersenyum puas, begitu juga Raja Raksasa, tapi ia berpesan kepada Mereka, lakukan dulu negosiasi, peperangan adalah pilihan terakhir, dan ingatlah yang di hadapi adalah Dewa yang selalu mendapat perlindungan dari Batara Manikmaya.
__ADS_1
Jadi jangan heran jika nanti kalian juga akan bersinggungan dengan para tentara langit yang mendukung Batara Manikmaya.
*****
Baiklah Raja Buto kami akan membawa Deni dan Asep ke Lembah Kematian.
Mereka berdua saling pandang. (Lembah Kematian?)
'Ya benar kami akan membawa kalian lembah raksasa tingkat kedua, lembah kematian, kata Buto Randu singkat.'
Mereka meninggalkan Raja Raksasa menuju Lembah Kematian, cukup jauh mereka berjalan hingga akhirnya sampailah pada Gerbang Kedua Lembah Raksasa.
"Di sinilah tempatnya, kata Buto Randu"
Mereka melihat sebuah Gerbang dengan penjagaan ketat, tidak ada yang istimewa dari tempat itu, hanya sebuah benteng besar yang cukup tinggi.
Perlahan gerbang besar terbuka, mereka disambut oleh Buto Rondo, raksasa wanita yang terlihat berbeda dari raksasa lainnya, ia cantik dan sangat menarik.
"Wah - wah aku kedatangan tamu agung, ia mengecillan tubuhnya dan memeluk Putonia, apa kabarmu bidadari cantik?"
'Kau selalu memberikan pujian Rondo, aku baik - baik saja, kau sendiri apa kabarnya?'
"Seperti yang kau lihat, aku selalu cantik dan enerjik hahaha, omong - omong siapa dua orang manusia yang kau bawa ini, apakah mereka persembahan untukku."
"Sayang sekali kenapa kalian mau masuk lembah kematian, lebih baik kalian jadi suamiku, sayang lho wajah tampan kalian jika nantinya malah harus mati muda, kata Buto Rondo sambil melempar senyum genit."
^Maaf nona Raksasa, tujuan kami adalah lembah kematian, lagi pula mati itu urusan Allah, bukan urusan kita, jika kita ditakdirkan mati sekuat apa kita menghindar pasti tetap akan mati, tapi jika belum waktunya mati, sekuat apa orang berusaha mencelakai, tetap akan hidup, begitulah kami para manusia meyakininya, kata Deni Mantab.^
"Aku suka semangatmu cah bagus, siapa namamu?"
^Aku Deni Nona, dan ini ki Asep, sahabatku.^
"Baik jika tekat kalian sudah bulat, panggil saja aku Rondo atau Rukmini, panggilan nona raksasa terdengar kurang enak di telingaku"
(Maaf Nona Rondo jika kami kurang sopan, jadi kapan kami akan masuk ke Lembah Kematian, tanya mereka bersamaan)
"Sepertinya kalian memang tidak bisa ku Goda dengan cara ini, kalian lulua ujian pertama, baiklah aku akan mengantar kalian menuju lembah kematian."
Buto Rondo membawa mereka menyusuri sebuah lorong dan akhirnya tibalah disuatu daratan hutan yang cukup lebat.
__ADS_1
^kami menyubut tempat ini lembah kematian, karena ini adalah tempat hukuman para raksasa, berbeda denga tingkat pertama yang hanya berisi padang rumput dan pegunungan, disini adalah hutan yang lebat dan berbahaya.
Kami membagi tempat ini menjadi tiga bagian, pertama lembah dasar, kalian akan bertemu dengan para Gorila Hijau dan Gorila merah, kami menyebutnya (Goju dan Gome) Goju si Gorila hijau masih bisa bersahabat, tapi Gome berbeda, sekalia kalian menyinggungnya ia pasti akan mencari kalian untuk dibunuh.
Di lembah dasar juga terdapat banyak jebakan lumpur hisap dan tumbuhan pemakan daging. Sampai disini apa kalian akan merubah keputusan kalian?"
(Kami akan tetap pada pendirian kami)
"Baik jika tekat kalian sudah bulat, satu lai kontur tanah disana mudah rapuh, salah melangkah atau berpijak kalian akan terperosok, enatah itu kedalam lumpur hisap atau pasir hisap, lalu dibagian tengah pusat dari lembah kematian berisi semua yang disebut Jin, setan, monster atau apalah yang ditakuti oleh manusia, dan mereka sangat tidak ramah lho, apa masih berani?"
Mereka hanya menggauk.
"Baik ini bagian serunya, mereka biasanya berebut tubuh manusia, mereka percaya dengan mengkonsumsi tubuh manusia mereka akan mendapat tambahan kekuatan, dan sedikit informasi, setelah jutaan tahun baru kalian berdua manusia yang berani datang ke Lembah Kematian, dan itu akan membuat kalian memiliki banyak penggemar."
(Mereka saling memandang, Banyak penggemar maksudnya?)
"Nanti kalian akan paham, mari silahkan, satu lagi aku tidak bisa membantu kalian keluar, jadi jika kalian tidak mampu bertahan, maka kalian akan mati, kalian hanya perlu berjalan terus kedepan hingga menemui gerbang kedua aku akan menunggu kalian disana."
(Mereka berdua mengangguk setuju.)
Mereka berdua masuk kedalam gerbang lembah kematian.
******
Cep lo lihat deh, tempatnya seru dan sejuk kok kata - kata si Rondo tadi bertolak belakang ya, coba lo lihat hutan sejuk wah nyandu dulu bro, kita ngerokok disini.
"Wah bener lo bos, kayanya kita nyantai disini enak juga bos, ya sejenak melepas penat, biar kaya orang - orang, hahaha"
Ketika meraka asik menikmati rokok dan secangkir kopi, sesuatu yang aneh terjadi, tiba - tiba kepulan asap hitam pekat muncul dan menyelimuti tempat mereka.
"Hati - hati Ki, kayanknya ada yang gak beres, ya elah baru juga mau menikmati hidup, sudah ada aja gangguannya."
Munculah sosok sepasang pendekar yang menatap tajam ke arah mereka, mereka terus menatap Deni dan Asep tanpa berkedip.
Bersambung
Mohon maaf buat teman - teman reader baru bisa Upload, karena agak sedikit repot, tapi sudah bisa teratasi, dan saya pastikan updatenya kembali normal.
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
__ADS_1
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...