Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 67 - Kota - Kota besar Membara


__ADS_3

"MOHON MAAF JIKA DIDALAM BAB INI TERDAPAT DIALOG YANG KURANG BERKENAN, SEMUA HANYALAH SEBAGAI PELENGKAP CERITA, BIJAKLAH DALAM BERSIKAP, SELAMAT MEMBACA TERIMA KASIH."


"Bagus kini giliran kita, tapi kita harus menunggu sebab aku merasa masalah ini tidak sesederhana yang dikita bayangkan apa lagi ini sudah mengusik kedaulatan negara."


Ketika mereka akan berangkat ke toilet, tiba - tiba berita ledakan dan serangan di kantor gubernur di empat kota besar di Indonesia kembali terjadi.


*****


Suasana dikota Surabaya saat itu sangat tenang, hiruk pikuk warga kota pahlawan membuat suasana kota semakin hidup, ditengah keriuhan aktivitas warga sebuah ledakan besar terjadi, sama seperti kejadian di jakarta, puluhan atau mungkin ratusan orang bertelanjang dada menyerang masuk kedalam gedung kantor gubernur, Gubernur Jawa timur yang sedang rapat terbatas membahas kebijakan bersama wali kota kaget kotanya diserang.


Keadaan balai kota Surabaya tak kalah mencekam, ratusan personil gabungan POLRI dan TNI langsung merespon dengan sigap, beruntung mereka telah mendapat bocoran dari Jakarta akan adanya serangan susulan, maka lima matrra pelindung Indonesia bersiaga disekitar tempat - tempat strategis.


Tapi banyaknya jumlah penyerang membuat Polisi dan TNI agak kesulitan.


*****


Beralih ke kota kembang Bandung.


Suasana cerah menyambut Gubernur baru Jawa Barat, pagi itu ia berencana melaksanakan rapat terbatas menyingkapi masalah yang terjadi di Ibu Kota, ia telah mendapat instruksi untuk menyiagakan pasukan ditempat - tempat vital.


Dengan ramah ia menyapa seluruh staf dan pegawai dibawah naungannya, ayo atuh kita mulai biar cepat dapat solusinya, karena bapak presiden mengatakan Indonesia siaga satu dan kita harus serius menyingkapi ini, tapi harus tetap dengan kepala dingin.


Belum sempat memulai rapat, sebuah ledakan didepan Gedung Sate dan dijalan Paster dan Dago membuat suasana menjadi terganggu, belum sempat berpikir ratusan orang bertelanjang dada meringsek masuk dan menyerang tanpa arah, Gubernur Jawa Barat dan para stafnya segera mendapat pengamanan dari anggota KOPASKA yang telah bersiaga sejak malam tadi.


*****


Lanjut kekota Melayu Deli - Medan sumatra Utara


Mendapat telpon langsung dari presiden membuat Gubernur Sumatra Utara langsung mengumpulkan para stap dan petinggi lima matra di kantor gubernur, mereka mengadakan rapat terbatas pagi itu, pengamanan tempat - tempat vital juga dilakukan sesuai instruksi presiden. Tentang darurat militer satu.

__ADS_1


Mereka mulai membahas beberapa kemungkinan mulai dari dendam keluarga Hadi Ningrat dan kemungkinan terlibatnya keluarga Narapati, saat rapat sedang berlangsung 1 kompi anggota Kopaska meringsek masuk.


"Maaf pak kami terpaksa masuk, serangan sudah dimulai, kami harus segera mengamankan para Petinggi ketempat aman, saat ini anggota KOSTRAD dan DENJAKA sedang menghalau mereka, tapi jumlah mereka terlalu banyak, mari pak segera tinggalkan tempat ini.


*****


Suasana kota Tapis Lampung sangat tenang ditengah isu yang menyeruak di Jakarta, namun Gubernur Lampung tetap menanggapi serius masalah ini, kita mendapat laporan tiga kota besar, Surabaya, Bandung, dan medan mendapat serangan, alhamdulillah tempat kita masih aman, tambah pengamanan dikantor gubernur dan balai kota, liburkan sementara para pegawai dengan alasan darurat militer ini perintah langsung dari presiden, sesuai rapat tadi pagi sore ini kumpulkan kembali peimpinan tertinggi lima matra, kita harus bersiap dengan semua kemungkinan yang ada.


