
Melihat hal tersebut timbul keraguan dari hati Amabilis, ia merasa telah melakukan kesalahan besar, hal tersebut ia ketahui setelah membaca pikiran orang tadi, ia juga mengatakan mereka sedang mempersiapkan sesuatu di keraton majapahit.
Mereka berencana membangkitkan kembali Prabu Hayam Wuruk, Tribuana Tungga Dewi dan Patih Gajah Mada, mereka akan memutar balik fakta dan mengatakan Majapahit dihancurkan oleh tangan - tangan licik manusia serakah.
Amabilis terdiam sesaat dan meminta waktu untuk berpikir.
Mereka yang ada disana hanya terdiam, pemimpin lima matra juga masih harus mempertimbangkan keamanan negara, mereka mengerahkan semua sumber daya untuk mengalihkan perhatian kelompok Narapati.
Pemimpin Kopasus mulai angkat bicara.
"Kita tidak bisa terus begini, hanya tersisa lebih kurang lima puluh ribu pasukan yang bisa kita percaya, ditambah situasi di Papua juga semakin memanas, kami harus putar otak untuk rolling pasukan, jadi sebaiknya Ustad segera mematangkan rencana, apakah kita harus menyerang atau tidak katanya tegas".
Ustad Hadi dan ustad Lee terdiam, mereka meminta izin untuk melakukan sholat dan minta petunjuk kepada sang pencipta.
Kepala Angkatan Darat memberi estimasi waktu tiga kali dua puluh empat jam, dengan atau tanpa rencana ustad Hadi atau Lee, mereka akan melalukan serangan, karena ini sudah menyangkut keamanan negara.
Mereka juga terus mengintrogasi Musa.
Ditengah kebimbingan tersebut Amabilis mulai berubah haluan.
'Aku yang akan mencari tau apa yang mereka rencanakan lewat pikiran Musa, jika ternyata benar suamiku bersalah, aku pastikan akan berjuang bersama kalian'.
Semua yang ada diruangan cukup terkejut, ustad Hadi yang hendak beranjak pergi lalu berbalik dan berkata.
Lakukan, jika terbukti suamimu benar, maka aku sendiri yang akan mencegah Deni dan Asep untuk berbuat lebih jauh, sekalipun aku tidak punya kekuatan seperti kalian, tapi aku pastikan akan menjebak mereka dengan caraku, namun jika terbukti suamimu bersalah, dengan berat hati terpaksa jebakan itu aku berikan padanya.
'Tapi kyai tidak mudah menghadapi tri netra kebenaran.'
Drajat kami manusia masih lebih tinggi dari kalian, jadi jangan pernah meremehkan kami para manusia, tambahnya tegas.
Akhirnya setelah disepakati beberapa pasukan khusus mengembalikan selendang Amabilis, mereka membawa bidadari kuning itu bertemu musa yang sejatinya ada di salah satu ruangan khusus mall Kasablanca.
*****
Amabilis mengambil wujud pelayan restoran, sesuai rencana ia menyerahkan makanan yang diberikan untuk Musa, dijaga oleh tiga anggota terkuat DENHARIN yang mengerti ilmu kebatinan, mereka menuju sell tempat Musa ditahan.
Sesampainya disana mereka penjaga sell yang terdiri dari pasukan gabungan lima matra membuka pintu.
Terlihat Musa dirantai dan duduk dikursi yang terikat.
"Wah pelayan baru nih, boleh juga nih jadi biningua katanya sambil terkekeh".
Amabilis mendekati Musa dan meletakkan makanan dimeja, seperti kebiasaan para pelayan mereka yang menyuapi Musa selama Jam makannya.
Saat Amabilis akan telah memberikan suapan pertama, ia menyentuh tangan musa dan membuatnya tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Ia mulai melihat semuanya dengan jelas, rencana Terawan yang akan membangkitkan Sembilan Pusaka Nusantara dan menggunakan kekuatannya untuk menguasai dunia.
Hal tersebut sama seperti ambisi suaminya yang mengumpulkan kekuatan Tujuh Bidadari, jika keduanya disatukan saat Purnama Emas maka mereka tidak bisa lagi dihentikan.
Ia banhkan melihat bagaimana Terawan mencuci otak orang - orang yang berkerja untuknya dan menganggap mereka hanya sebagai bidak yang bisa dibuang kapan saja. Semua sudah jelas, kakang Dewasrani ternyata masih berambisi menguasai dunia.
Proses terrebut memakan waktu hampir setengah hari, bahkan semua yang ada disana segera menuju sell dimana Musa ditahan.
Pimpianan lima matra, ustad Hadi dan Lee, serta para bangsawan langit telah bersiap dengan segala resiko yang ada hingga akhirnya keduanya membuka mata.
Darah segar mengalir dari hidung dan telinga keduanya, keduanya pingsan dan segera mendapat perawatan.
Ditengah kegaduhan tersebut Deni, Asep dan yang lainnya kembali tepat pada waktunya, melihat situasinya Deni segera memeriksa keadaan Amabilis, ia lalu mengabil beberapa bunga dari ruang dimensinya dan meminta mereka membuat ekstrak sari bungan dan memasukannya kedalam tubuh Amabilis.
*****
Bicaranya nanti saja mereka berdua perlu ditolong dulu, kata Denii singkat.
