Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 52 - Jakarta 2 (Tragedi Di Mall Kasabalnca)


__ADS_3

Mereka perlu diberi pelajaran kata Barra dalam pikiran mereka.


"Maaf mas yang harus bayar nona ini, sambil menujuk June. Tapi akan lain ceritanya jika mas mau membeli seluruh mall ini beserta karyawannya, maka akan saya izinkan.


Pak Hadi yakin pasti pemuda itu akan berpikir jika harus membayar seluruh mall ini dengan nada mengejek, dia juga sudah meminta Raja Jin Tomang sesembahannya untuk membantu karena menurutnya kartu yang ditunjukan June hanyalah kartu bangsawan kalangan rendah.


"Bagaimana tuan apa anda bersedia."


Ok siapa takut, seluruh mall ini gua bayarin termasuk kariyawannya.


Apa dia sudah gila kata pak Hadi didalam pikirannya, lancang sekali pemuda itu, dengan tetap menjaga sikapnya pak Hadi mengajak mereka keruang administrasi mall Kasabelanka.


"Saya harap anda sedang tidak bercanda tuan, dan satu hal jika anda tidak mampu membayarnya maka seluruh kelompok anda harus pulang dengan pakaian dalam, namun sebelumnya anda harus mengenakan tulisan ini sambil berkeliling mall ini."


(Aku Hanya Orang Miskin Yang Sok Kaya)


Ok jika gua mampu bayar gua minta lo termasuk istri dan anak lo melakukan hal yang sama.


Suasana benar - benar memanas, namun pak Hadi benar - benar mampu mengontrol emosinya.


"Baik pak deal."


Saya akan memanggil dewan direksi dan juga notaris kami dengan segera, saranku sebaiknya anda sudahi saja, satu yang perlu anda tahu aku adalah pemegang saham terbesar di mall ini dengan sombong dan congkaknya.


"Sudah deh Ratna suruh temen kampungan lo ini disuruh ngalah aja dari pada lo malu, mumpung bokap gue lagi baik dari pada dia berubah pikiran."


Ratna yang tidak mengerti siapa yang bersama mereka sudah tidak bisa berkata - kata, ia hanya tertunduk lesu, tidak disangka hari ini ia akan bernasip sial karena harus berurusan dengan keluarga Hadi Ningrat.


"Lo tenang aja dek, babang Barra gak becanda kok, ayo kita ikuti mereka."


*****


Suasana yang sempat tegang dan memancing kerumuan orang itu menjadi tontonan seru bagi mereka, sepertinya orang - orang itu tidak mengenal siapa keluarga Hadi Ningrat.


Semua yang ada ditempat itu sangat mengerti siapa keluarga Hadi Ningrat. Mereka hanya menggeleng dan membayangkan nasib buruk yang akan segera menimpa mereka, sebagian lagi menjadikan taruhan, karena jika terbukti benar maka hal ini akan menjadi tranding diberbagai media sosial.


"Berani juga ya itu orang, mungkin karena orang baru kata mereka sambil bebisik, belum tau sih mereka bagaimana kejamnya keluarga Hadi Ningrat."


Batara Kala hanya tersenyum, mereka yang tidak tau siapa diriku, kali ini akan aku bongkar iblis yang menjamin kekayaan mereka.

__ADS_1


****


Setalah lama berjalan mereka memasuki sebuah ruangan khusus bagi para direksi mall, mereka diminta menunggu seluruh direksi datang sehingga agak memakan waktu, maklum pak Hadi yang jengkel ingin mempermalukan kelompok pemuda tersebut.


Setelah lebih tiga puluh menit jajaran direksi mall kasablanca tiba diruangan.


Mari anak muda semua sudah siap, total seluruhnya adalah seratus tujuh puluh miliyar delapan ratus lima puluh juta, katanya sambil tersenyum sinis.


Hal tersebut belum termasuk gaji kariyawan perbulan yang mencapai nilai dua puluh miliyar lebih karena mall ini adalah salah satu mall terbaik di Jakarta selatan dan kami adalah orang yang selalu menjamin kariyawan dengan sangat baik katanya sambil membanggakan diri.


"Ok tidak masalah, Batara Kala sudah meminta pasukan Gaibnya segera bertindak ia langsung menurunkan pasukan elit tertinggi Kerajaan Dasar Bumi dan dipimpin langsung maha patih Umbara, tak lupa mereka membawa uang gaib langsung dari kerajaan dasar bumi."


