Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 127 - Menjelang Purnama Emas


__ADS_3

Aku akan segera menghubungi yang mulia Dewasrani.


Keluarga Narapati langsung merubah rencana, mengingat orang - orang dari pemerintahan sepertinya ingin melakukan negosiasi, namun ia berusaha untuk menyembunyikannya, beruntung ia mendapat anugrah separuh kekuatan Dewasrani hal tersebut cukup membantu proses negosiasi.


Dewasrani yang mendapat laporan dari Terawan, langsung bergerak ke Trowulan dengan beberapa pasukan penjaganya, namun ia tetap mengawasi dari udara dengan mode Halimun.


*****


Beberapa jet - jet tempur canggih kebanggaan Nusantara di sebar ke tiga wilayah, namun di langit Trowulan mereka menangkap beberapa objek tidak dikenal berbentuk seperti hewan yanh ditunggangi manusia, dan beberapa manusia melayang, namun objek tersebut tidak terlihat, sontak mereka langung berputar arah dan langsung mendarat di bandara Juanda Surabaya.


Mereka segera memberi laporan dan langsung mendapat respon langsung dari Batara Kala, mereka sedang berusaha membuka mata batin para prajurit terutama para pejuang garis depan.


Batara Kala, Deni dan Asep memberikan pil peningkat energi tingkat ke tujuh, beruntung deni dan Asep banyak membuta stok pil didalam ruang dimensi mereka dan itu cukup untuk seluruh pasukan, termasuk pil langsung dari Batara Kala.


Setelah perisapan dirasa cukup mereka bergegas dan tetap terus memantau pergerakan Narapati, sejak perintah presiden turun rumah keluarah Narapati terus dalam selama dua puluh empat jam, mereka bahkan membuat pengawasan hingga tiga ring, khawatir mereka menggunakan jalan rahasia untuk melarikan diri, mengingat yang mereka hadapi adalah salah satu ahli strategi terbaik dimasanya.


Ditambah adanya laporan objek melayang yang tertangkap radar namun tidak terlihat membuat mereka semakin meperketat penjagaan.


*****


Dipuncak Gunung Tidar.


Semantara di Puncak Gunung Tidar, didalam sebuah gubuk Batara Ismaya menarik napas panjang.


"Sepertinya mereka gagal, persiapkan diri kalian namun kita harus bisa bersikap tegas, peranh ini bukan hanya perang tiga dunia, tapi juga perang saudara, usahakan untuk menjauhkan Dewasrani dari pasukannya, lalu jika ada celah gunakan segel lima elemen dan segel dewa krisna", tambahnya.


Baik Romo, akan kami laksanakan, mereka segera bergabung dengan pasukan Gabungan.


"Saya Petruk putra Batara Ismaya, kami mendapat pesan, jika Dewasrani ikut bertarung dia bagian kami, karena ada masalah keluarga yang harus kami luruskan", katanya.


Mendapat instruksi itu komandan pasukan langsung melakukan kordinasi dengan bapak presiden.


"Maaf pak kami mendapat pesan dsri Batara Ismaya, bahwa Dewasrani akan di urus oleh para Punakawan, apakah bapak mengijinkan", mendengar hal tersebut bapak presiden segera berkordinasi denga pemimpim lima matra, dan juga para ulama.


"Tidak apa - apa pak, lagi pula Dewasrani bukanlah manusia, jadi biarkan dia di lawan dengan yang bukan manusia", kata ustad Hadi.


Setelah di pertimbangkan akhirnya bapak presiden memberikan izin, siapapun yang bukan manusia jika ada kalangan yang sama yang ingin mengurusnya akan di persilahkan, pesan ini juga diteruskan keseluruh pasukan di semua tempat.


Baik Narapati, dan juga pemerintah terus membenahi diri, mereka juga sangat hati - hati dalam bertindak.


*****


Diisisi Terawan


Setelah melewati jalam Rahasia, mereka keluar disebuah rumah diluar Perumahan Pondok Indah, mereka keluar di daerah perkampungan, disekitar perumahan. Perkampunga tersebut masuk dalam pengawasan para pengintai.

__ADS_1


Pagi itu para pengintai berbaur dengan para warga, mereka sedang ngopi di sebuah warung tak jauh dari salah satu rumah keluarga Narapati.


"Lah keluar lagi mobil - mobil magis dsri entu rumah", lata salah satu warga.


"Ya mobil keluar dari garasi rumahkan wajar mpok", kata salah satu anggota yang menyamar.


"Rumah entu aneh bang, rumahnya kagak besar - besar amat, tapi mobilnya sering gonta - ganti bang, bagus - bagus lagi, nah eni banyak banget bang, lebih banyak dari biasanya", tambahnya.


"Maksudnya mpok, gimana tu?", kejar anggota tersebut.


"Jadi gini bang rumah itukan gak terlalu besar bang, abang liat sendiri paling berapa bang ukurannya, saya sendiri sering di minta yang punya rumah buat bersih - bersih, orangnya aneh bang, ya kayak namanya aneh juga, tapi baik banget bang, saya sih kagak masalah yang penting uangnya lancar, aman dah hahaha", kata seroang pria yang sering diminta bersih - bersih oleh pemilik rumah itu.


"Oh gitu perasaan abang aja kali, kalo boleh tau yang punya siapa bang, pejabat ya?", tambahnya.


