Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 24 Perjalanan Menuju Gua Bulan.


__ADS_3

Asep terus mengemudikan mobilnya menjauh dari rumah pak Taufik, setelah satu jam perjalanan mereka mulai memasuki perbatasan wilayah antara lampung Selatan dan Lampung Timur, mereka mulai memasuki wilayah Lampung Timur yang terkenal banyak begalnya.


(Catatan Begal adalah kelompok perampok yang merampas barang-barang, kendaraan dan lain - lain di jalan)


****


"Apa nak Asep tidak salah jalan kata pak Taufik sedikit cemas, wilayah ini?"


Tidak pak, saya yakin ini jalan menuju gua bulan kata Asep yakin, sambil menyalakan rokok dan terus memacu mobilnya.


"Tapi nak saya tau betul daerah ini, ini tempat terkenal diduduki begal yang cukup sadis ini adalah wilayah Panah Tengkorak nak, mereka tidak segan - segan membunuh korbannya, polisi dan tentara sudah mencoba memburu mereka tapi mereka selalu menghilang diperkebunan karet, kata pak taufik menambahkan."


'Kelompok Panah Tengkorak, sesuai namanya mereka bergerak secepat anak panah, dan selalu tepat sasaran kata ustad Amir, mereka itu orang - orang sakti dari tingkat raja jin kata Ustad Amir sambil menggeleng.'


****


Tak lama pak Taufik meminta menghentikan kendaraannya, ia melihat tanda dari sepeda motor yang terparkir dipinggir jalan dan menyalakan sein kanan.


"Asep sontak menepikan mobilnya, ada apa nih pak, kok berhenti?"


Sebaiknya kita tunggu dulu nak, jangan diteruskan perjalanannya, bahaya nak, kata pak Taufik Cemas, kalian lihat sepeda motor tak bertuan dipinggir jalan tersebut, sambil menunjuk sepeda motor dipinggir jalan yang lampu seinnya terus menyala disisi kanannya itu? Semua warga asli Tanjung Bintang paham dengan kode itu, dan ini pertanda buruk kata pak Taufik, sebaiknya ditunggu dulu nak bapak mohon.


"Lah siang - siang begini pak, gak bakal ada setannya, amanlah kata Asep santai, ia kembali memacu mobilnya, ia mengemudikannya dengan santai, lantunan ayat suci Al - Quran menemani perjalanan mereka."


Pak Taufik sedikit menggeleng, ini lebih menakutkan dari Setan nak, kelompok Panah Tengkorak sedang beraksi kata pak Taufik bergetar, kalian lihat banyak mobil dan sepeda motor langsung putar balik, sebaiknya kita tunggu dulu nak, atau baiknya kita putar balik saja kata pak Taufik menambahkan.


"Haduh saya kira ada apa pak, ternyata hanya begal to, kita kan didalam mobil pak, kalo mereka pakai motor ya di tabrak saja pak beres, kata Asep santai."


Wah lo ngerusak aset prusahaan lo Encep, kalo mobilnya lecet mau ganti kagak lo kata Deni sambil terkekeh.


"Lah masa kita turun bos, kalo begalnya bawa golok gimana, hamsyong bos, kata Asep lagi."


Asep kembali memacu mobilnya, ia menjalankan mobilnya dengan santai dan terus menembus perkebunan karet, tepat ditengah perjalanan ia melihat tumpukan karung yang sengaja diletakkan ditengah jalan, ia telah mengetahui dari mata halimunnya bahwa didalam karung tersebut ada orang - orang yang bersembunyi, bukannya berhenti Asep semakin menginjak lebih dalam mobil pajero yang dikemudikan Asep langsung tancap gas dan melindas orang yang ada dikarung tersebut, sebelumnya ia telah memberikan aura tanah pada roda mobilnya hingga kelompok panah tengkorang yang ada didalam karung tewas seketika.


****


Teriakan menyayat hati keluar dari mulut anggota kelompoh panah tengkorak yang berada didalam karung, suaranya perlahan lenyap dan akhirnya menghilang.

__ADS_1


"Tuh kan nak bapak bilang apa, itu didalam karung tadi ada orangnya nak, bapak yakin kata pak Taufik semakin cemas."


Namun Asep tetap memacu mobilnya menembus perkebunan karet


Tak lama, keluarlah lima orang dari balik pohon dan langsung menghadang mobil mereka, Asep dengan sigap menekan pedal rem dan mobil yang dikemudikannya seketika berhenti.


"Heh bangsat turun lo pada, salah seorang kelompok panah tengkorak datang mendekat, Asep menurunkan kaca mobilnya."


