
Cerita ini hanyalah sebuah karya Fiksi segala isi cerita hanyalah hasil imajinasi penulis saja, jika terdapat kesamaan nama tempat, tokoh dan lain - lain semua hanyalah sebuah kebetulan dan tanpa ada unsur kesengajaan, selamat membaca.
****
Deni memandang keluar Istana dasar bumi, lo liat no, kagak ada cewek cantik yang lewat Cep, yang ada gua harus ati - ati, kalo salah satu demit ini naksir gua, hamsyong gua Cep.
Mereka berada diruangan yang mampu melihat keluar istana dasar bumi, sehingga bisa tau apa yang ada diluar sana.
****
Ketika sedang asik berbicara, mereka dikejutkan oleh suara Giyana.
Para tamu mari ikut denganku kanjeng Ratu memintaku membawa kalian berkeliling istana sambil menunggu tamu yang akan dipertemukan oleh kalian, lalu setelahnya langsung menuju ruang perjamuan untuk bertemu dengan tamu kanjeng Ratu kata Giyana dengan tersenyum sambil menatap Deni.
"Heeem Cep perasaan gua jadi kagak enak ini, harus gimana ya Cep."
Au ah gelap bos, gua gak bisa mikir bos, di lawan mati, gak dilawan ya seperti orang mati, nasip - nasip.
****
Sebaiknya kalian ikuti saja gadis itu kata Panglima Kumbang.
Ye ni panglima mah enak aja, kagak ada pikiran nih, ini lagi darurat nih.
Panglima kumbang yang telah mengerti sifat mereka hanya tersenyum.
"Hadew ini pangliama lo malah senyum - senyum bos, ya sudah bos pilih cacing aja bos, atau kodok biar kaya makanan jepang gitu, kata Asep dengan wajah pasrah."
'Tapi kalo dikasih ayam sajem mendingan itu dah cep kata Deni singkat.'
Iya juga sih bos, lah dari pada cacing dan temen - temennya pinter juga lo bos.
'Kalo kagak pinter dikadalin mulu gua sama lo, kata Deni sambil tertawa dan berjalan dibelakang Giyana.'
****
Setelah berkeliling Istana Dasar Bumi mereka semua menuju ruang perjamuan.
Tampaknya Nona June sudah datang kata Giyana dengan senyum mengembang, dia adalah orang yang hebat, aku sangat mengagguminya kata Giyana.
'Heeem nambah lagi temen demit kita bos kata Asep sambil menggeleng.'
__ADS_1
"Kita lo aja kali, gua sih ogah bertemen sama demit, gua temenan sama manusia aja Cep, kata Deni sambil tertawa."
****
Hormat pada yang mulia, hormat pada nona June Giyana langung berlutut saat bertemu dengan Dewi Durga dan wanita cantik yang duduk tepat disebelah Dewi Durga.
Gila cep cantik banget Cep ni cewek kata Deni yang langsung terdiam ketika melihat Nona June.
"Sudah selsai lo lihatin gua begitu, awas copot matanya, kata June dengan senyum meledek."
'Bos ye si bos malah bengong, tadi kagak mau bertemen sama demit, kapan demitnya cantik begini, luluh juga hati lo bos, dasar bos gak punya pendiriian lo kata Asep meledek Deni.'
Sue lo Cep, eh maaf mbak, eh Nona jika saya kurang sopan, kata Deni yang salah tingkah.
***
Gimana cah bagus, cantik ya demitnya, cantikan mana demitnya sama nenek tua ini kata Dewi Durga dengan tatapan tajam kearah Deni, Deni lupa Dewi Durga bisa mendengar semua pembicaraan mereka biarpun itu lewat telepati.
'Mampus lo bos yang punya badan marah, gua kagak ikutan ya bos, kata Asep dengan tatapan yang meledek.'
Lalu untuk kamu cah bagus, mau cacing tanah atau cacing laut, atau kodok hijau, masih seger kok, itu mudah didapat kata Dewi Durga yang kini menatap Asep dengan tatapan dingin.
"Mampus lo cep, berarti ayam sajennya buat gua semua ya kata Deni sambil terkekeh."
