Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 48 - Kembali Kedunia Nyata


__ADS_3

"Apa pak dua orang membantai semua orang ini, bapak tidak bercandakan pak?"


Masa saya bohong mbak, ya kadang - kadang kekuatan gaib itu bukan dilihat dari jumlah mbak dan kadang memang diluar akal sehat, tambahnya lagi


Oh iya mbak mau kemana ya, sepertinya mbaknya orang baru?


"Banar pak saya mau ketempat pak Taufik, saya dan teman - teman saya sedang menyusul teman kami yang menginap disana."


Oh Taufik saudaranya Ustad Amir ya?


"Benar pak, rumahnya dimana ya pak? karena saya hanya berputar - putar saja dari tadi, atau masih jauh?"


Sudah dekat mbak, nanti biar diantar sama anak saya, temannya dimana mbak?


"Itu pak sambil menunjuk ke arah kelompoknya."


Wah banyak juga ya, baik mbak akan saya panggilkan anak saya, maklum orang luar pasti akan tersesat ditengah - tengah kebun karet itu, apa lagi jika malam hari, dan karena begal - begalnya sudah mati semua kami bisa pergi dengan tenang kapanpun kami mau tambahnya dengan wajah terseyum.


****


June mendekati kelompoknya, mereka adalah anggota kelompok panah tengkorak.


Giyana membelalakan matanya, jadi anggota panah tengkorak sebanyak ini, ia menatap Asep dan Deni dengan sedikit takut.


"Semua memandang Giyana, apa yang kau sembunyikan Giyana, cepat katakan pada kami, tambah June?"


Giyana menunjuk Deni dan Asep, merekalah yang sudah membantai orang - orang ini,


Apa kata mereka bersamaan.


Ya kedua anggota baru kalian ini, tambah Giyana, sedikit bergeser dan menjauhi Deni dan Asep.


^Bukan mbak, bukan mereka, pembunuhnya adalah sepasang pendekar bertopeng, jika tidak salah mereka kakak beradik topeng emas dan topeng perak, suara seorang pria tua berjalan mendekati kelompom mereka.^


"Loh bapak, saya jadi tidak enak pak, kata June, yang menatap pria tua tersebut dengan anak lelakinya."


'Iya bener main tuduh aja kata Asep sewot, ini negara hukum bos, bisa gua tuntut pencemaran nama baik lho, menuduh tanpa bukti,'


^Benar mbak kelihatannya mas - mas itu orang baik, kata pak Supri sambil menujuk Asep, Deni, dan Batara Kala.^


Kalian tidak tau saja siapa mereka, jika kalian tau, pasti kalian akan lari kata Giyana dalam pikirannya.

__ADS_1


(Sebaiknya lo jangan banyak omong, atau gua segel diruang waktu, kata Batara Kala , didalam pikiran Giyana)


Baik yang mulia, hamba tidak berani.


(Mulai saat ini biasakan melepas gelar bangsawan kalian dan biasakan dengan panggilan dizaman sekarang, jika kalian tidak bisa jangan bergabung dengan tim kami, dan sebagai konsekwensinga aku akan mengurung kalian disisi gelap ruang waktu dan jiwa, tambah batara Kala didalam pikiran semuanya


Aku sudah membagi kelompoknya


Chika dan Boa akan ikut bersama Asep, Giyana dan Nun akan ikut bersamaku, sisanya ikut bos Deden)


'Wuih mantab babang Kala memang "Te Op Pe Be Ge Te", the best to the best pokoknya, seneng gua bro.'


"Lah gua bareng demit langit itu, lo sama babang Kala mah enak ki, selain dinda Mayang, masih ada Boa dan Chika yang **** dan cantik - cantik gitu, babang kala sama Nun dan Giyana yang cantik - cantik juga lah gua satu doang yang bareng demit yang galaknya ampun - ampunan."


^Apa kau pikir aku tidak cantik hah, otak mesum, jika bukan karena batara kala aku juga tidak mau satu tim denganmu otak mesum.^


"Nah lo, belum - belum gua ud disemprot, nasib gua gini amat ya, duh ma anakmu yang ganteng ini kalah dukun sama ki Encep ma."


^June memberikan sebuah tamparan keras ke pipi Deni, biar gak ngantuk jangan protes ya."


