Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 44 - Kekuatan June (Pemimpin Bangsawan Lagit)


__ADS_3

June langsung membentuk segel Tangan Elemen Angin + Air, "Pelindung Air Abadi" perisai Air seketika udara disekitar memadat, dan air membentuk Dinding Es tercipta dan berputar melindungi tubuh June. Seketika benturan tenaga Dalam tercipta...


Ia mundur beberapa langkah, Maha Patih Giyana langsung mendekatinya


"Apa nona tidak apa - apa, katanya singkat?"


Aku baik - baik saja, tapi jika begini terus kita bisa kalah, kali ini bertarunglah dengan serius, karena akan sulit bagiku jika harus bertarung sambil melindungi, jawab June dingin.


Tidak lagi terlihat sikap manjanya, dan senyum yang biasa terukir diwajah cantiknya, June merasa sudah saatnya bertarung dengan kekuatan yang sesungguhnya...


****


Kalian yang memaksaku kini bersiaplah, satu hal yang perlu kalian tau, aku mendapatkan gelar pemimpin tertinggi Bangsawan Langit bukan dengan cara kebetulan, semua karena Batara Manikmaya benar - benar telah mengakui kemampuanku, jadi bersiaplah.


Deni dan Asep hanya duduk sambil menikmati sebatang rokok, mereka seolah tidak menghiraukan perkataan June, sementara tubuh penggati mereka mulai bersiap melakukan serangan.


Aku adalah penguasa laut dalam, akan aku tunjukkan kekuatan dasar samudra yang sesungguhnya...


Seketika Aura Biru menyelimuti tubuh June.


"Kau suka bermain air kan, mari kita lihat apa kau bisa menemaniku menari, kata June yang sudah melakukan segel tangan.


Pedang Bilah Samudra tingkat Dua - Hiu Putih Pemecah Batu Karang...


Seketika delapan hiu putih langsung keluar dan menyerang tubuh palsu Deni dan Asep..."


'Pelindung Air tingkat empat - Dinding Es Abadi, seketik bongkahan es besar tercipta terbentuk dan menutup arena pertarungan.


Pedang sembrani tingkat enam - Rantai Jiwa Air Suci, seketika dari bawah Giyana, terbentuk rantai yang langsung membelenggu dan menyatu kedalam tububnya, hingga Giyana tidak bisa bergerak sama sekali, semua gerakannya sudah terkunci oleh Rantai Jiwa Air Suci.


Sekarang lo diem dulu disini ya cewek Demit, kita orang mau main - main sama demit langit itu, jangan ganggu kata Deni yang mendekati Giyana dengan senyum mengejek.'


Deni dan Asep mendekati June, mereka saling berpandangan dan saling mengangguk.


June bukan tidak mau membantu Giyana, tapi gerakan rantai jiwa sangat sulit diprediksi, terpaksa ia menjauh, dan mempersiapkan jurusnya... kini tubuh palsu Deni dan Asep mendekati tubuh aslinya, mereka bersatu dengan tubuh aslinya.


Hal itu semakin menyulitkan June, ia tau betul bahwa mereka akan menggunakan formasi Cakra Kembar, hal itu bukan perkara yang mudah.

__ADS_1


****


Asep menyerang lebih dulu, ia bergerak pelan namun semakin lama, gerakannya semakin cepat, Asep menyerang June dengan kekuatan penuh, mereka kembal bertukar jurus dan saling menyerang


Sementara Deni melompat keatas dan langsung meluncur kearah pertarungan dengan kecepatan tinggi, gerakan Deni benar - benar telah membuat June terpojok, terbukti beberapa pukulam Deni dan Juga Asep meluncur mulus dan telak memukul tubuhnya, beruntung prisai es yang terus berputar masih melindungi tubuhny, sehingga efek serangannya tidam terlalu berbahaya.


****


Disisi Dewi Durga dan para punggawanya


Mereka menatap kagum kearah arena pertarungan, mata mereka seolah tidak berkedip dan ingin terus melihat pertarungan tanpa mau melewatkan tiap detiknya.


"Apakah ini efek buah iblis yang mereka makan, kata maha patih Umbara, gerakan mereka benar - benar cepat kata maha patih Umbara."


Ini sudah ditingkatan yang berbeda, kata


Dewi Durga, June sempat berkata ia pernah hampir mati saat menghadapi formasi ini.


Sontak hal tersebut membuat komandan Singa bergeming, jadi kemarin mereka hanya bermain, mereka belum mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya, beruntung aku masih hidup katanya dalam hati.


