Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 86 - Latihan Bersama Putonia 2 (Lembah Raksasa)


__ADS_3

^sepertinya mereka memang pemuda dalam ralaman, semoga saja perang besar bisa dicegah dan kedamaian bisa kembali tercipta.^


*****


Deni dan Asep sudah tidak mampu bergerak hingga akhirnya mereka pingsan, didalam tidurnya mereka bermimpi berada ditengah medan perang, namun seluruh orang disana menggunakan kuda, dan pakaian yang dikenakan oleh orang - orang yang sedang berperang seperti pakaian perang di era Kerajaan Majapahit.


Mereka seperti diabaikan oleh orang - orang yang sedang berperang itu, mereka seakan di ajak melihat jatuhnya Kerajaan Majapahit.


"Cep kok kota ada disini?"


Gak tau gua bos, perasaan tadi kita ada di bathup isinya darah, terus badan gua sakit semua bos beneran sumpah.


"Ye lu ki, gua juga sakit semua, tapi kenapa orang - orang ini seperti gak ngeliat kita yak?"


Itu yang aneh bos, seolah - olah kita gak ada bos.


"Kita lihat dulu aja, karena kita gak tau mana lawan dan mana kawan, jangan sampe kita salah."


Mereka lompat dan naik ke atas pohon tak jauh dari lokasi peperangan, mereka melihat semuanya dengan sangat jelas, hingga akhirnya salah satu dari pasukan itu menyatakan kemenangannya.


"Lah - lah sudah kelar nih perangnya, ngeri juga ya Cep, lo liat deh mereka gak pakai pistol atau senjata berat, mereka cuma pakai pedang sama panah aja, kok jadi serem gua Cep"


Hidup kerajaan Demak, hidup Sultan Trenggana, kelompok yang menang perang bersorak dan meng elu - elukan Raja mereka, tiba - tiba mereka merasa pusing dan kembali kedalam bathup yang ada di ruang dimensi Putonia.


^Akhirnya kalian sadar juga, hampir saja aku akan mengkremasi kalian kedalam api abadi, katanya santai.^


"Buset main bakar aja, cantik - cantik sadis bener ni cewek."


^Sudah jangan cerewet, ujian pertama kalian telah lulus, sekarang bersihkan diri kalian kemudian bersiap untuk makan malam, lalu akan aku jelaskan pola latihan selanjutnya.^


Putonia belum memberi tau mereka jika sebenarnya mereka berdua telah berada diposisi raja langit.


^Semoga saja keputusan yang mulia Sumbu tidak salah, memberikan pil peningkat tenaga level sembilan pada mereka adalah sebuah keputusan yang sulit, tapi aku benar - benar terkejut mereka bahkan telah melampauiku, katanya dalam hati.^


*****


Kembali kedunia nyata


Terawan Narapati benar - benar dibuat prustasi, sejak bergabungnya ustad Hadi dan Lee perbedaannya benar - benar terasa jauh.

__ADS_1


"Tuan saya mau melaporkan, sumberku dipemerintahan kembali hilang, saya sudah tidak mampu menghubunginya, kini hanya tinggal seorang lagi, saya masih belum menghubunginya, karena khawatir informasi keberadaan Musa akan benar - benar terputus.


Lalu dari laporan terakhir yang saya terima, seluruh akses ke arah Penjara Nusa Kambangan, disusun sistem keamanan berlapis, dan keseluruhannya di jaga oleh pasukan khusus.


Saya masih mencari cara masuk kesana, bahkan pasokan logistik kesana di kawal langsung oleh para pasukan khusus, mohon petunjuknya tuan muda."


Biarkan saja dulu, aku sudah bilang padamu untuk tidak melakukan apapun, karena jika sampai kau tertangkap maka aku akan semakin pusinh Respati.


"Tapu tuan muda saya merasa gagal."


Aku paham, tapi sebaiknya kita biarkan saja dulu mereka, sambil menunggu nenek Gayatri memberikan petunjuk, kini aku sendiri bingung harus berbuat apa, jadi sebaiknya kau jangan bertindak apa - apa, di amplop itu ada uang seratus juta, aku perintahkan kau untuk bersenang - senang agar pikiranmu kembali segar, paham.


"Terima kasih tuan muda, saya mohon diri."


Respati membungkuk hormat lalu pergi meninggalkan Terawan.


