Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 87 - Lembah Raksasa Tingkat Pertama


__ADS_3

Sepeninggalan Putonia, Deni dan Asep dibawa beristirahat di kerajaan raksasa, mereka dibawa kekamar tamu raja, semua hidangan mewah tersaji disana malam itu mereka kembali minum ramuan khusus lalu beristirahat.


Hari berganti, mereka dibawa ke lembah para raksasa dan akan mendapat pelatihan langsung dari Buto Randu.


Buto Randu mengajak mereka berkeliling di lembah tingkat pertama, disana terdapat hamparan hijau padang rumput yang luas,


Nah disinilah kalian akan berlatih, kalian akan berlari mengelilingi tanah hijau ini, dan mengelilingi gunung itu mudah bukan, katanya santai.


"Lari keliling gunung, ini latihan militer atau gimana ya Buto Randu tanya Asep?"


Ini adalah tempat latihan para perajurit raksasa, tapi jika kalian keberatan tidak apa - apa aku akan katakan pada nona Putonia jika kalian ternyata hanyalah mahluk lemah yang tidak berguna, katanya sedikit memprovokasi mereka.


Sebelumnya Buto Randu sudah mendapatkan seluruh informasi tentang Deni dan Asep.


'Wah bener - bener nih Buto Randu, kita dibilang lemah ki, lo terima ki di hina sama raksasa jelek ini?'


"Ya enggak lah bos, gua tampol kokat dia bos, kqta Asep sedikit kesal."


Jika kalian mau melawanku lewati dulu ujian ini, apa kalian berani menerima tantanganku?


(Boleh siapa takut, kata mereka bersamaan, harus berapa putaran kami lewati gunung itu?)


Butp Randu mengambil dupa sepanjang empat puluh senti meter, lalu menancapkannya ditanah.


Sampai dupa ini habis, tapi jika dupa ini habis sebelum kalian berputar artinya kalian kalah, tapi ada satu syarat kalian tidak boleh menggunakan kekuatan gaib kalian, kalian boleh menggunakan pedang tapi tidak dengan ilmu gaib bagaimana?


"Sue gak masuk akal nih, dupanya kecil banget, ya keburu habislah, kata Asep yang sudah terpancing emosinya."


Maka dari itu aku akan memberi kalian sedikit motifasi.


(Motifasi? Deni dan Asep saling berpandangan)


Buto Randu menghentikan jarinya, tiba - tiba munculah tiga ekor anjing berkepala tiga.


Saat aku berkunjung ke Yunani, Dewa Hedes memberiku beberapa suvenir dan mereka adalah salah satunya, ini adalah Kerberos mereka terkenal sulit dijinakkan, dan mereka suka membakar apa saja.


'****** kita balapan lari sama anjing, yang kepala satu aja belum tentu menang apa lagi ini?'


Para Kerberos mulai menyemburkan apinya ke arah Deni dan Asep.


Hati - hatilah sepertinya mereka tidak senang dengan kalian, aku akan duduk disini.


Buto Randu melepaskan tali pengikat para Kerberos dan duduk santai sambil meyalakan rokok.

__ADS_1


"Sue malah nyandu dia disitu."


Para Kerberos semakin tidak terkendali dan langsung mengejar Deni dan Asep.


'Lari Cep, kita buat perhitungan nanti sama rakasasa jelek itu kalo gak kita bisa jadi manusia panggang.'


Mereka terus berlari dikejar oleh para Kerberos, para Kerberos juga tidak tinggal diam mereka terus mengejar sambil menyemburkan api ke arah mereka.


Apa hanya segini kemampuan para bangsawan langit yang tanpa kekuatan gaib, ternyata kalian memang hanya mahluk lemah, melawan tiga ekor anjing saja tidak mampu, kata Buto Randu sambil tertawa wuuuhaaaahahaha, hahahahaha


"Sue tu Buto Randu, awas aja entar."


Mereka berdua terus berlari menghindari kejaran para Kerberos, tidak terasa mereka semakin menjauh, mereka bekerja sama untuk saling melindungi.


*****


Di lain pihak Buto Randu tampak kagum pada keduanya mereka bisa saling menutupi kelemahan, tapi semua itu belum cukup.


Buto Randu kembali mehentikan jarinya dan munculah Hydra sang ular berkepala sembilan.


Nah aku akan tambahkan teman kalian untuk bermain, biar makin seru huuuaahahahaha....


