
Cerita ini hanyalah karangan fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama pelaku dan tempat kejadian semua haya kebetulan saja dan tidak ada unsur kesengajaan, selamat membaca ...
Dewi Durga yang telah terusik segera menuju area pertempuran
Hantaman keras tenaga dalam dari Dewi Durga memecah pertempuran yang sedang terjadi, dan membuat semua terlempar, hal tersebut membuat Deni dan kelompoknya membentuk prisai tenaga dalam dan menimbulkan suara benturan yang cukup keras dan mengguncang dunia bawah. serangan itu membuat pertempuran segera terhenti, aura menekan dari sang penguasa dunia bawah membuat semua terdiam.
****
Lancang sekali siapa yang telah berbuat kekacauan diwilayahku, wajah cantiknya dengan tatapan dingin membuat sang dewi terlihat anggun.
"Oh apa yang sudah memicu para bangsawan langit membuat onar diwilayahku, kata Dewi Durga menatap Deni dan Asep dengan tatapan dingin."
Semua penghuni dunia bawah berlutut dihadapan sang Dewi tanpa berani bergerak apa lagi menatap wajahnya.
'Astagina berbicara dalam pikiran Deni, dialah penguasa dunia bawah Dewi Durga.'
Maaf Dewi Durga kami tidak bermaksud membuat onar, kami diserang oleh kelompok panah tengkorak, saat sedang bertarung salah satu dari mereka sengaja membuka portal dunia bawah, hal tersebut terlambat aku sadari karena kami disibukkan dalam pertarungan, saat sedang bertarung dengan para buto ireng jelmaan anggota panah tengkorak, kami mendapatkan serangan dari penghuni dunia bawah, kami hanya bertahan dan membela diri kata Deni sambik menunduk hormat.
"Jadi masalah ini sengaja dipicu oleh panah tengkorak yang terdesak dan menyeret kalian kemari, tanya Dewi Durga tetap dengan tatapan dinginnya?"
Benar Dewi, kami tidak berani melanggar aturan langit dan dunia bawah, kami hanya membela diri, lagi pula yang menyerang kami lebih dulu adalah kelompok panah tengkorak saat kami sedang berada didunia manusia.
"Apa yang membuat kalian para bangsawan langit turun kedunia."
Kami sedang menyelidiki kekacauan yang sedang terjadi didaratan Swarnadipa, kami diminta untuk bernegosiasi pada pembuat kekacauan tersebut, tapi belum sempat kami bicara kami diserang lebih dulu, ini adalah serangan ketiga yang dilakukan kelompok panah tengkorak, serangan pertama terjadi dalam perjalanan saat kami menyamar sebagai manusia, lalu serangan kedua terjadi di gua bulan saat kami akan membebaskan dewi bulan, dan serangan ketiga saat kami hendak pulang kedunia langit kata Deni santai.
Otak cerdas Deni mampu merangkai situasi dan meruntutnya dengan baik.
"Baiklah untuk para penghuni dunia bawah yang bukan anggota panah tengkorak, silakan berdiri disisi kiriku, Kata Dewi Durga dengan suara lantang."
__ADS_1
Seketika seluruh penghuni dunia bawah langsung berdiri disisi kiri sang Dewi.
Kini tersisa para buto ireng dan raja buto, jelmaan ki Endar dan para anggota panah tengkorak, hal ini ada diluar perhitungan ki Endar.
"Baiklah raja buto, bisa kau jelaskan masalah ini? Kau taukan apa hukumannya bagi mereka yang sengaja membuka portal dunia bawah, kata Dewi Durga dengan tatapan tajam kepada ki Endar."
'Ampun beribu ampun yang mulia hamba tidak berani, anak buah hamba tidak sengaja membuka portal itu, sedang hamba sibuk menghadapi para bangsawan langit itu kata ki Endar yang ketakutan, ini kesalahan hamba yang mulia yang tidak bisa mengontrol anak buah hamba kata ki Endar sambil terus tertunduk takut.'
Aku bertanya apakah kalian yang menyerang para bangsawan langit itu kata Dewi Durga dengan tegas.