"Nah kalo kerjanya saya kagak tau bang, tapi kalo namanya kalo kagak salah bapak Respati, tapi baek bak dia sering kasih uang lebih bisa dua atau tiga kali lipat dari bayaran umunnya, tapi rumahnya harus bersih", katanya.


"Oh gitu, wah jadi penasaran bang, jadi pingin masuk kesana?", katanya singkat.


"Nah ni hari jatah saya bersih - bersih bang, kalo abang mau ikut bantu - bantu nanti bisa ikut saya bang, kan kita tinggal satu kos - kosan lumayan bang, nanti saya kasih jatah sama dah kaya bayaran tukang penuh, sisanya saya ya bang", katanya menawarkan.


"Wah boleh tu bang, kebetulan keuangan mulai tipis, tapi beneran gak apa - apa bang?


"Kagak, kebetulan adek saya pulang ke jawa sana, kagak ada yang bantu saya bang, karena kita gak bisa lebih dari tiga jam disana, coba abang pikir, kerja tiga jam bayaran tiga kali lipat, mantapkan.


"Selamat pagi pak, iya pak".


"Nanti bawalah satu lagi orang yang akan membatu bersih - bersih di rumahku, nanti kau bawa orang tambahan akan aku beri bayaran sendiri tolong ya pak.


"Wah saya disuruh nyari orang lagi, tapi saya gak ada orang lagi, abang ada temen gak? Lumayan bang, kata pria tersebut.


"Ada bang, ada beber ya bang, takutnya nanti saya panggil orangnya gak dikasih bayaran kan gak enak bang", katanya lagi.


"Tenang atu, bang Junet mah gak pernah bohong, tapi kalo bayaran bang Junet lebih jangan pada ngiri ya",,katanya sambil tersenyum.


"Beres bang, kan kita dapat kerjaan dari abang, kita yang makasih bang".


"Sudah ditelpon sana saya mau ambil kunci dan amplopnya dulu, lumayan hehehe".


Anggota itu segera melaporkan hal tersebut, dan ia langsung di dampingi oleh Batara Kala.


Setelah sepuluh menit Batara Kala tiba disana.


"Kenalin bang ini Barra temennya, Ardy bang.


"Bar bayarannya gede lho, lumayan buat jatah sebulan", kata Ardy.

__ADS_1


"Wah yang bener bang, gua bisa beli hand phone baru bang, assiiik", kata Barra bersemangat.


"Sudah - sudah, senang - senengbya nantu aja, kita kerja dulu, karena kita cuma di kasih waktu empat jam doang", kata Bang Junet.


"Waduh rumah segini mah, dua jam beres bang, kata Barra singkat.


"Ye yang kita bersihin mah cuma area kecil aja, garasi doang, cuma kudu bener - bener bersih tambahnya.


"Hah garasi doang bang, gak salah tu?", tanya Barra.


"Beneran, kita bagi tugas ya, gua juga bingung sih kok bisa garasinya selalu kotor, padahal mobilnya jarang - jarang masuk, yang ada mobilnya sering gonta ganti, kaya sulap - sulap gitu", tambahnya.


Mereka segera masuk kedalam rumah Respati, rumahnya tidak begitu besar garasinyapun hanya muat untuk dua mobil, tapi menurut laporan anggota TNI itu ada enam mobil keluar dari kediaman Respati.


Barra langsung menggubakan Mata Halimunya untuk menyisir tempat itu, dan benar saja ia menemui sebuah ruang bawah tanah dan beberapa mobil terparkir di bawah tempat itu.


Batara Kala segera menghubungi Deni, dan memberikan gambaran rumah tersebut, melalu pikirannya.


Dengan bantuan gelang yang dibuat Amabilis, membuat apa yang di lihat bara, bisa disaksikan dengan jelas oleh Deni.


Setelah memberikan informasinya, Barra bergabung bersama Ardy dan bang Junet agar tidak meninnbulkan kecurigaan. Tidak sampai dua jam mereka diminta meninggalkan kediaman Respati, dan langsung bergegas keluar, setelah bang Junet melemparkan kunci kedalam rumah, mereka kembali ke warung kopi tadi.


"Wah asik kita dspat bayaran lebih, kerjanya juga gak banyak, bang sering - sering aja ya bang kasih garapan beginian hahaha", katanya sambil tertawa.


"Seneng ya lo cah, lo masih muda, tapi kagak malu - malu, semangat, mau kerja apa aja, gua doain lo jadi sukses Barra", kata bang Junet.


"Terima kasih ya bang, terima kasih, ngopi dulu bang, siapa tau ada cewek nyasar dimari bang".


*****


Mendapat laporan dari Barra, Deni ditemani pasukan gabungan langsung bergerak menuju kediaman Respati melalu ruang dimensinya.


Setibanya disana, mereka langusung menyisir tempat itu setelah mereka berhasil menyadap CCTV rumah itu.


Mereka bergerak menyisir ruang garasi, Deni menggunakan Mata Halimunnya untuk menyisir tempat itu dan melihat kabel yang terhubung pada sebuah lukisan, perlahan ia mendekati lukasn tersebut dan memutarnya.


Ketika lukisan diputar mereka melihat sebuah keajaiban.


Bersambung...


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2