Huuuuaahhahahahha.... huuuaaahahahaha


'Uda ki jangan banyak ngeluh, atau kita bisa mati konyol disini, lo mau jadi makanan ular itu.'


"Lo aja bos, gua sih ogah, belum kawin gua bos."


Mereka terus berlari menghindari kejaran para Kerberos dan juga Hydra, mereka semakin menjauh dari Buto Randu mereka terus berlari tanpa henti dan terus memutar otak mereka.


Beruntung latihan fisik di dunia bawah cukup membantu, kecepatan dan kekuatan fisik mereka telah tertempa dengan baik, tapi menghindari kejaran dua mahluk dalam legenda bukanlah perkara yang mudah.


Sudah hampir setengah hari dan mereka terus berlari, mereka melihat sebuah gua dan mencoba menyelamatkan diri kesana namun para Kerberos dan juga Hydra selalu taubtempat persembunyian mereka.


"Sue nih hewan - hewan gua terpaksa bos, Asep mengayunkan pedangnya dan langsung memenggal kepala Hydra.


Nah lo rasa tu hehehez namun kesenangan mereka hanya sesaat, dari leher kepala yang terpenggal tadi langsung pulih dan tumbuh dua kelapa baru yang langsung menyemburkan api.


'Lah gua kira mati tu uler, sue malah nambah kepalanya, ayo Cep mending kabur aja Cep.'


Mereka kembali berlari dan tak terasa tempat Buto Randu hampir terlihat.


'Bentar lagi sampe Cep, ayo Cep semangat,

__ADS_1


"Emang gua lagi nyantai apa bos, gua juga lari bos."


Semakin lama tempat Buto Randu semakin jelas hingga akhirnya Buto Randu menghentikan jarinya, dan hewan - hewan yang mengejar mereka langsung menghilang.


Mereka berdua ambruk seketika, entah berapa lama mereka pingsan hingga akhirnya mereka terbangun didalam sebuah ruangan.


Buto Randu menghampiri mereka, wujudnya saat ini seukuran dengan mereka.


"Lah kok bisa wujud Buto Randu seperti kita?"


Bukankah Putonia sudah memberikan ramuan yang di campur dengan darah para penjaga di Lembah Raksasa, tapi kenapa kalian tidak membesarkan tubuh kalian, tanyanya penuh selidik?


'Hah minum darah raksasa, kapan?'


Belum sempat mereka berpikir Putonia hadir diruangan tersebut.


^Ramuan yang kalian minum selama yiga minggu ini, adalah campuran dari sembilan penjaga Lembah Raksasa, katanya mengejutkan mereka berdua ^


"Hah yang bener lo?"


^Apa aku terlihat berbohong, hanya saja aku belum memberi tau mantra mengajarkan cara memperbesar tubuh pada mereka.^


Pantas saja mereka tetap berada di dalam wujud manusia, tapi aku salut kalian bisa bertahan sampai satu hari, banyak para manusia mati sia - sia menjadi santapan para raksasa tambah Buto Randu.


'Ini beneran kita minum darah para raksasa, kata Deni yang masih terlihat kurang yakin.'


^Untuk menghilangkan bau anyirnya aku membuat ramuan khusus dsri campuran Lemon Dewa tahun, dan juga Jeruk Nipis Iblis, sehingga bau anyir darah para raksasa bisa di netralisir, tambahnya santai.^


Mendengar ucapan Putonia mendadak wajah mereka berdua merah dannseakan mau muntah, dan tidak lama berselang keduanya memuntahkan semua isi perutnya, dan kembali pingsan.


Sepertinya mereka sangat syok nona, tapi jika boleh jujur aku sangat salut pada kedua orang ini, semoga saja sebelum purnama emas mereka benar - benar bisa menggunakan kekuatananya dengan benar, paling tidak separuh dari kekuatan mereka.


^Aku juga berharap begitu, dan semoga apa yang kita usahakan untuk mencegah perang besar tidak berakhir sia - sia, mereka berdua masih harus banyak belajar dan masih harus banyak di tempa.


Terima kasih untuk bantuan Buto Randu, sebaiknya kita tinggalkan saja dulu mereka disini.^


Baiklah nona, biarkan mereka menyesuaikam diri dengan tubuh baru dan kemampuan baru mereka.


Bersambung...


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan

__ADS_1


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2