Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 70 - Kelompok Besar Gabungan Menyebar


__ADS_3

Semakin lama Deni mulai merasakan kantuk menyerang dirinya, ia akhirnya tidur menyusul yang lain


Entah sudah berapa lama mereka tertidur, ia melihat Barra menatap keluar kaca jendela, entah apa yang ada dipikirannya.


"Mikirin apa lo bang, gak tidur tah?"


Emang sejak kapan dewa tidur? Lo ada - ada aja.


"Ya mungkin aja bang, siapa tau.?"


Gua takut bos, takut kalo ini juga ulah kakak gua Batara Dewasrani, seperti yang gua pernah cerita itu dia itu pengen banget merebut tahta tribuana, tapi karena anak kesayangan bokap ya gitu deh, lah gua mikir aja dari mana terawan bisa dapet ilmu langka itu?


Coba deh lo pikir bos, sesakti - saktinya manusia gak akan bisa menentang takdir, yang bisa menentang takdir itu cuma para dewa, karena kita memang dikasih keistimewaan untuk itu, yang jadi masalah kalo bener ini ulahnya kakak gua, bukan cuma perang besar, tapi juga perang saudara bos.


"Iya juga sih kok bisa dia dapet ilmu membangkitkan orang mati, orang mati yang sudah tenang malah di usik ketenangannya."


Nah ditambah ambisi Terawan semakin yakin gua kalo dia kerja sama dengan kakak gua, karena lo coba pikir deh dari mana dia sembunyiin orang sebanyak ini, menyerang beberapa kota sekaligus, sampe - sampe bibik Nawang Wulan terusik,


Gak ada lho bos yang berani nyenggol Jogja, kalo sampe berani artinya bekingnya bukan kaleng - kaleng, secara kita semua tau sekuat apa Kanjeng Ratu Kidul, kalo sampe berani ngusik artinya ya itu tadi, atau memang orangnya yang sudah bosen hidup.


Tapi saat gua tanya sama beliau, kanjeng Ratu juga gak tau dimana Musa, artinya ada kekuatan lain yang melindungi dan menyembunyikan dia.


"Lah yakin lo bang? Serius Jin sekelas Kanjeng Ratu Kidul sampe gak tau dimana Musa?"


Itu dia yang gua pikirin bos, harus mulai dari mana kanjeng Ratu cuma minta gua ke Gunung Anyar Surabaya buat menyelidiki sesuatu.


Ada tongkat besi yang tertanam disitu, dia bilang itu peninggalan murid - murid Syeh Subakir tapi bener atau gak nya gua gak tau bro, beritanya simpang siur, namanya juga legenda, nanti sampe disurabaya kita mampir beli alat - alat mendaki ya, maklum kita datang tanpa persiapan.


"Ok bang gua ikut aja, sudah bang berpikir positif aja bang, mudah - mudahan pikiran lo salah."


Iya juga sih bos, dari pada gua stress ya, ok deh gua tidur dulu bos, capek ngantuk gua bos.


"Lah katanya dewa gak tidur bang, lo gimana sih?"


*****

__ADS_1


Setelah menempuh delapan jam perjalanan mereka tiba distaiun Gubeng Surabaya, mereka lalu menuju kesebuah mall di dekat stasiun.


Gak percuma dibilang kota besar kedua, tempatnya strategis bro, mereka lalu menuju konter perlengkapan mendaki, mereka membeli tas dan semua perlengkapan mendaki.


Tak lupa mereka juga menukar sepatu mereka dengan sepatu khusus pendakian hampir dua jam mereka berbelanja, tak lupa mereka juga membeli makanan dan obat - obatan, hingga akhirnya mereka siap untuk berangkat.


Kita naik taksi aja ya, ok siap mereka memesan taksi yang ada disekitar mall tersebut.


"Pak mau tanya, bapak tau Gunung Anyar?"


Tau dek.


"Yang jadi legenda itu lho pak?"


