Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 89 - Lembah Raksasa 2


__ADS_3

Kini beristirahatlah dahulu, persiapkan diri kalian untuk latihan besok pagi tambahnya, sambil berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


Hari demi hari mereka lalui berlari memutari tempat itu hingga tidak terasa telah satu minggu mereka lewati.


Sore itu Deni dan Asep sudah tidak terlihat lelah, mereka telah mampu menyesuaikan diri dengan keadaan, saat latihan selesai Buto Randu memanggil mereka.


Kini sudah satu minggu berlalu, besok ada istirahat selama satu hari dan juga nona Putonia ingin bertemu dengan kalian.


"Bidadari merah itu sudah kembali, tanya Deni."


Dia tidak pernah pergi jauh, ia selalu mengawasi kalian bersama raja raksasa dan juga Batara Sumbu, kami semua menaruh harapan besar pada kalian, aku tidak ingin kejadian Sono dan Waru terulang kembali.


Sungguh satu ironi, tanah dan air adalah elemen penting yang saling terhubung, berbeda dengan elemen lain unsur tanah dan unsur air adalah yang terpenting didalam kehidupan ini.


Tanah adalah tempat kita berpijak, sementara air adalah elemen yang menjaga kesetabilan alam, itulah sebabnya Sono dan Waru mengorbankan diri, tapi kalian berbeda, kalian memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Sono dan Waru.


'Maksudnya, aku kurang paham dengan apa yang kau katakan Buto Randu, tanya Asep penuh selidik.'


Nanti pada saatnya kalian akan paham, tugasku sudah selesai, kerja sama kalian disini menunjukan kalian memiliki potensi yang lebih, dan aku sangat bangga pada kalian.


"Apapun yang kau katakan mungkin otak kami yang masih belum sampai kesitu, tapi tadi kau bilang kami memiliki apa yang tidak dimiliki pendahulu kami, apa itu jika boleh aku tau, tanya Deni?"


Keyakinan dan saling percaya, sikap kalian memang kadang suka seenaknya sendiri, tapi sejatinya kalian adalah orang baik yang selalu perduli pada sesama, terutama orang - orang yang lemah, berbeda dengan kami dan para penghuni langit yang terikat aturan, kalian menerobos aturan itu dan lebih mengedepankan nurani. Itu yang membuat kalian berbeda.


'Tapi apa kita harus diam saja jika melihat ketidak adilan, tambah Asep?'


Buto Randu hanya menggeleng, ada aturan yang tidak bisa di langgar, dan kadang kami sendiri perang batin saat ketidak adilan itu terjadi, tapi sikap kalian yang mengedepankan nurani, telah menggerakan hati para dewa untuk ikut membantu.


"Sebenarnya aturan apa yang tidak boleh di langgar, tanya Deni?"


Aku tidak ada hak menjelaskan besok nona Putonia akan menjelaskan semua detailnya.


Kini beristirahatlah, Buto Randu mengajak mereka kembali lalu meninggalkan mereka di tempatnya.


*****


Pagi itu suasana di Kerajaan Raksasa cukup tenang, semua berjalan seperti biasanya, Deni dan Asep menghabiskan makannya dengan lahap.


Pagi itu sesuai informasi dari Buto Randu mereka akan bertemu dengan Putonia.

__ADS_1


*****


Dilain sisi


Suasana di dunia nyata cukup tenang, sejak ditangkapnya Musa dan dua Istri Dewasrani, praktis semua berjalan baik - baik saja, tapi hal tersebut tidak berlaku untuk keluarga Narapati.


Pagi itu Respati kembali membawa kabar yang kurang menyenangkan, ia terburu - buru menghadap Terawan yang sedang menikmati sarapannya bersama Gayatri.


"Mohon maaf tuan muda jika saya lancamg datang menemui tuan muda."


Apa kau tidak pernah belajar tata krama Respati, aku dan nenek Gayatri baru saja akan sarapan.


'Sudahlah ngger, jangan terlalu keras padanya, biarkan ia ikut sarapan bersama kita.'


Apa kau tidak dengar apa yang nenek katakan?


"Mohon maaf tuan muda mohon maaf nyonya, bukannya menolak, saya tidak terbiasa sarapan pagi, ada baiknya saya menunggu di luar saja, nanti jika tuan muda dan nyonya telah selesai saya akan datang lagi."


Respati membungkukan badan dan segera beranjak pergi, namun belum sempat ia berbalik, Gayatri memintanya bicara.


'Bicaralah anak muda, aku ingib mendengar berita yang kau bawa.'


Mohon maaf nyonya, saya takut memgganggu waktu tudan muda dan nyonya.


Respati agak takut mendengar perkataan Terawan, ia tau betul bagaimana sikap tuannya.