*****


Kembali kesisi Deni


Setelah beristirahat selama tiga hari, Putonia membawa mereka ke sebuah ruangan, ia memberikan kitab pengendalian darah kepada keduanya.


^itu adalah kitab pengendalian darah, kalian aku berikan waktu selama tiga minggu untuk mempelajarinya, aku berharap kalian bisa mempelajarinya dengan lebih cepat, karena waktu kita sangat terbatas, aku akan membimbing kalian dan memberi pengarahan.^


Sore itu seperti biasa Putonia memberikan minuman khusus kepada mereka, tiba - tiba Asep bertanya.


"Mau tanya nih ramuan apa yang lo kasih ke gua sama Bos Deni, bukan apa - apa setiap selesai minum kok gua ngerasa aneh ya gua ngerasa badan gua semakin besar, entah itu perasaan atau apa tapi Bos Deni juga gitu, tambah Asep."


^Oh itu nanti setelah satu minggu aku akan membawa kalian untuk melihat langsung proses pembuatannya, sekarang kalian istirahat dulu ya, besok kita sambung lagi, tutup Putonia.^


Putonia masih merahasiakan ramuan yang diberikan kepada Deni dan Asep.


Tidak terasa hampir sepuluh hari mereka membaca dan mempelajari teknik pengendalian darah.


Pagi itu Putonia meminta Deni dan Asep mengikutinya.


Ia membawa mereka mengumpulkan bahan - bahan membuat ramuan, namun Putonia belum memberi tau ramuan apa itu.


Ia mengumpulkan beberapa bahan, ia mengajak mereka menemui raja Raksasa.

__ADS_1


^Salam yang mulia Raja Buto Raton, katanya sambil membungkuk hormat.^


Huuuaaahahaha..... Huaaahahaha... sepetinya kau membawa mereka kesini, apa mereka sudah siap berlatih Putonia.


Suara tawanya menggelegar, Deni dan Asep juga ikut membungkuk.


Sudab tidak perlu sungkan, aku telah berjanji pada Batara Sumbu akan membalas budi baiknya, aku akan membantu kalian berlatih, namun apakah kalian benar - benar siap dilatih oleh panglima perangku.


(Deni dan Asep saling berpandangan, mereka berdua mengangguk bersamaan)


Jangan khawatir latihan dasar hanya latihan sederhana, Putonia akan membawa kalian kelembah raksasa, disanalah tempat kami melatih prajurit - prajurit kami, tapi aku harus memberi tau aturan disana.


Baik tuan raksasa, kami akan berlatih dengan sungguh - sungguh dan mengikuti aturan anda.


Panggil saja aku Raja Buto Raton.


"Aapa maafkan kelancangan kami yang mulia, kata mereka bersamaan"


Tidak perlu sungkan, jadi seperti yang aku katakan, lembah raksasa terbagi menjadi sembilan tingkatan, tingkat pertama kalian akan masuk kedalam tahap penyesuaian, kalian berlari, dan melatih fisik kalian, disana kalian akan di pandu Oleh Buto Randu, ia adalah salah satu dsri pelatih di Lembah raksasa, nanti ia akan menjelaskan semua detailnya disana.


Sebaiknya kalian istirahat dulu, besok kalian akan berlatih disana.


^baiklah aku akan meninggalkan kalian disini, tiga minggu lagi aku akan kembali akan aku persiapkan semuanya, tambah Putonia memohon diri.^


'Lah lo gak ikut latihan, tanya Asep?'


^Tidak aku sedang mencari bahan untuk membuat ramuan ajaib yang akan kalian minum setelah tiga minggu dari sekarang, jadi baik - baiklah, para raksasa ini agak emosian ok see you, bye...


Yang mulia, sesuai petunjuk yang mulia Sumbu aku titipkan mereka disini, mohon bimbing mereka, kata Putonia^


Kau tenang saja nona, kami akan membimbing mereka sesuai perintah Batara Sumbu.


^baiklah jika begitu aku mohon diri dulu, selamat tinggal semuanya.^


Sepeninggalan Putonia, Deni dan Asep dibawa beristirahat di kerajaan raksasa, mereka dibawa kekamar tamu raja, semua hidangan mewah tersaji disana malam itu mereka kembali minum ramuan khusus lalu beristirahat.


Bersambung....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan

__ADS_1


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2