Eh bang lo serius mau beli mall ini, kan kita cuma mau beli baju kata Deni memandang serius?


"Kalo bisa beli mallnya ngapain beli bajunya bos, tenang aja, lo santai aja gua jamin semuanya aman."


****


Raja Jin Tomang merasakan aura gaib yang sangat kuat


Kenapa perasaanku tidak enak.


"Mereka sudah disini jika memang bisa membuat pemuda itu malu maka tumbal untukmu akan aku berikan dua kali lipat kata pak Hadi."


Baiklah aku akan melihat situasinya, meskipun perasaanku sedang tidak baik saat ini.


*****


Semua telah berkumpul diruang direksi, Raja Jin Tomang langsung terkejut ketika melihat Maha Patih Umbara mendampingi pemuda itu, ia yang sudah berada didalam patung persembahan berusaha melarikan diri namun terlambat, Maha Patih Umbara telah menyegel berhala besar itu dengan segel khusus dari kerajaan.


"Ternyata besar juga nyalimu Jin Tomang, kau sudah bosan hidup rupanya, kata Maha Patih Umbara dipikirannya."


(Ampun Maha Patih, hamba hanya... )


Tak lama ia melirik ke arah Barra, saat ia membuka jaketnya keluarlah aura kuat khas Batara Kala.


Jadi ia menyembunyikan auranya, pantas saja aku tidak bisa mengetahui siapa pemuda itu, habislah aku saat ini.


Raja Jin Tomang sangat menyesali keputusannya.

__ADS_1


*****


Sementara pak Hadi masih sangat yakin Raja Jin Tomang akan membantunya, apa lagi dengan tumbal dua kali lipat yang akan ia berikan, ia sangat yakin kelompok pemuda itu akan pulang dengan menggunakan pakaian dalam, terbayang tubuh indah para gadis itu dipikirannya.


Baiklah silahakan diteliti baik - baik jumlahnya, kata Barra yang membuat para direksi mall Kasablangka benar - benar membelalakan mata uang sebesar seratus tujuh puluh miliyar delapan ratus lima puluh juta, telah berhasil dipindahkan.


Hal tersebut tentu membuat pak Hadi kebingungan, kenapa Raja Jin Tomang tidak bertindak ia terus mencoba menghubungi Raja Jin Tomang tetapi tidak bisa.


Wajahnya semakin pucat ketika harus menandatangani berkas pengambil alihan mall Kasabalanca.


"Sebentar sepertinya ada yang salah kata pak Hadi mencoba mengulur waktu."


Sontak semua direksi langsung menatapnya tajam.


Apa lagi yang salah, tinggal bapak yang belum menandatangani berkas itu, setelah bapak tanda tangan, mall ini akan beralih kepemilikannya menjadi milik bapak Barra Wisesa kata Andini Notaris Utama yang selama ini mengurus mall tersebut.


"Jadi begini, eemm bagaimana ya apakah semua sudah setuju katanya yang mulai berkeringat."


Sudah pak tolong jangan membuang waktu kami, kata Wisnu Wibowo salah satu direksi yang memang tidak suka dengan pak Hadi.


"Apa lagi yang kurang bapak Hadi Ningrat kata Barra dengan senyum sinis, apa karena penampilan kami yang kampungan?"


Bukan begitu bapak Barra sikap pak Hadi mulai melunak, yang melihat situasinya menjadi sulit, apa lagi Raja Jin Tomang seprti menghilang.


Akhirnya dengan berat hati pak Hadi menandatangani berkas pemindahan kepemilikan mall Kasablanca.


****


"Baiklah sebagai pemimpin baru kalian aku meminta kalian menunggu diruang lain, ada hal lain yang harus aku selesaikan dengan pak Hadi, dan tolong minta anak pak Hadi dan saudara - saudara saya untuk segera masuk kata Barra."


Baik pak kami akan menunggu di ruang Aula, nanti bapak tinggal bilang saja pada petugas didepan jika urusan dengan bapak Hadi sudah selesai, kami akan sabar menunggu kata Wisnu, setelah membungkuk hormat mereka semua meninggalkan tempat itu.


Tinggalah bapak Hadi seorang diri, ia menjadi semakin salah tingkah, ia sangat menyesali perbuatannya telah berani meremehkan anak muda yang ada dihadapannya.


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2