"Mohon maaf tuan muda, yang saya sampaikan memang berita buruk, tadi malam sesuai saran tuan muda saya pergi bersenang - senang disalah satu tempat karaoke milik tuan muda, saya disana hingga pagi.


Sebelum berangkat kesini saya sempatkan diri untuk mampir, dan saya cukup terkejut tuan, menurut kakak saya ada beberapa polisi yang mencari saya, mereka membawa surat perintah pemeriksaan, dan membawa semua berkas dan laptop saya.


semua data - data penting kita ada di laptop itu, memang saya sudah menyimpan semua backup nya di beberapa tempat, tapi jika mereka berhasil membuka laptop saya, semua informasi kita akan terbongkar tuan."


Apa, memang dimana kau meletakkan dimana laptop itu?


"Saya sudah meletakkan diruang khusus kamar saya tuan, tidak ada yang tau ruang rahasia itu, makanya saya juga bingung tuan, seharusnya hanya saya yang tau."


'Batara Ghanesa, ini bukan salahnya Ngger, Batara Ghanesa di sinyalir memiliki kemampuan mata yang sama seperti Tri Netra, biarpun tidak sehebat Tri Netra, tapi Mata Surgawi bisa melihat tembus pandang.'


Apa dewa jelek berkepala gajah itu, berani sekali dia menggangguku, bangsat siaalan awas kau Ghanesa..!

__ADS_1


'Jaga bicaramu Ngger, selain mata Surgawi, Batara Ghanesa di anugrahi kecerdasan luar biasa, ia bahkan seratus kali lebih cerdas dari pada kita, jadi jaga bicara dan sikapmu, sepertinya aku perlu mengajarkan tata bahasa yang baik, kau memang cerdas, tapi sikapmu terlalu prontal, ingat yang kita lawan adalah para dewa.'


Maaf nenek, tapi ah, bangsat sampai - sampai langit berpihak pada dua manusia sialan itu, apa hebatnya Deni dan Asep itu, aku yang di anugrahi kecerdasan luar biasa hanya mendapat bantuan dari Dewasrani.


'Jangan mengusiknya ngger, ingat Dewasrani tidak pernah toleransi, dan kita telah terikat perjanjian dengannya, jika ia mendengar semua kata - katamu habislah kita semua.'


^Aku sudah mendengar semuanya nenek tua, maka dari itu aku akan memberi kalian bantuan lain, aku sudah menemui pamanku Batara Antaga, ia akan membantu kita dan menghimpun dan memastikan semua kekuatan iblis akan ada di pihak kita.^


'Ampun beribu ampun yang mulia, maafkan cucu hamba yang kurang sopan ini, kata Gayatri memelas.'


^Aku suka dengan ambisinya, maka dari itu, aku akan membawa kalian menemui pamanku Batara Antaga, persiapkan diri kalian menuju kedunia bawah, tapi aku peringatkan jangan mengusiknya.


Kini kekuatan dunia bawah terpecah menjadi dua kubu, kubu selatan pimpinan bibik Durga, telah terang - terangan mendukung musuh kita, beruntung kubu utara telah berpihak pada kita, tapi pamanku ingin bertemu langsung dengan kalian, jadi aku peringatkan jangan pernah menyinggung hal apapun mengenai Batara Durga atau Dewi Durga, paham?^


Apa jadi mereka juga telah mendapat bantuan dari dunia bawah? Sial sebenarnya siapa yang kita hadapi ini yang mulia, kenapa mereka selalu selangkah lebih maju, tanya terawan dengab sedikit kesal.


^Ceritanya cukup panjang, kini sebaiknya persiapkan diri kalian menuju dunia bawah, dan kau Respati, kau juga harus ikut, aku akan memberimu beberapa suvenir.^


*****


Kembali kesisi Deni


Buto Randu datang bersama Putonia, melihat Deni dan Asep yang sedang berlatih membuat Buto Randu merasa berhasil telah membimbing mereka.


Maaf apa kami mengganggu, tanya Putonia yang mengejutkan mereka.


Deni dan Asep langsung menghentikan latihannya.


"Tidak kami hanya membiasasakan diri dengan kekuatan baru kami, kata Deni santai."


Semoga kalian semua baik - baik saja, aku lupa mengatakan kabarnya Buto Randu agak sedikit keras dengan para muridnya.


'Telat bilangnya, kita hampir mati dibuatnya, kata Aseo yang sedikit kesal.'


^Biarpun sebagai raksasa, tapi aku adalah raksasa yang baik, aku selalu baik kepada siapapun, tapi kadang suka jahat juga dan terkadang lebih banyak jahatnya, huuuuaahahahahah.... huuuaaahahahahhaha dan disusul tawa dari Puonia.^


Bersambung....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan

__ADS_1


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2