****
Awalnya aku kesal dengan kalian, tapi setelah tau kalian berasal dari dunia manusia aku jadi teringat pesan dsri seorang raja Jawa yaitu Prabu Jayabaya bahwa ketika sepasang bangsawan langit yang berasal dari dunia manusia telah muncul didunia bawah artinya perang besar tidak lama lagi akan terjadi,
Munculnya bangsawan langit tersebut dengan karena terjebak oleh sesuatu dan memicu para penghuni dunia bawah terusik.
Begitulah yang tertulis dalam serat pararaton kata Dewi Durga menambahkan.
"Jadi maksud yang mulia semua ini telah diramalkan kata Astagina yang mulai angkat bicara."
Benar semua sudah diramalkan, tapi peraturan tetap peraturan, kalian tetap harus mendapat hukuman, dan hanya kalian berdua, kata Dewi Durga menatap Deni dan Asep. Jadi kau harus meninggalkan semua pusakamu, tenang mereka tidak akan diganggu tambah Dewi Durga.
'Maaf yang mulia, jika kami telah lancang, tapi kami benar - benar tidak sengaja terseret kedunia bawah hingga menimbulkan kekacauan kata Deni membela diri.'
"Yah aku paham maka dari itu aku hanya akan memberi hukuman ringan pada kalian berdua kata Dewi Durga, sekaligus sebagai pembelajaran bagi kalian agar lebih hati - hati jika ada ditempat orang, karena disetiap tempat ada aturannya sendiri."
'Deni dan Asep salinb memandang, akhirnya mereka saling mengangguk'
__ADS_1
Dari pada panjang bos ya sudah bos diikuti aja bos, kan tadi Dewi Durga bilang kalo akan kasih hukuman ringan, dari pada nanti Dewi Durga berubah pikiran, tambah repot bos kata Asep.
' ya sudab deh bener juga lo Cep, biar giamana juga kita sudah salah, kata Deni sambil menggeleng.'
****
Baiklah sekarang kalian makanlah dulu lalu istirahat karena mulai besok pagi selama sebulan disini kalian akan menjalani hukuman disini.
"Hah sebulan kata keduanya?"
Tenang saja, anakku Kalla adalah pengatur waktu kalian akan dikembalikan diwaktu kalian dibawa kesini kata Dewi Durga meyakinkan.
'Kalla, maksudmu Batara Kalla sang Dewa Waktu kata Astagina?'
Benar dia akan mengembalikan kalian tiga jam setelah kalian hilang, jadi kalian tidak perlu khawatir, kini makanlah hidangan yang sudab tersaji, ingat harus dihabiskan.
****
Deni dan Asep yang merasa tidak ada pilihan lain langsung menggunakan mata halimunnya untuk melihat makanan apa yang akan mereka makan.
"Tenang saja itu semua adalah makanan manusia, dan bukan makanan sajen atau persembahan, jadi kalian tidak perlu takut memakannya, kata Dewi Durga yang paham kekhawatiran Deni Dan Asep."
Maaf yang mulia, kami belum terbiasa dengan keadaan didunia bawah, tapi kenapa buah apel itu berwarna hitam pekat, aku belum pernah melihatnya didunia manusia kata Deni dengan wajah yang merasa bersalah.
"Itu adalah buah iblis berusia seribu tahun, itu adalah jamuan istimewa untuk kalian, karena kaliam berasal dari dunia manusia, jadi aku perlu memberikan buah itu, nanti kalian akan mengerti manfaat dari buah iblis, buah itu akan membantu kalian menjalani hukuman kalian, anggap saja sebagai hadiah.
'Memgenai hukuman yang akan kami jalani jika boleh tau hukuman apa ya yang mulia, kata Asep mulai bicara.'
Nanti kalian akan tau, ayo segera dimakan.
Mereka semua makan dengan lahapnya, ternyata makanan yang disajikan rasanya sangat enak, termasuk buah iblis ternyata tidak seseram namanya, buah itu tidak kalah enak dari buah Tin.
Setelah selsai makan mereka langsung menuju kamar masing - masing yang telah dipersiapkan oleh Dewi Durga.
Bersambung.
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Like
Komen,
__ADS_1
Vote dan
Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...