****


Asep dan Deni terus menyerang June dengan kombinasi serangan yang unik dan selalu berubah.


"Hay maha patih Giyana, apa kau mau diam saja, bantulah aku segera, jangan diam disitu kata June."


'Bukannya tidak mau Nona, aku benar - benar tidak bisa bergerak, entah apa yang dilakukan si bodoh itu padaku, seluruh tubuhku seperti terkunci.'


Sudah kubilang, penampilan mereka saja yang bodoh, tapi sebenarnya mereka itu monster, kata June yang mencoba memprovokasi Deni dan Asep.


Giyana bukan tidak berusaha melepaskan diri, ia mencoba mengalirkan tenaga dalam dan membuka cakra mahkotanya, aura hijau langsung terbentuk dan mulai membatalkan dan hampir melepaskan diri dari rantai jiwa air suci, Deni yang sadar bahwa Giyana sedang mencoba lepas langsung mendekatinya.


"Cep lo urus dulu demit langit itu, ini cewek demit mau gua stop dulu, biat gak gangguin kita."


'Ok bos siap, kata Asep yang kembali menyerang June.'


June merasakan bahwa hal tersebut tidak akan baik untuk Giyana, iya berusaha mendekati Giyana, namun ketika ia hampir berhasil, Asep menghadang langkahnya.

__ADS_1


'Eh demit langit, lawan lo itu gua, jangan ganggu bos Deni, Asep dan June kembali bertukar jurus dan menjauh dari Giyana dan Deni.'


Deni kembali membentuk segel tangan, teknik ilusi air tingkat ketujuh - Penjara Air Suci, seketika air dibawah Giyana, mulai menutup tubuhnya hingga sampai keleher, dan membentuk kotak berukuran empat meter, belum selesai disitu Deni melepaskan anak - anak ikan hiu untuk mengganggu gerakan Giyana.


"Nah aman deh, lo gak akan bisa bergerak, tapi kalo lo sampe bergerak ikan - ikan kecil itu akan langsung nyerang lo, jadi lo diem aja ya Cewek Demit, atau cobain sendiri jadi makanan ikan, kata Deni sambil terkekeh."


Giyana tidak menghiraukan Deni, ia terus berusaha lepas dari jerat penjara air, saat ia berusaha menyalurkan tenaga dalamnya, anak - anak ikan hiu itu bereaksi dan langsung mendekati Giyana, sejurus kemudian anak - anak ikan hiu tersebut perlahan melahap tenaga dalam Giyana dan mulai bertambah besar.


****


Hentikan Giyana, itu adalah hiu penghisap tenaga, semakin kau menggunakan tenaga dalammu, ikan - ikan itu akan semakin bertambah besar, kata June yang langsung menghentikan Giyana.


"Belum selesai yang dikatakan June, anak - anak ikan hiu itu kini telah sebesar jari orang Dewasa, dan terus bergerak mengitari Giyana."


Jangan pernah alirkan tenaga dalam apapun, atau ikan - ikan itu akan terus menbesar karena air tersebut akan mendeteksi aliran tenaga dalam, kata June.


"Jadi aku harus bagaimana? Apakah harus diam saja kata Giyana dengan nada kesal, ia merasa seperti orang bodoh, ikan - ikan itu mulai agresif dan menyerang Giyana, kini Giyana benar - benar dalam masalah."


Asep sendiri terus meningkatkan serangannya, ia tak memberikan waktu pada June untuk berpikir.


Sial mereka lebih merepotkan dari Sono dan Waru, perjanjian jiwa itu benar - benar telah membuat mereka semakin kuat, June hanya bisa menghindar dan sesekali menangkis serangan Asep dengan membentuk perisai tenaga dalam, sementara Deni hanya meledek Giyana dengan bermain - main dengan ikan - ikan itu.


Kalian yang memaksaku, June mundur beberapa langkah, Mata kegelapan tingkat ketiga, seketika tubuh June diselimuti air yang sangat banyak, lama - kelamaan ia diselimuti air tersebut berubah menjadi pelindung yang membuatnya menyatu dengan air, ia bergerak menjadi pusaran ombak yang langsung bergerak kearah penjara Air, dan dalam sekejap langsung membebaskan Giyana...


Aku hanya bisa melakukan ini sekali saja, mulai saat ini, berhati - hatilah, kata June kepada Giyana dengan nada dingin...


Bersambung...


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,


Vote dan


Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2