"Ada apa ya, yang kalian lakukan itu bahaya tau, kata Asep dengan nada acuh tak Acuh."


Lo harus tanggung jawab, lo sudah membunuh anggota gua, sekarang lo serahin semua barang - barang lo kata salah seorang kelompok panah tengkorak yang mengacungkan golok kearah Asep.


"Setelah tangannya masuk Asep dengan sigap menaikan kaca jendelanya, sehingga tanggan anggota tersebut terjepit kaca, dan Asep kembali memacu mobilnya."


Sontak hal tersebut membuat anggota yang lain menjadi sedikit takut, karena belum pernah ada orang yang nekat berbuat hal itu pada kelompok mereka.


Anggota kelompok panah tengkorak yang tangannya terjepit bukan tidak melepaskan diri, namun Asep sudah memgunci seluruh mobil dengan aura langit dan menekan aura iblis yang ada ditubuhnya, bukannya lepas ia malah semakin tersiksa. Dan menjerit dengan keras.


Pemandangan itu membuat ustad Amir dan pak Taufik sedikit takut, namun Asep dan Deni tetap tenang, begitu juga Sandi dan Dika, tak lama


Sebuah serangan tenaga dalam langsung melesat menghamtam mobil yang mereka naiki, hal tersebut tidak banyak berpengaruh dan akhirnya mobilpun berhenti.


"Mereka itu bukan orang sembarangan, gua sudah berusaha keluar dari jepitan kaca, tapi malah kekunci dan terseret.


****


Tak lama berselang datanglah sekelompok orang yang bergabung dengan lima orang sebelumnya


Sebelumnya Deni telah merasakan adanya energi hitam yang mendekat, ia melindungi mobil dengan Aura airnya, setelah mobil berhenti Deni dan Asep meminta yang lain untuk tetap didalam mobil, Deni dan Asep melangkah keluar dan menemui orang - orang yang menghadangnya.


****


Dari Atas pohon turunlah seseorang yang membawa anak panah yang tadi menembakkan kemobil mereka.


"Besar juga nyali lo, dan gua akui lo orang yang hebat karena bisa menahan panah tenaga iblis yang gua kirim."


****

__ADS_1


Maaf ada apa ya, apa kita punya masalah lata Deni yang masih bersikap sopan.


"Sepertinya lo bukan orang sini, gua lasih paham sama lo ya, masalahnya karena lo berani lewat jalan ini, dan disini adalah wilayah Panah Tengkorak, kata Andre salah satu ketua kelompok panah tengkorak."


Lah bukannya ini adalah wilayah Lampung Timur - Provinsi Lampung, kok bisa jadi wilayah Tengkorak apa gitu, lu supir tau jalan gak sih kata Deni berkata pada Asep.


"Lah digoogle gitu bos, di map gitu sudah sesuai aplikasi, kan lu lihat GPS nya bos kata Asep santai."


Tapi orang ini bilang wilayah tengkorak, salah jalan lo ini, kata Deni sedikit menggeleng.


"Kagak bos, bener bos, gua beneran gak salah jalan."


****


Lo orang itu coba pancing emosi gua ya, ini memang wilayah Lampung timur, tapi berada dibawah kekuasaan panah tengkorak, dan sesuai aturan lo harus tinggalin semua barang - barang yang lo bawa termasuk kendaraan lo, kata Andre yang disusul tawa seluruh anggota Panah Tengkorak.


"Aturannya dari mana ya bang, kayaknya di Indonesia gak ada deh aturan begitu kata Deni dan Asep bersamaan."


Banyak bacot lo, serang, Andre meminta kelompoknya menyerang Deni dan Asep, sementara sebagian lagi menyerang mobil mereka, namun tidak ada yang bisa menyentuh mobil yang terparkir karena sudah dilindungi aura tanah bangsawan langit.


Akhirnya mereka semua menyerang Deni dan Asep secara bersamaan, Asep dan Deni seperti menari didalam serangan kelompok panah tengkorak.


Hal tersebut membuat Andere terpancing emosinya, serang dengan formasi tingkat tiga, namun mereka belum bisa menyentuh Deni dan Asep, lalu Asep dan Deni menghilang dan keluar disisi mobil mereka.


Bos gimana kalo kiita undi kata Asep.


"Ok siap, kita undi sekarang ya...


Bersambung... ditunggu update selanjutnya ya...


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,


Vote dan

__ADS_1


Tambahkan ke favorite dan bagikan cerita ini keteman - teman agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2