Iya dek semua orang diSurabaya pasti tau Gunung Anyar.


"Ok pak antar kita kesana ya, berapa ongkosnya pak?"


Karena bawaannya banyak seratus lima puluh ribu ya dek, kalo mau, tidak mau juga tidak apa - apa, kata pak supir santai.


Ooowwww hhooorang kaya yaa.... ok bos siap saya antar.


Sepanjang perjalanan menuju Gunung Anyar mereka berbicara melalui telepati dan mengatur apa yang akan dilakukan.


Mereka terus membuat simulasi yang sesuai dan memperkirakan kesulitan medan yang akan dilalui, apa yang harus dilakukan mereka telah membuat beberapa skema dikepala mereka sendiri.


Hampir satu jam mereka dalam perjalanan, sampailah mereka kesebuah tanah lapang, disamping tanah lapang tersebut ada undukan tanah yang sepertinya masih baru dan terus menyemburkan lumpur.


*****


Sudah sampe dek kata pak Supir, mereka saling pandang oh mungkin ini hanya pintu masuk tapi mereka tidak melihat ada gunung disitu.


"Dimana ya pak tempatnya kata Asep bertanya pada pak supir."


Ini lho dek Gunung Anyar yang jadi legenda, kebetulan saya orang asli Gunung Anyar saya tau semua cerita dan seluk beluknya sampai akhirnya tempat ini dinamakan kampung Gunung Anyar.

__ADS_1


"Pak, bapak gak lagi bercanda kan, kata Barra dan Deni bersamaan?"


Lah buat apa saya bercanda dek, gak ada untungnya buat saya, ini sepertinya kalian yang salah paham nih, pasti dikerjai temennya ya dek, banyak yang begitu dek.


Bapak kasih tau ya Gunung Anyar itu ya ini dek, atau gini deh gak enak kita bicara disini kalo boleh tau kalian nginap dimana nanti bapak datang.


Bapak akan kasih tau sejarahnya.


Antar kita ke Hotel terdekat pak, tapi yang bagus.


Mereka larut dalam pikirnya, sudah persiapan sangat matang, sampai di tempat tujuan gunungbya gak ada, malah kesannya seperti becandaan, ini maksudnya apa ya, awas aja kalo si bapak bohong, gua tampol dia biar miskin kata Barra agak kecewa.


Memang Barra masih belum di Izinkan menggunakan kekuatannya hingga ia bisa memecahkan misteri Gunung Anyar, tapi melihat situasinya akan memakan waktu yang panjang keluhnya dalam hati.


*****


Setelah tiga puluh menit perjalanan mereka tiba di hotel Novotel Samator, tempatnya tidak Jauh dari Gunung Anyar, setelah melakukan Check in, mereka menuju kamar masing - masing.


Dek nanti bapak kembali jam tujuh malam ya dek, karena bapak masih harus kembalikan mobil dulu, nanti setelah urusan bapak selesai bapak langsung kemari.


Pak kita gak mau tau, bapak secepatnya kemari dan jelasin semuanya sama kita, ini ada lima juta, bapak bisa datang lebih cepat?


Si adek mah suka maksa, ok dek bapak akan datang jam lima, ini bapak langung kembalikan mobilnga, terima kasih ya dek setelah bertukar nomor telpon akhirnya si bapak pamit.


Mereka yang sudah kecewa akhirnya mencoba melampiaskan semuanya dengan makan, kita makan aja yuk sepuasnya, akhirnya mereka menuju restoran hotel, mereka memesan semua makanan yang ada disitu, selagi namanya makanan ya sudah pasti dipesan.


Mereka lalu bertukar info melalui telepati, lah sekarang gimana, Gunung yang dimaksud tidak sesuai dengan ekspetasi, atau nanti kita coba tanya beberapa orang secara acak, siapa tau aja bapak tadi bohong? Ya kita lihat aja kalo nanti dia gak kembali artinya bohong.


Bersambung....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2