'Ampum yang mulia sekali lagi hamba tidak tau jika mereka adalah para bangsawan langit, ki Endar tau betul konsekwensi yang harus dihadapi karena sengaja membuka portal dunia bawah.'
****
Didunia nyata
Kyai Hasan datang memenuhi panggilan muridnya, ia sedang mencoba mencari cara agar bisa pergi kedunia bawah.
Kyai Hasan memejamkan matanya, ia mencoba menghubungi kyai Jabat yang merupakan seniornya untuk meminta petunjuk. Tak lama kepulan asap putih terbentuk aura putih yang menenangkan membuat suasana ditempat tersebut terasa sangat tenang dan damai.
****
Assalammualaikum kepulan asap tersebut membentuk sosok pria tua berjubah putih ia mendekati mereka, semuanya langsung mencium tangan pria tua tersebut, dialah kyai Jabat senior kyai Hasan dan juga pembimbing Deni.
"Kakang cucumu terjebak didunia bawah, maaf aku tidak bisa menjaganya dengan baik kata kyai Hasan."
Dirimu tidak perlu khawatir Hasan, cucuku tau apa yang harus dilakukan, sebaiknya kita pulang saja, dan minta orang untuk mengurus jasat - jasat ini, aku juga minta maaf jika cucukku bertindak diluar batas, kata kyai Jabat menyapukan pandangannya yang melihat banyak jasat berserakan dengan kondisi yang memprihatinkan.
"Baiklah kakang, sekali lagi aku minta maaf karena telah menyeret cucumu kedalam masalah ini."
__ADS_1
Kau sendiri sudah tau Hasan bahwa takdir Allah ada yang tidak bisa kita rubah, kita hanya bisa berusaha, kedatangan cucuku ketanah ini juga karena kehendak Allah, tutup kyai Jabat.
****
Kembali kesisi Deni
Ki Endar semakin takut melihat tatapan Dewi Durga, sementara panglima kumbang telah menarik mundur seluruh pasukan harimau Astagina dan panglima kumbang tetap berdiri disisi Deni dan Asep.
"Sekarang selsaikan masalah kalian tanpa melibatkan penghuni dunia bawah, dan untuk kamu apapun alasannya aku akan tetap membuat perhitungan karena telah membantai banyak penghuni dunia bawah, lagi pula apa kau tidak mengerti atau sengaja melanggar kesepakatan yang telah dibuat oleh Batara Manikmaya dan juga Batara Antaga kata Dewi Durga menambahkan."
Memang ada kesepakatan apa kata Deni dab Asep saling memandang??
'Ini yang aku khawatirkan, pantas saja dari tadi aku merasa tidak nyaman berada disinu, sepertinya aku telah melewatkan sesuatu kata Astagina yang menatap Panglima Kumbang, ternyata aku melupakan kesepakatan antara bangsa langit dan dunia bawah, tambah Astagina sambil menggeleng
"Setidaknya kita selsaikan masalah dengan panah tengkorak terlebih dahulu, baru kita pikirkan cara menghadapi hukuman yang akan kita terima kata Panglima Kumbang."
Hukuman? memang salah kita apa kok seenaknya main hukum aja.
"Masalah ini tidak sesederhana pikiranmu nak Deni, dari tadi aku mencoba menghubungi kyai Jabat tapi telepatiku terhalang sesuatu yang tidak bisa aku tembus, biarpun aku adalah pemimpin pasukan harimau, tapi yang kita hadapi adalah dewi durga sang penguasa dunia bawah, tentu saja ini bukanlah perkara yang mudah, tambah panglima kumbang.
Ada kesepakatan antara dunia bawah dan juga bangsa langit, dimana keduanya tidak bisa melewati batas teritori masing - masing dan kita sudah melangkah terlalu jauh, sebaiknya cepat selsaikan masalah dengan panah tengkorak, maaf mulai dari sini aku hanya akan melihat dan tidak bisa membantu kata panglima kumbang lagi."
bersambung...
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Like
Komen,
__ADS_1
Vote dan
Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...