Pak Supri dan anaknya menatap June dengan sedikit takut. Mari mbak jalannya kearah sini. Mereka melangkah kearah mobil yang entah datangnya dari mana, setelah lima belas menit berjalan mereka sampai dirumah pak Taufik.


****


"Waalaikumsalam, tak lama pintu dibuka, mereka disambut pak Taufik, ia heran deni membawa serta lima gadis cantik dan juga seorang pemuda tampan.


Waktu telah menunjukan pukul 4 pagi.


Mari masuk kata pak Taufik membawa mereka keruang tengah, disana sudah ada kyai Hasan, pak Sandi, Bima, dan juga Ustad Amir.


^Apa yang terjadi nak Deni apa kau bisa jelaskan lalu siapa mereka.^


Maaf pak jika saya lancang saya adalah Barra Kami adalah utusan Dewi Durga penguasa dunia bawah, perkenalkan, ini June, Chika, Nun, Boa, dan Giyana, kata Batara Kala membuka suara.


^Dewi Durga sang penguasa dunia bawah, kata pak Sandi dengan mata terbelalak?^


Benar pak, kami ditugaskan untuk membantu Deni dan Asep.


Baiklah aku percaya pada kalian, terima kasih sudah mau membantu Deni dan Asep, besok kami akan kembali ke Jakarta, ada banyak hal yang harus kita bicarakan pada bapak Jaya.


Pak Sandi kembali menelpon pak Jaya dan menjelaskan secara singkat, akhirnya mereka mendapatkan tiket untuk berangkat sore ini, setelah melaksanakan sholat subuh, mereka pamit beristirahat, malam itu adalah malam yang panjang untuk semuanya, terutama Deni dan Asep, setelah berpamitan mereka menuju kamar masing - masing.

__ADS_1


****


Bos Deden gua kangen masakan lo bos, kita keruang dimensi lo yok bos.


Deni menjawab dengan anggukan akhirnya mereka masuk kedalam ruang dimensi milik Deni.


"Kala mengedipkan matanya, seketika semua gadis telah berada disana.


Disana juga telah berkumpul Astagina, panglima kumbang dan juga Wulan.


"Sebaiknya kalian pulihkan tenaga kalian diruang ini, tandai tempatnya, jika kurag nyaman kalian bisa datang kesini."


'Tapi tuan kami memiliki ruang dimensi kami sendiri, kenapa harus disinu?'


"Mulai saat ini hilangkan status kita, panggil saja aku Barra, disini sudah aku tandai dimana kita dapat berbagi infornasi.


Pepatah lama pernah berkata, jangan pernah meremehkan lawanmu paham, kata Batara kala."


^Lah kenapa disini babang Kala?^


Karena dia sedang mengincar kita, dan akan menyegel kita didalam ruang dimensi kita, jika kita berkumpul disatu titik maka dia akan kesulitan mencari keberadaan kita, karena ruang dimensi yang lain kosong.


Teman kampusmu itu cukup merepotkan, jadi kita harus paham dengan polanya, satu lagi saat ini dia sedang melanjutkan studinya di Universitas Indonesi, mintalag pak Jaya untuk mengatur kita menjadi mahasiswa disana.


Semua yang ada diruang tersebut menatap Batara Kala dengan penuh kekaguman, ternyata dibalik sikap konyolnya ia adalah pengamat yang teliti.


"Lalu apa yang akan kita lakukan disana, tanya June?"


Kita harus menggagalkannya mempelajari segel gabungan matahari+siwa, kuncinga adalah penghianat yang pernah menjadi temanmu tambah Batara Kala.


^Musa?"


Yah banyak hal yang belum lo tau bro, baiknya sekarang kita bermain peran, berhati - hatilah.


'Lah babang kala kan sudah tau, kenapa gak diserang aja bang si Musa itu, mustahil dong dewa hebat pengatur waktu gak bisa melakukan itu, kata Asep mulai serius?'


Ada aturan yang tidak bisa kami langgar, seluruh alam ini sudah ada aturannya sendiri, gua gak bisa langsung turun jika tidak terpaksa, sama seperti para bangsawan langit, kalian turun kemedan perang jika sudah terpakasa.


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan

__ADS_1


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibu dab Author lebih semangat lagi, terima kasih..


__ADS_2