Sore itu, gubernur Lampung memimpin langsung rapat terbatas bersama pimpinan lima matra, tepat pukul enam belas sore, ia mendapat laporan bahwa pelabuhan Bakauheni Lampung dan pelabuhan merak Banten mendapat serangan dari orang bertelanjang dada.


Sial saya lengah, Lampung adalah gerbang Sumatra dan Banten adalah gerbang Jawa, mereka telah mengecoh kita dengan menyerang kantor Gubenernur dan Balai kota, segera amankan semuanya, jika perlu tembak mati para perusuh, kita tidak boleh memberi celah pada para perusuh apa lagi instruksi bapak presiden sudah sangat jelas.


Pemimpin lima matra di provinsi Lampung dibuat sibuk, mereka segera melaksanakan printah sesuai instruksi Bapak Gubernur.


*****


Suasana mencekan hampir terjadi dilima kota penting di Indonesia, dimana semua sedang sibuk menanganii para perusuh yang jumlahnya terlalu banyak, entah dari mana mereka datang.


"Surabaya Membara, balai kota dan Kantor Gubernur di serang orang tidak dikenal."


"Bandung Lautan Api Jilid Dua, Ratusan orang menyerang, membom dan membakar kota Bandung."


"Medan membara, Kantor Gubernur dan Balai Kota Medan mendapat teror."


"Dua pelabuhan penghubung pulau Jawa dan Sumatra diserang, banyak kapal disandra orang tak dikenal."


Dan berbagai judul yang menghiasi halaman media sosial


******

__ADS_1


Ditengah kebingungan tersebut kembali sebuah video yang menyatakan diri sebagai Manusia Pembelah Lautan mengaku bertanggung jawab dengan semuanya, dan akan ada serangan terkahir.


"Hai... hai... ketemu lagi dengan manusia sakti ini sekarang gua sedang menikmati semuanya, negara ini terlalu aman bro, sesekali buat aparat negara kerja keras hahaha, yups seperti yang gua janjiin setelah ini akan ada serangan terakhir, jadi bersiap - siaplah tidak ada waktu untuk kalian bersantai see you..."


Tim Syber Crime Polda Metro jaya bukan tidak menanggapi, tetapi IP dan lokasi pengunggahan video selalu berubah, mereka benar - benar dibuat pusing oleh Manusia Pembelah Lautan.


*****


Sepetinya orang yang mengaku "Manusia Pembelah Lautan ini adalah ahli teknologi, sebelumnya kami mendeteksi bahawa ia ada di Jakarta, namun setelah kami mencoba konfirmasi kembali ia ada di Semarang, dan kini ia ada di Pulau Bali.


Dan yang menjadi masalah setiap lokasi yang didatangi adalah tempat yang tidak wajar, titik kordinat sebelumnya ada di Pemakaman Tanah Kusir, lalu di Lawang Sewu, dan terakhir ada ditengah makam desa Trunyan di Kintamani Bali.


Ia benar - benar telah mempermainkan kita. Para petinggi lima matra akhirnya berkumpul dan bertemu Istana Negara Bapak Presiden memanggil mereka dan melakukan rapat terbatas.


*****


Masalah ini benar - benar serius, awalnya kami pikir ini adalah masalah pribadi, namun sepertinya masalah ini tidak sesederhana itu, kita harus bisa menemukan siapa orang yang melindungi "Manusia Pembelah Lautan" ia sepertinya hanya pion kecil sementara raja sebenarnya bersembunyi entah dimana.


"Kita juga perlu langkah prepentif dan segera menangkap dalangnya."


(Baiklah semuanya saya Presiden Republik Indonesia, selaku pimpinan tertinggi dari lima matra pelindung NKRI memerintahkan pada semua matra untuk mengerahkan semua sumber daya yang ada dan tangkap segera Manusia Pembelah Lautan apapun caranya, dan dengan ini menjadikan Manusia Pembelah Lautan sebagai buronan kelas satu, segera pulihkan kondisi keamanan dan kedaulatan negara, jangan sampai ada yang dengan seenaknya menginjak - injak martabat kita semua.)


Baik pak kami paham, semua pimpinan tertinggi lima matra kembali berkordinasi dengan para jajarannya dan berupaya untuk mengembalikan keadaan yang ada.


Melihat polanya sepertinya serangan terakhir akan dilakukan di Istana Negara, lakukan gerakan senyap, cegah semua informasi keluar, jangan sampai kita kembali kecolongan.


Bersambung....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan

__ADS_1


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2