Ki bibit bunga Amabilis yang pernah gua kasih lo tanem gak? Punya gua ada tapi gak banyak.
"Banyak banget bos, sampe gua buang - buangin bingunh mau buat apa, untung ada dinda Mayang yang suka bunga hehehe".
Gak ada waktu buat guyon ki, bawa sebanyak yang lo punya ya, gua butuh bunganya sekarang.
Mayang dan Asep mengambil tanaman bunga amabilis dan Deni mulai membuat ekstarknya.
Beberapa tenaga medis yang ditempatkam melihat perubahan yang cukup signifikan, berbeda dengan musa yang bisa ditangani dengan cara manusia, ini pertama kalinya para petugas medis dan dokter khusus kenegaraan mengangani bidadari yang terluka parah.
*****
Dokter Kaniya pemimpin dokter kenegaraan segera menemui Deni.
Maaf pak Deni dari mana bapak tau cara menangani wanita ini.
"Wanita ini bukan berasal dari dunia manusia, maka cara manusia hanya akan memperburuk keadaannya".
Lalu anda berasal dari mana, tanya dokter Kaniya yang sedikit menjaga jarak dengab Deni.
"Tenang saja dokter aku manusia sama seperti kalian, aku hanya mendapat sedikit pengetahuan, katanya singkat".
Deni mengerti kekhawatiran yang dirasakan dokter wanita itu, ia berlalu meniggalkannya dan menuju ketempat ustad Hadi.
"Lalu bagimana situasinya tanya Deni singkat".
Kita masih menunggu bidadari kuning itu sadar, ia memegang kunci rahasia semua rencana Narapati.
__ADS_1
Dan untuk kekacauan di daerah Thamrin sudah teratasi, beberpa pelaku teror telah mati seperti kehabisan nafas sementara seorang lagi entah kenapa tidak mati, kami juga tidak tau siapa yang melakukannya, menurut kabar pendekar topeng emas dan topeng perak tapi kami tidak melihat mereka.
Entah siapa yang telah memberikan bantuan, tapi kami sangat bersyukur kata para pemimpin lima matra.
Keadaan Musa dan Amabilis semakin membaik, Amabilis sempat sadar sebentar dan sesuai instruksi Deni mereka meberikan pil ekstrak bunga Amabalis.
Amabilis kembali pingsan setelah meminum pil itu, sementara Musa biarpun belum sadar namun kondisinya semakin
membaik.
Mereka mendiskusikan semua masalah sambil menunggu amabilis sadar, laporan dari tim medis bahwa sesuai perkiraan Deni bahwa bidadari kuning itu sempat sadar dan mereka juga telah memberi pil ekstrak bunga Amabilis.
Baiklah kita matangkan rencana setelah nona bidadari itu sadar kata Ustad Hadi, karena tanpa informasi dari Amabilis maka semua rencananya sia - sia.
*****
Tepat pada tengah malam Amabilis mulai membuka matanya, tubuhnya masih sangat lemah, ia mencoba menggerakan tubuhnya, beberapa petugas medis yang menjaga Amabilis langsung melaporkannya pada Dokter Kaniya.
Kaniya yang mendapat laporan dari timnya segera meminta tim untuk menyerahkan pil ekstrak bunga itu lagi.
Amabilis kembali meminun oil ekstrak bunga tersebut, dan ia mulai buka suara.
"Siapa yang telah membuat ektrak bunga ini, butuh waktu untuk tubuhku menyesuaikan diri dengan pil dewa ini, ini adalah pil ekstrak bunga tingkat kedelapan katanya singkat".
Dokter Kaniya dan para tim medis saling memandang.
Aku tidak tau apa yang nona maksud, aku hanya mengikuti instruksi dari bapak Deni, ia yang membuat dan memberikan sari ekstrak bunga dan pil ekstrak bunga ini.
"Butuh waktu cukup lama untuk membuat pil dan sari ekstrak bunga ini, tapi siapapun yang membuatnya aku sangat berterima kasih, dan aku juga sangat berterima kasih pada kalian karena mau merawatku, katanya sambil menunduk hormat".
Sebaiknya nona jangan banyak bicara dulu, keadaan nona masih belum stabil, tapi melihat perkembangannya dengan beristirahat sebentat nona pasti bisa kembali pulih.
Oh iya pak Deni juga memberikan vitamin ini, ia berpesan jika nona sudah mulai bisa berbicara ia memintaku menyerahkan vitamin ini, aku hanya menjalankan perintah, semua dosis sudah diatur oleh pak Deni.
"Apakah ia tabib atau semacamnya?"
Aku tidak tau nona, tapi nona bisa menanyakannya langsung kepada pak Deni jika sudah benar - benar pulih, ia hanya berkata padaku bahwa dirinya hanya mendapat sedikir pengetahuan.
Kaniaya lalu undur diriz ia juga berpesan pada petugas jaga untuk terus mengawasinya sementara ia yang akan memberikan ekstrak, pil dan juga vitamin, karena ini perintah langsung dari pak Deni.
Amabilis kembali larut dalam lamunannya, ia tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya didalam pikiran Musa. Ia tidak menyangka bahwa suaminya dan Narapati benar - benar ingin merubah sejarah Nusantara.
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
__ADS_1
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...